Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
12. Maafkan aku pangeran


" Maafkan aku Pangeran! Kalau kata-kataku sudah menyakiti hatimu!" ucap Xie'er yang berusaha untuk kembali bersikap biasa kepada Pangeran Wang Han yang pasti tidak nyaman dengan suasana canggung di antara mereka berdua.


" Tidak masalah Xie'er. Lagi pula aku memang tidak berniat untuk menetap di duniamu ini! Sudahlah sebaiknya Ayo kita makan dan segera mandi karena tubuhku benar-benar sangat lengket! Kalau orang tuamu melihat kita menggunakan pakaian istana kerajaan seperti ini. Mereka juga pasti akan mengira kita seperti orang gila seperti orang-orang yang ada di danau itu. Saat melihat kita pertama kali keluar dari danau!" Xie'er akhirnya menganggukan kepala menyetujui apa yang dikatakan oleh sang pangeran.


Mereka berdua pun kemudian fokus untuk memakan makanan yang tadi dimasak oleh Xie'er. Setelah itu mereka mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka masing-masing.




Pangeran Wang Han benar-benar takjub dengan apa yang dia lihat di dalam kamar yang tadi ditunjukkan oleh Xie'er untuk dirinya.


" Wah!! Kakakku dan juga Ayahku pasti akan tidak percaya kalau aku menceritakan apa yang kulihat di sini. Untung saja aku pintar melukis nanti aku akan melukis semua yang aku lihat di sini. Di rumah milik Xie'er. Aku juga akan melihat jalanan kota mobil-mobil dan juga toko-toko yang ada di sekitar sini. Tempat yang aku datangi. Aku akan ceritakan semua pada Pangeran Wang Xue. Dia pasti tidak akan percaya dengan apa yang aku gambarkan dan aku ceritakan kepadanya!" monolog Pangeran Wang Han yang kini mulai mandi. Akan tetapi, dia merasa terkejut ketika memutar keran air, ternyata air yang keluar adalah air panas.


" Aw, ya ampun!! Kenapa bisa keluar air panas di sini?" terlihat Pangeran Wang Han yang bingung sekali.


Dia tadi sudah diberitahukan oleh Xie'er Bagaimana cara menggunakan shower dan juga cara untuk mengeluarkan air panas maupun air dingin.


Tampaknya sang pangeran lupa atau dia tidak menyimak apa yang disampaikan oleh Xie'er karena dia terlalu sibuk memperhatikan semua yang ada di dalam kamar mandi itu yang baru pertama kali dia melihatnya seumur hidupnya.


Pangeran Wang Han kemudian mengambil handuk dan melilitkannya ke pinggang kemudian dia mencari Xie'er yang saat ini sedang mandi di kamarnya sendiri.


Pangeran Wang Han kemudian memasuki kamar Xie'er dan dia sangat takjub dengan apa yang dia lihat di sana.





" Wow!!! Apakah ini kamar?? Kenapa hanya ada kemewahan di sini?" sang pangeran tampak begitu takjub dengan semua yang ada di dalam kamar Xie'er.


Xie'er yang tidak tahu ada Pangeran Wang Han di dalam kamarnya. Dia keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk miliknya yang menutupi area sensitif saja.


Untuk beberapa saat Pangeran Wang Han begitu takjub melihat pemandangan indah yang ada di hadapannya.



Pangeran Wang Han yang saat ini sedang berdiri di balkon kamar Xie'er, dia kesulitan mengatur nafasnya melihat Xie'er yang saat ini sedang mengganti pakaiannya. Tanpa menyadari kehadiran dirinya di dalam kamar itu. " Oh ya Tuhan!! Dia telah menodai mata suciku!" ujar Pangeran Wang Han yang kemudian memilih untuk melihat ke arah luar.


Sementara jantungnya berdebar begitu kencang. Setelah melihat apa yang terjadi di dalam kamar milik Xie'er.


" Ya ampun!! Kenapa aku harus melihat tubuhnya yang polos tadi? Ya ampun! Aku jadi tidak bisa melupakan semua itu!" Pangeran Wang Han memutuskan untuk bersembunyi di balkon agar Xie'er tidak tahu kalau dirinya tadi melihat Xie'er yang polos tanpa sehelai benang pun.


Otak Pangeran Wang Han sudah traveling terus. Bahkan sesuatu di bawah sana sudah brontak. Naluri kelelakiannya seakan meminta untuk dilampiaskan ketika mengingat kembali apa yang tadi dia lihat di dalam kamar milik Xie'er.


Pangeran Wang Han wajahnya sampai memerah karena malu dengan dirinya sendiri yang ternyata tidak bisa menahan diri dari godaan semacam itu.


Padahal di era dinasti Ming, dirinya sering sekali melihat para pelacur yang ada di rumah bordil bertelanjang di depan matanya hanya untuk membuat dirinya merasa senang dan bahagia. Tetapi saat itu, dia ingat sekali, tubuhnya tidak bereaksi seperti saat ini.


Saat dia melihat Xie'er yang tak berbusana seperti tadi. Pangeran Wang Han terus menepuk pipinya dengan kedua tangannya. Dia terus berusaha untuk menyadarkan dirinya sendiri agar tidak terus terpengaruh dengan suasana yang begitu mencekam saat ini bagi dirinya.


Setelah Pangeran Wang Han melihat Xie'er yang sudah selesai berganti baju dan terlihat keluar dari kamarnya. Pangeran Wang Han kemudian dengan terburu-buru segera keluar dari kamar itu agar tidak diketahui oleh Xie'er. Kalau dia telah masuk ke dalam kamarnya tanpa ijin dan telah melihat semua yang dimiliki oleh Xie'er di dalam tubuhnya.


Pangeran Wang Han bahkan tadi melihat ada tai lalat di d@da milik Xie'er yang lumayan besar. Otaknya jadi kembali bertraveling saat dia mengingat kembali kejadian konyol yang baru saja dialami di kamar Xie'er.


Pangeran Wang Han lalu masuk kembali ke dalam kamar mandi dan melanjutkan acara mandinya.


Pangeran Wang Han berusaha untuk mengingat-ingat kembali apa saja tadi yang sudah diterangkan oleh Xie'er kepada dirinya ketika pertama kali dia masuk ke dalam kamar mandi.


Pangeran Wang Han menerima semua yang keluar dari keran. Dan tidak terlalu memperdulikan tentang air panas dan air dingin yang keluar dari keran tersebut karena dia ingin segera menyelesaikan acara mandinya.


Setelah dia selesai mandi dia kebingungan untuk mengganti pakaiannya. Karena dia ingat, bahwa dia tidak memiliki pakaian satu lembar pun di era masa kini. Selain pakaian yang melekat di tubuhnya dan saat ini sedang dicuci oleh Xie'er.


" Aduh bagaimana ini? Apa yang harus aku gunakan?" Pangeran Wang Han kemudian keluar dari kamarnya hanya dengan menggunakan handuk yang tadi dia pakai ketika masuk ke dalam kamar Xie'er.


" Xie'er aku sudah selesai mandi tetapi aku ingat kalau aku tidak memiliki pakaian di rumah ini!" Pangeran Wang Han menemui Xie'er yang saat ini ada di ruangan cuci pakaian. Xie'er sedang mencuci pakaian mereka berdua yang di bawah dari era dinasti Ming.