Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 68


Hmmm,, pilih yang mana ya buat ngerjain om om genit" geli Zelda mengucapkan kata om genit


"aah,yang ini saja" ucapnya mengambil salah satu senjata untuk di gunakan untuk sedikit bermain dengan paman Leon.


setelah mengambil senjata itu ,Zelda keluar dari ruangan itu dan langsung melanjutkan langkahnya ke penjara di mana Paman Leon kini berada.


"silahkan Anggel" ucap salah seorang penjaga di penjara itu.


Mendengar kata Anggel,paman Leon mengangkat wajahnya yang sedari tadi tunduk terlihat sedang tertidur dalam keadaan menunduk.


"Anggel" gumamnya dalam hati


"Bukankah Anggel hanya di sandang oleh wanita terhebat dalam dunia mafia?" tanya paman Leon lirih dalam hati sambil melihat ke arah Zelda yang baru masuk,wajah Zelda tidak terlalu jelas di karenakan cahaya ruangan itu sangat minim,hanya di terangi lampu obor.


tak


tak


tak


tak


"Apa kabar paman tua" sapa Zelda


"Siapa kamu?" jawab paman Leon


"Kalian keluar ,! " printah Zelda pada sang penjaga


"Baik Anggel!" Jawab mereka serentak.


"Hah,anngel?" ucapnya memicingkan matanya sambil melihat dengan jelas wajah seorang Anggel yang ada di depannya saat ini.


" Bagaimana rasanya di dalam kamar barumu paman ?" tanya Zelda kembali


Zelda kini duduk di sebuah bangku di depan paman Leon yang terduduk tanpa alas dengan tangan dan kaki di ikat.


"siapa kamu sebenarnya hah,berani berani nya kamu mengurungku di sini,lepaskan aku sekarang juga" geram paman Leon.


"Lepaskan,! jangan harap paman,! oh ya menurut paman hukuman apa ya yang pantas untuk mu? " pertanyaan bodoh itu lolos begitu saja dari mulut Zelda.


"Cuih,hukuman apa,? siapa kamu hah? jika aku lolos nanti dari sini aku bersumpah akan mencarimu kembali dan akan menghabisi mu gadis tengik" jawab paman Leon dengan meludah tepat di pipi kiri Zelda.


Zelda tak bergeming,ia melambaikan tangannya,dengan otomatis satu lampu menyala dan sedikit memberi pencahayaan di sana,meski tidak terang tapi cukup untuk membuat paman Leon melihat jelas siapa yang sekarang sedang di depannya.


Zelda menarik pisau dapur yang di ambilnya tadi kemudian dengan Mata pisau itu Zelda menghapus ludah paman Leon yang masih menempelkan di pipinya.


"Cih,menjijikkan" gumam Zelda yang masih di dengar paman Leon


"hahahaha,ternyata kamu gadis manis,! " ucap paman Leon setelah melihat wajah Zelda di depannya.


"jadi kamu Anggel? rasanya tidak mungkin,tidak mungkin kedudukan Anggel ada padamu gadik kecil ingusan cih tidak pantas" ucap paman Leon meremehkan.


"kenapa tidak,siapa saja bisa dalam posisi itu,yang pintar yang berkuasa,yang BODOH mendekam di penjara" sindir Zelda.


"Jaga bicara kamu,aku rasa orang tuamu tidak pernah mendidik mu dengan baik,makanya cara bicara kamu dan cara kamu memperlakukan orang yang lebih tua tidak pantas" lanjut paman Leon marah


BRAK


Zelda berdiri dan menendang kursi itu hingga hancur lebur


"Jangan pernah bawa bawa orang tua ku paman Leon yang terhormat" marah Zelda.


seret


"aaark,,,iiish" lirih paman Leon saat Zelda menyayat tubuhnya dengan pisau dapur di tanganya.


"siapa kamu sebenarnya hah" tanya paman Leon.


"Aku peringatkan,jangan pernah sekali kali kamu menghina papa dan mama Ku,jika kamu tidak ingin berakhir hari ini juga" geram zelda


glek


Paman Leon menelan ludah kasar melihat sisi lain dari Zelda,tatapan membunuh dari matanya jelas terlihat,aura seorang Anggel bisa di rasakan paman Leon saat ini,


"Jika bukan karena temanku,kamu sudah aku kubur hidup hidup" jelas Zelda kembali.


"Oh ya satu lagi,siapkan dirimu menerima nasibmu besok pagi" ucapnya melangkah keluar dengan emosi yang sangat tinggi


Zelda tak terima jika orang tuanya di bawa bawa dalam urusannya.


Zelda keluar dari gedung itu dengan perasaan kesal yang tak terhingga.hingga sebuah notifikasi dari ponselnya berhasil merubah kusutnya muka Zelda berubah menjadi senyuman manis


"Tidakkah ingin pulang?" isi pesan itu


"zel pulang sekarang " balas Zelda dengan segera menaiki mobilnya meluncur ke tujuannya.


Dddrrrt


dddrrrt


ponsel Zelda kembali berdering,ia melirik sekilas dan melihat siapa yang menghubungi nya saat ini,


"iya!" jawab kecut Zelda


"kenapa kusut gitu?" tanya seseorang itu yang tak lain ialah Revin.


"gak"


"lagi di mana? " tanya Revin


"mobil,mau pulang" jawab nya singkat.


"sama siapa?"


"sendiri! "


"yakin sendiri?" goda Revin


"udahlah kak,gak usah telpon kalau cuma mau goda aku aja,males" Zelda masih terbawa kesal dengan perkataan paman tadi.


Tut


"Rasain,siapa suruh gak mau pulang,gak tau orang kangen apa" kesal Zelda yang ternyata sedang merajuk merindukan sang kekasih.


"Aku juga kangen" ucap seseorang berhasil membuat Zelda mengerem mendadak.


ckiiitttttt..


"aark" kaget Zelda


"Aduuh" ringis Revin saat Zelda tiba tiba memberhentikan mobilnya secara tiba tiba membuat dia terlempar kedepan.


"aw,aw,sssakit " ringisnya


"sakit ! bagus yaa,sejak kapan bisa kasi kejutan semengejutkan ini hah" kesal Zelda


"Sejak hari ini" jawab Revin asal sambil merubah posisinya kini duduk di samping Zelda.


"Kalau aku kenapa kenapa gimana?"


"Gak akan,sini " ucap Revin menarik Zelda dalam pelukan nya.


"kangen yaa .." goda Revin sambil memainkan alisnya.


" Gak " jawab zelda dengan mendorong tubuh Revin melepaskan pelukannya.


"yakin?" goda Revin lagi


"heeemmmm " balas Zelda kembali memeluk Revin semakin erat


"kesel gitu,kenapa? " tanya Revin saat ini sudah dalam posisi di kemudi mobil menggantikan Zelda.


"tu,si om genit bikin kesel aja" adu Zelda


"Hmm,sejak kapan seorang Anggel mafia kesal sama om om"


"Habisi aja langsung"


"aku mau tunggu Erland kak,dia yang lebih pantas menghukum nya"


"karena Leon pamannya Erland kan" sambung Revin sebelum Zelda menyelesaikan ucapannya.


"Nah tu tau" jawab Zelda


"terus rencana kamu bagaimana?" tanya Revin lagi


"liat Erland nanti mau bagaimana!"


pasrah Zelda karena jika mengikuti kemauan nya sudah pasti paman Leon hanya tinggal nama saja,tapi Zelda lebih menghargai sahabatnya,untuk itu Zelda menyerah kan keputusan sama Erland saat dia sembuh nanti.


**


"ma,pa kak zel bakalan pulang kan?" tanya antusias zuita


"iya pasti dong sayang" jawab sang papa


"bentar lagi juga kak zel bakalan Dateng,kamu sabar aja ya " sahut mama Selena dari dapur membawa nampan berisi minuman di susul bik mah dengan membawa nampan berisi cemilan.


"Taruh sini aja bik" ucap mama Selena


"iya nyah, permisi" ucap bik mah pamit


"anak itu semakin lama semakin lupa rumah dia," kesal papa Handoko


" anak itu tidak bisa di atur pah,kita menginginkan dia tetap di sini ,tapi dia lebih di butuhkan orang banyak," jawab lesu mama Selena.


"mau bagaimana lagi,udah jadi resiko kita punya anak tangguh ,tapi serasa punya anak tunggal karena dia jarang pulang" jelasnya lagi


"Tapi kal zel hebat Loh ma,pa,buktinya kak zel pinter banget nilai kuliahnya tetap bagus meskipun kak zel sibuk di luar sama orang jahat " jelas zuita


"kamu juga hebat" ucap papa Handoko mengusap kepala anaknya.


"Maaa,paaaa,deeek! " teriak Zelda dengan suara khasnya sampai Revin di buat tutup telinga mendengar aungan Zelda,


"suara singa aja kalah" gumam Revin


"aku dengar kak" jawab Zelda namun tetap melanjutkan langkahnya menuju keluarganya Yang sangat dia rindukan.


Revin hanya di buat geleng geleng kepala melihat tingkah manja Zelda pada keluarga nya.


"sayang akhirnya pulang juga " ucap mama Selena menyambut sang anak pertama dengan haru dan pelukan


"kakaak " zuita juga tak kalah teriak melihat sosok sang kakak yang beberapa waktu lalu tak pernah di temuinya meski masih di daerah yang sama.


zuiita berhamburan memeluk sang kakak di akhiri pelukan hangat dari sang papa.


"Gimana keadaan kalian?" tanya papa Handoko.


"Baik pah,jangan khawatir zel baik baik aja ,ya kan kak" jawab Zelda sambil melirik Revin


"pasti" jawab singkat Revin..


"Gimana urusan kalian di bawah" tanya papa Handoko ke intinya


papa Handoko menanyakan bagaimana urusan mereka di dunia mafia nya


"Tidak ada yang perlu di khawatir kan pa,ma" jawab Zelda sambil melirik mama papa nya.


"selama ada kan Revin aku baik baik saja,kak Revin selalu menjaga aku " jelasnya lagi


" Kapan kalian menikah?"


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻