
" Akhirnya pulang juga!" ucap Xie'er setelah Xie'er berhasil kembali ke dunia masa depan.
Pangeran Wang Han melihat Xie'er dengan takjub lalu mendekati Xue'er yang merasa kaget. Pangeran Wang Han menatap Xie'er dengan begitu tajam. Merasa asing dengan gadis itu.
" Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Xie'er kebingungan saat melihat Pangeran Wang Han yang menatapnya dengan asing.
" Katakan padaku di mana kita saat ini?" tanya Pangeran Wang Han sambil menatap Xie'er yang saat ini sedang tersenyum penuh kebahagiaan karena akhirnya dia bisa kembali lagi ke dunia masa depan.
Pangeran Wang Han melotot sempurna melihat Xie'er yang acuh dan tidak menjawab pertanyaan darinya.
" Heh! Ayo jawab pertanyaanku di mana kita saat ini?" tanya Pangeran Wang Han yang tidak sabar dan juga marah. Dia berusaha terus mengejar Xie'er yang malah melangkah dan berniat mau pergi dari sana dan berniat untuk meninggalkan Pangeran Wang Han.
Apalagi ketika Pangeran Wang Han melihat ke sekelilingnya di mana orang-orang menatapnya dengan begitu heran dan juga takjub. Membuat Pangeran Wang Han jadi salah tingkah sendiri.
Iyalah! Bagaimana mungkin mereka tidak heran? Ketika mereka melihat Pangeran Wang Han dan Xie'er yang saat ini sedang menggunakan pakaian kerajaan di zaman kuno. Pakaian kerajaan pada era dinasti Ming.
" Apakah mereka berdua itu artis yang sedang syuting film kolosal bertema kerajaan Ming?" tanya orang-orang yang melihat mereka dengan tajam dan penuh tanda tanya.
" Eh aku memang pangeran dari kerajaan Ming! Namaku Pangeran Wang Han! Aku adalah Jenderal terkenal di kerajaan Ming! Apa kalian tahu siapa aku?" tanya Pangeran Wang Han dengan mata nanar dan penuh rasa bangga akan dirinya sendiri.
" Maksud kamu, Pangeran Wang Han yang menjadi penghianat bagi Pangeran Wang Xue? Karena telah merebut calon istri kakaknya?" tanya salah seorang dari mereka yang saat ini sedang menatap ke arah Pangeran Wang Han dengan begitu takjub.
Pangeran Wang Han merasa begitu shock mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang itu tentang dirinya.
" Apa maksud perkataanmu huh? Kau jangan sembarangan bicara. Aku tidak pernah merebut calon istri dari kakakku! Lagi pula, Pangeran Wang Xue punya banyak selir, dia tidak akan kekurangan wanita dalam hidup dia. Berbeda denganku. Hidupku sepi tanpa seorang Wanita karena wanita yang aku cintai lebih memilih untuk menikah dengan pangeran lainnya," ucap Pangeran Wang Han dengan sedih luar biasa.
Dia menjelaskan semuanya kepada orang- orang yang saat ini melihat mereka dengan keheranan dan merasa aneh karena Pangeran Wang Han yang benar-benar tidak suka dengan perkataan orang-orang tadi yang terus menyudutkan dirinya.
Orang yang tadi mengatakan tentang penghianatan Pangeran Wang Han kemudian mencari ponselnya dan membuka YouTube.
Orang tersebut kemudian mencari sebuah video yang bercerita tentang silsilah dinasti Ming yang terjadi sekitar ratusan tahun yang lalu. Yang bercerita soal Pangeran Wang Xue dan Pangeran Wang Han.
Pangeran Wang Han terlihat begitu terkesiap melihat benda pipih yang bisa menampilkan orang di dalamnya dan saat ini video itu sedang bercerita tentang kerajaan sang ayah pada era dinasti Ming.
" Sekarang percaya bukan?? Kalau Pangeran Wang Han merebut calon istri kakaknya, Pangeran Wang Xue!" ucap pria paruh baya itu dengan penuh percaya diri sambil menatap pangeran wang han.
Ketika Pangeran Wang Han hendak kembali berdebat dengan pria paruh baya itu, Xie'er langsung menarik tangannya untuk menjauh dari laki-laki itu.
" Udah ayo ikut denganku saja ke rumahku. Tunggu bentar! Aku akan menghentikan taksi dulu!" Xie'er kemudian berusaha untuk menyetop sebuah taksi yang akan mengantarkan mereka menuju kediaman Xie'er dan kedua orang tuanya.
" Eh ngomong-ngomong, kok aneh juga ya? Kenapa orang-orang itu bisa melihatmu? Padahal kan tubuhmu memiliki beda frekuensi dengan dunia ini!." tanya Xie'er yang merasa heran dengan fenomena itu.
" Aku tidak tahu. Mungkin karena aku masuk ke era masa kini bersama denganku. Sehingga energi kita saling tarik-menarik." ucap Pangeran Wang Han mencoba menjelaskan kebingungan Xie'er.
" Oh, mungkin juga!" ucap Xie'er yang mulai bisa paham.
Pangeran Wang Han terlihat begitu takjub dengan lampu-lampu kota dan juga toko-toko modern yang begitu memanjakan matanya.
" Apa kau yakin kalau kita saat ini sedang berada di era masa depan? Masa di mana dinasti Ming sudah tidak ada lagi?" tanya Pangeran Wang Han tampak sedih luar biasa.
Ketika melihat Xie'er menganggukkan kepala, Pangeran Wang Han malah langsung memeluk tubuhnya dengan erat sekali. Tubuhnya gemetar karena tangis mulai pecah Xie'er benar-benar tidak tahu. Bagaimana caranya untuk menghibur sang pangeran.
Xie'er bingung dengan kelakuan Pangeran Wang Han yang aneh menurut dia.
" Apakah benar kalau Dinasti Ming suatu saat akan hilang dari muka bumi?" siapa yang menyangka kalau Pangeran Wang Han malah menangis dalam pelukannya.
Xie'er yang kebingungan memilih untuk mengelus punggung Pangeran Wang Han yang tergetar karena sedang menangis.
" Apa kau tahu kenapa dinasti Ming sampai punah dan hilang di muka bumi ini?" tanya Pangeran Wang Han yang ingin tahu alasan dari kepunahan dinastinya.
Visualisasi merupakan penjelasan Xie'er kepada Pangeran Wang Han soal runtuhnya Dinasti Ming pada masa itu.
Pangeran Wang Han tampak begitu sedih setelah mendengarkan semua penjelasan dari Xie'er tentang alasan dinastinya bisa hancur dan berakhir.
" Katakan padaku? Apa yang bisa kulakukan untuk bisa memperbaiki sejarah?" Pangeran Wang Han dengan mata berkabut dan kesedihan di hatinya.
Xie'er bisa merasakan kesedihan hati seorang pangeran yang menerima kenyataan dinastinya harus hancur karena korupsi dan wabah penyakit yang merajalela di kerajaan yang di kuasai oleh ayahnya saat ini.
" Ayo kau ikut saja dengan ku. Kau akan tinggal bersama keluargaku di dunia masa kini. nanti aku akan berdiskusi dengan Profesor untuk bisa mengembalikan mu ke era dinasti Ming!" ucap Xie'er menjanjikan sesuatu kepada Pangeran Wang Han.
Pangeran Wang Han akhirnya mengikuti Xie'er. Karena dia tidak tahu harus pergi ke mana di era masa kini yang mana tidak ada satu orang pun yang dia kenal selain Xie'er.