Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
24. Ada apa sebenarnya?


Pangeran Wang Xue yang saat ini berada Dinasti Ming tiap hari terus mencari keberadaan adiknya dan juga pelayannya.


" Aneh sekali! Ke mana mereka berdua? Para pelayan mengatakan kalau mereka berdua tenggelam di danau. tapi kenapa kami sudah mengeringkan air danau pun tidak bisa menemukan keberadaan mereka? Ini benar-benar sesuatu hal yang sangat aneh sekali!" bathin Pangeran Wang Xue sambil terus menatap Danau tempat di mana adiknya menghilang bersama dengan pelayannya.


" Yang mulia Kaisar Setiap hari selalu saja menanyakan cucunya. Seharusnya sekarang Pangeran Wang Han sudah berangkat ke perbatasan untuk melindungi kerajaan ini!" Pangeran Wang Xue terus mondar-mandir dan berusaha untuk mencari jejak keberadaan adiknya.


Sekarang air di Danau itu sudah kembali penuh setelah beberapa hari hujan terus mengguyur tempat mereka.


" Pangeran Wang Xue tadi ada mandat dari yang mulia Kaisar agar Pangeran bisa menghadap beliau di istana!" ucap pengawal yang ada di kediaman sang pangeran.


Pangeran Wang Xue lihat begitu prestasi mendengarkan apa yang dikatakan oleh sang pengawal.


" Pasti kakekku akan bertanya lagi tentang adikku. Ya Tuhan! Apa yang harus kulakukan sekarang? Pangeran Wang Han dan Xie'er sebenernya kalian sekarang berada di mana Kenapa kalian tidak ada hentinya membuat Kepalaku sangat pusing?" tanya Pangeran Wang Xue sambil terus memijat kepalanya yang terasa begitu pusing.


" Baiklah katakan kepada kakekku bahwa aku akan segera datang ke istana besok pagi!" setelah mengatakan itu Pangeran Wang Xue kemudian masuk ke dalam rumahnya untuk menenangkan diri.


Entah kenapa sejak Kehilangan Xie'er, hati Pangeran Wang Xue seakan tidak bersemangat untuk melakukan sesuatu.


Pangeran Wang Xue masih ingat Bagaimana pelayannya itu dengan begitu telaten merawat luka-lukanya dan juga merahasiakan tentang apa yang dia lakukan selama ini.


" Ya Tuhan!! Perasaan macam apakah yang saat ini sedang kurasakan? Apakah benar kalau aku jatuh cinta kepada pelayan ku sendiri?" monolog Pangeran Wang Xue yang benar-benar merasa pusing dengan masalah yang saat ini sedang dia hadapi.


***


Kaisar mendapatkan kabar dari kediaman Pangeran Wang Xue bahwa cucunya Pangeran Wang Han dan Xie'er yang melupakan pelayan yang bekerja di kediaman sang cucu tercinta setelah menghilang hampir lebih dari satu bulan lamanya.


" Ke mana sebenarnya mereka berdua? Kenapa sampai sekarang Pangeran Wang Xue belum juga datang untuk melapor padaku?" tanya sang Kaisar yang sangat pusing dengan kelakuan para cucunya yang selalu saja memberikan kepeningan di kepalanya.


" Tenanglah yang mulia Kaisar jangan sampai Anda merasakan beban dan tekanan yang terlalu besar karena hal itu sangat tidak baik untuk kesehatan yang mulia Kaisar!" ucap Kasim kepada kaisar yang saat ini sedang pusing sekali kepalanya karena memikirkan masalah cucu-cucunya yang sampai saat ini selalu saja membuatnya khawatir.


Reputasi Pangeran Wang Xue di istana kerajaan benar-benar sudah tidak mungkin di ragukan lagi. Bagaimana dia begitu banyak memelihara selir dan juga dayang cantik di istananya.


" kau tahu kan reputasi kedua cucuku di luar sana sangat buruk bahkan Pangeran Wang Han juga aku dengar suka bermain di rumah bordir!! Ya ampun mau dijadikan apakah istana kerajaanku kalau generasiku semuanya hancur seperti itu?" tanya Kaisar yang benar-benar frustasi dengan kelakuan cucunya yang selalu saja membuat pusing kepalanya.


Kasim terus berusaha untuk menghibur sang Kaisar agar bisa berpikir rileks dan positif terhadap cucu-cucunya.


" Untungnya putra mahkota bisa kita andalkan untuk meneruskan tahta kerajaan!" kaisar terlihat menghela nafas dengan begitu lega ketika dia mengingat tentang putra mahkota yang selama ini menjadi ikon dan kebanggaan istana kerajaannya.


Kasim hanya tersenyum melihat sang kaisar yang begitu bangga terhadap putra mahkota.


" Baiklah Kaisar hari sudah semakin malam tadi hamba sudah mendapatkan berita dari pengawal bahwa Pangeran Wang Xue besok akan datang ke istana untuk menghadap Kaisar!" ucap Kasim kepada sang kaisar yang kemudian bangkit dari duduknya dan menuju ke kediaman pribadinya yang berada di Pavilion naga.


Kaisar lebih memilih untuk tinggal sendiri daripada bersama permaisuri maupun selir-selirnya.


Kaisar sengaja menjalani hidup seperti itu agar bisa lebih banyak mengurus tentang rakyat yang dia pimpin selama ini.


Kaisar tidak mau kalau sampai rakyat berpikir bahwa dirinya adalah seorang kaisar yang hanya memperdulikan wanita cantik di dalam hidupnya seperti cucu-cucunya yang sangat menggilai wanita cantik.


Kaisar tidak mengerti bahwa gara-gara perbuatannya seperti itu membuat banyak selir yang kemudian malah berselingkuh dengan pengawal yang menjaga mereka.


Bagaimanapun para selir juga merupakan manusia yang menginginkan belaian dan cinta dari suaminya.


Akan tetapi Kaisar lebih mengutamakan negaranya daripada kehidupan rumah tangganya bersama para selir maupun permaisuri yang dia miliki.


" Baiklah aku hari ini akan pergi ke kediaman permaisuri! tolong tidak usah membuat keributan apapun Aku ingin pergi dalam senyap ke tempat permaisuri!" Kaisar kemudian meninggalkan Kasim yang tadi mengikutinya sampai ke Paviliun naga.


Kasim tidak banyak mengatakan apa-apa dia hanya melihat sang kaisar yang tampak begitu lelah karena memikirkan negara dan juga keluarganya.


Sang kaisar yang begitu baik dan juga bijaksana. Kasim tidak pernah melihat sang kaisar yang begitu baik semasa dirinya mengabdi di kerajaan.


" Semoga sang Kaisar diberikan umur panjang dan kebahagiaan yang berlimpah!" doa sang kasim sambil mengiringi Kaisar di belakangnya.


Sesuai dengan perintah dari sang Kaisar bahwa kepergian mereka dalam senyap dan tidak ada kabar apapun disampaikan kepada permaisuri tentang kedatangan sang Kaisar ke papilion yang dia tempati.


Kaisar mengerutkan keningnya ketika dia melangkahkan kaki ke Paviliun sang permaisuri terdengar ******* Kenikmatan dari bibir permaisuri nya yang sudah hampir satu bulan tidak pernah dia kunjungi.


" Ah sayang!! Kau setiap hari semakin pintar memanjakan tubuhku!" ucapan Permaisuri benar-benar mengagetkan sang Kaisar yang saat ini masih membeku di tempat saat dengan mata kepala ny sendiri dia melihat Permaisuri barunya sedang bergumul dengan jendral kerajaan nya.


" Apakah kaisar tidak bisa memuaskan kamu sayang?" tanyanya sambil terus menggerajkan tubuhnya untuk mencari kenikmatan bersama sang permaisuri.


" Aiya!! Kaisar tua itu bagaimana dia bisa menyenangkanku? Dia sudah sibuk mengurus batuknya sendiri! Haha!" hati Sang Kaisar benar-benar merasa sakit ketika dirinya dijadikan bahan lelucon oleh pasangan Durjana itu.


" Kau bisa memanggilku ketika membutuhkan kehangatan dan senjataku yang akan selalu siap menghangatkan tubuh mulusmu ini. Aih, Kaisar bodoh itu benar-benar tidak mensyukuri apa yang dia miliki. Kenapa dia membiarkan wanita cantik seperti kamu menganggur setiap malam? Sungguh tolol!" umpat jendral itu sambil mengerang penuh kenikmatan saat dia berhasil mencapai puncak kenikmatan terlarang mereka.


Akan tetapi sang Kaisar terus menyebarkan dirinya dan tidak melakukan apapun terhadap mereka berdua.


Hati Kaisar benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengarkan saat ini.


Kaisar masih terdiam di tempatnya Begitu juga dengan Kasim yang tadi mengikutinya. Mereka ingin melihat sejauh apakah kebinalan sang permaisuri dengan sang jendral yang selama ini sangat dipercaya oleh kaisar untuk menjaga istrinya yang baru saja satu tahun dia angkat sebagai permaisuri.


" Biarkan mereka menikmati malam ini! Karena besok kepala mereka akan aku penggal dan akan aku pajang di balai kota sebagai contoh manusia-manusia khianat yang tidak setia kepada kerajaan ini!" setelah mengatakan itu Kaisar pun kemudian meninggalkan Paviliun yang ditempati oleh sang permaisuri.


Hati Sang Kaisar benar-benar sangat sakit sekali tidak mengira bahwa ternyata permaisuri barunya yang begitu cantik dan juga begitu polos di hadapannya ternyata sangat liar saat bercinta dengan jendral nya.


Hati Sang Kaisar sampai saat ini masih merasakan sakit ketika mengingat kembali apa yang dikatakan oleh permaisuri dan selingkuhannya tentang dirinya.