
Permaisuri Han Jiang segera bergegas menuju ke aula istana. Setelah pengawal mengabarkan kedua pangeran sudah sampai di istana kerajaan.
Permaisuri Han Jiang memang merasa penasaran dengan kedua pangeran yang cucu dari suaminya yang kabarnya memiliki ketampanan luar biasa di kerajaan Ming.
" Permaisuri Han Jiang selamat datang." Pangeran Wang Xue yang mata keranjang tidak mampu untuk mengkondisikan matanya yang merasa senang melihat wanita cantik.
Xiang Liu merasa cemburu melihat ekspresi Pangeran Wang Xue yang begitu menyebalkan baginya.
' Dasar Pangeran Playboy!' bathin Xiang Liu yang benar-benar merasa kesal kepada Pangeran Wang Xue.
' Aku akan memaksanya untuk kembali ke era modern dan menjadikan dia sebagai milikku. dia bisa aku jadikan sebagai seorang artis maupun juru bicara museumku. Ketampanan wajahnya benar-benar bisa menjual dan pasti akan sangat laku keras!' bathin Xiang Liu.
Pangeran Wang Xue merasakan Aura yang tidak nyaman dari tatapan Xiang Liu.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Pangeran Wang Xue kepada Xiang Liu.
Xiang Liu hanya meringis saja mendengar pertanyaan itu.
" Jangan coba-coba kau membuat rencana jahat untuk diriku!" ancam Pangeran Wang Xue memberikan peringatan kepada Xiang Liu.
Xiang Liu terbelalak karena ternyata Pangeran Wang Xue bisa membaca isi hatinya.
" Pangeran. Aku rasa kita berdua memang pasangan sejati. Buktinya kau bisa membaca isi hatiku yang saat ini sedang memikirkan rencana jahat untuk dirimu." Xiang Liu tertawa kepada Pangeran Wang Xue.
Permaisuri Han Jiang yang pada dasarnya memang masih berdarah panas merasa senang melihat wajah cucu tirinya yang begitu tampan.
Walaupun dirinya yang masih berusia muda, akan tetapi dipanggil nenek oleh kedua pemuda tampan itu. Permaisuri Han Jiang merasa benar-benar terganggu dengan hal itu. Tapi dia tidak bisa protes kepada siapapun karena status itu dialah yang telah menyetujuinya untuk menjadi permaisuri istana kerajaan Ming.
Pangeran Wang Han meminta untuk kembali ke istananya setelah ramah tamah selesai. Pangeran Wang Han kemudian kembali ke istananya tanpa memperdulikan kakaknya yang terlihat Masih betah bersama dengan nenek tirinya.
Pangeran Wang Han terlihat begitu merindukan Xie'er. Dia terus melihat danau yang selama ini menjadi pintu portal menuju ke dunia masa depan di mana Xie'er berada di sana.
" Xie'er aku begitu merindukanmu tetapi aku tidak tahu bagaimana caranya untuk bertemu denganmu. Pintu portal itu sudah lama aku perhatikan. Tetapi tidak pernah terlihat terbuka lagi. Entah kapan kita bisa bertemu lagi. Aku sangat merindukan kamu, Xie'er. Semoga kita masih berjodoh!"
Hati Pangeran Wang Han sangat sedih karena harus menanggung rindu kepada wanita yang dia cintai. Akan tetapi, saat dirinya sedang asyik melamun karena merindukan Xie'er. Tiba-tiba saja Pangeran Wang Han melihat danau yang selama ini menjadi pintu portal tiba-tiba saja bergejolak dan memperlihatkan pusaran yang begitu besar.
Pangeran Wang Han auto meloncat masuk ke dalam pusaran tersebut. Dia merasakan tubuhnya bergulung-gulung dan tidak sadarkan diri.
Ketika Pangeran Wang Han membuka matanya ternyata dia sudah berada di tepi danau.
" Ya Tuhan!! Akhirnya aku bisa kembali ke dunia Xie'er." Pangeran Wang Han wajahnya begitu berbinar.
Hatinya sangat bahagia. Pangeran Wang Han kemudian langsung mencari sebuah taksi dan meminta diantarkan ke rumah Xie'er.
Akan tetapi Pangeran Wang Han merasa kebingungan ketika dia sampai di kediaman Xie'er. Di sana terlihat begitu ramai sekali.
" Ada apa ini?" tanya Pangeran Wang Han yang mulai merasa hati ini ah tidak tenang ketika melihat begitu banyak ornamen berwarna merah yang melambangkan bahwa di kediaman itu sedang ada sebuah pesta pernikahan.
Pangeran Wang Han langsung berlari ke dalam rumah Xie'er. Dia terkejut saat melihat Xie'er yang saat ini sedang didandani dan siap menjadi seorang pengantin.
" Xie'er?? Apa yang sedang kau lakukan ini?" tanya Pangeran Wang Han yang benar-benar terkejut melihat wanita yang dia cintai ternyata akan menikahi laki-laki lain.
" Kau?? Bukankah kau berjanji padaku akan menunggu kedatanganku? Huh? Tapi apa yang kau lakukan ini?" Pangeran Wang Han sampai terjatuh ke lantai sangking lemasnya.
Dunianya seakan hancur melihat wanita yang dia cintai akan menikah dengan laki-laki lain.
" Maafkan kami, Pangeran Wang Han. Akan tetapi kami tidak bisa mempercayakan putri kami kepadamu dan kami pun tidak siap untuk kehilangannya untuk pergi bersamamu ke era Dinasti Ming." Lie Beng menjelaskan segalanya kepada Pangeran Wang Han.
Song Min yang saat ini sedang berdiri dan bersiap untuk menikahi Xie'er terlihat terkejut melihat seseorang laki-laki yang begitu tampan dengan menggunakan pakaian kerajaan masa lampau.
" Xie'er, siapa dia?" tanya Song Min dengan raut wajah tidak senang.
" Dia adalah suamiku. Oleh karena itu aku tidak bisa menikahimu!" semua orang yang hadir di pesta itu terkejut bukan kepalang mendengar apa yang dikatakan oleh Xie'er.
Kedua orang tua Xie'er terlihat sedih atas keputusan putrinya yang begitu gegabah.
" Maafkan aku Mah, Pah!! Tetapi laki-laki yang kucintai adalah Pangeran Wang Han. Aku sangat mencintaimu dan aku tidak mau menghabiskan hidupku bersama laki-laki yang tidak ku cintai!" Xie'er kemudian berlari ke arah Pangeran Wang Han yang saat ini sedang menangis bahagia.
Pangeran Wang Han langsung membuka Kedua telapak tangannya dan menyambut Xie'er untuk masuk ke dalam pelukannya.
" Sayang!! Benarkah kau datang kemari dan lebih memilih untuk menjadi istriku?" Pangeran Wang Han seakan tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.
Xie'er langsung mencium bibir Pangeran Wang Han tanpa banyak bicara. Setelah puas berciuman, Xie'er kemudian berteriak pada semua tamu undangan.
" Semuanya!! Aku hanya akan menikahi dengan laki-laki ini dan aku tidak akan menerima lamaran dari siapapun! Jangan pulang dulu karena pernikahan ini tidak batal hanya berganti mempelai lelaki!" Song Min benar-benar murka dengan apa yang dilakukan oleh Xie'er yang telah mempermalukan dirinya di hadapan semua orang yang mengenal dirinya.
" Kamu jahat, Xie'er!" Song Min kemudian meninggalkan kediaman keluarga Xie'er dengan amarah yang besar.
Xie'er dan Pangeran Wang Han tidak peduli dengan amarah laki-laki itu. Bagi mereka yang penting adalah kebahagiaan mereka dan cinta mereka yang akhirnya bersatu tanpa harus merasakan sakitnya perpisahan lagi.
Mereka pun kemudian meresmikan pernikahan walaupun kedua orang tua Xie'er menentang, akan tetapi nama baik keluarga jauh lebih penting.
Mereka pun akhirnya terpaksa menyetujui pernikahan itu.
Xie'er dan Pangeran Wang Han sangat bahagia dengan pernikahan mereka.
Acara malam pertama yang sudah dinantikan oleh sang pangeran sejak lama akhirnya bisa terwujud juga.
" Sayang, aku gak pernah menyangka bahwa kita benar-benar akan berada pada titik ini. Aku berjanji bahwa aku akan selalu membahagiakanmu!" janji Pangeran Wang Han setelah mereka selesai melakukan malam pertama mereka yang membahagiakan.
" Aku juga akan selalu berusaha untuk menjadi istrimu yang baik bagimu dan menjadi ibu terbaik untuk anak-anak kita!" Xie'er merasa geli mendengar janjinya kepada sang suami yang siang malam dia rindukan sejak kepergiannya ke era dinasti Ming.
Alhamdulillah akhirnya novel ini happy ending. Terima kasih kepada reader setia yang sudah menemani Author selama sebulan ini. Jangan lupa untuk mampir di novel terbaru author. Klik aja profil author ya, kalian bisa pilih novel yang ingin kalian baca hasil karya author. Thanks you semuanya. Love you sekebon tetangga yah 😂 buat semua readerku.