Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 40


"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" Marvel bertanya dengan suara dingin, sorot matanya tajam menatap Jeff dan Kiran yang sedang bicara berdua di taman samping rumah milik Marvel.


"Tidak melakukan apa pun!" jawab Kiran dengan santainya tapi tidak dengan Jeff yang terlihat ketakutan.


"Jangan coba-coba bermain api di belakang ku jika kalian tidak ingin terbakar!" suara Marvel masih terdengar dingin dan menakutkan.


"Bos....!"


Marvel melirik tajam.


"Kami hanya mengobrol biasa!" ujar Jeff mencoba menjelaskan.


"Ya, kami hanya mengobrol biasa. Tuan Jeff ini meminta pada ku agar membujuk suami ku untuk menarik perjanjiannya," kata Kiran berterus terang hingga membuat mata Jeff melotot lebar.


Marvel menarik nafas panjang, sedikit lega mendengar penuturan istrinya.


"Tidak bisa, kau sendiri sudah menandatangi perjanjian tersebut!" tegas Marvel, "kau sendiri yang memulai taruhan ini. Jadi, besok kau harus melakukannya!"


Kiran melipat kedua tangannya, memandang kedua pria di depannya secara bergantian.


"Wah,...hebat sekali. Kalian berdua menjadikan aku bahan taruhan. Aku tidak terima!" Mata Kiran melotot marah.


"Sayangnya mas, ini salah Jeff. Dia yang mulai duluan!" Marvel mencoba membela diri.


"Apa pun alasannya, kalian sama salahnya. Kalian harus di hukum!"


"Aduh, bu bos....!" Jeff menggaruk kepalanya tak gatal.


"Kalian berdua harus loncat dari atap!" ucap Kiran dengan nada tinggi membuat Marvel terkejut.


"Sayang, kenapa harus mas? kenapa tidak Jeff saja?"


"Kalian sama saja. Memangnya aku ini apa di jadikan barang taruhan hah?" Kiran mengamuk tidak terima.


"Semua ini gara-gara pak bos!" seru Jeff yang langsung mendapatkan tendangan dari Marvel.


"Sialan kau Jeff. Ku pecat kau!"


"Besok aku ingin melihat kalian melompat bersama-sama. Aku tidak mau tahu."


"Sayang, jika suami mu ini kenapa-kenapa bagaimana?" tanya Marvel, "apa kamu mau jadi janda muda?"


"Lakukan atau .......!!"


Kiran mengibaskan rambut panjangnya hingga nampak leher mulusnya.


"Menurut saja bos, dari pada tidak dapat jatah!" bisik Jeff semakin membuat Marvel kesal.


Huft,....


Dengan berat hati Marvel mengiyakan. Kiran tersenyum puas bahkan ia masuk ke dalam rumah dengan tertawa keras.


Bukkk.....


Marvel menendang kaki Jeff.


"Dasar bodoh!" umpat Marvel kesal, "kenapa kau memberitahu Kiran hah?"


"Ku pikir bu bos bisa di ajak kerja sama. Ternyata lebih parah dari pak bos."


"Kau tahu sendiri Kiran itu bagaimana, kenapa pemikiran mu dangkal sekali...?"


Marvel geram, ingin sekali meremas mulut Jeff yang ember itu. Gara-gara mulut Jeff, hari ini Marvel tidak berangkat ke kantor demi membujuk Kiran.


Dari siang sampai ke malam sampai ke pagi tetap saja hati Kiran tidak melunak. Bahkan, mereka sekarang sudah berada di atas atap gedung perusahaan milik Marvel.


"Sayang, tidakkah kau kasihan pada suami mu ini?"


"Lalu bagaimana dengan aku yang kalian anggap sebagai barang taruhan hemm?"


Marvel membuang nafas kasar lalu sedikit mengintip ke bawah yang sudah ramai orang untuk menyaksikan atraksi Marvel dan Jeff. Tidak lupa segala keamanan di pantau dengan teliti.


"Semua gara-gara kau Jeff. Gaji mu akan ku potong bulan ini," ucap Marvel kesal.


"Sayang, pikirkan lagi. Aku belum membuat surat wasiat untuk mu."


"Aku tidak peduli dengan wasiat. Cepat atau,....!"


Kiran mengancam lagi, tentu saja Marvel menurut karena ia tidak mau jatah malamnya di kurangi. Meskipun Kiran belum mengungkapkan kata cinta, tapi ia selalu menikmati permainan suaminya setiap malam.


Dengan wajah gugup keringat panas dingin dan jantung berdebar, Marvel dan Jeff yang sudah di ikat dengan tali pengaman kini berada di tepi bersiap untuk melompat.


"Bu bos, ini nyawa manusia loh. Bukan kucing yang memiliki tujuh nyawa," ujar Jeff.


"Ini kan ide kalian, kenapa kalian takut?"


"Sayang mas, ayo lah!"


"Lama sekali,...!" seru Kiran yang langsung mendorong suaminya dan Jeff untuk terjun kebawah.


Semua orang menyaksikan dengan wajah penuh ketegangan saat melihat Marvel dan Jeff sudah terjun bebas.


Bug,......


Bug,.....


Setelah beberapa saat, Marvel dan Jeff mendarat dengan selamat di atas balon besar dan langsung di tolong oleh tim medis.


Masih terpantau sadar, tapi kedua pria ini seperti orang linglung karena masih syok. Tubuh mereka kaku tapi bergetar.


"Bos, apa kita masih berada di dunia?" tanya Jeff dengan suara bergetar.


"Diam kau bajingan. Semua ini gara-gara kau. Demi jatah, aku rela melakukannya," ucap Marvel.


Semua karyawan sebenarnya penasaran dengan apa yang terjadi tapi satu pun dari mereka yang tahu masalahnya. Mereka lebih penasaran lagi hubungan Kiran yang sangat dekat dengan Marvel karena pernikahan Kiran dan Marvel di lakukan secara tertutup.


"Hebat juga kalian ini. Bos dan anak buah yang patut di contoh!" ucap Kiran.


"Untung umur ku panjang, jika tidak kau akan jadi janda!" sahut Marvel.


"Janda muda dan akan di kejar banyak pria tampan dan kaya seperti mu," Kiran menyahut dengan santainya.


Marvel langsung memeluk Kiran.


"Tidak, aku tidak rela kau di miliki orang lain. Demi cinta ku pada mu, aku rela melompat dari ketinggian seperti ini. Lihat lah, tubuh ku masih bergetar sekarang!"


"Jadikan aku bahan taruhan lagi, akan ku buat kalian menderita!"


"Ampun sayang, aku janji tidak akan melakukannya lagi."


"Simpan kejadian hari ini, ceritakan pada anak-anak kita kelak!" ucap Kiran langsung membuat mata Marvel segar.


"Sayang, apa kau serius ingin punya anak dari ku?" tanya Marvel.


Kiran yang sadar akan ucapannya sedikit membuang muka karena malu.


"Maksud ku anak-anak mu!" ujar Kiran.


"Tidak, anak-anak kita." Tegas Marvel.


"Ya anak-anak mu maksud ku!" Kiran tetap mengelak.


"Minta di hukum!" seru Marvel tiba-tiba saja menggendong Kiran masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di ruang kerja Marvel.


Siang itu juga Marvel langsung membajak lahan sempit milik istrinya. Meskipun tubuhnya masih bergetar sisa tadi, tapi Marvel tetap saja menghukum istrinya.


"Tidak ada bosannya!" ucap Kiran yang kesal tapi masih tetap melayani nafsu suaminya.


"Mas akan membajak lahan mu yang sempit ini hingga menjadi luas. Kau selalu menggoda sayang, makanya mas tergila-gila," sahut Marvel.


"Menggelikan!" seru Kiran yang tiba-tiba merintih saat Marvel menancapkan rudalnya.


Bukan main besarnya, sebesar terong setengah tua yang berisi padat dan kenyal. Tentu saja Kiran akan mati gaya jika sudah merasakan denyut menggelitik di ladang sempitnya.


Jika Marvel sudah kuat dengan goyangannya, beda lagi dengan Jeff yang sampai detik ini masih syok bahkan sejak pagi ia masih tidur untuk membuang rasa paniknya.