
Prank
Sinta terkejut mendengar pintu yang tiba tiba terbuka hingga tak sengaja menyenggol hiasan meja di depannya hingga pecah,Sinta gugup karena menggunakan kaos boy tanpa persetujuan yang punya.
sedangkan boy yang baru masuk ia terpaku menatap Sinta tanpa berkedip menggunakan kaosnya tanpa bawahan memperjelas paha besarnya,boy menutup membanting pintu membuat Sinta terkejut.
BRAK
"Ma-af , , gue gak punya baju gan, , , " ucap Sinta terbata mendengar bantingan pintu itu ,
boy berjalan ke arahnya dan menyambar sebuah celana pendek ,kemudian di berikan pada Sinta,
"Saye tak suke liat kau pake baju macem tu," ucapnya menyerahkan celana pendeknya,tanpa menunggu Sinta menghentikan ucapannya.
"Aaah, , loe gak marah.?" tanya Sinta menatap boy
boy tersenyum " tak lah, saye lupa belikan baju semalam,jadi pakailah " ucapnya meletakkan makann yang di bawanya dengan tangan kiri.
"Oh, ,oke" ucap Sinta mengambil celana pendek boy. Sinta berjalan ke kamar mandi untuk mengganti celananya,Boy kembali tak mengedipkan pandangannya saat ini,tubuh Sinta membuatnya merasakan degup jantung yang tak karuan,tapi ia masih bisa terlihat tenang dan terlihat biasa saja.
boy menunggu Sinta sembari membersihkan pecahan yang tadi tak sengaja di senggol Sinta,setelah itu ia masukan ke dalam bak sampah yang tersimpan di luar kamarnya,
"Boy, , mama nak pergi keja ya" ucap mama boy menghampiri anaknya
"Iya mah,, maafin boy ma belum dapat kerja" ucap boy menggenggam tangan mamanya kemudian mengecupnya.
"tak usah di pikirkan,lebih baik mama macem nie daripada hidup dari hasil tak halal" ucap mamanya mengusap wajah anaknya
"Iya mah, ,tapi boy janji hari ni boy akan cari keja" janji boy
"Iya sayang" jawab mamanya dengan berjinjit mencium kening boy,dan boy pun sedikit menunduk agar mamanya lebih gampang menciumnya.
"Dah sayang" pamit mama boy melambaikan tangan nya
"dah ma" sahut boy melihat punggung mamanya sampai hilang di balik pintu itu.
"Anak baik" gumam Sinta melihat pemandangan yang meneduhkan hati di depan matanya . ia sedari tadi sudah kembali dari kamar mandi mengganti celananya hanya saja ia sedikit menguping pas ingin mau mengambil makanan di meja ia mendengar boy lagi berbicara dengan seseorang,ia pun mendekat dan bisa mendengar bahkan melihat jelas adegan di depannya,karena pintu kamar boy sedikit terbuka,
"sor-ry " ucap Sinta saat boy masuk kamar.
mendapati Sinta di balik kamarnya,boy bisa menyimpulkan kalau dia sudah mendengar semuanya,
"Kau dengar semuanya?" tanya boy
Sinta hanya mengangguk,dan menunduk,boy tak merespon dan malah berjalan masuk dan duduk di samping ranjangnya,Sinta mengikuti arah jalan boy,dia merasa bersalah.
"Boy sorry, gue gak maksud, , , "
"Tak pe, memang nyate mama ku keja buat kami,dan aku belum dapet keja" ucapnya
Sinta mendekat dan meletakkan tanganya pada pundak boy, " gue yakin ,loe hari ini dapat pekerjaan" ucap Sinta menepuk pundak boy
boy menatap Sinta dengan mengangkat kepalanya,dan tersenyum "kreeok , , kreokk" perut sinta kembali bernyanyi.
Boy tersenyum lalu menarik tangan Sinta" ayo makan" ajaknya mengambil makanan yang tadi di bawanya dari dapur.
"Nasi goreng " ucap Sinta melihat nasi goreng matanya langsung Berbinar karena memang dirinya kelaparan.
tanpa menunggu boy Sinta menyambar makanan itu dan melahapnya ,
nyam
nyam
"euuum, , enak" ucapnya sambil melahap makanan itu.
"Enak?" tanya boy
Sinta mengangguk
"Sini jangan di habisin" ucap boy merampas piring nasi goreng itu
"Gak mau, , ambil aja lagi sana" ucap Sinta dan boy terdiam,hanya tersisa satu piring tadi yang di ambilnya dari dapur,
boy melihat Sinta yang lagi Ingin menyuap Nasinya lagi,dia malah menarik tangan Sinta ke mulutnya.
"eeeuummm, , enak, , ! " usaha boy merampas makanan Sinta berhasil sampai Sinta di buatnya melongo dengan tingkah boy
Sinta malah seperti anak kecil ,ia menyembunyikan piring nasi gorengnya di sampingnya dan memanyunkan bibirnya.
"bagi lagi dong," ucap boy meminta lagi
"Gak mau, ," ucap Sinta.
Sinta dan boy akhirnya saling tarik menarik piring itu,
"Boy lepasin gak,gue masih lapar" teriak Sinta
"saye juge" ucap boy tak mau kalah
"Iiiih nyebelin banget sih"
"Eeh Tante" ucap Sinta seraya memandang ke pintu kamar boy,seketika boy melepaskan piring itu dan membalik badan
Sinta dengan cepat mengambil makanan itu dan menghabiskan nya,merasa di kerjain boy kembali membalik badannya dan melihat Sinta telah menghabiskan sisa makan itu,
"Habis ! " ucapnya melepas piring itu dan meneguk segelas air di dekatnya
glek
glek
glek
boy kembali menelan ludahnya melihat leher Sinta menelan air minum itu,terlebih saat tetesan air mengaliri lehernya membuat boy semakin tak berkedip,
"Aaaah kenyang" ucap Sinta sambil mengusap perutnya
"Kenapa loe liatin gue kaya gitu?" tanya Sinta membuat boy tersadar
"Eeh, , ee "
"Loe gak ikhlas gue makan makanan loe?" ucap Sinta
"Buk-bukan macem tu, , ee, , "
"aaa , , eee , , aa, , ee , , apaan sih gak jelas, , ya sudah gue sudah kenyang boleh gue pulang?" tanya Sinta.
"Eeh, , pulang? oh ya boleh " boy sepertinya tak rela melihat Sinta pulang,
"Oke, ,lagian nyokap loe kan udah pergi tu,jadi gue pulang aja ya " ucapnya,
" saye antar kau balik" ucapnya
"tidak keberatan?"
'"tak lah"
"Oke " ucap Sinta
"Kau tunggu saye sini,saya nak ambil jaket dulu" ucap boy mendudukkan Sinta di tepi ranjangnya
Sinta melihat tas nya yang tergeletak di nakas dekat ranjang,ia mengambilnya dan alangkah terkejutnya ia mendapat puluhan panggilan masuk dari Diwa,erland bahkan Andi,
"What, ,puluhan panggilan masuk? ada apa sih" gerutu Sinta kemudian mengusap layar ponselnya dan membuka Gruo chat mereka.
"WHAT!" Kaget Sinta membuat boy tersentak
"Ada ape?" tanya boy
"Antar gue kerumah sakit sekarang" pinta Sinta langsung berlari keluar tak memperdulikan bik Hanum yang melihat nya dan menyapanya.
boy pun berlari menyusul Sinta ,tapi di halangi oleh bik Hanum
"Ada apa den lari lari?" tanya bik Hanum
"boy tak tahu bik,tapi nanti boy bagi tahu oke, Sekarang boy nak antar dia dulu" ucapnya
"Boy cepat" teriak Sinta
boy pun keluar dan melajukan motonya ke rumah sakit yang di kirim oleh Diwa.
sementara di ruang penjara,Johan juga di rawat oleh dokter khusus TBW, di ruangan itu terdapat alat medis yang lengkap bahkan untuk operasi pun ada,tapi itu akan di gunakan saat keadaan yang sangat rumit.
dokter dengan telaten memeriksa Johan dan juga merawat lukanya,
"Sayang sekali,nasip nya sangat buruk" gumam dokter itu yang memang tahu jika seseorang di bawa ke ruangan itu dan di rawat pasti hukuman nya belum berakhir.
Di rumah sakit, Revin menyewa ruangan khusus untuk Zelda beristirahat sementara mendapatkan kabar dari dokter ruang operasi.
BRAKK
pintu terbuka dengan keras