
Ada apa?" tanya Revin berbisik di samping Zelda
"mama mu " ucapnya dan Revin langsung mengedarkan tatapanya dan terhenti saat dirinya mendapatkan apa yang dia cari .
"biarkan saja,aku yang mengurusnya nanti,kamu sabar ya sayang ini acara bahagia mama papa,jadi kita juga harus bahagia gak boleh sedih" hibur Revin membuat Zelda menghilangkan sejenak rasa sakit hatinya saat ini,Revin benar jika Zelda hari ini harus bahagia tidak boleh sedih di acara bahagia mama dan papanya.
MC pun membuka acaranya,terlihat papa zelda berdiri di atas podium dengan memberikan sambutan selamat Dateng kepada para tamu undangan,tak lupa sepatah dua patah kata di ucapkan oleh papa Zelda untuk keluarga tercinta mereka.
zuita sangat menikmati pesta nya,dia bermain dengan anak anak seumuran dia di suatu tempat yang memang sengaja di sediakan untuk anak anak,agar tidak bebaur dengan orang dewasa ,tapi sesekali dia terlihat bersama kedua orang tua nya menyapa para tamu undangan.
setelah itu acara di lanjutkan sebagaimana mestinya berjalannya acara pesta,sementara itu Revin meninggalkan Zelda dan beralih menyapa papa dan mamanya,
"pa,ma kapan datang?" tanya Revin
"Kamu ini,bukannya pulang jemput Cindy malah pergi dengan gadis SD itu" cibir mama revin.
"mah,dia punya nama Zelda !" terang Revin
"Gak mau tau " jawab acuh sang mama.
"beib,kamu kok gitu gak jemput aku" ucap Cindy dengan manja bergelayut manja di lengan Revin namun dengan cepat Revin melepaskan tangan Cindy
"Revin pulang dari sini papa mau bicara" ucap papa Revin
"baik pa" jawab Revin
kemudian papa Revin kembali di sapa dan berbincang dengan beberapa petinggi negara meninggalkan mama revin,Cindy dan Revin sendiri.
"Sekarang kamu ajak Cindy jalan jalan,gak baik meninggalkan calon istri sendirian di tempat asing" usul mama revin
"kan ada mama,kenapa harus aku" tunjuknya pada dirinya sendiri
"nurut Revin!" tegas mama revin,dan mau tak mau Revin membawa Cindy bersamanya
Zelda terus memperhatikan sambil memakan beberapa kue kecil hidangan di sana.
"ada yang merasa perlu bercerita?" tanya Sinta membuat pandangan Zelda terarah ke dirinya
"Apaan sih" tukas Zelda memang tahu dialah yang di maksud Sinta
"Zel gue tau ada yang loe sembunyikan dari kita" jelas Sinta
"Sok tau Lo" jawab singkat Zelda
"kita kenal loe udah lama ,jadi gak usah ada yang di tutup tutupin zel" kesal Sinta karena Zelda tak mau bicara .
Zelda melihat revin ke arahnya,
"Bicaranya nanti saja,orangnya otw ke sini" ucap pelan Zelda sambil kembali memasukan kue kecil ke dalam mulutnya.
Revin berjalan mendekati Zelda dengan mengedipkan mata Zelda paham apa yang Revin inginkan.
"Kamu ngapain bawa aku kesini? ayok kita kesana!" ajaknya tapi Revin tak menghiraukan nya
"Eeh ada Cindy" sapa Sinta
"hai kenalin aku Diwa" sapa Diwa melambaikan tangannya.
"iish sok akrab " gerutu Cindy
"ayok lah kita kesana ngapain di sini sama anak kampung kaya gini" cibir Cindy menatap jijik pada Zelda dan temanya.
"Diam di sini dan duduk" printah Revin,Cindy pun dengan patuh menurut dengan menghentakkan kakinya.
Cindy saat ini di kelilingi oleh teman teman Zelda,
"aku rasa anda salah sasaran nona Cindy," ujar Diwa,sedangkan Zelda hanya diam memainkan gelas jus di depannya.
"Apa maksud kalian?" jawab Cindy terdengar sedikit ketakutan
"Kamu tau siapa Zelda kan di mata kak Revin?" tanya Diwa tanpa basa basi
"Pelakor" jawab bangga Cindy
"Jaga ucapan kamu jika kamu mau masih ingin nyawa kamu masih di tempatnya" ujar Diwa tapi tak mempan bagi Cindy dia merasa ucapan Diwa hanya gertakan semata.
"gue gak takut" jawabnya
"Dan gue gak mau berbagi dengan siapapun,gue gak mau milik gue di usik orang lain termasuk elo" ucap Zelda berdiri dan menekan kedua tangannya di meja depannya,
Mereka berbicara dengan sedikit pelan agar orang orang tida mendengar apa yang mereka bicarakan,sedang yang cowok lebih memilih diam karena menurut mereka tak perlu turun tangan mereka yang perempuan bisa mengatasi.
Cindy gemetar melihat tatapan Zelda yang seakan siap menerkam dirinya idup idup.
"Kenapa kamu diam saja" ucap Cindy pada Revin tapi Revin memilih bodoh amat
"sudah ku bilang kan aku tidak suka berbagi,jadi ku minta pergi dari sini" ucap Zelda kembali
"awas kalian" geramnya dalam hati sambil mengepal tanganya
"salah tempat loe kak bawa dia kesini,harusnya di luar bisa bermain" ucap andi mendapat tatapan tajam dari Revin
"Iya,,,iya gue salah lagi" gerutunya pelan
"Makanya tu bibir di jaga ,jangan main oceh doang" ucap Sinta.
"sudah sudah,lanjut makan aja" ajak Erland
"aku mau ke toilet ya bentar" ucap Tiara
"Mau aku temani?" tawar Erland
"iiih apaan sih ,masak ke toilet aja di temani,malu tau" ucap Tiara
"gue ke toilet dulu ya " ucap Tiara bangkit dan langsung pergi.
Tak lama kemudian Zelda menatap seseorang yang mengikuti Tiara,dia kemudian memberi kode agar Erland menyusul Tiara
"Land gue rasa loe harus susul Tiara sekarang" ucap Zelda membuat Revin sadar ada musuh di dalam pesta ini
Erland segera menyusul Tiara ke toilet.
saat di toilet Erland sedikit menunggu harap cemas dengan tiara,mau masuk tapi banyak perempuan di toilet.
"Mas ngapain di sini? di toilet cewek?" tegur salah satu wanita yang baru keluar dari toilet
"Eeh maaf buk ,saya kira ini toilet cowok" jawab asal Erland sambil mata mengarah ke seluruh ruangan.
"Ada ada saja" ucap orang itu kemudian pergi
Erland sudah tidak bisaa menunggu lama lagi,ia menerobos masuk ke kamar mandi cewek,
"Ra,,Tiara" teriak Erland
"aaarkh ngapain di sini dasar mesum" kaget salah satu orang di sana yang baru keluar dari toilet.
"iiih ganteng kok mesum,tapi boleh juga"
"Ganteng ngapain di sini,ke kamar aku yuk"
sedikit banyak yang memarahi dan menggoda Erland membuat Erland kesal dan membentak.
"CEPAT KELUAR!!!" bentak Erland sambil menunjuk ke arah pintu keluar .
semua orang yang ada di sana pun terlihat berlari kecil meninggalkan toilet.
"Ra,,Tiara" teriak Erland lagi mencari Tiara tapi tak menemukan tiara.
"S*AL" Geram Erland
BRAK
BRAK
BRAK
Erland mendobrak satu persatu kamar mandi tapi hasilnya nihil.
Erland menekan tombol di earphone miliknya
"Tiara gak ada," ucap Erland
Zelda yang mendengar itu pun langsung menghubungi semua para mafianya untuk mencari Tiara
"Temukan Tiara secepatnya" perintah Zelda
sementara itu Cindy yang baru saja kembali ke mama revin mengadu jika dirinya di telantarkan Revin gara gara zelda
"kurang ajar" geram mama revin berniat untuk melabrak Zelda
"REVIN !" teriak mama revin membuat beberapa orang yang sedang menikmati lantunan lagu sedikit menoleh
Cindy mengikuti arah kaki mama revin,dan mama revin melayangkan tanganya ke arah Zelda.
PLAK
PLAK
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻