Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
10. Tinggal di mana?


Pangeran Wang Han merasa begitu takjub melihat keindahan kota yang baru pertama kali dia lihat seumur hidupnya.


" Apakah ini adalah dunia yang kau bilang dengan dunia masa depan? Dunia di mana dinasti Ming sudah tidak ada lagi?" terlihat Pangeran Wang Han raut wajahnya terlihat membingungkan antara bingung, senang, sedih, bahagia dan juga excited dengan kehidupan baru yang akan dia jalani di dunia masa depan bersama Xie'er.


" Ya, Ya harus berapa kali sih aku bilang?" tanya Xie'er pada Pangeran Wang Han.


" Ayo masuk itu adalah rumahku!" Pangeran Wang Han begitu takjub dengan rumah Xie'er yang keren bergaya modern yang membuat mata Pangeran Wang Han terpesona luar biasa.



" Wah ternyata kamu orang kaya juga ya di dunia masa depan? Rumahmu sangat bagus! Pantas saja, kau saat di kediaman ayahku, kau sangat jumawa dan tidak mau menuruti perintah-perintah kami!" terlihat Pangeran Wang Han begitu takjub dengan rumah Xie'er.


" Biasa aja kok! Banyak yang lebih kaya raya dari kedua orang tuaku. Rumah seperti ini tidak ada artinya apa-apa dibandingkan rumah mereka yang seperti istana kerajaan! Nanti aku akan membawamu ke rumah Pangeran Wang Han yang kau miliki yang berada di dunia masa dinasti Ming." Pangeran Wang Han terkejut.


" Adakah?" tanya nya tampak terkejut dan bingung.


" Kalau rumahmu masih ada. Pasti masih bisa kita kunjungi. Tapi kalau sudah dihancurkan atau sudah hancur sendri, ya mungkin sudah tidak ada. Nanti kita akan periksa saja ke sana!" Xie'er mengulas senyum kepada pangeran Pangeran Wang Han.


" Baiklah! Ayo masuklah Pangeran Wang Han. Aku akan memperkenalkanmu kepada kedua orang tuaku!" Pangeran Wang Han tampak begitu menuruti semua yang dikatakan oleh Xie'er.


Sepertinya dia sudah lupa bahwa pada saat Xie'er berada di Dinasti Ming. Dia sangat membenci Xie'er bahkan ingin sekali membunuhnya. Karena Xie'er yang telah menertawakan derita hatinya karena ditinggalkan oleh wanita yang dia cintai.


" Mama, papa!! Xie'er pulang!" Xie'er berusaha memanggil kedua orang tuanya yang ternyata tidak ada di rumah.


Kebiasaan keluarga Xie'er adalah menyimpan kunci di bawah keset yang ada di depan pintu rumah mereka. Jadi siapapun yang masuk ke dalam rumah pasti bisa menemukannya.


" Kelihatannya kedua orang tuaku tidak ada di sini! Ayo kau duduk saja dulu. Aku akan membuatkan makanan dan juga minuman untukmu. Aku yakin kau pasti lapar kan?" tanya Xie'er sambil menatap Pangeran Wang Han yang hanya meringis saja.


Pangeran Wang Han merasa malu ketika terdengar bunyi kruyuk-kruyuk di dalam perutnya yang memang merasakan sangat lapar.


Sejak dirinya datang ke alam masa depan, Pangeran Wang Han dan Xie'er memang belum menyentuh makanan ataupun minuman apapun.


" Apakah kau pintar memasak?" tanya Pangeran Wang Han yang tampak tertarik melihat kemewahan dapur yang ada di kediaman Xie'er.


" Kau duduklah di meja makan biarkan aku memasak untukmu!" Xie'er tersenyum kepada Pangeran Wang Han yang akhirnya hanya mengawasi Xie'er sambil duduk di kursi yang ada di ruang makan.



" Rumah kamu sangat besar. Tetapi kalian hanya tinggal bertiga saja?" tanya Pangeran Wang Han terlihat mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah Xie'er.


Xie'er hanya memasak bahan makanan yang tersedia di dalam kulkas keluarga mereka.


Karena Xie'er melihat Pangeran Wang Han yang mulai merasa bosan, karena menunggu dia masak. Pangeran Wang Han kemudian disuruh oleh Xie'er untuk melihat televisi di ruang keluarga mereka.


" Ayo aku akan mengantarkanmu untuk melihat televisi. Biar Pangeran Wang Han tidak bosan. Nanti kau bisa melihat begitu banyak keindahan di dunia masa depan yang ada di dalam televisi!" Pangeran Wang Han tampak penasaran dan juga ingin sekali melihat apa yang diceritakan oleh Xie'er kepadanya.


" Aku benar-benar tidak pernah menyangka bahwa benar-benar ada dunia masa depan. Tapi sayang sekali, di dunia masa depan ini tidak ada dinastiku!" Xie'er bisa mengerti kesedihan Pangeran Wang Han.


" Sudahlah Pangeran! Jangan bersedih lagi. Bergembiralah! Nanti kalau kau ingin kembali lagi ke masa dinasti Ming. Mungkin caranya dengan kita masuk ke danau yang kemarin itu. Sehingga kita bisa kembali ke masa dinasti Ming lagi. Dulu aku jatuh di danau itu dan tenggelam. Saat aku bangun, tiba-tiba saja aku berada di kediaman kalian." ucap Xie'er menceritakan apa yang terjadi kepada dirinya.


" Mungkin di dalam danau itu ada portal yang bisa menghubungkan alam masa depan dengan masa dinasti Ming. nanti kita akan memeriksanya!" Xie'er kemudian menghidupkan televisi dan memberikan remotenya kepada Pangeran Wang Han.


Pangeran Wang Han terlihat begitu takjub. Karena ada sebuah kotak yang bisa mengeluarkan suara dan banyak gambar. Dan ada orang di dalamnya. Dia benar-benar sangat excited dan merasa senang sekali dengan dunia baru yang dia tempati.




" Xie'er Apa kau tahu duniamu ini benar-benar sangat menyenangkan dan aku kelihatannya akan betah tinggal di sini!" Pangeran Wang Han bicara pada Xie'er yang kembali sibuk di dapur dan membuat makanan untuk mereka berdua.


Xie'er hanya tersenyum melihat Pangeran Wang Han yang begitu takjub dengan semua hal yang dia lihat di masa kini.


Ekspresi Pangeran Wang Han sama persis seperti dirinya ketika pertama kali menginjakkan kaki di masa Dinasti Ming saat dia tiba-tiba saja berubah menjadi seorang pelayan di kediaman keluarga Pangeran Wang Xue.


" Nanti aku akan bicara dengan ayahku mengenai Pangeran Wang Han. Semoga saja kedua orang tuaku tidak akan keberatan kalau Pangeran Wang Han tinggal di tempat kami. Setidaknya sampai aku bisa menemukan tempat tinggal baru untuknya!" monolog Xie'er yang merasa tidak tega kalau membiarkan Pangeran Wang Han berkeliaran tanpa tujuan di dunia masa depan.


Dunia tempat dirinya saat ini hidup bersama dengan kedua orang tuanya.


Begitu selesai masak, Xie'er kemudian memanggil Pangeran Wang Han untuk makan bersama dengannya di meja makan.


" Pangeran Wang Han! Ayo kemarilah kau! Makanan nya sudah siap!" teriak Xie'erpada Pangeran Wang Han.


Pangeran Wang Han terlihat mengerutkan keningnya dan merasa tidak senang dengan kelakuan Xie'er yang berteriak-teriak kepadanya.


Bagaimanapun dirinya adalah seorang pangeran. Dia tidak menerima dirinya diteriaki oleh seseorang. Karena biasanya dialah yang meneriaki para pelayan dan juga para pengawalnya yang ada di istana sang ayah.