Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
6. Rencana Jahat Wang Han


Pangeran Wang Han, otaknya saat ini sedang sibuk sekali merencanakan untuk membunuh Xie'er. Hal itu dia lakukan agar bisa melampiaskan sakit hatinya terhadap pelayan kakaknya itu.


Pelayan yang telah lancang dan berani mati dengan menghina dan mencari-cabik harga dirinya. Dengan mengingatkan dirinya tentang Tuan Putri dari kerajaan tetangga yang sekarang sudah dibawa pergi ke kerajaan suami nya yang telah dijodohkan oleh ayahnya.


" Aku harus segera mengatur tentang pembunuhan itu tidak akan kubiarkan pelayan hina itu membuat harga diriku jatuh!" ucap Pangeran Wang Han yang saat ini sedang diamuk oleh kemarahan dan dendam di hatinya.


Kemarahan pangeran Wang Han terhadap Tuan Putri yang sekarang sudah menikah dengan pangeran lain di lampiaskan kepada Xie'er yang telah menghinanya dan mengingatkan kembali tentang rasa sakit itu.


" Aku tidak tahu kenapa pelayan kecil itu berani sekali terhadapku! Padahal dia hanyalah seorang pelayan yang tidak berharga sama sekali!" biasanya Pangeran Wang Han adalah seorang pangeran yang sangat baik. Dia juga adalah seorang jenderal yang sangat dihormati oleh prajuritnya.


Akan tetapi perbuatan Xie'er yang sudah keterlaluan karena sudah menghina dirinya sebagai seorang pangeran. Seakan merasa tidak dihargai. Walaupun pangeran Wang Xue sudah memperingatkan kepadanya untuk memaafkan Xie'er tetapi hal itu tidak bisa diterima olehnya.


" Aku harus segera memanggil Jenderal Cie agar dia membantuku untuk menyingkirkan pelayan kurang ajar itu dari kediaman kakakku!" ucap pangeran Wang Han dengan mata berapi-api.


Pangeran Wang Han kemudian keluar dan meninggalkan rumah bordir karena saat ini perasaannya sedang tidak baik-baik saja sehingga tidak ada mood untuk melakukan apapun bersama para wanita hiburan itu.


Bukannya senang, yang ada hatinya malah semakin kesal dan marah ketika melihat mereka yang begitu agresif padanya.


Setelah berada di kediamannya pangeran Wang Han kemudian memanggil jendral Cie, yang merupakan teman seperjuangan nya ketika berada di perbatasan.


" Ada apa Pangeran anda mencari saya?" tanya Jendral Cie terlihat bingung.


Karena biasanya Pangeran Wang han kalau sudah mencarinya. Pasti karena memiliki suatu tujuan yang penting.


" Aku membutuhkan bantuanmu untuk membunuh seorang wanita!" ucap Wang Han dengan mata memerah karena amarah.


" Apa?" tanya Jenderal Cie benar-benar terkejut dengan perkataannya yang di luar dugaan sama sekali.


" Apa Saya tidak salah dengar pangeran? Saat ini anda bukan ingin menyuruh saya untuk membunuh musuh di perbatasan, akan tetapi anda menginginkan saya pembunuh seorang perempuan?" tanya Jenderal Cie yang tampak bingung dengan ekspresi yang diperlihatkan oleh pangeran Wang Han yang begitu tidak biasa.


" Memangnya kenapa? Wanita itu sudah menyakiti hatiku dan dia layak untuk mati di pedang sang Jenderal hebat sepertimu!" ucap Pangeran Wang Han dengan Tatapan yang begitu serius yang membuat jenderal Cie menjadi bingung.


" Ayolah Pangeran! Anda jangan bercanda lagi dengan saya. Bagaimana mungkin seorang jendral seperti saya harus membunuh seorang gadis? Oh tidak! Tolong jangan anda menimpakan dosa itu pada saya. Saya tidak mau sampai di tertawakan oleh anak buah saya kalau mereka tahu tentang Aib ini!" ucap Jenderal Cie tampak begitu kesulitan menelan salivanya sendiri apalagi ketika dia melihat ekspresi pangeran Wang Han yang sangat membingungkan dirinya.


" Jenderal Xie, perempuan itu adalah penjahat besar yang sudah menyakiti hatiku. Kau mendapatkan kehormatan yang begitu besar untuk membunuhnya. Kenapa kau seperti begitu tertekan dengan tugas ini?" tanya Pangeran Wang Han yang mulai merata tersinggung dengan ekspresi jenderal ketika mendapatkan tugas itu darinya.


Setelah melihat pangeran Wang Han yang kemudian jatuh pingsan karena terlalu banyak minum arak, Jendela Cie kemudian membaringkan tubuh pangeran Wang Han di atas ranjangnya. Setelah itu dia pun berjaga di depan pintu sang pangeran.


" Apa yang harus aku lakukan? Apakah tugas itu memang harus aku lakukan atau hanya emosi orang mabuk?" terlihat jenderal Cie benar-benar kalau dengan tugas dari pangeran Wang Han yang benar-benar membingungkannya.


Ketika melihat prajurit yang biasa menjaga pintu kamar Pangeran Wang Han Jenderal Cie pun kemudian meninggalkan kamar itu dan menuju ke kediaman Pangeran Wang Xue. Berniat untuk diskusi dengan nya.


Jendral Cie tahu kalau hubungan pangeran Wang Han dan pangeran Wang Xue selalu baik dan sangat dekat. Pangeran Wang Xue pasti mengetahui. Apa alasan dari sang pangeran yang memintanya untuk membunuh seorang gadis kecil yang hanya berstatus sebagai pelayan saja.


Tidak ada hal yang lebih membagongkan bagi Jenderal Cie daripada perintah konyol yang diberikan oleh pangeran Wang Han kepada dirinya tadi.


Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh yang dia miliki Jendral Cie langsung masuk ke dalam kediaman pangeran Wang Xue yang sudah sangat dia hapal struktur bangunan maupun skema penjagaan di sana.


Jenderal Cie bisa masuk ke dalam kediaman Pangeran Wang Xue tanpa menimbulkan banyak keributan di sana.


" Ya ampun! Jenderal Cie! Kenapa kau malam-malam begini datang ke kediamanku dengan cara begitu huh? Kau seperti maling saja!" ucap Pangeran Wang Xue sambil berkacak pinggang di hadapan Jendral Cie yang merupakan sahabatnya.


Jendral Cie kemudian duduk di depan kursi yang ada di hadapan Pangeran Wang Xue.


" Ada apa? Kenapa wajahmu ditekuk begitu?" tanya Pangeran Wang Xue merasa tidak nyaman melihat ekspresi wajah jenderal Cie yang tidak sedap di pandang.


" Semuanya gara-gara adikmu?!! Masa dia memerintahkanku untuk membunuh seorang pelayan wanita? Apa dia gila?" tanya Jenderal Cie sambil meminum arak yang ada di hadapannya dan juga memakan cemilan yang tadi disediakan oleh selir Pangeran Wang Xue.


" Apa kau bilang tadi? Adikku memerintahkan untuk membunuh seorang pelayan wanita?" tanya Pangeran Wang Xue benar-benar terkejut mendengarkan berita itu.


Dia tidak menyangka kalau ternyata adiknya memang benar-benar merasa marah atas candaan yang dilontarkan oleh pelayannya.


" Lalu apa yang kau katakan Kepada adikku?!" tanya Pangeran wang Xue benar-benar sangat penasaran dengan nasib Xie'er.


Bagaimana Pangeran Wang Xue tidak mau kalau sampai terjadi hal yang tidak tidak terhadap Xie'er yang sudah menarik perhatiannya sejak beberapa hari yang lalu.


" Wah gawat! Adikku memang benar-benar gila! Bagaimana mungkin dia memerintahkan seorang jenderal besar seperti kamu untuk membunuh seorang pelayan wanita?" tanya Pangeran Wang Xue sambil terus menggelengkan kepalanya.