Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
29. Bingung


" Apa yang sedang kalian lakukan di kamarku?" tanya Xie'er ketika melihat Pangeran Wang Han dan Pangeran Wang Xue saat ini sedang berdebat di dalam kamarnya.


" Hallo, Xie'er!" sapa Pangeran Wang Xue.


Xie'er hanya memutar bola matanya malas melihat Pangeran Playboy itu yang di mana-mana suka bercocok tanam.


" Mau apa kau di sini huh? Pergi sana ke Xiang Liu kamu!! Kau pikir rumahku ini adalah penampungan para Tuna Wisma seperti kalian?" kesal hati Xie'er sehingga dia sudah tidak lagi memperhatikan kosakata yang dia gunakan ketika marah.


Sebenarnya Pangeran Wang Han cukup tersinggung mendengarkan ucapan dari Xie'er tadi.


Akan tetapi Pangeran Wang Han mengerti. Kalau sekarang Xie'er sedang marah kepada kakaknya yang suka sekali mempermainkan hati seorang wanita.


" Pergilah Kak sekarang juga dari sini. Bagaimanapun kita dua laki-laki dewasa tidak mungkin berada di tempat ini bersamaan. Bukan??" tanya Pangeran Wang Han sambil menatap kepada kakaknya.


Pangeran Wang Xue tetap bersih kekeh tidak mau meninggalkan rumah Xie'er. " Kenapa adikku boleh tinggal di sini sementara aku diusir olehmu?" tanya Pangeran Wang Xue merasa tidak terima dirinya dibedakan oleh pemilik rumah.


Xie'er merasa kesel luar biasa dengan kelakuan Sang Pangeran yang memaksanya untuk mengatakan hal-hal yang kasar.


" Apa kau tidak takut kalau Xiang Liu merasa marah kepadamu yang tinggal di sini?" tanya Xie'er kesal karena melihat interaksi antara Pangeran Wang Xue dan Xiang Liu yang amat mesra ketika berada di Museum dinasti Ming.


Pangeran Wang Xue cukup terkejut mendengarkan ucapan dari Xie'er.


" Oh ayolah!! Aku hanya merasa berterima kasih padanya yang sudah menolongku dari kebingungan. Karena pertama kali aku menginjakkan kakiku di tempat ini!" ucap Pangeran Wang Xue.


Xie'er tidak mau mendengar alasan apapun yang jelas dia ingin salah satu di antara dua Kakak Adik itu meninggalkan rumahnya.


" Pangeran Wang Xue Ibuku dan ayahku akan marah kalau sampai kalian semua tinggal di sini! Pergilah ke tempat Xiang Liu. Bukankah kau dengan dia cocok banget?? Kalian sama-sama pemain dan suka bercocok tanam sembarangan! Menjijikan!!" rasa kesal di hati Xie'er tidak bisa dibendung lagi karena dia saat ini sudah marah besar.


Pangeran Wang Han membujuk kakaknya untuk segera meninggalkan rumah Xie'er.


" Ayolah Kak cepatlah pergi dari sini. Sebelum kedua orang tuanya datang ke mari. Aku tidak enak kalau sampai dia dimarahi oleh kedua orang tuanya gara-gara kita berdua berada di sini!" Pangeran Wang Han terus membujuk kakaknya agar segera pergi dari rumah Xie'er.


" Kalau aku pergi. Lalu kenapa kau masih ada di sini?" terlihat Pangeran Wang Xue tidak terima karena melihat adiknya masih diperbolehkan tinggal di tempat milik Xie'er.


" Tentu saja aku akan di sini. Aku kan di sini sebagai suaminya. Kalau aku pergi, justru kedua orang tuanya yang akan mengamuk kepadaku!" Pangeran Wang Han meringis penuh percaya diri kepada sang kakak yang langsung merasa gemas dibuatnya.


Pangeran Wang Xue tidak terima kalau adiknya dianggap sebagai suami dari Xie'er.


" Dengar ya!! Xie'er!! Yang boleh menjadi suamimu, itu hanya aku! Dan Kau jangan macam-macam dengan adikku!" ancam Pangeran Wang Xue yang tidak senang melihat adiknya tampak begitu istimewa di hadapan Xie'er.


Xie'er langsung menyuruh mereka berdua untuk keluar dari kamarnya.


" Pangeran Wang Han antar kakakmu untuk meninggalkan rumah ini sebelum Ibuku dan juga Ayahku kembali dari peternakan!" Xie'er kemudian menutup pintu kamarnya dan tidak memperdulikan apapun yang dikatakan oleh Pangeran Wang Xue protes dengan ketidakadilan yang saat ini sedang dia terima.


" Ya ampun Pangeran Wang Xue!! Aku kira kau hilang ke mana. Ternyata kau ada di sini?" Xiang Liu langsung menggandeng tangan Pangeran Wang Xue seakan mereka adalah pasangan sejati.


Xie'er yang melihat kejadian itu melalui jendela kamarnya hanya bisa kesal dan marah kepada Pangeran Wang Xue yang suka menebar pesona di mana-mana.


" Dasar playboy cap kampret!" sengit Xie'er merasa kesal luar biasa dengan kejadian tersebut.


Setelah melihat Pangeran Wang Xue dan Xiang Liu meninggalkan rumahnya. Xie'er kemudian keluar mencari Pangeran Wang Han yang saat ini sedang asyik menonton televisi di ruang tengah.


" Pangeran Wang Han Mau sampai kapan kau ada di sini apa kau tidak ada keinginan untuk kembali ke era dinasti Ming?" tanya Xie'er yang sudah mulai Merasa tidak senang dengan kehadiran dua saudara yang sangat hobi mempermainkan hati wanita seperti mereka.


Sejak tadi Xie'er selalu uring-uringan dan merasa tidak senang dengan segala hal yang berhubungan dengan dua saudara yang berasal dari era dinasti Ming.


" Apakah kau marah kepada kakakku sehingga membuatmu mengusirku? Apakah kau tahu Xie'er? Aku benar-benar sangat sedih sekali. Padahal kedua orang tuamu sudah menganggapku sebagai menantunya yang tercinta!" Pangeran Wang Han menundukkan kepalanya untuk memperlihatkan kesedihan di hatinya kepada Xie'er.


Xie'er hanya menghela nafasnya karena merasa benar-benar bingung harus menghadapi mereka berdua yang kini ada di era masa depan semuanya.


Xie'er memegang kepalanya yang terasa begitu pusing gara-gara mereka berdua.


Sebenarnya hal yang membuat Xie'er amat marah adalah hubungan antara Pangeran Wang Xue dan Xiang Liu. Ya, Xie'er merasa cemburu karena yang pangeran yang dia sukai ternyata sudah bersama dengan Xiang Liu yang kemarin mengincar Pangeran Wang Han.


Xie'er sendiri tidak mengerti dengan perasaannya yang sesungguhnya tapi kurang jelas dia merasa tidak senang melihat Xiang Liu mengenal dengan baik Pangeran Wang Xue.


" Sudahlah terserah kau mau melakukan apa. Aku pergi!" Xie'er kemudian memilih meninggalkan Pangeran Wang Han yang masih membeku di tempat melihat kemarahan Xie'er kepadanya dengan alasan yang tidak jelas.


Pangeran Wang Han terus mengikuti Xie'er yang saat ini sedang berjalan-jalan di taman kota dengan berjalan kaki.


Xie'er tahu kalau Pangeran Wang Han mengikutinya sejak tadi. Tetapi dia tidak menggubrisnya sama sekali.


" Pangeran Wang Han keluarlah aku tahu kalau kau dari tadi terus mengikutiku!" Xie'er akhirnya memanggil Pangeran Wang Han agar menampakan wajahnya.


Pangeran Wang Han hanya meringis kepada Xie'er. Dia tidak tahu bagaimana caranya Xie'er bisa menemukan keberadaan dirinya. Padahal dia sudah berusaha dengan keras untuk tidak tertangkap oleh Xie'er.


Pangeran Wang Han terkejut ketika tiba-tiba saja Xie'er menangis di dalam pelukannya.


" Xie'er?? Ada apa kau menangis?" Pangeran Wang Han benar-benar terkejut dan khawatir.


Xie'er malah semakin kencang menangis. Pangeran Wang Han sampai bingung harus mendiamkannya seperti apa.


" Ayo kita duduk di kursi itu kalau seperti ini nanti aku dikira sebagai orang jahat yang sudah membuatmu menangis seperti!" Pangeran Wang Han kemudian memapah Xie'er menuju kursi taman yang ada di sana tidak jauh dari tempat Mereka berdiri.