
Pangeran Wang Xue kemudian mengajak adiknya untuk berbicara empat mata dengan dirinya.
" Ada apa kak? Kok tumben sekali kau ingin berbicara denganku begini?" Pangeran Wang Han menatap kakaknya yang begitu misterius baginya.
" Kita harus segera mencari cara untuk bisa kembali ke Dinasti Ming. Kita tidak bisa menundanya lama-lama kakek di sana sedang menunggu kita berdua." Pangeran Wang Han terkejut mendengarkan ucapan dari kakaknya.
" Tapi Kak, orang yang kucintai ada di sini. Aku tidak bisa pergi dari sini kalau Xie'er tidak ikut denganku juga ke sana!" Xie'er yang saat itu sedang berada di dapur terkejut bukan kepalang mendengar apa yang dikatakan oleh sang pangeran yang kini berstatus sebagai suami pura-puranya ketika berhadapan dengan kedua orang tuanya.
" Orang tuanya pasti tidak akan mengijinkan dia untuk ikut dengan kita karena dia adalah anak mereka satu-satunya di sini. Ayolah adikku!! Saat ini negara dan bangsa kita sedang membutuhkan kita berdua. Kau jangan egois hanya ingin mempertahankan cintamu sendiri!" Pangeran Wang Han agak terkejut mendengarkan bahasa dari kakaknya yang sangat luar biasa baginya.
" Aku akan bertanya kepada istriku dulu!" Pangeran Wang Xue benar-benar gatal kupingnya mendengarkan adiknya mengatakan hal seperti itu kepada wanita yang dia cintai.
Pangeran Wang Xue akhirnya hanya bisa mengijinkan adiknya untuk pergi menemui Xie'er. walaupun sebenarnya saat ini hatinya benar-benar pedih dan termakan api cemburu yang amat besar.
Pangeran Wang Han mendekati Xie'er.
" Xie'er kakakku memintaku untuk kembali ke Dinasti Ming. Apakah kau mau ikut dengan kami?" tanya Pangeran Wang Han yang terlihat begitu sedih.
Xie'er menatap kedua Kakak Adik itu yang benar-benar tiada duanya.
" Maafkan aku Pangeran tapi di sini orang tuaku membutuhkanku juga. Aku juga saat ini sedang menyelesaikan kuliahku tidak bisa pergi berlama-lama." Pangeran Wang Han benar-benar kecewa mendapatkan jawaban seperti itu dari Xie'er.
Xie'er menatap kepada Pangeran Wang Xue yang saat ini sedang menatapnya juga.
Xie'er bisa merasakan luka yang begitu besar dari tatapan matanya. Xie'er sendiri tidak mengerti kenapa sang pangeran selalu menatap dia dengan tatapan seperti itu.
Membuat dirinya benar-benar tidak sanggup untuk menatap matanya dengan lama-lama.
" Aku benar-benar menginginkanmu untuk ikut denganku. Hidupku akan sepi dan hampa kalau kau tidak ikut bersamaku!" Pangeran Wang Han masih berusaha membujukbXie'er untuk ikut dengannya.
" Pangeran Wang Han. Kau pergi ke Dinasti Ming bersama kakakmu adalah untuk bertarung dan juga berperang. Kalau aku ikut denganmu pun aku tidak tahu apakah aku bisa membantumu atau tidak. Pergilah dengan Pangeran Wang Xue dan laksanakan tugasmu sebagai seorang keturunan raja yang baik. Bantulah kakekmu di sana untuk mendapatkan kemenangan. Kalau suatu saat nanti kamu ingin kembali ke mari Aku akan selalu menunggumu." Xie'er tidak mengerti kenapa mulutnya bisa mengatakan hal-hal seperti itu kepada Pangeran Wang Han.
Pangeran Wang Xue benar-benar stress dan juga lemas saat dia mendengarkan janji dari Xie'er kepada adiknya.
' Biarlah mungkin ini adalah yang terbaik. Aku memendam cinta untuk Pangeran Wang Xue. Akan tetapi dia hanya memandang diriku sebagai pelayannya dan dia tidak pernah benar-benar melihatku sebagai seorang wanita yang layak untuk dicintai. Pangeran Wang Han jelas-jelas memperlihatkan dirinya mencintaiku. Aku akan berusaha untuk menerimanya dalam hidupku. Walaupun aku tidak tahu berapa lama perasaan ini akan bertahan!' bathin Xie'er yang saat ini benar-benar merasa bingung tentang perasaannya sendiri terhadap dua pangeran yang saat ini sedang berdiri di hadapannya.
Pangeran Wang Xue akhirnya memilih untuk keluar dari ruangan itu karena hatinya benar-benar tidak mampu untuk melihat adegan kemesraan di antara mereka berdua.
" Pergilah aku akan mengantarkanmu sampai ke danau. Kemungkinan nanti malam pintu portalnya akan terbuka. Kau dan Pangeran Wang Xue berhati-hatilah di sana dan dapatkanlah kemenangan untuk membuatku bangga padamu. Pangeran Wang Han. Kau adalah seorang jenderal yang besar di Dinasti Ming dan kau jauh dibutuhkan di sana daripada kau berada di tempat ini. Percaya padaku!! Kau akan jauh lebih bersinar di tempat Kau berasal." Entah kenapa Xie'er merasakan hatinya begitu sedih saat mengatakan hal itu pada Pangeran Wang Han yang sekarang sedang memeluk tubuhnya dengan erat sekali.
" Xie'er aku mohon supaya kau tidak pernah melupakanku dan ingatlah! Suatu saat kau harus datang ke sana. Kalau misalkan aku lama tidak datang kemari. Mungkin saja aku terlalu sibuk dengan urusan perang sehingga melupakan janjiku untuk menemuimu. Maka saat itu, kau datanglah untuk menemuiku di Dinasti Ming dan memberikan semangat untukku!" Pangeran Wang Han berkata dengan begitu serius membuat Xie'er bahkan sampai kesulitan untuk berkata-kata.
Xie'er yang masih belum terlalu mengerti tentang perasaannya sendiri hanya bisa menganggukkan kepala.
Pangeran Wang Han merasa senang sekali dengan hal itu. " Baiklah! Mari kita bersiap sekarang. Setidaknya sebelum kedua orang tuaku pulang dari peternakan. Kalian sudah tidak ada di sini lagi. Kalau tidak, maka mereka pasti akan memaksa kita untuk benar-benar menikah!" Xie'er kemudian membantu Pangeran Wang Han Ya sepertinya tidak rela sama sekali untuk meninggalkan Xie'er.
Akan tetapi hati Pangeran Wang Han tidak mampu untuk membiarkan begitu saja dinastinya hancur begitu saja tanpa dia memberikan kontribusi apapun kepada sang kakek yang saat ini benar-benar sudah membutuhkannya.
" Semuanya sudah siap. Ayo Pangeran Wang Han. Aku akan mengantarkan kalian ke danau jangan sampai nanti terlambat saat pintu portal itu terbuka," Pangeran Wang Han merasa sedih saat melihat Xie'er yang begitu bersemangat Untuk mengantarkan dia pergi dari arah masa depan menuju Dinasti Ming.
Pangeran Wang Xue dan Pangeran Wang Han akhirnya masuk ke dalam mobil Xie'er. Xie'er yang akan mengantarkan mereka berdua menuju danau tempat pintu portal itu berada.
" Xie'er! Apakah kau begitu bahagia dengan kepergianku?" tanya Pangeran Wang Han pada Xie'er yang saat ini sudah mulai mengemudikan mobilnya.
" Pangeran. Ini bukan masalah bahagia atau tidak bahagia. Tetapi aku memikirkan tentang kerajaan kakekmu yang saat ini sedang membutuhkan kalian berdua. Sudahlah kau tidak usah terlalu banyak berpikir hal yang tidak-tidak. Di sana kau harus fokus untuk membantu kerajaan kakekmu dan jangan mengecewakanku di sini! Percayalah aku akan selalu mendoakan kalian berdua agar sukses dengan perang kalian. Dan mempertahankan istana kerajaan kalian di sana!" Xie'er sebenarnya merasakan pilu hatinya karena dia tahu bahwa suatu saat Dinasti Ming akan musnah dan diganti oleh bangsa Manchuria yang akan mendirikan dinasti Qing. Ah, sudahlah!! Xie'er tidak mau terlalu terhanyut dengan kesedihannya sendiri mengenai sejarah bangsa Cina yang telah dia ketahui.
Pangeran Wang Xue dan Pangeran Wang Han melihat ketima Xie'er mendesah frustasi.
Mereka berdua tahu kalau saat ini Xie'er sedang memikirkan sesuatu hal yang berat dan mereka menjadi sedih karena mengingat hal itu.