
Kasim kepala memanggil Jenderal Hong Min untuk menemuinya.
" Jenderal Anda mendapatkan tugas rahasia dari yang mulia Kaisar untuk membasmi pemberontakan Lie Beng. Ingatlah bahwa ini adalah tugas rahasia yang tidak boleh Diberitahukan kepada siapapun!" Kasim kepala kemudian memberikan dekrit kekaisaran yang sudah distempel oleh sang Kaisar sendiri.
Sang Jenderal yang baru saja diangkat oleh kaisar atas rekomendasi dari sang permaisuri merasa sangat bahagia sekali mendapatkan tugas rahasia itu.
' Akhirnya aku dipandang juga oleh Kaisar dan aku pasti akan segera menjadi jenderal besar setelah menyelesaikan misi ini!' bathin Jendral Hong Min yang merasa sangat bahagia karena akhirnya janji sang permaisuri untuk mengangkat karirnya. Akhirnya bisa dibuktikan juga setelah dia melayani hasrat sang permaisuri hampir setiap malam.
" Ingat Jenderal jangan beritahukan kepada siapapun tugas rahasia ini. Karena akan sangat berbahaya kalau sampai ada yang orang lain yang mengetahuinya!" Kasim Kepala kembali mengingatkan kepada Jenderal Hong Min tentang hal itu.
" Jangan khawatir Kasim Kepala. Sasti hamba tidak akan membicarakan kepada siapapun tentang tugas rahasia ini!" Kasim kepala tersenyum puas mendapatkan janji dari Sang Jenderal yang telah memberikan kepusingan kepala kepada sang Kaisar.
Kaisar yang saat ini sedang berada di ruangan lain. Beliau hanya memijat pelipisnya yang sakit dan memejamkan matanya.
Setelah Jenderal Hong Min meninggalkan restoran itu dan bersiap untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh Kasim kepala, sang Kasim kemudian langsung menuju ke tempat di mana sang Kaisar saat ini sedang menunggunya di sana.
" Semua sudah hamba atur yang mulia. Kita tinggal menunggu hasilnya saja!" Kasim kepala melaporkan hasil pekerjaannya yang mengatur untuk menjebak Jenderal Hong Min dalam rangka membinasakannya.
" Baiklah terima kasih atas kerja kerasmu!" Kaisar kemudian memulai memakan dan meminum makanan yang sudah disediakan oleh pihak restoran.
Sang kaisar yang saat ini sedang menyamar menjadi rakyat jelata terlihat begitu cuek dan tidak mempedulikan sekitarnya.
Walaupun terlihat sang Kaisar hanya sendirian saja bersama dengan Kasim kepala. Akan tetapi orang-orang di sekitarnya adalah pengawal bayangan yang selalu menjaga sang Kaisar ke manapun juga.
" Atur pertemuanku dengan pemberontak Lie Beng! Karena aku memiliki penawaran untuk dia!" perintah sang Kaisar kepada Kasim kepala yang saat ini sedang mendampinginya untuk berjalan-jalan meninjau ibukota.
" Baik Kaisar akan segera hamba atur pertemuan antara Kaisar dengan pemberontak di Lie Beng." Kaisar hanya menganggukkan kepalanya sambil menyeruput teh yang dia pesan.
Wajah tua itu yang terlihat memiliki pamor yang sangat kuat sebagai seorang kaisar yang dihargai dan disegani oleh para bawahannya. Siapa yang mengetahui kalau ternyata di dalam hatinya menyimpan luka yang sangat besar karena perselingkuhan sang permaisuri terhadap dirinya.
" Kaisar, Apakah Kaisar ingin hamba mempersiapkan kamar di restoran ini? Barangkali Kaisar ingin lepaskan penat dengan gadis tercantik yang ada di restoran ini?" tanya Sang kasim benar-benar hati-hati.
" Hmmm," ujar sang Kaisar masih terlihat cuek dan tidak terlalu memperdulikan sang Kasim.
Karena saat ini sang Kaisar sedang memperhatikan pangeran Han Ming yang terlihat sedang bersama dengan wanita penghibur yang ada di restoran itu.
" Pangeran. Kenapa Pangeran lama sekali untuk membawa Saya menuju ke istana? Bukankah Pangeran pernah berjanji kepada saya akan menjadikan saya selir sang Kaisar kalau saya bisa menyenangkan Pangeran?" tanya wanita penghibur itu sambil bersikap manja kepada pangeran Wang Ming yang saat ini tangannya sudah bergerilya kemana-mana.
" Ah, kamu selalu ingat saja! Saat ini kakekku sedang tidak mood untuk memilih seorang selir. Sekarang kakekku sibuk bekerja. Sehingga kami sangat sulit untuk memasukkan selir baru ke dalam istana. Kamu harus menunggu penyeleksian kalau misalkan kakekku menginginkan selir baru, maka aku pasti akan merekomendasikanmu!" pangeran genit itu kemudian mengajak Wanita yang ada di dalam pangkuannya ke dalam kamar yang sudah dia sewa.
' Kurang ajar juga dia. Sungguh lancang sekali! Dia ingin memberikan pelacur bekas dia kepada diriku? Huh, dia pikir dia siapa?' monolog Sang Kaisar merasa kesal kepada anak dari adiknya.
" Tampaknya aku harus membereskan para sampah-sampah itu. Merekalah manusia kotor yang telah mengotori dinasti!" amarah sang Kaisar tampaknya tidak bisa dibendung lagi melihat kelakuan banyak keturunannya yang lebih mementingkan maksiat dan juga hawa nafsu mereka.
Padahal telah diatur selama perjalanan akan dilakukan penyergapan dan pembunuhan secara rahasia yang sudah diatur oleh kasihan kepala untuk Jenderal khianat itu.
Kaisar juga telah membunuh Permaisurinya dengan menggunakan racun mematikan yang tidak akan kedeteksi oleh siapapun secara diam-diam oleh dayang istana kepercayaan yang telah diperintahkan oleh Kasim Kepala atas perintah Kaisar.
***
Pangeran Wang Xue di ajak oleh Xiang Liu ke apartemen miliknya.
" Kau siapa? Kenapa kau mau membantuku?" tanya Pangeran Wang Xue yang merasa heran ada orang yang baru pertama kali melihatnya tetapi sudah mengajak dia ke tempat tinggal miliknya yang sangat mewah dan besar sekali.
" Perkenalkan nama saya Xiang Liu. saya adalah pemilik sekaligus pemimpin museum dinasti yang ada di era masa kini. Kalau boleh tahu. Siapakah Anda dan Apa tujuan Anda datang kemari?" tanya Xiang Liu penasaran.
" Namaku adalah Pangeran Wang Xue. Aku datang kemari untuk mencari adikku yang bernama Pangeran Wang Han dan dayang nya yang bernama Xie'er. Mereka menghilang ketika jatuh ke danau yang ada di belakang istana kerajaan lebih tepatnya di belakang Paviliun musim dingin dan begitupun aku yang tersesat ke alam ini ketika terjadi pusaran di danau itu!" Pangeran Wang Xue menjelaskan semuanya kepada Xiang Liu.
Xiang Liu cukup terkejut ketika mendengarkan kedua nama yang sudah tidak asing baginya karena baru kemarin dia berbicara dengan mereka.
" Jadi pangeran adalah pangeran yang berasal dari dinasti Ming?" Tanya Xiang Liu.
Dia sangat senang sekali ketika melihat sang pangeran menganggukkan kepalanya.
" Pangeran ikutlah denganku ke museum dan aku akan memperlihatkan kepadamu bahwa di museumku banyak sekali benda antik peninggalan-peninggalan dari istana kerajaan dinasti Ming. Mungkin di sana ada benda-benda kesayangan milik pangeran juga!" Xiang Liu membujuk kepada sang pangeran untuk mengikutinya ke museum.
' kalau aku bisa memanfaatkan dia untuk dijadikan icon museumku. Pasti museum akan begitu ramai karena pangeran Wang Xue yang terkenal di masa era dinasti benar-benar ada di hadapan mereka!' batin Xiang Liu merasa sangat senang sekali melihat sang pangeran yang kelihatannya agak mudah untuk dipengaruhi untuk mengikuti rencana maupun keinginannya.
Pangeran Wang Xue kesulitan menelan salivanya sendiri ketika melihat pakaian Xiang Liu yang begitu seksi ketika berada di hadapannya.
Xiang Liu benar-benar tidak melepaskan kesempatan bisa bercinta dengan seorang pangeran yang begitu tampan seperti dia.
Xiang Liu sadar kalau sedang tadi Sang pangeran terus memperhatikan dirinya.
Xiang Liu adalah ahli sejarah yang mengetahui bahwa pangeran adalah seorang playboy yang memiliki banyak sekali selir di istana kediamannya.
' Aku akan menaklukkan Pangeran mata keranjang ini dengan tubuhku yang molek. Aku yakin dia akan menuruti semua yang kuinginkan!'. bathin Xiang Liu yang akhirnya menyuguhkan tubuhnya yang melek di hadapan sang pangeran yang langsung melotot sempurna melihat Xiang Liu yang melepaskan gaun yang dia gunakan tepat di depan matanya.
" Pangeran aku akan selalu bersedia untuk melayanimu asal kau juga bersedia untuk mengikuti semua keinginanku!" bisik Xiang Liu di telinga sang pangeran yang benar-benar sudah tidak mampu lagi untuk menahan hasrat yang sejak tadi terus menggoda imannya yang meronta-ronta.
Akhirnya mereka berdua pun sibuk dengan hasrat liar yang ada di dalam diri mereka masing-masing. Saling ingin memuaskan dan mencari kebahagiaan masing-masing.
Xiang Liu tampak begitu puas dengan pelayanan sang pangeran yang memiliki tenaga Super Kuat karena dia yang terbiasa berlatih pedang dan juga kuda serta pemanah yang sangat handal.
" Pangeran benar-benar sangat luar biasa!" ucap Xiang Liu memuji sang pangeran setelah mereka selesai dengan penuh yang begitu membanjiri kening mereka masing-masing yang sama-sama liar.