Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
36. Usaha aja terus


Xiang Liu pantang menyerah untuk bisa menaklukkan Pangeran Wang Xue yang memiliki begitu banyak selir di kediamannya.


Xiang Liu yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi dan juga merasa persaingan yang hebat. Sia tidak mau mengalah dengan para selir yang ada di kediaman itu dengan menangis di pojokan.


Tidak!! Xiang Liu tidak mau menerima nasib seperti itu dirinya pergi ke era Dinasti Ming adalah untuk bisa mendapatkan cintanya terhadap Pangeran Wang Xue.


" Aku pasti bisa membuat dia mencintaiku!" Xiang Liu sudah bertekad akan membuat Pangeran Wang Xue mau menerima kehadirannya dan menyerahkan hatinya untuk dirinya.


Xiang Liu menginginkan dirinya untuk menjadi permaisuri di istana kerajaan Dinasti Ming. Dia tahu bahwa suatu saat Pangeran Wang Xue akan menjadi putra mahkota di saat Ayah mereka naik menjadi seorang Kaisar. Hal itulah yang tertulis di dalam sejarah yang ada di dalam museumnya.


Oleh karena itu, Xiang Liu berusaha sangat keras untuk bisa mewujudkan impiannya tersebut untuk menjadi wanita paling penting di kediaman Pangeran Wang Xue.


Pangeran Wang Xue semakin merasa Jengah dengan kelakuan Xiang Liu yang selalu mencari gara-gara dengan para selirnya yang lain.


Pangeran Wang Xue paling tidak suka keributan di antara para selir yang membuat kepalanya pening tujuh keliling.


" Aku akan mengusirmu dari istana ini kalau terus saja membuat keributan dengan para selir-selirku yang lain!" ancam Pangeran Wang Xue kepada Xiang Liu.


Bagaimanapun Pangeran Wang Xue tidak mau membuat para anak buahnya menjadi tidak nyaman berada di dalam kediamannya.


Mereka diselundupkan oleh sang pangeran ke dalam istana dengan menjadi selirnya karena mereka memiliki misi untuk melindungi Pangeran Wang Xue dari para penjahat yang pasti mempunyai niat untuk menyingkirkan dirinya yang pasti dianggap berbahaya oleh mereka yang tidak sejalan pemikirannya dengan Pangeran Wang Xue.


Pangeran Wang Xue selama ini selalu menampilkan dua kepribadian di hadapan publik. Pangeran Wang Xue sengaja memperlihatkan sifat bad boy nya agar dirinya bisa selamat dari kejahatan para menteri maupun perdana menteri yang selalu mengincar Tahta kerajaan kakeknya.


Pangeran Wang Xue sangat paham bahwa intrik dan juga kejahatan terselubung di dalam istana begitu banyak.


Apa yang terlihat tidak selalu sama dengan kejadian yang sebenarnya dan Pangeran Wang Xue sangat tahu hal itu.


Kaisar sekarang sudah mengangkat seorang seorang permaisuri yang baru setelah permaisuri yang lama meninggal karena bunuh diri. Ya!! Itulah yang beredar di masyarakat. Padahal yang sesungguhnya sang permaisuri diberikan racun oleh Kasim kepala atas perintah dari sang Kaisar sendiri yang merasa cemburu setelah melihat sang permaisuri berselingkuh dengan jendralnya.


Kaisar tidak terima kalau namanya harus hancur hanya karena seorang wanita yang khianat seperti sang permaisuri.


Martabat dan harga dirinya sebagai seorang Kaisar harus tetap terjaga.


Permaisuri yang baru, dia berusia 20 tahun yang baru saja di nikahi oleh Kaisar yang merupakan seorang wanita hadiah dari kerajaan yang telah ditaklukan oleh Kerajaan Ming. Kerajaan permaisuri yang baru sangat jauh dan sangat sulit untuk diakses jalannya.


Oleh karena itu permaisuri baru benar-benar berusaha untuk membuat sang Kaisar bahagia menjadikannya sebagai permaisuri.


Dia selalu ingat dengan pesan dari ayahnya. Bahwa dirinya memiliki misi untuk membuat sang Kaisar jatuh cinta padanya.


Apabila dirinya berhasil membuat sang Kaisar jatuh cinta maka istana kerajaan sang ayah pasti akan Makmur karena Kaisar Ming terkenal Royal kepada para wanitanya yang dia cintai.


Dengan tekad itu sang permaisuri meyakinkan dirinya untuk melangkahkan kaki ke istana kerajaan Ming yang masih begitu asing untuk dirinya yang masih muda belia.


Kehadiran permaisuri baru disambut meriah oleh warga istana kerajaan. Akan tetapi berbeda dengan para selir yang berada di istana terlarang yang selalu merasa kesepian dan juga iri dengki dengan para wanita sang Kaisar yang di cintai.


Terkadang mereka suka menyelena pada malam hari untuk mencelakai para wanita Kaisar yang membuat mereka sakit hati ataupun cemburu.


Bayangan seorang raja yang tampan dan gagah di dalam matanya seketika sirna. Ketika dia melihat sang kaisar yang ternyata sudah tua renta dan bau tanah.


Hati Permaisuri Han Jiang seakan teriris sembilu ketika mengetahui kenyataan itu. Selamat malam suntuk dia tidak bisa tidur karena membayangkan dirinya akan menemani tidur Kaisar Ming yang ternyata sudah tua. Walaupun sisa ketampanannya di masa muda masih terlihat begitu jelas di wajahnya tetapi tetap saja hati Permaisuri Han Jiang menjadi kecut seketika.


Permaisuri Han Jiang benar-benar tidak tahu harus melakukan apa. Semangat menggebu yang dia rasakan ketika pertama kali dia melangkahkan kakinya ke istana kerajaan seperti melayang entah ke mana.


' Tian! Lindungilah aku di istana yang asing ini jangn biarkan aku menderita dan kesepian!' doa Permaisuri Han Jiang saat dia menunggu kaisar yang katanya akan datang ke kamarnya malam ini.


Ya!! Malam ini sang Kaisar akan mengunjungi Permaisuri Han Jiang untuk memeriksa dan memastikan bahwa sang permaisuri masih bersegel alias masih perawan.


Kalau sampai sang Kaisar menemukan bahwa dirinya tertipu dan dibohongi oleh mereka. Maka istana kerajaan Ayah dari sang permaisuri yang baru akan di bumi hanguskan oleh sang Kaisar pada malam itu juga tanpa ampun dan tanpa belas kasihan sama sekali.


Begitulah kekejaman sang Kaisar ketika tidak menyukai sesuatu. Hal itu itulah yang membuat Pangeran Wang Xue selalu menentang kebijakan dari kakeknya yang kadang suka menekan rakyat jelata.


Pangeran Wang Xue di balik panggung selalu mengusahakan untuk memberikan kedamaian bagi rakyat rakyat jelata yang selalu ditekan oleh kakeknya yang kadang melakukan kezaliman kepada rakyatnya yang dianggap perbankan dan tidak menuruti kebijakan istana.


Pangeran Wang Xue terkadang suka keluar malam hanya untuk memeriksa Keadaan rakyat jelata yang dalam kehidupan menderita.


Pangeran Wang Xue memiliki misi dan juga visi rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya dan juga organisasi yang dia pimpin di dalam kegelapan.


Pangeran Wang Xue selalu menjaga rahasia organisasi yang dia pimpin yang menentang kebijakan istana yang terkadang melilit bagi para rakyat yang tidak mampu.


Seperti pajak pertanian yang terlalu tinggi ataupun kebijakan istana yang selalu setiap tahun meminta kepada pihak desa untuk mengirimkan kembang desa kepada istana untuk dijadikan selir ataupun dayang sang Kaisar yang menyukai kecantikan wanita muda.


Bahkan ada yang bilang bawa sang Kaisar menganut ilmu yang menggunakan darah perawan yang dia tiduri untuk awet muda dan panjang umur.


Akan tetapi semua itu hanyalah menjadi buah bibir dan tidak ada satu orang pun yang berani untuk benar-benar mengatakannya di depan sang Kaisar.


" Kau belum tidur?" tiba-tiba saja suara Bariton sang Kaisar mengagetkan Permaisuri Han Jiang yang tadi sedang melamun tentang istana kerajaannya nun jauh di sana.


Melamunkan tentang laki-laki yang dia cintai yang harus dia tinggalkan demi misi kerajaan untuk menaklukkan sang Kaisar.


Permaisuri Han Jiang langsung bangkit dari duduknya dan bersujud di bawah kaki sang Kaisar yang setelah resmi menjadi suaminya sejak kemarin.


Akan tetapi karena kesibukan sang kaisar membuatnya baru bisa mengunjungi sang permaisuri hari ini.


" Kau menangis? Kenapa??" tanya Kaisar yang mengelus lembut pipi sang permaisuri yang masih muda belia dan sangat cantik sekali.


Permaisuri Han Jiang yang saat ini sudah menggunakan gaun malam yang telah dipilihkan oleh Kasim kepala untuk membuat sang Kaisar turn on saat melihat kemolekan tubuh Permaisuri Han Jiang yang masih muda dan mulus seperti porselen.


" Tidak Kaisar! Saya tidak menangis Saya hanya sedang menunggu Kaisar. Mari Kaisar, silahkan duduk. Hamba akan melayani Kaisar " Permaisuri Han Jiang mau bangun akan tetapi gerakannya di tahan oleh Kaisar yang langsung membawa dirinya ke pelukannya.


Malam itu Permaisuri Han Jiang harus merelakan tubuhnya di sentuh oleh Kaisar yang telah berusia hampir 75 tahun.


Hatinya meringis kesakitan akan tetapi dia menahan semua kesakitan Itu demi negara dan juga kerajaannya yang saat ini sedang bergantung kepadanya.