
Pangeran Wang Xue semalaman ini tidak bisa tidur karena terus memikirkan tentang Xie'er dan Pangeran Wang Han yang terlihat begitu dekat dan akrab.
Pangeran Wang Xue merasa ketakutan kalau sampai dia kehilangan kesempatan untuk bersama dengan Xie'er.
" Aku harus mencari cara. Bagaimana caranya untuk membuat mereka berpisah?" tanya Pangeran Wang Xue dengan terus memutar otaknya yang terasa begitu berat.
Pangeran Wang Han sejak dulu memang selalu menjadi saingan utamanya dalam segala hal.
Pangeran Wang Xue yang lebih senang memperlihatkan sisi negatifnya di hadapan publik selalu dibanding-bandingkan dengan Pangeran Wang Han yang selalu terlihat baik di hadapan semua orang.
Bahkan kakek mereka yang menjadi Kaisar pun sangat menyayangi adiknya yang merupakan seorang jenderal besar di kerajaan Ming.
Pangeran Wang Xue semalam suntuk benar-benar tidak bisa tidur.
" Aku harus membujuk adikku untuk kembali ke Dinasti Ming. Kakek kami saat ini sedang menunggu. Yah, kami berdua harus kembali ke dinasti untuk menghalau serangan Bangsa Manchuria yang selalu mencari gara-gara dengan kami," Pangeran Wang Xue akhirnya bisa tertidur setelah Dia memutuskan untuk mengajak adiknya kembali ke Dinasti Ming sesuai dengan keinginan kakeknya.
Kondisi dinasti Ming saat ini memang benar-benar sedang kacau karena serangan bangsa Manchuria yang selalu membuat mereka kerepotan.
Pangeran Wang Han yang merupakan jenderal besar yang selalu diandalkan oleh sang kakek benar-benar dibutuhkan kehadirannya di sana.
Keesokan harinya Pangeran Wang Xue minta kepada sopir Xiang Liu untuk diantarkan ke kediaman Xie'er.
Semalaman Pangeran Wang Xue tidak bisa tidur sama sekali karena memikirkan tentang Xie'er dan Pangeran Wang Han.
Sekarang, saat dia berdiri di depan rumah Xie'er, perasaannya begitu berkecamuk tidak karuan. Apalagi saat dia melihat kemesraan mereka yang terlihat melalui jendela kaca yang ada di ruang tamu rumah Xie'er.
Pangeran Wang Han yang sedang menyisir rambut Xie'er benar-benar membuat Pangeran Wang Xue merasa cemburu sekali.
Pangeran Wang Xue ingin masuk ke sana, tetapi Pangeran Wang Xue ingat lagi dengan kata-kata Pangeran Wang Han, bahwa sekarang status mereka berdu adalah sebagai suami istri.
" Ah!! Apakah benar kalau mereka adalah suami istri? Tapi rasanya aku tidak percaya kalau hal itu benar-benar terjadi. Bagaimana caranya Pangeran Wang Han bisa menikah dengan Xie'er?? Pasti itu hanyalah akal-akalan mereka saja agar dia diperkenankan tinggal di tempat ini oleh kedua orang tuanya Xie'er." Pangeran Wang Xue merasa hatinya benar-benar galau dan resah sekali.
Xie'er yang kebetulan saat ini sedang melihat ke arah jendela dia melihat Pangeran Wang Xue yang saat ini sedang melihat ke arahnya dan terus memperhatikan mereka berdua.
' Sedang apa dia pagi-pagi ada di situ? Ya ampun!! Seperti orang hilang saja!' Xie'er bermonolog dengan dirinya sendiri.
Entah kenapa hati Xie'er merasa sedih ketika dia melihat mata sang pangeran yang terlihat meneteskan air mata. Pangeran Wang Xue berkali-kali menghapus jejak air mata di pipinya.
" Siapa yang menangis?" tanya Pangeran Wang Han.
Xie'er kemudian menunjukkan Pangeran Wang Xue yang saat ini sedang berdiri di luar jendela dan menetapkan arah mereka.
Pangeran Wang Han hanya mengerutkan keningnya karena heran melihat kakaknya datang tapi tidak masuk ke dalam rumah, malahan cuma berdiri dan memperhatikan mereka sambil menangis. Pangeran Wang Han kemudian keluar untuk memanggil kakaknya agar masuk ke dalam rumah.
" Masuklah ke dalam. Kenapa cuma berbeda di sini?" tanya Pangeran Wang Han kepada kakaknya.
" Aku takut mengganggu kebersamaan kalian berdua, aku kembali. Oh ya, aku ingin mengatakan padamu. Kalau pintu portal di danau itu kembali terbuka, sebaiknya kita berdua kembali ke Dinasti Ming karena saat ini Kakek sedang membutuhkan kita berdua. Kau tahu bukan?? Kau adalah Jenderal besar di istana kerajaan. Saat ini bangsa Manchu terus berusaha untuk menyerang kerajaan. Kakek dari kemarin sangat khawatir dan selalu mencarimu," Pangeran Wang Xue kemudian meninggalkan rumah Xie'er.
Xiang Liu yang melihat Pangeran Wang Xue pagi-pagi mendatangi rumah Xie'er merasa hatinya kesel luar biasa.
" Rasanya aku ingin sekali memasangkan tali di lehernya. Supaya dia tidak usah pergi-pergi ke manapun!" Xiang Liu terus menetap ke arah Pangeran Wang Xue yang sejak tadi masih saja berdiri di hadapan Pangeran Wang Han. Padahal dia sudah berpamitan kepada adiknya.
Pangeran Wang Han sendiri merasa kebingungan dengan ekspresi kakaknya yang terasa begitu aneh.
" Ayo Masuklah ke dalam dan kita sarapan bersama. Hari iniXie'er memasak Makanan kesukaanmu. Apakah dia tahu kalau kau akan datang ke sini? Aneh sekali!" Pangeran Wang Han terus menggelengkan kepalanya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh sang pangeran, Pangeran Wang Xue terlihat bahagia.
" Benarkah apa yang kau katakan? Kalau Xie'er memasak makanan kesukaanku?" tanya Pangeran Wang Xue tampak berbinar wajahnya.
" Ayo masuklah kalau kau tidak percaya! Buktikanlah sendiri!" Pangeran Wang Han kemudian menarik tangan kakaknya masuk ke dalam rumah. Xie'er yang melihat kedatangan Pangeran Wang Xue hanya bisa menatapnya dalam diam.
" Kenapa rumahnya sepi sekali ke mana kedua orang tuamu Xie'er?" tanya Pangeran Wang Xue ketika dia melihat rumah itu yang hanya ada mereka berdua saja.
" Kedua orang tuaku sedang pergi ke rumah yang ada di pedesaan untuk mengecek peternakan milik kami. Kenapa?? Apakah kau ada masalah?" tanya Xie'er sambil mengerutkan keningnya.
" Itu artinya kalian semalaman hanya berdua saja di rumah ini?" tanya Pangeran Wang Xue tampak tidak sama dengan berita itu.
" Emangnya kenapa kalau kami hanya berdua saja? Pangeran Wang Han bukan buaya sepertimu yang hobi bercocok tanam di mana-mana!" ucap Xie'er benar-benar menusuk hati Pangeran Wang Xue.
" Kenapa sejak kemarin kau terus saja mengatakan itu? Aku hanya melakukannya satu kali dengan dia dan setelah itu aku tidak pernah melayani lagi. Bahkan tadi malam ketika dia mengajakku bercinta lagi, aku tidak menerimanya sama sekali! Karena aku ingat dengan pesanmu. Karena aku ingat kalau kamu marah kalau aku melakukan itu!" Xie'er sampai terkesiap mendengarkan Pengakuan itu dari mulut Pangeran Wang Xue.
" Kenapa kau menolaknya? Apakah di sini kau sedang menyesali perbuatanmu itu? Hmm?" Bukankah itu menyenangkan? Dapat daging mentah gratis?!" mendengar pertanyaan dari Xie'er yang seperti merendahkannya, Pangeran Wang Xue hanya bisa menggelengkan kepalanya dan diam tidak mau berdebat sama sekali dengan Xie'er.