Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
8. Kenapa?


Xie'er dengan teladan merawat pangeran Wang Xue. Dia heran melihat luka-luka yang diderita oleh majikannya yang tidak biasa.


" Sebenarnya apa yang dilakukan oleh pangeran? Kenapa luka-luka ini seperti bekas pertarungan?" tanya Gadis itu merasa heran dengan pangeran Wang Xue.


Pangeran Wang Xue yang saat ini sedang kesakitan hanya menatap Xie'er dengan sendu. Dia tidak mengira dalam posisinya yang lemah saat itu ternyata Xie'er yang akan menemaninya.


" Bukan masalah besar. Sudahlah! Kau kalau kelelahan bisa beristirahat. Tolong tidak usah pedulikan aku!" ucap Pangeran Wang Xue sambil menyentuh dadanya yang begitu sakit akibat pukulan dari ketua perampok yang dia lawan tadi malam.


" Sudahlah tidur. Jangan banyak bicara lagi. Nanti luka Kamu tidak akan sembuh-sembuh. Aku akan semakin repot di buatnya!" ucap Xie'er sambil meminumkan ramuan obat kepada pangeran Wang Xue.


Dengan menurut Pangeran pun meminum obat yang diberikan oleh Xie'er. Dia menatap wajah pelayannya yang saat ini sedang dijadikan sasaran oleh pangeran wanghan untuk dibunuh karena merasa sakit hati dengan ucapan dan juga perbuatannya kepada adiknya.


" Kau jangan jauh-jauh dariku! Kau ingat itu?" tanya pangeran Wang Xue kepada Xie'er yang tidak mengerti maksud perkataannya.


" Kenapa?" tanyanya bingung.


" Tidak usah banyak bertanya. Cukup saja kau diam di sini dan jangan jauh-jauh dariku!" ucap Pangeran Wang Xue kepada Xie'er.


Akan tetapi Xie'er langsung menggelengkan kepalanya.


" Kenapa?" tanya Pangeran Wang Xue heran.


" Aku takut dengan selir-selirmu. Mereka pasti nanti akan brutal dan menyerangku mereka berpikir aku sedang menggodamu!" ucap Xie'er sambil menjebikan bibirnya.


Pangeran Wang Xue tertawa mendengarkan perkataannya.


" Mereka itu bukan selir-selirku tetapi anak buahku. Aku ini masih perjaka ting ting!" ucap Pangeran Wang Xue sambil tertawa dan menggoda Xie'er yang tidak percaya dengan ucapannya.


" Aku serius. Mereka semua adalah anak buahku yang sengaja aku latih dan aku selundupkan ke kediaman ini sebagai agen ganda yang akan melindungi negara ini dari rongrongan para koruptor dan para pengkhianat kerajaan!" ucap Pangeran Wang Xue dengan tatapan tajam menusuk.


Xie'er terkejut mendapatkan pengakuan itu dari mulut pangeran Wang Xue yang selama ini terkenal sebagai pangeran yang suka Maha menghadirkan uang milik kekaisaran di rumah bordil untuk bermain perempuan.


Di istana kerajaan Pangeran Wang Xue terkenal sebagai pangeran yang tak punya masa depan. Pangeran sampah yang hanya pintar menguras keuangan negara dengan sifat-sifat negatifnya.


Padahal selama ini Pangeran Wang Xue memiliki sebuah rumah makan dan penginapan serta rumah bordil yang dia kelola untuk kebutuhan kegiatan bawah tanahnya yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan dalam topeng dan kegelapan.


Hanya anak buahnya dan orang kepercayaan nya yang mengetahui siapa pangeran Wang Xue yang sesungguhnya.


" Kau tahu kan? Persaingan di istana sangat ketat dan kejam. Kalau aku memperlihatkan sebagai seorang pangeran yang berkemampuan, maka hidupku akan dalam bahaya! Apa kau tahu? Seberapa banyak adikku, Pangeran Wang Han harus berjuang untuk mempertahankan nyawanya gara-gara orang kerajaan yang merasa terancam dengan statusnya sebagai seorang jendral negara ini?" tanya Pangeran Wang Xue kepada Xie'er yang langsung menggelengkan kepalanya.


" Aku sampai harus menempatkan 10 orang pengawal bayangan hanya untuk melindungi adikku itu dari para pembunuh yang selalu mengincarnya!" ucap pangeran Wang Xue sambil menatap langit-langit kamarnya.


Xie'er sejak tadi hanya mendengarkan cerita dari pangeran Wang Xue tentang sepak terjangnya dalam kegelapan.


" Aku tidak menyangka kalau Pangeran Playboy sepertimu ternyata memiliki sifat patriotik di dalam kegelapan. Hahaha! Apa kau tahu kau seperti ijimae di Korea?" tanya Xie'er yang Kemudian menceritakan tentang tokoh Ijimae di dalam film Korea yang pernah dia tonton di dunia masa depan.


" Wah kelihatannya keren juga! Hahaha!" Pangeran Wang Xue sampai tertawa terbahak mendengarkan cerita tentang Ijimae yang diceritakan oleh Xie'er.


" Sudahlah Pangeran. Kau Istirahatlah dulu. Aku akan melihat keluar dulu. Pasti para selirmu di sana sedang kebingungan melihat tuannya yang tidak pernah menampakan batang hidungnya di hadapan mereka!" ucap Xie'er yang terus menggelengkan kepalanya.


" Aku kan sudah bilang mereka bukan selirku! Mereka itu adalah anak buahku!" keukeuh Pangeran Wang Xue tidak mau kalau Xie'er berpikir bahwa mereka adalah selirnya.


Xie'er hanya memutar bola matanya dengan malas kemudian dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar sang pangeran.


Xie'er yang kurang waspada saat keluar dari kamar pangeran Wang Xue, tanpa sengaja kakinya tersandung batu yang tidak terlihat oleh matanya karena dia yang sedang memegang baskom tempat air cuci muka Pangeran Wang Xue.


Pada saat Xie'er hendak terjatuh dan wajahnya hendak mencium tanah. Tiba-tiba tangannya ditarik oleh seorang yang otomatis membantunya dari jatuh.


" Terima kasih sudah membantuku!" ucap Xie'er dengan penuh rasa syukur karena hampir saja wajahnya mencium lantai kalau tidak ditolong oleh seseorang yang sekarang sedang menatapnya dengan tajam.


" Kau pelayan bodoh tetap saja ceroboh!" ucap Pangeran Wang Han sambil menatap sinis kepada Xie'er yang langsung melotot mendengarkan makian darinya.


" Ya ampun! Kau pangeran gila! Untuk apa kau datang lagi kemari?" tanya Xie'er yang auto lupa dengan identitasnya ketika berada di dunia itu sangking kesalnya kepada Pangeran Wang Han yang tadi menghina dirinya.


" Heh rumah ini adalah milik kakakku bukan rumahmu seharusnya kau yang minggat dari rumah ini bukan aku! Dasar pelayan hina tidak tahu diri!" umpat Pangeran Wang Han yang kemudian mendorong tubuh Xie'er sampai hampir terjatuh karena kurang seimbang.


Karena dalam keadaan terdesak mau tidak mau Xie'er pun kemudian menarik tangan Pangeran Wang Han hingga akhirnya mereka berdua sama-sama masuk ke dalam danau yang ada di samping kamar Pangeran Wang Xue. Danau yang sama di saat dulu Xie'er di dorong oleh selir Sie yang cemburu karena Pangeran Wang Sun yang menggodanya.


Mereka berdua gelagapan karena tenggelam di danau yang dalam itu. Hingga akhirnya mereka pingsan karena tidak kuasa melawan tekanan air yang rendah yang membuat mereka kesulitan berenang dan bernafas.


Saat mereka bangun, ternyata mereka telah berada di dunia masa depan. Xie'er merasa sangat senang sekali karena telah kembali ke dunia asalnya. Akan tetapi Pangeran Wang Han tanpa kebingungan melihat dunia asing yang baru dia lihat.


" Dunia apa ini? Kenapa begitu asing?" tanyanya sambil mengerutkan keningnya. Merasa heran sekali dengan apa yang dilihatnya saat ini. Sungguh asing.