Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 71


"Apa lagi sih ini? kenapa hari ini banyak sekali pengganggu datang ke rumah ku?" Dona menyingsing lengan bajunya, membawa sapu menuju pintu keluar rumahnya.


Di depan pintu sudah ada Gama yang terus berteriak memanggil nama Kiran. Bocah bodoh yang entah sampai kapan jadi benalu dalam kehidupan Kiran. Kiran mengekor di belakang Dona, ia sedikit panik atas kedatangan Gama.


"Hai kau...! dasar tidak sopan. Kenapa kau berteriak di rumah ku hah?" tanya Dona geram.


"Aku hanya ingin bertemu Kiran," jawab Gama, "Kiran ayo keluar. Aku bisa membawa mu keluar dari rumah ini jika kau merasa tersiksa." Gama terus berteriak.


"Mau apa kau Gama?, aku tidak pernah merasa tersiksa hidup bersama mertua dan suami ku. Tidak ada habisnya kau mengacau hidup ku."


"Aku tahu kau sangat membenci om Marvel. Semuanya belum terlambat Kiran, kau bisa bebas dari tangan dia. Setelah kau melahirkan aku akan membantu mu mengurus perceraian," ucap Gama yang tidak masuk di akal.


Buuuuk......


Tiba-tiba saja seseorang menghantam Gama dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Marvel yang baru saja pulang kerja.


Marvel meraih Gama, mencengkram leher pria itu.


"Berani-beraninya kau melontarkan kata-kata sampah itu di depan istri ku. Apa kau mau mati hah?"


Suara Marvel menggelegar, membentak Gama yang sama sekali tidak memiliki rasa takut. Mamah Dona dan Kiran membiarkan Gama di hajar oleh Marvel.


"Aku tahu Kiran, dia sangat tidak menyukai mu." Kekeh Gama yang yakin jika Kiran hanya terpaksa hidup bersama Marvel.


"Kau tidak tahu semuanya tentang ku Gama. Jika aku tidak bahagia dengan suami ku, kenapa ada anak di antara kami?"


"Tapi Kiran, ayah mu tidak merestui pernikahan kalian!"


Marvel tertawa mendengar ucapan Gama.


"Kami tidak butuh restu dari dia. Sekarang pergilah....!"


Marvel mendorong tubuh Gama, pria itu jatuh nyaris menghantam tembok.


"Berhentilah datang kemari dan mengusik ku Gama. Jangan membuat ku semakin membenci mu," ucap Kiran.


Gama menatap Kiran sejenak kemudian berlalu pergi. Belum lama Gama pergi, tiba-tiba saja Kiran jatuh pingsan. Mamah Dona panik, tapi Marvel lebih panik lagi. Bergegas mereka membawa Kiran ke rumah sakit karena Marvel tidak mau terjadi apa-apa pada Kiran.


"Mau kemana kau Marvel?" tanya Dona saat melihat Marvel hendak pergi.


"Memberi pelajaran untuk si brengsek itu," jawab Marvel.


"Kiran jauh lebih penting. Kau bisa memberinya pelajaran besok!"


Marvel menurut, ia kembali duduk di samping sang istri yang belum sadarkan diri. Kiran kelelahan, begitu banyak beban pikiran yang ia pendam.


"Mas,...!" lirih Kiran yang baru saja membuka mata.


"Sayang, kau sudah bangun? Minum dulu." Marvel mengambilkan segelas air putih untuk istrinya.


"Terimakasih mas," ucap Kiran.


"Bagaimana keadaan mu? Apa yang sakit? Perut kamu sakit gak?"


"Aku baik-baik saja mas," ucap Kiran.


"Mas sudah bilang sama kamu berapa kali, jangan pikirkan tentang apa pun."


"Namanya juga manusia hidup mas. Pasti ada aja yang di pikirin," sahut Kiran.


"Mamah takut kamu kenapa-kenapa. Jangan pingsan-pingsan lagi ya!" Ujar Dona.


Kiran hanya mengangguk, ia kembali melanjutkan istirahat nya.


Sementara itu, Gama sekarang berada di ruang besuk. Ia datang menemui Hasan, mengadukan semuanya pada Hasan.


"Bajingan itu sudah membuat semuanya menjadi kacau. Gama, apa bisa kau membebaskan aku?" tanya Hasan tidak masuk di akal.


Gama menggaruk kepalanya tak gatal, bagaimana bisa ia membebaskan Hasan sedangkan Hasan sendiri di vonis penjara seumur hidup.