
" Rindu??" tanya Pangeran Wang Han.
" Kenapa memangnya apa aku tidak boleh rindu dengan Xie'er? Apa kau lupa dia itu kan adalah pelayanku dan hampir akan aku jadikan sebagai selirku kalau seandainya kau tidak mengacau di kediamanku." Pangeran Wang Xue mengatakan hal itu hanya Ris tanpa merasa bersalah sama sekali kepada adiknya.
Pangeran Wang Han benar-benar merasa marah kepada kakaknya yang sepertinya hanya menganggap seorang wanita sebagai permainan belaka.
" Dengar ya Kak. Aku dan Xie'er di dunia ini status kami berdua adalah suami istri dan aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk mengganggu istriku!" Pangeran Wang Han siap untuk bersaing dengan kakaknya sendiri Karena bagaimanapun dia tidak akan pernah melepaskan Xie'er untuk siapapun.
Pangeran Wang Xue hanya tertawa terbahak mendengarkan pengakuan dari adiknya tentang status mereka berdua.
" Selama Aku tidak mendengarnya sendiri dari mulut Xie'er Aku tidak akan pernah mempercayai pernikahan kalian berdua!" ucap Pangeran Wang Xue pada Pangeran Wang Han yang sekarang sedang menghafalkan kedua tangannya karena jengkel luar biasa kepada kakaknya sendiri.
" Jadi sekarang kakak ingin kita bersaing untuk mendapatkan Xie'er?" tanya sang pangeran sambil menatap tajam kepada kakaknya.
" Ayolah adikku! Kau tidak usah bersikap naif seperti itu. Kau tahu bukan? Bahwa sejak dulu Aku adalah pilihan semua wanita yang pernah hadir di dalam hidupku!" Pangeran Wang Xue terus saja memprovokasi Pangeran Wang Han.
Sementara itu dari kejauhan Xie'er terlihat membawa dua buah kopi untuk dirinya dan juga Pangeran Wang Han.
" Pangeran minumlah Kopimu," Xie'er terkesiap karena melihat Pangeran Wang Xue yang sudah ada di hadapan pangeran wang han.
" Halo Xie'er. Apa kabarmu Apakah kau masih mengingat tentang aku?" tanya Pangeran Wang Xue kepada Xie'er.
Xie'er hanya menganggukan kepala rendah kepada sang pangeran kemudian dia menarik tangan Pangeran Wang Han.
" Suamiku sayang. Ayo kita pulang. Hari sudah semakin larut aku takut kalau Ibuku nanti akan mencari kita berdua!" Xie'er langsung merangkul bahu Pangeran Wang Han yang merasa bahagia sekali dengan sikap dan juga kelakuan Xie'er di hadapan kakaknya yang super Playboy.
Pangeran Wang Xue tanpa kesulitan menelan salivanya sendiri saat melihat mereka berdua kemudian meninggalkannya begitu saja.
" Oh tidak aku tidak boleh membiarkan hal ini terjadi! Xie'er dia hanya boleh menjadi istriku!" Pangeran Playboy itupun kemudian langsung mengejar mereka berdua dan berdiri diantara mereka.
Pangeran Wang Han Merasa tidak senang Apa yang dilakukan oleh kakaknya yang terlalu kekanak-kanakan menurutnya.
" Kak, Kamu sedang apa sih?" Pangeran Wang Han terlihat tidak senang melihat kelakuan kakaknya yang luar biasa menyebalkan.
Pangeran Wang Xue sama sekali tidak memperdulikan umpatan maupun kekesalan dari adiknya.
" Xie'er Aku harap kamu tidak melarangku untuk tinggal di rumahmu juga!" Pangeran Wang Xue kemudian meminta kepada Xie'er untuk mengizinkan dirinya tinggal bersama dengan mereka karena dia merasa tidak betah tinggal bersama dengan Xiang Liu.
Pangeran Wang Xue menyadari kalau dirinya memang hanya dimanfaatkan saja oleh wanita licik itu.
Sejak dirinya setuju untuk bekerjasama denganvXiang Liu. Pangeran Wang Xue harus menerima segala pengaturan yang sudah dibuat oleh wanita itu.
" Lalu bagaimana dengan Xiang Liu? Apa kau nanti tidak merindukan sentuhannya?" tanya Xie'er yang sebenarnya merasa cemburu dan juga sakit hati.
Akan tetapi Xie'er menyadari siapa dirinya dan siapa sang pangeran. Dia tidak pernah bisa untuk memaksakan perasaannya kepada Pangeran Wang Xue yang memang terkenal sebagai seorang Playboy kelas kakap.
Pangeran Wang Xue hanya tersenyum melihat ekspresi kecemburuan dari Xie'er.
Dia merasa menang telak dari adiknya yang sejak dulu selalu menjadi saingan berat untuknya.
Pangeran Wang Xue memang selalu memanjakan adiknya tetapi jauh di dalam hatinya dia selalu menganggap adiknya adalah saingan berat untuk segala hal.
Ayah maupun kakeknya selalu lebih menyayangi adiknya daripada dirinya yang selalu dipandang sebagai pembuat onar di kerajaan.
" Ayolah Kakak! Berhentilah bersikap kekanakan seperti itu!" Pangeran Wang Han terlihat begitu prestasi melihat kelakuan kakaknya yang luar biasa sangat menyebalkan menurutnya.
Pangeran Wang Xue hanya bisa memutar bola matanya dengan malas dan Acuh serta tidak memperdulikan apapun yang dikatakan adiknya.
Sekarang yang terpenting baginya adalah bagaimana dia bisa mendekati Xie'er dan dia akan meminta kepada kedua orang tuanya untuk melepaskan Pangeran Wang Han sebagai menantu mereka.
' Hanya aku seorang yang boleh menjadi suami Xie'er. Aku tidak akan pernah mengizinkan siapapun menjadi suaminya tidak terkecuali dengan adikku sendiri!" Pangeran Wang Xue udah memutuskan dia akan bersaing dengan adiknya untuk mendapatkan Xie'er sebagai istrinya.
Pangeran Wang Han hanya bisa menghela nafas dan melirik ke arah Xie'er. Xie'er bisa menangkap aroma cuka di antara kedua kakak beradik tersebut.
" Pangeran Wang Xue kau benar-benar aneh bukankah kau sudah bercocok tanam dengan Xiang Liu? Sebaiknya kau nikahi saja dia siapa tahu nanti dia akan mempunyai anak darimu!" Xie'er benar-benar merasa kesal karena dirinya seperti dianggap sebuah mainan ataupun angin lalu bagi sang pangeran.
" Kau jangan berkata sembarangan! Aku hanya melakukan hal itu dengannya tiga kali! Bagaimana mungkin dia bisa mengandung anakku?" tanya Pangeran Wang Xue yang bisa merasakan aroma kecemburuan di dalam suara Xie'er.
Akan tetapi Xie'er tidak bisa memaafkan kejadian itu karena secara langsung artinya Pangeran Wang Xue sudah mengakui bahwa dirinya memang Playboy kelas teri yang harus di bumi hanguskan di atas dunia Xie'er.
Xie'er sudah bertekad untuk melupakan Pangeran Playboy itu dan menjalani kehidupannya sebagai Xie'er sang istri dari Pangeran Wang Han.
Xie'er yakin bahwa dirinya pasti akan bisa mencintai Pangeran itu.
Pangeran Wang Han selama berada di rumahnya selalu bersikap baik walaupun kadang-kadang menjengkelkan Tetapi semua itu masih bisa ditoleransi olehnya.
" Pangeran Wang Han kau jangan merasa menang ya pokoknya aku pasti akan merebut Xie'er dari tangan kamu dan menjadikan dia sebagai istriku satu-satunya!" Pangeran Wang Xue tidak mau kalah dengan adiknya Karena bagaimanapun dia memang mulai merasakan cinta itu semakin menyesal untuk Xie'er.
Pangeran Wang Han hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kakaknya yang selalu ingin menang dalam segala hal terhadap dirinya sebagai seorang adiknya yang sejak dulu hanya bisa mengelus dada dan bersabar terhadap kelakuan kakaknya.