
" Kau menyebalkan!! Padahal yang pengantin baru itu mereka. Tetapi kau yang bersikap manja seperti ini padaku! Kita harus melangsungkan resepsi pernikahan dulu untuk mereka berdua. Bagaimanapun aku tidak bisa tenang kalau hanya membiarkan pernikahan mereka begitu saja!" ucap ibunya Xie'er yang menatap suaminya.
" Jadi kau ingin kita melakukan resepsi ulang untuk mereka?" tanya Chang Liu kepada istrinya.
" Kita lakukan kembali pernikahan mereka. Karena aku ragu dengan pengakuan Mereka. Melihat apa yang terlihat dari wajah mereka berdua saat ini. Aku yakin ada yang mereka sembunyikan dari kita!" Chang Liu terlihat berpikir dan mencerna apa yang dikatakan oleh istrinya.
Mereka pun kemudian mulai menghubungi wedding organizer untuk melangsungkan pernikahan Xie'er dan Pangeran Wang Han.
" Kau yakin mereka akan mau?" tanya ayahnya Xie'er merasa ragu dengan apa yang sedang mereka lakukan saat ini.
Ibunya Xie'er terlihat menghela nafasnya dengan dalam. Dia tahu, kalau sekarang Putrinya sudah besar dan sangat sulit untuk dikendalikan lagi oleh mereka berdua.
" Baiklah sebaiknya kita menunggu mereka untuk bangun. Baru kita nanti membicarakan lagi apa yang akan kita lakukan!" ucap ibunya Xie'er.
Karena bagaimanapun dia tidak mau melangkahi putrinya untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh Xie'er.
Xie'er adalah seorang wanita yang memiliki kekerasan hati yang sangat sulit untuk diselami. Selama ini kedua orang tuanya pun sangat sulit untuk mengendalikan dia.
Sekitar pukul 09.00 terlihat Xie'er yang mulai keliatan batang hidungnya.
" Apakah suamimu sudah bangun?" tanya Chang Liu saat dia melihat Xie'er yang masih menguap saat keluar dari kamarnya.
" Ya ampun Pah. Jam berapa mereka baru tidur? Sudah jam 9 baru bangun dan Xie'er masih menguap karena ngantuk?" bisik ibunya Xie'er sambil mesem-mesem saat dia melihat putrinya yang sekarang duduk di meja makan dengan begitu cuek.
" Yang jadi bahan pertanyaan Papah. Berapa ronde pangeran itu mampu melakukan itu?" bisik Chang Liu yang auto mendapatkan hadiah melotot dari sang istri.
Chang Liu hanya meringis melihat istrinya.
" Kalian kenapa dari tadi terus berbisik-bisik seperti itu?" tanya Xie'er merasa bingung dengan kelakuan kedua orang tuanya yang sangat aneh baginya.
Kedua orang tua Xie'er malah pergi ke kamar mereka setelah Chang Liu terus menarik tangan istrinya untuk mengikuti dirinya ke dalam kamar.
" Tidak ada apa-apa! Lanjutkan saja cetak bolunya! Kami pergi dulu." ucap Chang Liu sambil berlalu dari hadapan Xie'er yang mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan ucapan ayahnya yang sangat ambigu.
" Eh siapa yang sedang cetak bolu? Kalian masih pagi sudah gila kah?" tanya Xie'er sambil menggelengkan kepalanya melihat kedua orang tuanya yang sangat aneh baginya.
Pangeran Wang Han yang juga baru bangun tampak melihat Xie'er yang belum mandi juga. Saat Pangeran Wang Han melihat kedua orang tua Xie'er yang saat ini sedang mengintip di pintu kamar mereka.
Pangeran Wang Han sengaja mencium bibir Xie'er dengan lembut. Saat Xie'er mau berontak, Pangeran Wang Han langsung berbisik di telinga Xie'er, " Kedua orang tuamu saat ini sedang mengawasi kita berdua. Jadi bersikaplah bijak!" ucap Pangeran Wang Han berbisik di telinga Xie'er.
Pangeran Wang Han yang terlalu menjiwai ciuman itu, dia bahkan menggendong Xie'er ke dalam kamar dengan bibir mereka yang masih bertaut, hal itu sukses membuat Chang Liu menjadi kesulitan menelan salivanya sendiri. Dan dia langsung menutup pintu kamarnya dan mengajak istri nya untuk bercocok tanam, gak mau kalah sama anak dan menantu nya yang masih pengantin baru.
Setelah berada di dalam kamar, Xie'er langsung melarikan diri dari Pangeran Wang Han yang tampak begitu menikmati peran barunya sebagai suami dari Xie'er.
" Ayolah!! Kamu ko suka sekali menyiksa aku sih? Dari kemaren aku menahan ini loh!" ucap Pangeran Wang Han sambil menunjukkan sesuatu yang sudah bangkit dari tadi di balik celana miliknya.
" Ih, apaan??" tanya Xie'er yang berusaha keluar dari kamar nya. Tapi Pangeran Wang Han tidak memberikan izin.
" Apa kau mau membuat kedua orang tuamu curiga dengan pernikahan kita berdua?" tanya Pangeran Wang Han dengan tatapan intimidasi kepada Xie'er yang langsung menggelengkan kepalanya.
" Ayolah kau jangan membuatku terus terpojok dengan kisah masa laluku! Kau tahu kalau aku adalah orang baik yang tidak pernah mengecewakan hati seorang wanita yang mencintaiku!" ucap Pangeran Wang Han sambil tersenyum.
" Aih, casanova kelas kadal!" ejek Xie'er sambil berusaha untuk membuka pintu kamarnya tetapi pintunya ternyata di kunci oleh Pangeran Wang Han.
" Mana kuncinya?" tanya Xie'er pada Pangeran Wang Han yang langsung menggelengkan kepalanya.
" Ada apa?" tanya Pangeran Wang Han seolah manusia tak berdosa.
" Ih, menyebalkan banget!! Mana kuncinya?? Bukankah tadi malam kau bilang kalau kau ingin mengunjungi museum Dinasti Ming yang ada di sini? Cepatlah bersiap! Kalau sudah siang di sana akan ramai sekali!" ucap Xie'er kepada Pangeran Wang Han.
" Benarkah?" tanya Pangeran Wang Han seperti yang tidak percaya dengan ucapan Xie'er yang langsung mengedikkan bahunya.
" Aku mandi dulu!" ucap Xie'er yang kemudian memutuskan untuk mandi saja. Dari pada melayani Pangeran Wang Han yang terus mengajak dia berdebat.
" Apa kau tahu? Kau sangat menggemaskan sekali!" tiba-tiba saja Pangeran Wang Han sudah ikut masuk ke dalam kamar mandi dan bersiap untuk mandi juga bersama Xie'er.
Xie'er memutar bola matanya malas melihat kelakuan Pangeran Wang Han yang sejak tadi terus saja berusaha membangun sentuhan fisik di antara mereka berdua.
" Keluarlah sebelum aku benar-benar menendang kamu dari rumah ini dan membiarkanmu tidur di jalanan!" ancam Xie'er dengan wajah horor yang membuat Pangeran Wang Han mulai terintimidas.
Sungguh seumur hidupnya sang pangeran baru merasakan ketakutan semacam itu.
' Aih!! Sulit sekali menaklukan gadis ini! Bagaimana aku bisa membawa dia ke Dinasti Ming kalau dia belum jatuh ke pelukan aku?' bathin Pangeran Wang Han merasa frustasi.
Xie'er menatap Pangeran Wang Han yang mulai keluar dari kamar mandi dengan lemas.
" Kau wanita yang keji!" ucapnya lemas.
" Bodoh amat!" ucap Xie'er merasa senang karena akhirnya bisa juga membuat Pangeran Wang Han kalah dan sekarang pergi dari hadapannya.
Setelah kepergian Pangeran Wang Han. Xie'er mengunci kamar mandi dan mulai berendam di bathtub. Terlihat Xie'er yang sedang memikirkan Pangeran Wang Xue yang saat ini ada di Diansti Ming.
Xie'er ingat waktu di remnya menolong sang pangeran yang terluka setelah melakukan pertarungan dengan para Bandit yang selalu mengganggu rakyat kecil.
" Apakah lukanya sudah sembuh?" tiba-tiba saja Xie'er ingat kepada Pangeran Wang Xue yang amat baik kepadanya di saat dirinya ada di sana.
Pangeran Wang Xue selalu melindunginya dari perbuatan jahat selir-selir ayahnya yang selalu membuat dia merasa tertekan dengan kecemburuan mereka.
" Pangeran Wang Xue apa kamu masih ingat dengan aku?" monolog Xie'er yang entah kenapa tiba-tiba ingat dengan Pangeran Wang Xue yang mempunyai selir banyak sekali di kediamannya.
Xie'er hatinya mulai menciut saat dia mengingat sang pangeran yang memiliki begitu banyak selir di kediamannya.
" Heran! Kenapa Dua Saudara Itu benar-benar menyebalkan?" tanya Xie'er mulai jengkel.
***
Pangeran Wang Han sedang mondar mandir di depan pintu kamar mandi. Dia benar-benar frustasi melihat kelakuan Xie'er yang sangat sulit di taklukkan olehnya." Usahaku gak boleh sia-sia!"