
" Aku melakukan itu karena aku adalah seorang pemuda yang baik hati. Aku tidak mau menghancurkan hati wanita yang mencintaiku! Oleh karena itu, aku memberikan kebahagiaan kepada mereka yang mencintaiku dengan mengajak mereka ke atas ranjangku!" ucapan Pangeran Wang Han benar-benar membuat Xie'er kesana setengah mati.
" Dasar Cassanova kelas kadal! Kau mencari pembenaran atas sikap burukmu!" Xie'er lalu menyuruhlalu menyuruh Pangeran Wang Han untuk keluar dari kamar nya.
" Istriku! Apa kau lupa? Kalau aku sekarang adalah suamimu. Kalau aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar ini, maka kedua orang tuamu akan curiga dengan pernikahan kita!" Xie'er tampak terkesiap dengan ucapan sang pangeran.
Xie'er kemudian jatuh terduduk di sofa yang ada di dalam kamarnya.
" Kau sangat pintar mengambil kesempatan dalam kesempitan! Padahal aku mengatakan ide untuk kau mengaku sebagai suamiku hanya ketika ada Xiang Liu. Tapi kau juga mengatakan hal itu di depan kedua orang tuaku!" Xie'er terlihat sangat lemas.
Pangeran Wang Han kemudian mendekatinya dan menggenggam tangannya.
" Kalau misalkan di rumah ini aku tidak berstatus sebagai suamimu di depan kedua orang tuamu. Maka ketika dia mengunjungi rumah ini pasti sandiwara kita akan terbongkar! Apa kau mau begitu?" tanya Pangeran Wang Han sambil menatap wajah Xie'er yang terlihat begitu frustasi.
Pangeran Wang Han tidak mengerti bagaimana lagi harus bicara kepada Xie'er yang saat ini sedang kesal setengah mati.
Tiba-tiba saja Xie'er memukuli tubuh Pangeran Wang Han karena gemes luar biasa pada pangeran yang memiliki hobi mempermainkan hati seorang wanita ketika dia berada di era Dinasti Ming.
" Dasar Kau menyebalkan!!! Kau memang sedang memanfaatkan aku agar bisa tidur di kamar ini bersamamu kan?" tanya Xie'er yang merasa kesal luar biasa.
Pangeran Wang Han, berusaha untuk menghindari pukulan dari Xie'er. Dia Akhirnya bisa menangkap kedua tangan Xie'er yang sejak tadi terus memegang tangannya.
" Ayolah?! Kau tahu kan? Kalau aku sedang berusaha untuk memperbaiki diriku? Tolong percaya padaku Xie'er. Aku tidak akan membuatmu kecewa! Aku akan berusaha untuk menjadi suamimu yang baik!" Xie'er sampai terkesiap mendengarkan semua yang dikatakan oleh Pangeran Wang Han.
" Eh, apa yang kau katakan sih? Ih, gak jelas banget!!! Kita kan bukan suami istri beneran! Udah sana jangan dekat-deket!! Awas ya!! Kalau sampai kau berbuat macam-macam denganku!! Maka aku akan mengulitimu!" Ancam Xie'er kepada Pangeran Wang Han yang saat ini sedang tertawa melihat wajah Xie'er yang sedang merona karena malu.
Bagaimana tidak? Pangeran Wang Han tadi menciumnya saat kedua tangan Xie'er berhasil dia tangkap.
" Apa kau tahu?? Kalau kau sekarang terlihat begitu cantik!" ucapan Pangeran Wang Han benar-benar sukses menggelitik hati seorang Xie'er yang seumur hidupnya baru berdekatan dengan seorang laki-laki.
Xie'er kemudian berdiri dan meninggalkan Pangeran Wang Han yang masih bergerak karena melihat Xie'er yang tersipu malu.
' Aku yakin kalau aku akan bisa menaklukkan dia! Akan aku buat dia jatuh cinta lalu aku akan membawa dia ke Dinasti Ming ketika aku bisa menemukan jalan untuk kembali ke sana!' bathin Pangeran Wang Han saat melihat Xie'er yang sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Xie'er membelakan matanya ketika melihat sang pangeran hendak berbaring di sampingnya juga.
" Eh, Apa yang kau lakukan kenapa Kau tidur di sini?" tanya Xie'er sambil menarik selimutnya dan berusaha menjauh dari sang pangeran yang malah tertawa lepas.
Pipi Xie'er seketika memerah saat dia merasakan kehangatan jangan ditawarkan oleh sang pangeran yang sewaktu di Dinasti Ming berniat ingin membunuhnya.
' Secara perlahan aku akan menarikmu ke dalam pesonaku dan aku yakin aku akan bisa membawamu ke Dinasti Ming dan membuat kamu bertekuk lutut padaku!' bathin Pangeran Wang Han yang saat ini sedang tersenyum licik. Hati Pangeran Wang Han masih merasa sakit atas kata-kata Xie'er kepadanya.
Akan tetapi Pangeran Wang Han juga merasa bingung sekali dengan perasaannya sendiri.
' Jangan sampai aku benar-benar jatuh cinta kepada gadis ini. Kalau tidak, maka balas dendamku tidak akan tercapai dengan sukses!' bathin Pangeran Wang Han saat dia melihat Xie'er yang sudah mulai terlelap di dalam pelukannya.
Xie'er sadar dirinya mau memberontak seperti apapun dia tidak akan pernah melawan sang pangeran yang memiliki tenaga kuat.
Asalkan sang pangeran tidak melakukan hal yang buruk dan memanfaatkan dirinya. Xie'er tidak masalah harus berbagi ranjang dengan sang pangeran.
Pangeran Wang Han pun akhirnya tertidur juga. untuk pertama kalinya sang pangeran merasa dia tertidur dengan begitu terlelap.
Pangeran Wang Han benar-benar tidak mengerti dengan dirinya sendiri.
Keesokan paginya ketika ibu Xie'er membangunkan mereka berdua, beliau merasa sangat bahagia sekali melihat keharmonisan pasangan baru yang ada di dalam rumahnya.
" Pah, kemarilah!! Kau lihatlah! Anak kita dengan pangeran itu benar-benar sangat serasi!" ibunya Xie'er bahkan matanya sampai berkaca-kaca karena melihat pemandangan di hadapannya.
Kedua orang tua Xie'er yang mengira bahwa mereka adalah pasangan suami istri yang sesungguhnya. Tentu saja dia merasa bahagia melihat anaknya hidup harmonis bersama suaminya.
" Semoga kita bisa segera punya cucu ya Pah? Wah kayaknya akan sangat menyenang kan mempunyai cucu yang terlahir dari seorang pangeran! Kita akan sangat diberkati dengan kelahiran cucu kita!" ibunya Xie'er benar-benar merasa bahagia sekali walaupun itu hanya masih ada di dalam bayangannya.
" Udah Mah!! Ayo kita keluar Mah. Jangan mengganggu mereka yang sedang berbulan madu! Bagaimana kalau kita kembali saja ke peternakan? Biarkan mereka berbulan madu di sini tanpa gangguan kita. Bagaimana?? Siapa tahu kan kalau kita tidak ada di sini, mereka akan produksi terus dan kita bisa segera punya cucu! Bukankah itu terdengar sangat menyenangkan sayang?" tanya ayahnya Xie'er tampak begitu bersemangat untuk membiarkan mereka berdua bersama.
Ibunya Xie'er tampak berpikir. " Ah Papa, kalau berada di peternakan terus saja menyerang Mama setiap hari. Sehingga membuat mama pegel-pegel!" protes ibunya Xie'er tampak misuh-misuh.
" Nanti yang ada bukannya mereka yang punya anak. Malah Mama yang brojol lagi! Mama ini udah tua Pah! Sudah tidak sehat dan tidak aman kalau sampai Mama hamil lagi di usia seperti sekarang ini!" ucap ibunya Xie'er sambil keluar dari kamar putrinya.
Chang Liu kemudian memeluk istrinya dari belakang dan terus membujuknya agar pergi ke peternakan milik mereka yang ada di pedesaan.
" Ayolah sayang!! Lagi pula kan pekerjaan kita memang di sana! Kalau kita harus bolak-balik kota dan pedesaan itu sangat melelahkan di jalan. Aku juga gak mau kesepian tinggal di sana sendirian saja, sayang!" bujuknya masih belum menyerah juga.