Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
34. Mulai Rindu


Xie'er sekarang sedang berada di ruang keluarga dan menonton televisi.


" Ih kenapa sepi sekali? Biasanya ada Pangeran Wang Han yang mercoki aku saat nonton TV kayak gini. Sekarang dia tidak ada di dalam rumah ini rasanya begitu sepi dan sunyi. Kedua orang tuaku juga tidak ada di sini. Pangeran Wang Han, kenapa tiba-tiba aku merasa Rindu denganmu?" Xie'er menjadi semakin jelas dengan perasaannya setelah perpisahan mereka berdua.


Xie'er merasa heran dengan dirinya sendiri karena dia sama sekali tidak merasakan Kerinduan untuk Pangeran Wang Xue, tapi dia malah rindu dengan keusilan dan kejahilan Pangeran Wang Han kepadanya selama berada di dalam rumahnya.


Sifat Pangeran Wang Han yang ceria dan juga usil selalu membuat Xie'er merasakan bahwa hari-harinya begitu berwarna.


Xie'er pagi itu sedang disibukkan untuk membuat sarapan bagi dirinya sendiri.


Dirinya saat ini sedang sibuk untuk penelitian demi mendapatkan gelarnya sebagai seorang sarjana. Xie'er keluar rumah setelah selesai sarapan dan menyelesaikan pekerjaan rumah yang selama ini selalu dia kerjakan sendiri karena kedua orang tuanya ternyata lama tinggal di peternakan.


" Uh, kenapa sih mereka betah sekali tinggal di peternakan dan selalu meninggalkanku di sini sendirian. Aku kan jadi kesepian begini. Dulu saat ada Pangeran Wang Han, aku ada teman mengobrol dan juga tempat bermain. Sekarang dia tidak ada rasanya rumah begitu sepi seperti kuburan. Pangeran Wang Han sekarang kau sedang melakukan apa? Xiang Liu, apakah dia menggodamu di sana?" tanya Xie'er yang tiba-tiba merasakan hatinya begitu miris dengan kisah hidupnya yang bagai di negeri dongeng.


Xie'er melangkahkan kakinya dengan begitu lemas. Hari ini dia akan bertemu dengan dosennya untuk membahas tentang penelitian dan juga skripsinya.


Xie'er terlihat begitu lelah setelah menyelesaikan tugasnya sebagai seorang mahasiswa.


" Tampaknya makan di sebuah Cafe adalah sebuah pilihan yang sangat baik." Xie'er pun kemudian berderap menuju sebuah cafe yang ada di dalam kampusnya.


Bisa dikatakan kafe itu adalah tempat nongkrong para mahasiswa. Ketika mereka menunggu jam kuliah mereka ataupun jadwal mereka untuk melakukan sesuatu di kampus.


" Wah! Ternyata asik juga. Sudah lama aku tidak duduk di sini." Xie'er kemudian menyeruput jus jeruk yang tadi dia pesan.


" Uh, seger banget!! Kayaknya aku memang harus sering pergi keluar rumah agar tidak terlalu merindukan kehadiran Pangeran Wang Han. Mungkin juga sekarang adalah waktunya untuk aku melupakan dia!" Xie'er bermonolog dengan dirinya sendiri sambil matanya melihat ke sekeliling.


Mata Xie'er terbelalak ketika melihat seorang pria yang dulu selalu menjadi kembang tidurnya dalam perasaan cinta dan rindu di masa muda belianya.


" Aih, kenapa aku harus ketemuan sama dia sih?? Aih, sungguh memalukan!" Xie'er bergegas membereskan barang-barangnya yang ada di atas meja untuk segera meninggalkan Cafe itu.


" Xie'er! Kenapa kau langsung pergi setelah melihat kedatanganku? Apakah kau masih marah tentang masalah itu?" tanya Song Min.


Song Min berusaha untuk menarik tangan Xie'er. Dia kesal bukan kepalang kepada gadis itu. Bagaimana mungkin Xie'er pergi dan meninggalkannya begitu saja setelah lama sekali mereka tidak bertemu? Song Min benar-benar sangat penasaran kepada Xie'er yang mulai menjauhinya sejak dia menolak ungkapan cinta Xie'er kepadanya Beberapa bulan yang lalu saat Xie'er akan menghilang ke Dinasti Ming.


" Maafkan Aku Xie'er. Aku tahu kalau aku sudah berbuat salah kepadamu dan menyakiti hatimu. Tapi, bisakah kita kembali menjadi sahabat seperti dulu?" tanya Song Min dengan penuh pengharapan.


Xie'er merasa bingung kenapa pemuda itu tidak juga mau melepaskannya Padahal dia sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya." Aku tidak masalah dengan masalah penolakanmu dulu. Aku malah bersyukur dengan kejadian itu karena itu artinya bahwa aku sekarang memiliki kesempatan untuk bersama orang yang lebih baik darimu. udah minggirlah kau jangan terlalu pede dengan berpikir bahwa aku marah denganmu gara-gara hal konyol itu!" Xie'er kemudian menghempaskan tangan Song Min dan pergi dari kafe tanpa menengok lagi ke belakang.


" Kenapa dia begitu aneh? Membuat aku benar-benar sangat bersalah saja rasanya!" Song Min kemudian meninggalkan kafe berniat untuk mengikuti Xie'er yang tadi pergi begitu Saja.


Song Min melihat meja yang tadi ditempati oleh Xie'er. " Xie'er melupakan ponselnya, benar-benar gadis ceroboh! Sebaiknya aku mengembalikan ponsel ini kepadanya!" Song Min kemudian pergi menuju tempat yang tadi dia lihat Xie'er pergi ke sana.


" Xie'er!! Xie'er!! ponselmu ketinggalan!" Xie'er terlihat mengerutkan keningnya melihat pemuda itu yang mengacung-ngacungkan ponsel di tangannya.


Untuk sejenak Xie'er benar-benar belum mengerti Kalau ponselnya tidak dia bawa ketika meninggalkan kafe.


" Xie'er!! Ya ampun! ini ponselmu tertinggal di kafe!" Song Min terlihat ngos-ngosan karena tadi dia berlari untuk mengejar Xie'er yang tadi sudah bersiap masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan area kampus.


Xie'er kemudian mengecek tas miliknya. Xie'er menepuk jidatnya atas kecerobohannya yang sangat fatal.


' Dasar Xie'er bodoh!! Sekarang Song Min pasti berpikir kalau aku sengaja meninggalkan ponselku di sana agar dia mengejarku. Aih, Kenapa hidupku harus seperti drama China sih?' rutuk Xie'er di dalam hatinya.


" Ini ponselmu. Untung saja tadi ketika aku mau pergi melihat sekilas ke meja yang kau tempati. Jadi aku bisa mengejar kamu ke mari!" terlihat Song Min masih kelelahan setelah berlari untuk mengejar Xie'er.


Xie'er merasakan bahwa saat ini jantungnya berdebar sangat kencang.


' Aih, kenapa aku harus mengalami nasib seperti ini? Pangeran Wang Han Kau di mana harusnya kau ada di sini Jadi kau bisa menghajar laki-laki ini. Aku tidak mau kalau sampai perasaanku disakiti olehnya lagi dengan penolakan yang sungguh memalukan sekali!" Xie'er terlihat sedang menyesali kepergian Pangeran Wang Han.


Biasanya Pangeran Wang Han akan selalu menghajar laki-laki manapun yang mendekati Xie'er. ' Hah Setelah dia tidak ada baru kurasakan kalau dia telah merasuk ke dalam hidupku dengan dalam," Xie'er terlihat begitu lemas karena dia sadar bahwa dirinya tidak tahu lagi kapan akan bertemu dengan Pangeran Wang Han yang saat ini sedang kembali ke Era Dinasti Ming demi menyelamatkan kerajaan kakeknya yang saat ini sedang dalam bahaya dari serangan bangsa Manchuria yang selalu mengincar wilayah kerajaan Ming.