Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
13. Gugup


Pangeran Wang Han memerah wajahnya ketika dia mengingat kembali apa yang terjadi di kamar Xie'er tadi.


Xie'er melihat Pangeran Wang Han yang tidak menggunakan pakaian. Hanya melilitkan handuknya di pinggang dan saat ini berdiri di hadapannya dengan tampang bodohnya.


" Aku lupa kalau kau tidak memiliki pakaian di sini. Sebentar ya! Aku akan ke kamar Ayahku dan mencari pakaiannya. Siapa tahu ada yang cocok denganmu!" Xie'er yang saat ini jantungnya berdebar sangat kencang melihat sang pangeran yang berpenampilan seperti itu di hadapannya benar-benar membuat otaknya travelling kemana-mana.


" Ya ampun!! Xie'er sadarlah!! Dia itu Pangeran Wang Han yang berasal dari era dinasti Ming!! dia itu selamanya tidak akan pernah bisa menjadi milikmu! Sang kaisar yang menjadi kakeknya pasti sudah menyiapkan seorang putri raja untuk dijadikan sebagai istrinya!" monolog Xie'er yang terus berusaha untuk menyadarkan dirinya sendiri agar tidak terlalu terpesona dengan Pangeran Wang Han yang amat tampan dan memiliki ketampanan yang Hakiki yang tidak terbantahkan oleh apapun.


Xie'er kemudian masuk ke dalam kamar orang tuanya dan mengambil pakaian milik sang ayah yang dia pikir cocok untuk digunakan oleh sang pangeran untuk sementara waktu sampai dia bisa mencarikan pakaian yang pas untuk dia gunakan.


" Pangeran! Cobalah untuk Kau gunakan dulu pakaian milik Ayahku ini. Nanti setelah ini kita akan pergi ke mall untuk membeli pakaian untukmu. Aku akan mengecek dulu uang yang ada di dalam dompetku saat ini! Aku tidak tahu berapa banyak uang yang aku miliki setelah aku pergi ke era Dinasti Ming sangat lama!" Xie'er kemudian tersenyum kepada pangeran wang han yang merasa tidak enak karena sudah merepotkan Xie'er sejak kedatangannya di era masa depan.


Pangeran Wang Han kemudian menerima pakaian yang diberikan oleh Xie'er padanya dengan penuh rasa syukur tanpa protes sama sekali. karena dia sadar bahwa Xie'er sudah berusaha dengan keras, memberikan yang terbaik untuk dirinya selama dia ada di rumah Xie'er yang begitu indah dan sangat menarik di matanya.


Walaupun dia tidak terlalu menyukai style pakaian yang diberikan oleh Xie'er. Akan tetapi Pangeran Wang Han tidak protes sama sekali hal itu dia lakukan untuk menjaga perasaan Xie'er yang sudah baik padanya.


Xie'er tampak mengerutkan keningnya melihat penampilan sang pangeran yang terlihat jadul karena menggunakan pakaian ayahnya yang sudah lama tidak digunakan.


" Tunggulah dulu. Aku akan mencari uang di dompetku dulu. Siapa tahu aku bisa membelikan pakaian untukmu selama kau berada di sini! Aih! Aku tidak tahu di mana kedua orang tuaku. Kenapa sudah sore begini mereka belum juga kembali?!" tanya Xie'er kepada Pangeran Wang Han yang hanya bisa mengedikkan bahu tanda dia tidak mengerti apa-apa yang saat ini sedang terjadi di kediaman Xie'er.


Xie'er matanya terbelalak ketika dia melihat ponselnya ternyata tergeletak di bawah meja. Tepat berada di hadapan sang pangeran yang saat ini sedang duduk dan menonton televisi.


" Akhirnya!!! Syukurlah aku menemukan kembali ponselku. Aku bisa menghubungi kedua orang tuaku dengan ini!" Xie'er tampak begitu bahagia setelah kembali mendapatkan ponsel miliknya.


Pangeran Wang Han merasa heran melihat Xie'er yang begitu berbinar matanya hanya karena menemukan benda pipih yang saat ini sedang ada di tangannya.


" Yah, ponselku lowbat!!" Xie'er tampak begitu kecewa, " Ya sudah sebaiknya aku isi dulu. Supaya aku bisa menghubungi kedua orang tuaku dan mengetahui mereka ada di mana sekarang!" Xie'er kemudian mencari charger miliknya di dalam kamar setelah menemukan nya Xie'er pun langsung men-charge ponselnya.


Xie'er juga mencari keberadaan dompetnya di mana agar dia bisa membeli sesuatu untuk Pangeran Wang Han. Xie'er tidak tahu berapa lama dirinya pergi meninggalkan era masa depan saat dirinya jatuh ke danau.


Di dalam kamar Xie'er mulai melakukan aksinya mengoprek semua tempat yang biasanya dia gunakan untuk menyimpan dompet maupun barang-barang berharga miliknya.


Xie'er merasa kecewa ketika di dompetnya hanya ada beberapa lembar uang cash dan tidak terlalu banyak yang bisa dia gunakan.


Xie'er terlihat mengingat-ingat apakah dia memiliki tabungan di dalam rekeningnya ketika dia melihat kartu ATM di dalam dompet miliknya.


" Ah, sebaiknya Aku menjual gelang ini saja. Untuk berjaga-jaga siapa tahu di dalam rekeningku tidak ada uangnya. Kasihan juga Pangeran Wang Han kalau dia harus menggunakan pakaian ayahku yang tidak cocok dengan wajah tampannya!" wajah Xie'er seketika memerah ketika dia mengingat kembali tentang Pangeran Wang Han yang tadi hanya menggunakan handuk sebatas pinggang saja.


Pangeran Wang Han memperlihatkan tubuh indah nya dengan roti sobek yang benar-benar menggoda iman Xie'er.


Xie'er sangat tahu, roti sobek milik Pangeran Wang Han didapatkan dengan latihan keras dari ilmu bela diri, berkuda dan juga keahlian memanah. Xie'er juga ingat kalau Pangeran Wang Han adalah seorang Jenderal yang sangat terkenal dan disegani oleh musuh-musuhnya di era Dinasti Ming.


Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan. Xie'er kemudian mengambil kunci mobil miliknya yang ada di laci nakas di samping tempat tidurnya.


" Untung saja kunci mobil ini ada di sini kalau tidak aku akan kesulitan untuk menuju ke mall untuk membawa pangeran Wang Han berbelanja." monolog Xie'er saat dia melihat kunci mobilnya nangkring di sana.


Xie'er kemudian keluar dari kamarnya dan menemui Pangeran Wang Han yang masih tampak asyik dengan televisi yang saat ini sedang dia tonton.


" Pangeran! Apa kau mau ikut denganku? Aku akan membeli pakaian untukmu!" Xie'er mengambil ponselnya yang sudah mulai terisi hampir 50%.


Xie'er pun kemudian menghidupkan ponsel itu dan dia terkejut setelah melihat tanggal yang tertera di ponsel miliknya.


" What the hell??" Xie'er benar-benar terkejut melihat tanggal itu karena itu adalah tanggal pada saat satu tahun setelah dia jatuh ke danau. Karena Xie'er ingat sekali, dulu dirinya berjalan-jalan bersama dengan kekasihnya jangan tiba-tiba saja dia terpeleset dan akhirnya jatuh ke danau.


Saat dia terbangun tiba-tiba saja dia sudah berada di era Dinasti Ming dan menjadi pelayan di kediaman Pangeran Wang Xue.


Pangeran Wang Han terlihat keheranan melihat ekspresi Xie'er saat dia membuka ponselnya kembali.