Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
16. Kenalan baru


Pangeran Wang Han sebenarnya ingin mengatakan bahwa dirinya adalah laki-laki yang dimaksud oleh wanita cantik itu. Akan tetapi Xie'er melarang Pangeran Wang Han untuk melakukan hal itu. Karena menurut Xie'er hal itu benar-benar sangat berbahaya untuk keberadaan sang pangeran di era masa kini. Karena melihat jabatan wanita itu sebagai ketua museum Dinasti Ming sesuai yang tertera di dalam kartu nama yang tadi diberikan kepada Pangeran Wang Han.


Setelah perempuan cantik yang bernama Xiang Liu tadi meninggalkan mereka berdua.


Pangeran Wang Han kemudian meminta penjelasan kepada Xie'er tentang maksudnya yang melarang dirinya untuk mengaku sebagai Pangeran Wang Han.


" Apa kau tidak melihat jabatan wanita tadi?" tanya Xie'er pada Pangeran Wang Han yang langsung menggelengkan kepalanya karena dia memang benar-benar tidak mengerti.


Xie'er terlihat menarik nafasnya dalam-dalam.


" Jabatan Xiang Liu adalah ketua museum Dinasti Ming. Kalau dia mengetahui bahwa pangeran Wang han yang ada di dalam museumnya. Yang hanya ada di dalam lukisan dan manuskrip sejarah. Ternyata sekarang benar-benar ada di hadapannya. Kau pasti akan langsung digunakan oleh dia untuk menaikkan populer museum yang dia pimpin. Kau dalam sekejap akan langsung menjadi viral dan menjadi artis dalam sesaat. Apa kau mau semua orang di negara ini kemudian mengetahui keberadaanmu? Pada saat itu, maka kau akan kesulitan untuk kembali lagi ke dinastimu!" Xie'er mencoba menjelaskan segalanya kepada Pangeran Wang Han Yang sepertinya tidak mengerti dengan apa yang disampaikan olehnya.


Pangeran Wang Han meminta kepada Xie'er untuk segera ke restoran dan kemudian pulang ke rumah Xie'er.


" Sudahlah! Ayo kita ke restoran sesuai yang kamu katakan tadi!" Pangeran Wang Han langsung menggenggam jemari tangan Xie'er dan menariknya segera ke dalam mobil.


" Kita makan di restoran yang ada di mall ini saja supaya tidak menghabiskan banyak waktu di jalan!" Xie'er tersenyum kepada Pangeran Wang Han yang menyetujui apapun yang dia katakan.


Bagaimanapun dirinya tidak terlalu mengerti tentang sistem ataupun kehidupan di masa kini. Tangan Xie'er terus digenggam oleh Pangeran Wang Han dan hal itu sukses membuat Xie'er sangat berdebar jantungnya.


Hati Xie'er berbunga-bunga melihat sang pangeran yang begitu posesif menjaganya bahkan ketika ada seorang laki-laki yang menetap ke arah Xie'er. Pangeran Wang Han langsung menetap tajam ke arah laki-laki itu sehingga dia akhirnya tidak berani melihat ke arah Xie'er lagi.


Xie'er terlihat tersenyum melihat kelakuan Pangeran Wang Han yang menurut nya sangat aneh sekali.


" Ya ampun!! Mengapa wajahmu seperti itu?" tanya Xie'er pada Pangeran Wang Han yang tidak mengerti dengan maksud pertanyaan dari Xie'er kepadanya.


" Sudahlah! Ayo kita pulang saja! Aku tadi sudah membeli banyak bahan makanan! Aku akan memasak saja di rumah untukmu!" Xie'er langsung menarik telapak tangan Pangeran Wang Han ketika dia melihat Xiang Liu ada di dalam restoran yang tadi hendak dia datangi bersama Pangeran Wang Han.


Entah kenapa hati Xie'er merasa tidak suka dengan tatapan yang ditujukan oleh Xiang Liu kepada Pangeran Wang Han yang sejak tadi tidak mau melepaskan genggaman tangan dari jemarinya.


" Kamu aneh sekali! Ya sudah kalau kau mau pulang. Ayo kita pulang saja!" Pangeran Wang Han kemudian tersenyum kepada Xie'er yang merasa senang sekali karena Pangeran Wang Han selalu menuruti Semua yang dia katakan.


Tanpa mereka ketahui Xiang Liu dan manajernya terus mengikuti mereka sampai ke rumah milik Xie'er.


" Kau selidiki pemuda itu! Karena aku merasa benar-benar curiga dengan tampangnya yang benar-benar mirip dengan Pangeran Wang Han. Entahlah! Perasaanku mengatakan kalau laki-laki itu tuh benar-benar Pangeran Wang Han. Kau lihat gaya dia bukan?? Pangeran Wang Han sesuai yang tertulis dalam manuskrip sejarah. Dia adalah tipe seorang pangeran yang sangat dingin dan juga mempunyai banyak penggemar para wanita pada masanya. Aku bisa merasakan aura yang berbeda pada pemuda itu!" perintah Xiang Liu kepada manajernya yang langsung mencatat semua yang dia katakan.


Setelah mengetahui tempat tinggal pria yang dia rasa memiliki kemiripan dengan lukisan yang ada di dalam museumnya sebagai Pangeran Wang Han. Xiang Liu kemudian kembali ke museumnya dan meneliti wajah pria yang dia lihat di mall yang tadi sempat dia potret dengan menggunakan ponselnya.


" Siapakah pemuda ini kenapa gaya dan juga sikapnya benar-benar mirip seperti Pangeran Wang Han?" monolog Xiang Liu yang seketika merasa sangat penasaran dengan pemuda yang dia temui di dalam mall.


Selama semalaman itu, Xiang Liu terus mempelajari dan membaca semua manuskrip sejarah tentang Pangeran Wang Han.


Dia semakin penasaran dengan laki-laki yang telah dia temui tadi siang dan dia sudah bertekad untuk mendekati laki-laki tersebut.


" Aku yakin kalau ada sebuah rahasia pada laki-laki itu yang disembunyikan oleh wanita bernama Xie'er. Aku melihat tadi ketika pemuda itu mau mengatakan sesuatu padaku. Pemuda itu langsung diberikan kode oleh perempuan itu. Sehingga pemuda itu tidak mengatakan sesuatu yang hendak dia katakan pada ku! Hmmm, mereka benar-benar sangat mencurigakan! Aku harus segera menemukan kebenaran yang bersembunyi itu!" monolog Xiang Liu.


Pada tengah malam dia pun kemudian memutuskan untuk pulang ke apartemen miliknya. Setelah Dia meyakinkan dirinya sendiri akan segera bertemu dan mendatangi Pangeran Wang Han yang baru tadi siang dia temui di Mall.


***


Pangeran Wang Han tampak menatap langit-langit kamarnya. Ini adalah hari pertamanya dia tidur di daerah masa kini.


Terdengar Xie'er yang saat ini sedang berbicara dengan kedua orang tuanya yang ternyata sedang pulang kampung.


" Papa dan Mama sekarang ada di mana sih? Kenapa rumah kosong dan tidak ada kalian?" tanya Xie'er begitu panggilan teleponnya diangkat oleh ibunya.


Ibunyab Xie'er benar-benar terkejut mendapatkan telepon dari putrinya yang telah menghilang lebih dari satu tahun setelah dia tenggelam di danau.


" Apa kamu yakin kalau kamu adalah putriku? Coba alihkan panggilan telepon ini ke panggilan video!" Xie'er kemudian mengalihkan panggilan telepon ke video call dan kedua orang tua Xie'er benar-benar terharu karena melihat putrinya benar-benar berdiri di hadapan mereka dan sekarang ada di dalam rumah mereka.


" Ya ampun!! Kau benar-benar Xie'er! Ke mana saja kamu Nak? Kami selama beberapa bulan terus mencarimu dan menyusuri sekitar danau untuk menemukan keberadaan, tetapi gagal! Hiks hiks!" terdengar ibunya Xie'er menangis begitu sedih.