
Permaisuri Han Jiang hari ini dijadwalkan akan bertemu dengan kedua cucu sang Kaisar yang hari ini akan bertemu dengan suaminya. Dirinya akan diperkenalkan kepada kedua cucu kaisar yang salah satunya digadang-gadang akan menjadi putra mahkota kerajaan Ming.
" Permaisuri berhati-hatilah kabarnya kedua cucu sang Kaisar adalah laki-laki yang sangat suka memainkan hati perempuan." ucap sang dayang berusaha untuk mengingatkan junjungannya agar selalu berhati-hati.
Permaisuri Han Jiang hanya menganggukan kepala mendengar apa yang dikatakan oleh dayangnya.
Pangeran Wang Han dan Pangeran Wang Xue hari ini dijadwalkan akan mengunjungi kakeknya setelah kepulangan mereka dari era modern.
Xiang Liu tidak mau ditinggalkan di istana keluarga Wang. Xiang Liu ingin dengan mereka, ikut untuk bertemu dengan Kaisar. Tentu saja dia tidak akan melewatkan apapun yang ada di istana yang akan dia jadikan sebagai bahan untuk presentasinya ketika dia kembali ke alam modern.
" Uh, kau benar-benar seorang wanita yang sangat merepotkan!" ucap Pangeran Wang Xue yang tidak senang Xiang Liu selalu mengekornya kemanapun dia pergi.
Xiang Liu hanya meringis dan dia tidak peduli apapun yang dikatakan oleh Pangeran Wang Xue. Bagiannya yang penting dia bisa mendapatkan apa yang menjadi bahan penasaran di hatinya yaitu tentang kehidupan era dinasti Ming di masa lalu yang selama ini hanya dia lihat di dalam museumnya.
" Sudahlah kak! Kau tidak usah terlalu keras terhadap teman tidurmu. Dialah satu-satunya oang yang sudah menolongmu ketika kau berada di era modern. Jadi, sebaiknya kau hargailah dia jangan terlalu keras dan selalu marah-marah terhadapnya. Kasihan dia!" tegur Pangeran Wang Han kepada kakaknya yang terlihat tidak menghargai seorang wanita.
Pangeran Wang Xue hanya beedecak lidah mendengarkan apa yang dikatakan oleh adiknya yang menurutnya sok tahu.
' Aku harus berusaha untuk membuat dia jatuh cinta kepada Xiang Liu. Sehingga secara perlahan dia akan melupakan Xie'er. aku tidak rela kalau sampai Xie'er ku menjadi istri dia yang sesungguhnya. Xie'er hanya boleh menjadi Permaisuriku dan aku akan memastikan itu benar-benar terjadi,' bathin Pangeran Wang Xue sambil melirik sekilas kepada adiknya yang saat ini duduk di depannya di dalam kereta kuda keluarga Wang yang terhormat karena termasuk bangsawan yang disegani di kerajaan Ming.
Xiang Liu bisa melihat bahwa kakak beradik itu memiliki kecenderungan bersaing satu sama lain.
" Katakan padaku Diantara Kalian berdua Siapakah yang akan menjadi putra mahkota dari kerajaan Ming?" tanya Xiang Liu sambil menatap tajam Kedua saudara itu yang saat ini saling melirik satu sama lain.
Pangeran Wang Xue tersenyum penuh kebanggaan. " Tentu saja aku!! Aku adalah anak kebanggaan Ayahku dan juga kakekku!" ujar Pangeran Wang Xue dengan jumawa.
Pangeran Wang Han hanya menatap kakaknya dengan sinis. Dia tidak mau mengotori hatinya dengan kesombongan seperti sang kakak.
Pangeran Wang Han hanya memilih tersenyum daripada menanggapi apa yang dikatakan oleh kakaknya.
Baginya cukup bekerja dengan baik pasti hasil pekerjaannya tidak akan menghianati hasil yang akan dia dapatkan.
Xiang Liu menatap kepada Pangeran Wang Han. Berharap laki-laki dingin dan datar itu menyanggah apa yang dikatakan oleh Pangeran Wang Xue. Tetapi Xiang Liu kecewa karena Pangeran Wang Han tetap diam saja dan tidak mengatakan apapun.
" Ada apa?" tanya Pangeran Wang Xue menatap Xiang Liu yang terus menatap adiknya dengan lekat.
Dirinya memang pernah satu kali menikmati tubuh Xiang Liu pada saat dirinya datang ke era modern. Tapi itu adalah sebuah kecelakaan yang tidak pernah masuk ke dalam hitungannya.
" Kau sangat menginginkan untuk menjadi pasangan salah satu diantara kami?" tanya Pangeran Wang Xue pada Xiang Liu.
Xiang Liu tersenyum berbinar mendapat pertanyaan semacam itu dari sang pangeran.
" Tentu saja. Menjadi istri salah satu di antara kalian adalah suatu hal yang menyenangkan. Aku pasti akan senang sekali. Apalagi jika menjadi istrimu pangeran," Xiang Liu mendekatkan tubuhnya ke arah pangeran Pangeran Wang Xue dan tanpa rasa malu Xiang Liu menyentuh senjata rahasia Pangeran Wang Xue.
Seakan terkena serangan dadakan, Pangeran Wang Xue menjadi gelisah di buatnya. Xiang Liu memang paling tahu bagaimana caranya untuk membuat seorang laki-laki takluk padanya. Pangeran Wang Xue sudah keringat dingin. Para selirnya yang lain tidak ada yang sefrontal Xiang Liu. Dia bahkan berani mengelus senjatanya di hadapan Pangeran Wang Han yang merasa jengah luar biasa melihat kelakuan mereka.
" Jagalah kelakuan kalian! Sebentar lagi kita akan sampai di istana!" Pangeran Wang Han menegur mereka berdua yang seperti lupa diri. Xiang Liu memang wanita yang termasuk hyper $ex dan sangat suka bercinta saat ada orang lain yang memperhatikannya.
Rasanya daerahnya meningkat berkali-kali di depan apalagi diperhatikan oleh Pangeran Wang Han yang tampan rupawan. Membayangkan dirinya bercinta dengan kedua pangeran tampan kerajaan Ming, membuat darahnya berdesir luar biasa.
Xiang Liu berniat mendekati Pangeran Wang Han akan tetapi Pangeran itu langsung memberikan tatapan membunuh terhadap Xiang Liu yang langsung menciut nyalinya.
" Aih kalian gak asik," ujar Xiang Liu yang kemudian mengurungkan niatnya untuk membedah kedua pangeran itu.
Pangeran Wang Xue yang darahnya sudah berdesir luar biasa mendapatkan perlakuan dari Xiang Liu yang sangat liar menurut nya, akhirnya hanya menelan pil kekecewaan saat Xiang Liu meninggalkan dirinya begitu saja setelah merangsang dengan begitu frontal.
" Kau pergi begitu saja?? Kau tidak mau bertanggung jawab kepadaku?" tanya Pangeran Wang Xue tampak begitu frustasi menatap Xiang Liu yang tampak acuh saja setelah membuat kesayangannya menegang gara-gara perbuatan Xiang Liu.
" Wanita keji!" ujar Pangeran Wang Xue yang akhirnya memilih mengalihkan pandangannya keluar kereta kuda mereka.
Xiang Liu bersikap Masa bodoh dengan apa yang dikatakan oleh Pangeran Wang Xue.
Pangeran Wang Xue memang tergolong laki-laki yang sangat lemah kalau sudah berurusan dengan ranjang. Dirinya sudah berusaha sangat keras untuk besok menaklukkan hal demikian tapi kalau sudah digoda tetap saja dia selalu kelepasan dan lupa diri.
Pangeran Wang Han hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka berdua yang sangat absurd menurutnya.
" Ayo turun. Kita sudah sampai di istana kerajaan!" ucap Pangeran Wang Han kepada mereka berdua yang sekarang terlihat sering diam dan tidak mengatakan apapun.
Pangeran Wang Xue yang sedang kesal kepada Xiang Liu, dia hanya melirik sinis kepada wanita itu yang sudah berani bermain-main dengannya dan meninggalkan dirinya dalam siksaan yang luar biasa.