
Erland segera saja menyalakan obor itu dengan korek api yang di berikan oleh Andi tadi,Erland duduk santai di samping obor dengan tangan terulur ke depan sambil memegang besi itu.
Erland menggulung besi itu sampai panas dan baru berhenti saat di rasa besi itu cukup panas untuk menghukum paman Leon
"Tidak,tidak,jangan aku mohon jangan Erland,aku ini paman mu " teriaknya sambil menggeleng
meronta agar di lepas pun percuma,
"paman lihat ini apa,ini adalah balasan untuk kesakitan papa saat kau membunuhnya" geram Erland yang baru tahu ternyata meninggalnya papa Erland bukan karena kecelakaan ataupun sakit, melainkan di bakar hidup hidup oleh Paman leon.entah bagaimana caranya sampai saat ini mereka semua menganggap itu Murni kecelakaan atau murni karena sakitnya,Tapi bukan Zelda namanya jika hal sekecil ini tidak ia tahu,terang saja baru beberapa hari anak buah Zelda menyelidik kasus itu,Zelda sudah tahu dalang di balik meninggalnya papa Erland ialah karena di bakar hidup hidup oleh saudaranya sendiri,tujuannya untuk balas dendam dan berniat mengambil mama Erland ke sisinya,karena besar cinta paman Leon ke mama erland sangat lah lebih besar ketimbang saudaranya.
Erland berjalan dan menekan kaki paman Leon,
Sllssssssshhh
"Aaaaaarrkk" jerit paman Leon tak tertahankan saat besi panas itu mendarat cantik di pahanya hingga celana jeans paman Leon
"Uuuuhhh" jerit ketakutan dari Tiara yang melihat semua itu hanya bisa bersembunyi di belakang diwa.
"Kehidupan mereka sangat kejam" gumam Tiara dalam hati tak berani menatap langsung cara Erland menghukum paman Leon yang kenyataannya paman kandungan nya.
"Aku mohon stoppp! jangan siksa paman kaya gini Erland, maaf" lirihnya tapi ucapan itu di anggap hanya suara burung berlalu yang sangat indah di nikmati.
"Uuuh, sadis" ucap pelan Diwa menggeleng sedikit tersenyum
Zelda hanya duduk cantik sambil memperhatikan Erland, bagaimana kekejaman Erland,bagaiman cara dia membalas perbuatan orang tak pandang bulu,jika dia bersalah maka ia harus di hukum
"cocok sekali" gumam Zelda tak terdengar siapapun
"Rara" panggil Erland pada Tiara
Tiara yang masih bersembunyi di balik tubuh Diwa perlahan mengeluarkan tubuhnya,Erland menatapnya melihat raut wajah yang ketakutan membuat Erland mendekatinya, Erland menarik tanganya lembut.
"Percayalah,ini adalah hukuman yang pantas untuk seorang penjahat,bahkan ini belum seberapa untuk membalas sakit hati yang pernah tersemat di dada ini" ucap Erland sambil menaruh tangan Tiara ke dadanya.
Sangat jelas terasa dada Erland berdebar kencang,Tiara bisa merasakan ada ketakutan dan masih ada rasa simpati dalam dirinya,tapi ia tahu jika harta paling berharga dalam hidupnya adalah orang tuanya,yang satu di bunuh oleh orang yang kini di hukumnya dan yang satu lagi sempat di siksa olehnya beberapa waktu lalu,
Tiara memberanikan diri untuk menatap Erland dan Tiara mengangguk pelan sembari tersenyum.
tiara mengulurkan tangannya ,memberikan Erland sebuah pisau belati kecil yang sangat tajam, Erland dengan senang hati mengambilnya,
"Terimakasih baby" ucapnya berbisik, dan berbalik berjalan ke arah paman Leon
ssshh
ssshh
Jeritan semakin pelan dan bibir semakin pucat terlihat jelas dari wajah paman Leon.
ukhuk
ukhuk
paman Leon terbatuk
"Erland," lirihnya melihat Erland ke arahnya dengan memegang pisau di tanganya.
sreet
"aaaarrkkk,saa-kiit" jerit nya.
"Tangis kehilangan mama saat papa meninggal belum seberapa di banding kesakitan mu saat ini paman " geram Erland.
Sreeet
Erland kembali menampar paman Leon dengan pisau belati itu.
"aaaaaaa hhhaaa,stop Erland stop" Tangis paman leon merasakan sakit luar biasa.
Bayangan dirinya saat mulai berani mengusik TBW dan kehidupan anak iparnya terpampang jelas di memory nya , berputar terus layaknya kaset rusak.
Menyesal sangat jelas ia menyesal, menyesal mengapa dirinya terlalu ingin memiliki senjata itu,padahal sudah di lihat dari acara pelelangan waktu itu,bagaimana cara anggota TBW menghabisi lawan mereka.
hingga kakak iparnya sendiri ia culik dan ia siksa hanya untuk mendapatkan ap yang ia inginkan.
Erland melempar pisau itu dan kini tatapannya mengarah ke Zelda sang Anggel yang sejak tadi hanya duduk mengangkat sebelah kakinya di tumpu di kaki lainya,sedang tanganya lagi memainkan senjata api,Zelda mengangkat wajahnya dan segera melempat senjata itu tepat sasaran ke tangan erland.
paman Leon hanya bisa menunggu saat saat terakhirnya,ide menengadahkan wajahnya menatap sendu Erland dengan penuh penyesalan.
Erland mengangkat senjata itu ke arah kepala paman Leon.
paman Leon mengangkat wajahnya dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya,rasa sakit sudah tidak berasa lagi,pandangan melemah dan tubuh yang sudah berasa tidak di tempat membuat paman Leon pasrah ,ini akhir dari hidupnya yang selama ini ia bayangkan akan berada di tempat paling atas di antara para penjahat di beberapa negara itu.
andai ia tak serakah dalam jabatan ,maka hidupnya bisa saja masih bersenang senang di luaran sana menyewa para perempuan untuk menemani setiap malam kesepian nya.
"Penyesalanmu sudah tidak ada gunanya lagi paman,apa yang kamu perbuat itu yang akan kamu dapatkan, jadi SELAMAT TINGGAL PAMAN LEON" ujar Erland kemudian dengan sekali tarikan peluru itu Langsung menembus kepala paman Leon,
DOOR
tubuh paman Leon mengejang
"Aaaark" teriak Tiara yang mendengar dan melihat secara langsung bagaimana kejamnya Erland dan ini baru pertama kali dirinya melihat peluru menembus kepala manusia.
Erland berbalik melempar senjata api itu,langsung menuju Tiara dan memeluk Tiara erat.
tak terasa air mata Erland mengalir dari sudut matanya,Zelda dan yang lainya melihat adegan ini tahu betul bagaimana perasaan Erland saat ini,
"Apa yang Lo lakukan sudah benar kawan,gue salut sama loe" ujar Andi menepuk bahu Erland yang masih setiaemeluk Tiara,dan Andi berlalu meninggalkan ruangan itu
"Loe hebat land,bisa adil dalam mengambil keputusan tanpa pandang bulu,gue salut sama jiwa kepemimpinan loe" ujar Sinta juga mengelus punggung Erland kemudian meninggalkan nya.
"Gue banyak belajar dari loe land,memang orang jahat pantas mendapatkan karmanya" ujar Diwa juga meninggalkan Erland,sebelum nya Smpat menepuk bahu Erland.
"pemimpin yang adil tidak akan pernah memandang siapapun dalam memberi hukuman,dan loe harusnya tertawa lepas,orang yang sudah membunuh papa loe dan hampir memperkosa mama loe dan sempat menyiksa elo dan mama elo Kini sudah terbaring tak bernyawa di tangan loe ,gue percaya keputusan loe memang ini yang terbaik bagi loe dan nyokap Lo bahkan orang banyak" jelas Zelda panjang lebar, dengan menepuk pundak Erland dan meninggalkan mereka berdua di temani jasad sang paman yang kini sudah tergeletak di belakang Erland.
"Urus jenazah nya dan hapus permanen semua data tentang LEON ANUGRAHA" jelas Zelda melalui earphone nya saat dirinya berjalan ke arak keluar
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻