Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
14. Belanja


" Kalau kejadian itu sudah satu tahun lalu. Bukankah itu artinya nomorku mungkin sekarang sudah tidak aktif lagi?" tanya Xie'er pada dirinya sendiri.


" Ah sudahlah!! Aku sebaiknya membawa ponsel ini dan membeli sim card baru atau aku akan mencobanya dulu. Siapa tahu masih berfungsi!" dengan jantung berdebar-debar Xie'er terlihat mengecek saldo dan juga paket di dalam ponselnya.


Xie'er tanpa kecewa ketika di dalam ponselnya tidak ada sinyal sama sekali yang itu artinya bahwa ponselnya ataupun SIM card-nya sudah tidak berfungsi lagi.


Pangeran Wang Han hanya menatap aneh ketika melihat Xie'er dengan berbagai ekspresinya yang benar-benar membuat dia bertanya-tanya tentang benda pipih yang ada di tangan Xie'er. Benda kecil itu yang telah membuat Xie'er seperti orang gila sejak tadi.


" Benda apa sebenarnya yang ada di tanganmu? Kenapa dari tadi begitu banyak ekspresi yang kau tunjukkan hanya gara-gara benda pipih itu?" tanya Pangeran Wang Han yang kemudian mengambil ponsel yang ada di tangan Xie'er.


Memperhatikannya dengan seksama dan dia mengedikkan bahunya karena benar-benar tidak mengerti dengan benda itu.


" Apa ini?" tanyanya lagi pada Xie'er.


Pangeran Wang Han menunggu jawaban dari Xie'er yang masih membeku di tempat.


" Eh, benda apa ini?" tanya Pangeran Wang Han lagi. Xie'er terkesiap Ketika sang pangeran menepuk bahunya dan mengembalikan dia ke alam kesadaran.


" Apa yang kau katakan tadi?" tanya Xie'er merasa bingung dengan pertanyaan sang pangeran.


" Benda apa ini? Kenapa kau seperti orang linglung begitu gara-gara benda sekecil ini?" tanya Pangeran Wang Han yang sangat bingung dengan Xie'er yang sangat aneh baginya.


" Benda ini bernama ponsel. Aku bisa melakukan panggilan kepada orang yang jauh sekali di sini untuk mengetahui keberadaan mereka di mana. Selain itu aku juga bisa mencari beberapa informasi yang tidak aku ketahui dengan menggunakan jaringan internet yang ada pada ponsel ini. Kau ingat kan? Orang yang kita temui di danau yang waktu itu memperlihatkan video kepadamu tentang Dinasti Ming? Nah kita bisa mendapatkan video semacam itu di ponsel ini apa sekarang kau sudah mengerti?" ucap Xie'er kepada Pangeran Wang Han yang tampak menganggukkan kepalanya.


" Lalu kenapa dari tadi Kau tampak begitu sedih melihat ponselmu ini dan juga kau kelihatan terkejut gara-gara benda aneh ini!" tanya Pangeran Wang Han dengan wajah polosnya yang benar-benar membuat Xie'er sangat gemas di buatnya.


Xie'er kemudian duduk di sofa dan mencoba untuk menerangkan semua yang dia alami gara-gara ponsel itu kepada Pangeran Wang Han yang saat ini sedang memperhatikan dia.


" Karena aku melihat tanggal yang ada di ponsel ini. Bahwa sekarang adalah satu tahun ketika dulu aku jatuh ke danau. Gara-gara hal itu, mengakibatkan simcard milikku yang ada di dalam ponsel ini sudah tidak berfungsi lagi. Jadi untuk bisa menggunakan ponsel ini, aku harus membeli sim card baru dan aku bisa menghubungi orang tuaku yang sekarang entah ada di mana!" Xie'er menerangkan segalanya kepada Pangeran Wang Han.


" Ya sudah kau tinggal kembali lagi singkatmu kan kenapa kau terlihat begitu sedih?" tanya Pangeran Wang Han kepada Xie'er.


Xie'er kemudian menghela nafasnya dengan begitu kesal.


" Masalahnya uang di dalam dompetku hanya sedikit dan aku tidak ingat apakah tabungan tidak di dalam nomor rekeningku. Setelah aku pergi begitu lama." ucap Xie'er tampak frustasi sekali. Terlihat dari wajahnya.


" Di mana Kau letakkan pakaianku?" tanya Pangeran Wang Han pada Xie'er.


" Kenapa kau tanya pakaian kamu? Tentu saja aku sedang menjemurnya karena tadi baru saja aku cuci!" ucap Xie'er dengan wajah biasa saja dan kembali melihat ke arah ponselnya.


" Cepat tunjukkan di mana pakaianku! Nanti kau akan mengerti maksud dari apa yang kulakukan sekarang!" ucap Pangeran Wang Han yang kemudian menarik tangan Xie'er.


Xie'er akhirnya menunjukkan kepada pangeran Wang Han, di mana Dirinya menjemur pakaian milik sang pangeran.


" Tuh, aku menjemur pakaianmu di balkon." tunjuk Xie'er ke arah balkon rumahnya yang ada di lantai dua.



Pangeran Wang Han kemudian mengikuti Xie'er ke arah balkon. Dia merasa senang sekali melihat Pakaiannya yang saat ini sedang dijemur oleh Xie'er.


Xie'er hanya bisa melihat sang pangeran yang saat ini sedang memperhatikan pakaiannya.


" Apa kau tahu? Kancing-kancing dan juga manik-manik yang ada di dalam pakaianku ini adalah berlian asli dari dinasti Ming? Kita akan menjual satu atau dua buah. Dan kita akan menggunakan itu untuk membeli semua kebutuhan kita selama aku tinggal di tempat kamu ini!" demi mendengarkan apa yang dikatakan oleh sang pangeran mata Xie'er sampai terbelalak melihat berkilaunya manik-manik dan juga kancing pakaian bilik sang pangeran.


Terlihat Xie'er yang menepuk jidatnya sendiri karena dia lupa bahwa dirinya sekarang sedang berhadapan dengan seorang pangeran di era Dinasti Ming yang sangat kaya raya dengan kekayaan melimpah.


" Baiklah Ayo sekarang kita pergi ke toko perhiasan dan menjual 2 manik-manik milikmu ini yang sangat cantik dan keren karena terbuat dari berlian yang sangat langka dan pasti mahal sekali!" ucap Xie'er yang kemudian mencari gunting untuk bisa mengambil 2 buah manik-manik milik sang pangeran di pakaian yang saat ini sedang dipegang olehnya.


Pangeran Wang Han hanya tersenyum melihat ekspresi Xie'er yang terlihat begitu bahagia setelah mengetahui bahwa di pakaiannya begitu banyak benda berharga yang bisa dijual oleh mereka demi mendapatkan uang untuk biaya hidup mereka selama berada di rumah Xie'er.


Xie'er dan Pangeran Wang Han kemudian meninggalkan rumah Xie'er dengan menggunakan mobil miliknya yang untung saja masih bisa dia gunakan dan masih ada bensinnya walaupun tersisa sedikit saja.


Ketika Xie'er melihat pom bensin yang ada di dekat rumahnya dia pun kemudian mengisi bensin untuk mobilnya dengan uang yang tersisa sedikit saja di dalam dompetnya.


Setelah bensin aman dan terkendali Sir kemudian langsung mendatangi toko perhiasan yang ada di mall yang cukup besar di kota tempat dia tinggal saat ini.


Xie'er menyerahkan dua manik yang tadi dia ambil dari pakaian sang pangeran yang datang dari Dinasti Ming bersama dirinya kepada pemilik toko perhiasan yang begitu takjub ketika dia melihat manik-manik yang begitu langka dan sangat bernilai tinggi yang ada di tangan Xie'er yang tadi sudah dia tes dengan alat miliknya.