Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 60


Erland kembali mengingat kejadian sebelum dia kehilangan kesadaran tadi,ia mengingat saat dirinya keluar Bar dan tidak mengingat lagi,


"terimakasih" ucap Erland


"kak" ucap Tiara


"ah iya sebentar," jawab Erland yang masih sedikit linglung tapi tau maksud Tiara


ia merogoh kantongnya dan menyalahkan ponselnya,


"arah sial,mati lagi" kesal Erland


"Yach gimana donk" tanya Tiara


Erland melihat Tiara sudah kedinginan,iapun memberikan jaketnya pada Tiara,Tiara mengambilnya dan memakainya,


hujan tak kunjung reda saat ini masih pukul 02.30 masih tengah malam,


Erland berusaha berdiri tapi kakinya sangat sakit habis tertimpa motornya,


"jangan di paksain kak" ucap Tiara


"tapi kamu tak apa kita di sini sampai pagi? setidaknya sampai kakiku tidak sesakit ini? tanya Erland.


Tiara menjawab dengan anggukan,


tak lama kemudian petir pun kembali terdengar,Tiara kembali berteriak,jalanan sangat sepi tak ada siapapun angin kencang pun datang Tiara sangat ketakutan


"aaark" teriaknya sambil ke pojokan gubuk lagi,


angin kencang membuat Tiara sangat kedinginan dan sesaat kemudian angin kencang itu menumbangkan pohon dan menimpa kabel pencahayaan gubuk itu alhasil gubuk itu gelap tak bercahaya,


"aaark takut" Tiara kembali histeris saat mati lampu dan angin serta hujan pun semakin deras dan kencang.


Erland yang melihat Tiara ketakutan berusaha mendekatinya agar tak takut lagi,


Erland berhasil meraih Tiara dan duduk di dekat Tiara


"kak,aku takut" ucap tiara dengan bibir terlihat gemetar


"sudah aku di sini,jangan takut," jawab Erland mencoba menenangkan Tiara.


kilat langit menjadi cahaya untuk keduanya saat ini,Erland yang tadinya tak berani menyentuh Tiara tak sengaja menyenggol tangan Tiara dan terasa sangat dingin,


"astaga ,dingin banget,Tiara kamu demam" panik Erland meletakkan punggung tangannya pada kening Tiara yang terasa menghangat,


"Takut" Tiara meringis ketakutan


"tenang ada aku " ucap Erland lebih dekat lagi memeluk Tiara dari samping,


Erland bisa melihat bibir Tiara gemetar saat kilat sepintas memberi penerangan di gubuk itu,


Erland tanpa sadar menyentuh bibir pucat Tiara yang gemetar karena kedinginan,


"kak" geleng Tiara karena masih sadar meski dalam keadaan demam


"maaf" jawab Erland canggung


CTAAAR


"aaark" teriak Tiara saat petir kembali memekik telinganya tanpa sadar dia semakin dalam menyelusup ke tubuh Erland, Erland pun memeluk Tiara erat


Erland mengusap usap punggung Tiara agar sedikit menghangat, beberapa menit dalam posisi itu Tiara mendongak dan Erland menunduk mata mereka bertemu saling tatap satu sama lain,


"Tiara cantik kalau di liat dari dekat seperti ini" gumam Erland dalam hati


"Kak Erland ganteng banget meski sifatnya dingin" gumam Tiara dalam hati


Tatapan Erland kembali ke bibir pucat Tiara yang terlihat bergetar,Erland kembali menyentuh bibir Tiara dengan tangannya,melihat tak ada penolakan dari Tiara Erland sedikit sedikit memajukan bibirnya mengarah ke bibir Tiara


tanpa sadar Erland menc1um Tiara,


Tiara merasa sedikit kehangatan dari b1bir Erland membuat Tiara tak melawan ataupun menolak,ia malah menikmati sentuhan itu,lama dalam posisi itu membuat Tiara hampir kehilangan oksigen,Erland menyadari itu dan menarik b1birnya dari b1bir Tiara,


"maaf" ucap Erland tak enak hati


Tiara hanya membalas dengan senyuman manisnya,


di lihatnya kembali bibir Tiara sudah tak bergetar sepeti tadi, Erland memberanikan diri untuk bertanya


"sudah tidak dingin? " tanya Erland


"mendingan makasi kak" jawab Tiara berterima kasih


Ctarrr


"aark" teriak Tiara kesekian kalinya Karena petir tak henti hentinya mengeluarkan suara khasnya,


"gak apa apa -gak apa apa ! " ucap Erland lagi


niat hati ingin merubah posisi tapi Erland lupa jika kakinya sedang tidak baik baik saja,


"aaark" teriak keduanya


Tiara kaget karena Erland Tiba tiba menindihnya dan Erland kaget karena kakinya terasa sangat sakit sampai hilang kendali akhirnya terjatuh di atas tubuh Tiara, Sedang tangan erland satunya di belakang kepala Tiara satunya lagi tanpa sengaja memegang 9unun9 kembar Tiara,


"aaaw" desis Tiara saat tangan erland menekan benda kenyal itu.


kedua mata Meraka beradu dalam gelapnya malam di temani cahaya kilat dan hujan lebat membuat dua insan dalam gubuk kecil itu saling menghangatkan dengan tubuh masing masing,


**flash bach off


Erland kembali tersadar ,sejak kejadian itu


Erland mengantar Tiara pulang dan tak pernah bertemu kembali dengannya bahkan menelpon tiarapun tidak,


dia bergegas pergi dari rumahnya dan melajukan motornya ke tempat Tiara tinggal,


dalam perjalanan bayang bayang Tiara kembali merasuki pikirannya, perasaannya kini campur aduk ,senang,sedih,bingung bahkan gelisah, ucapan permintama'afan dari nya juga belum di sampaikan pada Tiara,entah apa yang Tiara pikirkan tentang Erland,meski malam itu mereka sama sama menikmatinya namun dia seorang lelaki yang akan tetap meminta maaf pada Tiara dan akan bertanggung jawab nantinya.


tujuannya kali ini untuk menyelesaikan permasalahannya dulu sama Tiara setelah itu memikirkan bagaimana cara agar bisa membawa senjata itu untuk menebus ibunya,


saat berkendara beberapa saat, Erland sampai di sebuah halaman rumah yang terlihat sangat asri akan tumbuh tumbuhan dan segar udara di sana membuat Erland sedikit merasa kenyamanan sesaat .


"bik,Tiara ada? " tanya Erland tanpa basa basi


"tumben nyari Tiara? " ucap buk ananda sambil melirik Erland namun Erland tak menjawab malah duduk di kursi ruang makan,


"Tiara baru saja berangkat bersama yang lain,kamu gak tau? " jelas ananda melihat ekspresi Erland yang terlihat serius saat ini


"ah iya" ucapnya langsung bergegas pergi tanpa sapatah katapun


"kebiasaan anak itu" ucap ananda sambil geleng geleng kepala.


Erland pun sampai bisa lupa jika Zelda menyuruh mereka untuk menjemput Tiara saat ini untuk di bawa ke markas,


di rasa dia sudah tau akan bertemu Tiara di mana, Erland pun melanjutkan perjalannya langsung ke markas,di sana dia akan langsung memikirkan bagaimana cara agar bisa membawa senjata itu sambil mencari kesempatan agar bisa berbicara dengan Tiara empat mata,


*Di markas


"Tiara loe kenapa sejak tadi diem aja?" tanya Sinta


"tau nih,dari tadi loe diem aja ada Masalah?" lanjut Diwa


"eeh,enggak kok,oh ya ini di mana? " tanya Tiara mengalihkan pembicaraan dan memang ia tak tau ada di mana sekarang.


Tiara melihat sekeliling begitu banyak laki laki menggunakan pakaian yang seragam,Tiara tambah bingung salah satu dari mereka menghampiri,


"silahkan,Anggel sudah menunggu dia ruang utama" jelas nya


"oke, terimakasih" jawab Sinta kembali berjalan menuntun Tiara di ikuti Andi di belakang.


"ayok,nanti loe akan tau" semangat Diwa menarik tangan Tiara sudah tak sabaran,


sejak kejadian itu Diwa memang sangat dekat dengan Tiara, setelah beberapa saat mereka sampai di ruang utama,selama perjalanan membuat Tiara tak henti menatap kemegahan tempat itu seperti istana,memasuki tempat seperti itu mungkin hanya ada dalam mimpinya ,tapi sekarang di dunia nyata ia berdiri dan berada di tempat yang sangat megah ini,ia masih tak percaya,ia mencoba mencubit dirinya saat ini


"aaw" jeritnya kesakitan membuat yang lain tertawa akan kelakuan Tiara.


"kenapa loe norak" terang Andi blak blakan


"bodoh" sergah Tiara


di sela sela candaan mereka,terdengar seseorang menyambut kedatangan Tiara yang tak lain dan tak bukan dialah Zelda sang Anggel .


"Selamat datang di tempat barumu" suara Zelda menggelegar dan langsung menyerang Tiara dengan tinjuan yang berhasil di tangkis Tiara dengan refleks nya


"waw,hebat" puji Diwa dan Sinta


sedang Andi memberikan tepuk tangannya.


prok


prok


prok


Tiara masih bingung apa yang terjadi,kenapa Zelda tiba tiba menyerangnya,tiarapun sigap memberi kuda kuda untuk melindungi dirinya.


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻