Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 144


" Gak, ,ini gak mungkin,loe pasti bohong sama gue" tangis Jihan kembali pecah melihat Johan terkapar tak berdaya.


"pembunuh loe, brengsek" teriak Jihan ingin memukul Tiara


"eits, , yang brengsek gue atau elo?" sarkas Tiara.


"gue bunuh loe *njing" geram Jihan


Tiara Manarik rambut Jihan dengan keras,hingga Jihan mendongak kesakitan," dengar baik baik,mulai hari ini hidup loe gak akan tenang selama gue masih hidup" bisik Tiara kemudian menghembuskan rambut Jihan dan berlalu dari ruangan Jihan di rawat,


"Camkan itu" tunjuk Erland


"Awas loe" tunjuk Andi juga mengikuti langkah mereka


"daaah " ucap Diwa meledek.


"aaarkh br3ngsek kalian, , gue bunuh kalian" teriaknya


"gue bunuh kalian, , aaaark , , ," Jihan mengamuk dan beberapa suster menghampirinya,


"lepasin , , gue mau bunuh mereka " teriaknya saat suster mencoba menenangkan dirinya


"Lee, paa,siin" ucap Jihan melemah saat jarum suntik itu masuk dan terlepas dari tubuhnya.


***


"Gue harus bisa menyingkirkan dia dan Revin harus jadi milik gue ,apapun caranya " telat Cindy masih tak mau menyerah.


ia mulai memikirkan cara agar dirinya bisa membalas Zelda.


sementara itu,di tempat lain Sinta duduk sendiri di sebuah bangku taman yang sering dia datangi,setiap memiliki waktu senggang dia selalu menyempatkan diri untuk sekedar menangkan diri di taman itu,dia terlihat sedang memandang anak anak kecil yang sedang bermain kejar kejaran sambil tersenyum.


" jadi anak cilik sangat menyenangkan bukan? tak perlu mikir ape lah tak same dengan orang dewasa, punye banyak pikiran yang bise buat otak stres" ucap seseorang dari belakang nya


ia menoleh dan mendapati boy yang juga berdiri tegak di belakangnya dengan kedua tangan nya dia lipat di dadanya sambil menatap lurus ke arah tatapan Sinta.


"boy, ,sejak kapan loe di sana?" tanya Sinta.


"tadi saye hanya jalan jalan,tak sengaja tengok kau dekak sini" ucap boy


"oh, , " jawab Sinta singkat


boy mendekat dan duduk di samping Sinta,


"Sinta, btw kamu Ade acara Minggu nie?" tanya boy


"besok? tidak ada,kenapa?" tanya Sinta


"mau tak bareng aku datang peresmian restauran yang aku same mama tempo hari,boy teraktir" ucap boy mengajak Sinta


"waah , ,hebat loe,mau buja resto di mana?" tanya Sinta


" itu di seberang sana" tunjuk boy melihat kebelakang di sana sudah banyak orang berlalu lalang bekerja untuk pembukaan restoran lusa.


"oke gue akan menjadi penikmat pertama di restoran loe, bagaimana?" tawar Sinta


"tak pe, , kau akan jadi pelanggan pertame,di jamin pasti kau suke ,di sana banyak menu menu khas Malaysia" jelas boy


"wAah bagus dong,gue gak sabar " ucap Sinta bertepuk tangan pelan.


**


sementara itu,di rumah dua keluarga berkumpul membahas pernikahan Zelda dan juga Revin yang akan di selenggarakan seminggu lagi,


"semua sudah beres dan undangan juga baru di sebar" ucap mama revin yang begitu tampak bersemangat melihat Persiapan yang di lakukannya hampir 100%,dua induk srigala itu dengan semangat mempersiapkan pernikahan anak mereka dengan begitu mewah dan megah,mendatangkan penyanyi papan atas dan juga banyak media yang akan meliput pernikahan itu.


" kalian kenapa diam saja?" tanya mama ke Zelda dan Revin


mereka saling pandang sebelum akhirnya Zelda berbicara


"kan sudah ada yang mengatur semuanya,jadi buat apa kita repot repot,ya gak honey" ucap Zelda melirik dan berkedip ke arah revin.


"haish, , jangan pernah berkedip sepeti itu di depanku,atau aku makan kamu" godaan Revin membuat para orang tua menjadi geli .


POV Zelda


bulan terang malam ini menyinari malamku dan membiaskan cahaya nya membuat bayangan ku semakin indah,tak di sangka Minggu depan aku akan menikah,menikah dengan orang yang paling aku cintai sejak pertama kali bertemu,dia dengan gagahnya berjalan menyelamatkan aku dan mempertaruhkan nyawanya demi menolong ku,sejak saat itu aku tak bisa melupakan bola mata indah yang menatap ku sambil memelukku saat itu,entah itu perasaan cinta atau kagum atau tertarik akupun tidak mengerti,yang pasti sejak rasa itu ada aku bertekan membuatnya menjadi miliki selamanya,


aku sempat berfikir bahwa dia akan menikah dengan orang lain ,dan itu membuatku sangat frustasi dan berusaha melupakannya tapi pada kenyataannya dialah yang memilihku untuk menjadi pengantin nya.


"kak Revin pahlawan ku" gumamku masih menatap langit dan bintang seakan Pahan dengan hatiku saat ini.


aku berdiri di atas balkon kamarku,dan keluar untuk menghirup udara segar,sebab aku masih tak percaya akan semua ini.


kak Revin membantuku membalaskan dendam ku kepada orang orang yang dulu pernah menyakitiku dan dia tidak pernah meninggalkan ku sejak saat kite bertemu


keraguan kedua ku dapati saat tidak mendapatkan restu dari orang tua kak Revin,rasanya aku akan menyerah saat itu.tapi kak Revin dengan sabar menghadapi ku dan meyakinkan orang tuanya hingga saat ini mereka menerima ku dengan tulus.


"seminggu lagi" gumamku pelan sambil tersenyum


"gak nyangka ya?" sebuah tangan melingkar di tubuhku,tanpa menoleh aku tahu itu kan Revin,calon suamiku.


harum maskulin yang ia pakai sungguh membuatku candu ingin selalu di sampingnya tak ingin berpisah dengan nya


aku membalas nya dengan senyuman dan ku alihkan matamu menatapnya dan ia menundukkan wajahnya dan tersenyum hangat menatap ku,di palingkan wajahnya ikut menatap langit cerah malam itu.


"Sama,aku juga tidak akan menyangka dengan semua ini,gadis kecil yang ku tolong saat itu kini menjadi wanitaku" ucapnya masih memelukku dari belakang.


ku raih tanganya yang melingkar di pinggang ku " sama,aku juga tidak menyangka pahlawan ku akan menjadi tunjangan ku " jawabku.


"terimakasih " ucapnya menunduk men mencium bahuku


Rassa geli ku rasakan saat ini," terimakasih buat apa?" tanya ku heran


"semuanya" jawabnya singkat membalik badanku ,


Dia menunduk dan mengangkat daguku,aku tahu apa yang akan dia lakukan saat ini,pelan tapi pasti bibir nya yang manis menempel sempurna di bibirku,aku memejamkan mata menikmati sentuhan itu,rasa manis kenyal dan basah membuatku tak ingin melepaskannya,


"honey?" lirihku membuka mata


"ssst, , aku tidak ingin mendengar apapun ," ucapnya kembali menarikku kedalam pelukannya.


"jangan pernah pergi dariku" ucapku


"tidak akan " jawabnya masih memeluk erat tubuhku.


aku semakin mengeratkan pelukanku ke dalam dekapannya,harum tubuhnya membuatku nyaman dan betah berlama lama mencium aroma itu,aroma yang selalu membuatku tak bisa jauh darinya.


"I Love you honey"


"i love you too" ia kembali menciumi puncak kepalaku .


"kalian di sini rupanya ! "