Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 165


"Cepat katakan" bentak mr.zain pada wanita yang kini duduk di seberang duduknya.


Wanita itu hanya mengangguk,dan


Plak


satu tamparan mendarat di pipinya.


"Kenapa kamu tampar aku?" tanya Tamara,wanita yang kini duduk di sofa .


"Karena kamu sudah berani lancang menguping pembicaraan ku dengan anakku" ucapnya tanpa rasa bersalah


"Terus salahku di mana,? Aku punya telinga yang masih normal,bisa mendengar apapun,terlebih saat itu kamu menyuruh ku bersembunyi di dalam sana bukan?"


"Itu bukan salahku" teriak Tamara lagi


"DIAM kamu"


"Mulai saat ini,apapun yang kamu dengar tidak boleh kamu bocorkan,jika tidak kamu tanggung sendiri akibatnya" ucap mr.zain dengan menunjuk wajah Tamara.


Deg


"Apa dia akan membunuhku jika mereka tahu aku bukan di pihak mereka?" tanya gadis dalam hati masih dengan perasaan cemas.


"Ak-ku , , mana mungkin aku bisa kasi tahu orang,toh aku gak kenal sama laki laki itu,jadi buat apa?" ucapku akhirnya mendapatkan alasan yang kuat.


"Bagus,tapi ingat, ,jika suatu saat aku mendapatkan kamu menghianati aku maka jangan salahkan aku detik itu juga nyawamu akan berpisah dengan ragamu,paham!" ancam mr.zain pada Tamara


Tamara langsung mengangguk tanda menyetujui .


***


"Hei,jangan mikir macam macam ya, , loe harus fokus pada anak loe,bentar lagi lahiran kan?" ucap Tiara.


"Tapi Ra? "


"Sssttt, , sudah ayok makan, aku yakini suatu saat Revin akan kembali sama kita dan melihat anaknya yang lucu" ucap Tiara menenangkan kembali hati zelda yang beberapa hari belakangan ini dia terus teringat dengan Revin,seolah Revin memberi signal padanya bahwa dia akan kembali.


bagaiman pun Zelda berusaha untuk menutupi kegelisahan hatinya dengan sengaja menyibukkan dirinya dengan hal hal yang mengenai anak mereka,itu semua tidak mempan sama skali di pikiran Zelda hanya Revin,beruntung anak mereka meski masih dalam kandungan dia tetap kuat,mungkin karena tumbuh dari para orang orang hebat dan kuat.


Zelda kembali melanjutkan makannya sebelum akhirnya ia tertidur pulas dengan keadaan yang masih kacau,namun.


Baru kali ini Zelda bisa tidur sepulas itu,dan mereja tidak mau mengganggu nya


***


Revin dan gadis kini sudah berada di sebuah counter ponsel,ia membeli ponsel untuk di gunakan oleh Revin,dan mereka juga jalan jalan sejenak di sebuah pusat perbelanjaan di sana


"Sayang ,pulang yuk!" ajak Revin


Gadis menghentikan langkahnya dan menatap Revin


"Kamu capek? " di jawab anggukan revub


"Baiklah kita pulang" ucap nya.


meski hatinya masih ingin jalan jalan ,namun ia juga tak tega minat Revin yang terlibat kecapekan,akhirnya mereka Memutuskan untuk kembali.


Saat di jalan,Tamara melihat gadis sedang bersama lelaki di kursi roda,ia terus memperhatikan nya,setelah merasa 100% mengenali,akhirnya Tamara berusaha untuk mendekat dan mengikuti mereka,


"Saat di lobi mall, terlihat gadis sedang memainkan ponselnya,sembari menunggu jemputan


Tamara mendekat dan menyapa gadis..


"Hai hadis" sapa Tamara dengan sopan.


gadis menoleh " kamu sekretaris Daddy kan?" ucapnya


Tamara mengangguk " iya,Btw mau kemana? " tanya Tamara


"Bukan urusan mu" jawab gadis ketus


"Sial,susah juga di dekati anak ini" ucapnya dalam hati.


"Mampus kalau dia bisa nilai aku hanya berbohong" takut Tamara dalam hati.


Tamara melihat sekeliling dan mendapati beberapa pengawal yang memang mengawasi mereka dari jauh .


"Aku telpon Daddy sekarang" ucap gadis langsung mangangkat ponselnya dan mencoba menghubungi nomer Dady nya.


mobil mereka sebenarnya sudah sampai,namun karena Tamara menyebut nama Daddy nya dia mencoba menanyakan pada mr.zain,


"Eeh ,jangan di hub_ " minat gadis segera menelepon papanya , Tamara langsung melarang ,namun belum sempat ucapannya berakhir,gadis lebih dulu menyahuti.


"Haish, gak aktif lagi" kesal Tamara


Seketika wajah Tamara lega," apa aku bilang, lagian dia cuma menyuruhku menemani kamu saat berada di luar" ucap Tamara,entah luar mana yang Tamara maksud tapi gadis sedikit mengangguk.


"Tuh apa ku bilang,Mr,Zain itu ada rapat penting,tapi tidak butuh aku,karena bisa menjaga kamu " imbuh ku


"Buat apa juga papa menyuruh mu,dan kenapa juga harus kamu? " Tanya Tamara pelan


Revin melihat gerak geri dari wanita itu,dia terlihat memberi kode tapi Revin tak mendengar dan memang tidak memperhatikan nya .


"Bagaimana kalau aku ikut saja,lagian juga kan kamu sendirian di sana,aku bosen ini pengen liburan" ucap Tamara


"Apaan sih,baru kenal udah pengen ikut ,cih" ujar gadis dan berjalan menggenggam tangan revin di ikuti dengan beberapa bodyguard bayaran mereka untuk mendorong kursi roda nya


"Pak kita jalan" ucap gadis


beberapa bodyguard yang berjaga dari jauh juga mulai keluar,dan langsung berjalan melewati tamatan,


seketika Tamara mengingat alat GPS yang di Andi Dion,dia sesegera mungkin berlari dan hampir tertabrak mobil yang di gunakan gadis..


"ngapain anda di sana nona,cepat pergi,kita mau jalan" teriak supir nya.


"Aduh mas,saya sudah di amanatkan oleh Mr.zain untuk ikut sama nona gadis,gimana dong,kalau saya gak ikut saya. bisa di pecat"ucapnya lagi.


"Nyusahin saja Daddy ini," geram gadis baru kali ini papanya itu membiarkan orang luar untuk ikut masuk ke tempat rahasia itu,


Tapi jika bukan karena Tamara adalah sekretaris papanya,dia tidak akan pernah mengizinkan siapapun untuk menginjak tempat itu.


"Suruh cepat dia masuk" ucap gadis.


dengan cepat Tamara masuk dan langsung mengaktifkan GPS nya.


Ting


sebuah notif GPS terpasang di tablet milik dion,dia segera memeriksa nya dan mendapati GPS itu sedang mengarah ke sebuah tempat yang belum pernah mereka datangi .


"pak Erland,pak Andi" teriak Dion


mereka berdua pun mendekat " ada apa?" tanya erland


"Kita harus siapkan semua anggota, seperti nya wanita itu berhasil masuk ke tempat yang mereka maksud kemarin" ucap Dion


Erland mengambil alih tablet itu dan memeriksa,dan benar saja GPS itu milik Tamara,mereka langsung bergegas ke sana sambil mempelajari lebih dalam tempat itu.


jarak antara titik lokasi Tamara yang semakin jauh dengannya sangat jauh,bisa memakan waktu sampai berjam jam,itu akan menyulitkan mereka jika sesuatu terjadi pada Tamara,karena ia telah nekat masuk ke jurang kematiannya,untuk itu mereka berusaha untuk menyelamatkan Tamara dan membawa nya keluar dari sana dengan selamat.


Di mobil Tamara hanya diam dan sesekali menatap wajah Revin ,dan yah dia Revin, dalam hati nya dia sedikit lega Revin masih hidup dan terlihat sehat ,tujuan utamanya saat ini adalah mengetahui di mana gadis menyembunyikan revin,


setelah perjalanan beberapa jam, akhirnya mereka sampai di sebuah perbukitan,yang terlihat seperti hutan,tapi masih ada jalan yang terus menanjak untuk smpai puncak,jalan rahasia yang mereka lewati tidak seekstrim jalan di luar sana untuk mencapai puncak, untuk itu meski menggunakan mobil akan tetap aman.


Tapi yang tidak Tamara ketahui adalah zona bahaya di depan matanya, pasalnya di sana yang bisa menggunakan ponsel hanya gadis dan beberapa pengawal meraka ,lebih dari itu hanya bisa bermain ponsel hanya sebatas main game saja,jika ada yang mengaktifkan GPS,atau jaringan internet lainnya,maka akan terdengar suara tanda bahaya yang mirip seperti suara mobil police.


dan itu yang terjadi pada Tamara saat ini,saat tiba di pagar,dan melewati nya tiba-tiba suara tanda bahaya itu langsung berbunyi di ponsel gadis maupun daddy-nya..


Wee,,,woo,,,Wee,,,,woo,,,,


Wiu, , , wiu, , ,wiu, , ,


Next.


ketemu di bab selanjutnya