
" Kau itu seorang perempuan. Kenapa dari tadi hobi sekali berteriak-teriak? Berbicaralah yang anggun dan lembut. Karena itu adalah kesopanan pertama sebagai seorang wanita!" tegur Pangeran Wang Han pada Xie'er.
Xie'er hanya bisa ngengir saja pada Pangeran Wang Han.
" Sudah! Ayo kita makan Pangeran! Nanti kalau sudah dingin pasti tidak enak lagi!"
Walaupun hati Xie'er kesal kepada Pangeran Wang Han yang masih saja rewel dan banyak aturan seperti saat di istana milik keluarga Wang di dinasti Ming. Akan tetapi dia berusaha sebaik mungkin untuk menjadi seorang tuan rumah yang baik untuk tamunya yang berasal dari dinasti Ming.
Pangeran Wang Han terlihat menikmati masakan yang tadi dibuat oleh Xie'er.
" Bagaimana dengan makanannya? Apakah kamu menyukainya?" tanya Xie'er pada Pangeran Wang Han yang terlihat biasa saja ketika menikmati makanannya.
" Koku di istana kami. Masih lebih hebat daripada masakan ini!" ucapnya.
Xie'er merasa jengkel dengan kelakuan Sang Pangeran yang selalu saja mengomentari negatif semua yang dilakukan.
Akan tetapi Xie'er berusaha semampunya untuk menyabarkan diri. Karena bagaimana pun dia mencoba untuk memahami sifat yang sudah melekat di dalam diri sang pangeran. Sifat yang harus selalu dipuji dan juga diutamakan oleh semua orang yang berada di sekelilingnya.
Xie'er mengerti bahwa Pangeran Wang Han sudah terlalu terbiasa hidup di Dinasti Ming yang selalu mengutamakan dirinya.
Semua orang selalu berputar di sekeliling dia dan selalu memuji serta membuat dia senang. Jadi Xie'er hanya bisa tersenyum menanggapi semua yang dilakukan oleh Pangeran Wang Han selama ada di rumah keluarga nya.
' Sabar Xie'er!! Besok atau lusa. Antarkan saja dia kembali ke Dinasti Ming. Kalau dia tetap saja membuatmu kesal dengan kelakuan dia yang selalu sok jadi pangeran penting. Eh, Bukankah dia memang seorang pangeran yang penting ya? Aih, kalau di sini aku memperlakukan dia dengan tidak baik dan dia melaporkan kepada sang Kaisar. Bisa-bisa ketika aku berkunjung ke sana, dia akan memenggalku dengan menggunakan kekuasaan Kakeknya!' bathin Xie'er merasa ngeri dan bergidig ketakutan.
Pangeran Wang Han mengerutkan keningnya ketika melihat Xie'er yang bergidig di hadapan dirinya yang saat ini sedang makan.
" Kau baru aku komentari pedas seperti itu saja sudah merasa tidak senang? Ketahuilah! Orang hebat itu harus kuat dengan komentar pedas dan juga menyakitkan. Karena dengan komentar-komentar itulah kau akan menjadi kuat dan hebat!" Xie'er merasa terkesiap mendengarkan ucapan Pangeran Wang Han yang begitu mengena di hatinya.
" Pujian dan juga sanjungan tidak akan membuatmu menjadi lebih baik ataupun menjadi hebat. Karena biasanya seseorang akan menjadi jumawa dan tinggi hati dengan pujian-pujian. Dengan kritikan yang membangun, maka kau akan terus berusaha dan belajar untuk menjadi yang terbaik!" ucapan Pangeran Wang Han yang begitu dalam membuat Xie'er sangat terharu.
" Terima kasih Pangeran atas nasehatmu. Sekarang bisakah kita menghabiskan makanan ini? Agar kita berdua bisa mandi dan bisa beristirahat. Lihatlah diri kita! Tadi ketika kita keluar dari danau, tubuh kita basah kuyup dan sekarang pakaian kita sudah kering karena matahari. Bau dan tidak nyaman. Akan tetapi aku memilih untuk memasak dulu. Karena perutku yang sudah benar-benar sangat lapar!" Pangeran Wang Han kemudian menganggukkan kepala dan tersenyum kepada Xie'er.
" Terima kasih atas makanan enak yang sudah kau buatkan untukku. Ini adalah pertama kalinya aku memakan makanan seperti ini. Jadi aku tidak banyak bisa berkomentar dengan masakanmu ini. Tapi, makanan ini masih layak untuk di makan oleh seorang pangeran seperti aku!" Xie'er kembali merutuki kelakuan Pangeran Wang Han yang sangat tidak sopan.
' Kesal juga lama-lama!' bathin Xie'er.
Akan tetapi Xie'er sadar bahwa dia tidak bisa berbuat semena-mena kepada sang pangeran yang sedang berkunjung ke rumahnya.
Bagaimanapun juga Xie'er tetap mempertimbangkan Ketika nanti suatu saat dirinya kalau kembali lagi ke masa dinasti Ming berkuasa. Xie'er sangat ingat kalau di sana ada Pangeran Wang Xue yang selama terakhir kali mereka bertemu dia merasakan getaran aneh di dalam hatinya terhadap Pangeran itu.
Pangeran yang selama ini selalu memperlihatkan keburukan di hadapan semua kerabatnya maupun pihak istana. Ternyata Pangeran Wang Xue adalah seorang jagoan yang selalu berjuang demi rakyat jelata yang lemah dan membutuhkan bantuannya sebagai seorang Ksatria.
Xie'er tersenyum ketika dia ingat tentang Pangeran Wang Xue.
Pangeran Wang Han mengerutkan keningnya ketika dia melihat Xie'er yang tersenyum sendiri seperti orang bodoh dengan Tatapan yang menerawang jauh entah ke mana.
" Eh! Apa kau merasa tersinggung dengan ucapanku aku baru mengatakan hal sedikit dan kau sudah seperti orang hilang begitu!" Pangeran Wang Han mengetok kening Xie'er dengan sendok yang tadi dia gunakan untuk makan.
" Ih, geli tahu!" Xie'er tampak misuh-misuh dengan kelakuan Pangeran Wang Han yang Kelihatannya tidak bisa meninggalkan kebiasaannya selama di istana dinasti Ming.
" Tolonglah bersikaplah seperti orang kebanyakan yang ada di sini. Kau harus meninggalkan jauh-jauh sifat pangeranmu itu kalau kau ingin diterima berada di dunia masa depan! Karena di duni yang sekarang, tidak suka dengan sifat pangeran yang sombong dan juga arogan!" tegur Xie'er kepada Pangeran Wang Han yang terlihat menyimak apa yang dikatakan olehnya.
" Kau khawatir! Aku tidak akan lama kok tinggal di sini. Mungkin aku hanya ingin melihat-lihat saja keindahan dunia yang ada di tempatmu. Agar nanti aku bisa bercerita kepada keluarga dan juga teman-temanku. Bahwa aku pernah tinggal di dunia masa depan bersamamu Ketika nanti aku kembali ke era Dinasti Ming." Xie'er merasa terkejut mendengarkan perkataan sang pangeran yang ternyata memiliki niat untuk kembali ke era dinasti Ming, tempat asalnya.
" Aku akui eramu dan duniamu saat ini sangatlah cantik dan juga sangat menggoda imanku. Akan tetapi di sini bukanlah tempat aku bisa hidup dan juga bukan rumahku. Aku adalah Pangeran Wang Han seorang jenderal besar dinas tembeng Aku memiliki tugas untuk melindungi rakyatku dari jajahan bangsa Mongol dan bangsa lain. Aku tidak akan membiarkan dinasti ku benar-benar musnah seperti yang ada di dunia ini!" ucapan Pangeran Wang Han benar- benar menohok hati Xie'er yang tadi mengira bahwa Pangeran Wang Han akan menetap di dunia yang saat ini dia tempati.