Cinta Xie'Er

Cinta Xie'Er
25. Stategi!


Sang kaisar masih diam saja di dalam Pavilion pribadinya saat ini hatinya benar-benar sedang marah dan juga kesal kepada permaisuri yang selama ini sangat dia banggakan.


" Nyatanya kecantikan dan kepolosan wajahnya saat di hadapanku. Bukanlah suatu jaminan bahwa dia adalah wanita baik-baik." menolong sang Kaisar sambil mengepalkan sebuah telapak tangannya untuk menahan amarah di hatinya saat ini.


Bagaimanapun dirinya adalah seorang Kaisar di kerajaan ini dan tidak mungkin dia harus mengumbar amarahnya kepada publik karena perselingkuhan permaisurinya. Dia harus mencari cara untuk menghukum permaisuri dan jenderal tanpa harus membuka aib tersebut dihadapan seluruh punggawa istana.


" Kasim! Carilah cara untuk aku bisa menghukum mati Jenderal itu tanpa harus mengotori tanganku!" perintah sang kaisar kepada Kasim kepala yang merasa prihatin melihat sang kaisar yang begitu sedih dan juga marah setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri perselingkuhan sampai mencuri yang selama ini dia cintai.


Bahkan demi permaisuri barunya itu, Kaisar sampai mengirim permaisuri sebelumnya ke istana musim gugur dengan alasan sang permaisuri yang memiliki kecemburuan berlebihan kepada para selirnya.


Di dalam hukum kerajaan rasa cemburu seorang permaisuri adalah dosa besar maka karena itu sampai saat menggunakan hal itu untuk mengirim permaisurinya yang merupakan ibu kandung dari Pangeran Wang Sun ayah dari Pangeran Wang Xue dan Pangeran Wang Han.


" Baiklah Kaisar! Sekarang lebih baik Faisal beristirahat dulu agar kesehatan Kaisar tidak terganggu. Saya takut kalau sampai kaisar sakit gara-gara memikirkan para penghianat yang tidak layak untuk mendapatkan apresiasi dari yang mulia Kaisar. Tenanglah Kaisar sebentar lagi hamba pasti akan menyusun rencana untuk menghukum Jenderal dan juga permaisuri tanpa yang mulia Kaisar harus turun tangan sendiri!" Kaisar menatap Stasiun kepalaku yang selama ini telah mendampinginya. Semenjak dia masih menjadi putra mahkota.


Bisa dikatakan hubungan mereka sangat dekat sekali. Sudah lebih dari 50 tahun mereka bersama. Sang Kasim benar-benar mengerti sifat dan juga perasaan sang kasar dengan baik, bahkan mungkin mengenal sang Kaisar lebih baik dari Kaisar sendiri.


" Apakah kau tahu? belum pernah aku merasa menyesali sesuatu seperti saat ini. Aku telah mengirimkan permaisuri yang merupakan ibu dari putra mahkota kerajaan ini hanya untuk pelacur seperti dia. Aku benar-benar telah dibutakan oleh kepolosannya dan juga kemanjaannya di hadapanku!" monolog santai saja sampai saat ini masih belum terima dirinya dikhianati oleh sang permaisuri yang baru.


" Permaisuri Wen Sie memang sangat keterlaluan sekali karena berani untuk bermain gila dengan jendral Hong Min. Tenanglah Kaisar kita pasti bisa menemukan cara untuk menghukum mereka. Tanpa mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi!" sang Kasim berusaha terus untuk menghibur sang kaisar yang saat ini hatinya benar-benar sedang merasakan sakit luar biasa gara-gara melihat perselingkuhan sang permaisuri yang benar-benar lewat batas.


" Baiklah kasim kau kembalilah ke tempatmu. Aku akan beristirahat sekarang!" sang Kaisar kemudian memerintahkan pasiennya untuk kembali ke tempatnya.


Kasim kepala pun kemudian mengundurkan diri karena dia pun paham bahwa sang Kaisar pasti membutuhkan waktu untuk sendiri dan memikirkan kembali tentang kehidupannya selama beberapa tahun belakangan ini.


Kaisar menghela nafas dengan berat berkali-kali. Dia masih kembali mengingat apa saja yang dibicarakan oleh sang permaisuri dan selingkuhannya yang sangat menghina dirinya sebagai seorang laki-laki maupun sebagai seorang kaisar.


" Kurang ajar!!" Kaisar benar-benar emosi memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh mereka tentang dirinya.


" Akan kupastikan kalian mendapatkan balasan atas penghinaan ini!" sang kaisar kemudian melemparkan batu tinta yang ada di sampingnya untuk melampiaskan emosi di hatinya yang luar biasa.


" Kalian akan menangis darah atas semua penghinaan dan semua tawa yang kalian lakukan untuk mengejekku!" Tampak Kaisar yang sudah masuk usia senja itu begitu marah dan kesal luar biasa.


***


Pangeran Wang Xue segera menuju ke istana kerajaan untuk bertemu dengan kakeknya.


" Pangeran Wang Xue katakan pada kakek di mana sekarang adikmu? Kenapa sudah lama dia tidak pernah menghadiri sidang istana?" tanya?" tanya Kaisar kepada cucunya.


" Kakek! Saya juga tidak tahu di mana adikku sekarang. Dia menghilang bersama dengan pelayan baru kami. Dia jatuh ke danau dan sampai sekarang tidak kami temukan di mana tubuhnya. Saya sudah berusaha untuk mengeringkan danau itu tetapi kami tidak menemukan apapun di sana!" Pangeran Wang Xue mencoba untuk menerangkan kepada sang Kaisar tentang Kejadian yang sesungguhnya.


" Apakah sebelumnya ada kejadian aneh di dalam kediamanmu?" tanya Kaisar pada Pangeran Wang Xue yang terlihat bingung.


Kaisar tampak begitu serius mendengarkan keterangan dari sang pangeran.


" Tampaknya memang ada sesuatu yang aneh dengan danau itu teruslah selidiki sehingga kita bisa menemukan kembali adiknya. Kakek yakin kita pasti bisa menemukan celah untuk mendapatkan kembali adikmu!" setelah mengatakan semua itu Kaisar pun kemudian mengijinkan cucunya untuk meninggalkan istana kerajaan.


Pangeran Wang Han Ya sudah meninggalkan Dinasti Ming lebih dari satu bulan benar-benar membuat khawatir pihak istana.


Bagaimanapun juga Pangeran Wang Han adalah Jenderal yang sangat penting yang ada di istana kerajaannya.


" Aneh sekali kenapa sejak kejadian dia jatuh ke danau itu, sampai sekarang tidak ada kabar berita tentang adikku maupun pelayan yang ada di kediamanku?" Pangeran Wang Xue terus menggelengkan kepalanya dan merasa bingung dengan semua kejadian aneh yang melingkupi hilangnya Xie'er dan Pangeran Wang Han.


Pangeran kemudian kembali ke kediamannya. Pada malam hari, Pangeran Wang Xue terlihat terus menatap ke arah danau yang tampak air nya bergejolak seperti air mendidih.


Pangeran Wang Xue melihat seperti ada pusaran di tengahnya.


" Apa itu?" Pangeran Wang Xue semakin dekat dan melihat apa yang sedang terjadi.


" Apakah kemarin adikku masuk ke dalam pusaran itu sehingga membuatnya tidak bisa kembali lagi kemari?" tanya Pangeran Wang Xue merasa penasaran sekali.


Pangeran Wang Xue kemudian mencoba untuk memberanikan diri menyentuh pusaran air tersebut. Siapa yang mengira kalau ternyata tangannya Malah seperti tertarik dan akhirnya masuk ke dalam gelombang pusaran air yang begitu besar.


Pangeran Wang Xue sampai merasakan pusing kepalanya dan akhirnya menyerah untuk memberontak.


Pangeran Wang Xue memasrahkan hidupnya kepada yang maha segalanya. Hingga akhirnya sang pangeran pun pingsan dan tidak sadarkan diri.


Ketika Pangeran Wang Xue terbangun dia begitu terkejut saat melihat dirinya yang keluar di sebuah danau yang ada di pinggiran kota. " Ya ampun tempat apa ini? Kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Pangeran Wang Xue yang benar-benar merasakan sakit kepalanya dan juga tubuhnya.


Pangeran Wang Xue benar-benar bingung sekali dengan keadaan yang saat ini.


" Aku di mana ini?" tanya Pangeran Wang Xue yang sekarang sudah keluar dari danau.


Dengan tertatih sang pangeran pun lalu pergi dari area danau itu.


Sepanjang jalan Pangeran Wang Xue benar-benar seperti orang linglung dan tidak punya arah sama sekali. Kemana dia akan melangkah kakinya?? Pangeran Wang Xue benar-benar tidak mengerti sama sekali.


Penampilannya yang menggunakan pakaian zaman kerajaan kuno. Akhirnya sedikit demi sedikit menarik perhatian para pengunjung yang ada di daerah sekitar danau.


" Ya ampun! Sebenarnya ada apa ini?" tanya Pangeran Wang Xue yang benar-benar merasa bingung dan juga takjub dengan jalan maupun bangunan-bangunan indah yang terlihat di depan matanya.


Xiang Liu yang kebetulan sedang melintas di dekat danau. Dia melihat ke arah Pangeran Wang Xue yang sedang berjalan kaki dengan pikiran yang tidak tenang dan linglung banget.