Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 170


"Astaghfirullah non, , , maafin saya non,saya telat liatnya" teriak satpam itu yang di kenal dengan mang Udin.


Mang Udin berlari ke arah Zelda yang masih berdiri,ia segera memapah Zelda duduk di kursi teras villa,kemudian ia mengambil ponselnya dan langsung menelpon bik mah ,


Deringan ke dua bik mah mengangkat nya.


"Hallo mang Udin! " ucap bik mah di seberang sana.


"Hallo mah,ayok cepat pulang,nona Zelda kesakitan, sepertinya akan melahirkan" ucap mang Udin panik


"Ya sudah saya segera pulang" jawab bik mah yang tak kalah khawatir.


selang beberapa lama,bik mah dan Sinta datang ,mereka langsung berlari ke arah Zelda yang masih duduk menahan sakit .


"Non, , sudah mau lahiran kayaknya" ucap bik mah


"gak tau bik,ini juga sakit banget tadi,tapi selang beberapa menit ilang sakitnya, dan beberapa menit lagi ,aduuuhh __ "


"Ya sudah ayok kita kerumah saakit" ucap bik mah


Sinta segera menyiapkan mobil untuk membawa Zelda ke rumah sakit.


Sinta mengemudi dengan cepat,agar cepat sampai ke rumah sakit.


setelah melihat Zelda yang sudah tak meringis,Sinta akhirnya bertanya" zel bukanya beberapa hari lagi baru lahiran?" tanya Sinta


"Gak tau sin,ini juga mikir gitu,,v gak tau kenapa tadi tiba tiba sakit aja,sakit banget malahan" ujar Zelda


"Memang perkiraan dokter itu kadang tepat kadang telat kadang juga lebih cepat, tergantung maunya si kecil keluar kapan,hehe,mungkin di kecil sudah gak sabar buat liat dunia ini " ucap bik mah sambil sedikit bercanda.


"bibik mah bisa aja,dalam situasi seperti ini masih saja becanda" ucap Sinta


"biar gak tegang non" jawab bik mah.


Bik mah masih setia mendampingi Zelda duduk di kursi penumpang, sesekali bik mah mengarahkan Zelda untuk tetap tenang dan atur nafas jika sakitnya datang lagi.


"Adduuuh, , sa-kit lagii bikk, , huu , , huu , , huu" ringis Zelda lagi merasakan sakit lebih sakit dari sebelumnya.


"aduh ,sabar ya zel,ini juga udah cepat,gak berani terlalu ngebut kasihan loe" ucap Sinta panik.


"Aduuuhhhhuuu, , saa-kiit, , bik, , zel pipis biikk" ringisnya lagi.


seketika bik mah panik,melihat bagian bawah Zelda yang sudah basah,


"Aduh non Sinta,ini ketubannya sudah pecah,,cepat Non sin" teriak bik mah sudah panik luar biasa.


"Iya bik iya" panik Sinta juga langsung menambah kecepatan mobilnya


selang beberapa menit mereka sampai,sinta langsung keluar mobil dan berlari memanggil suster.


"Dokter, , susterr, , cepat teman saya mau lahiran, ,cepat" teriak Sinta dari luar ruangan


Mereka panik sampai lupa dengan posisi mereka,jiiak mereka mengabarkan anggota mereka terlebih dahulu maka persiapan lahiran Zelda akan cepat,


terlihat beberapa dokter dan suster langsung membawa mereka ke ruang bersalin,dan beberapa lama dokter kembali .


"Bagaimana dokter, , ?" tanya Sinta.


"Meski ketuban nya sudah pecah,tapi bukaannya belum lengkap,kita harus menunggu bukaan lengkap dulu baru bisa proses persalinan, kebetulan pasien ingin melahirkan normal " ucap dokter itu


"Berapa lama lagi dok" tanya Sinta


"mungkin 2/3 jam lagi" ucap dokter itu lagi


"Saya permisi,nanti saya kesini lagi" ucap dokter itu meninggalkan Sinta


Sinta masuk ke ruangan zelda,Zelda masih kesakitan di ranjang menahan sakit,tapi sebentar sakitnya ilang, ,


"Astaga gue lupa kabarin semuanya " ucap Sinta yang kini sudah berdiri di depan Zelda.


Sinta mengambil ponselnya dan mengirim pesan bahkan menelpon kerabat dekat Zelda dan Revin ,mereka sebentar lagi akan sampai


"Mereka sebentar lagi ke sini,loe tenang ya , , " ucap Sinta.


"Aduuh, , dokter Gina maaf ,tadi saya panik gak sempat buat pegang ponsel,lagipula di sana cuma ada saya,yang lain urus kerjaan." ucap Sinta


"ya sudah gak apa apa,saya siapkan dulu ya alat alatnya" ucap dokter Gina selaku dokter khusus TBW


tiba tiba Zelda kembali menjerit kesakitan "Aaaaawwww , , aduuuuh, , saa-kiit bang-nget dokter" teriak Zelda


dokter itu langsung memeriksa jalan lahir bayi,


"silahkan sister Sinta bisa keluar," ucap dokter Gina.


selang beberapa saat beberapa dokter dan suster menghampirinya dan mulai berkerja sesuai posisinya


"Sudah siap, , mari kita mulai, tarik nafas dan dorong" ucap dokter memberi aba aba


"Aaaaaaaaaarrrrrk, , , huu, , huuu"


"Terus dorong"


"hhuuuu aaaaaaaaarrrr"


sebagian perawat menyeka peluh di dahi Zelda sembari memberi semangat,


Zelda sepertinya sudah tidak kuat lagi,ia rasanya hilang tenaga.


" ayook teruss , , dorong teruuus " ucap dokter..


namun melihat kondisi Zelda yang semakin melemah dokter pun panik,berusaha membuat zelda tak menutup matanya agar tetap sadar,satu suster mendorong perut Zelda,sat lagi menyeka peluh Zelda,dokter yang satu memantau lahirnya bayi,dokter Gina berusaha membuat Zelda tetap sadar dan tetap membuka matanya.


"Anggel, jangan tutup matamu,jangan tutup saya mohon, , " pinta dokter Gina


dokter yang lain sudah menyiapkan alat untuk membatu agar tenaga Zelda tetap terjaga dan tidak melemah..


"Sa-ya , ,gak ku-aat" ucap Zelda melemah.


"Gak, , gak , , jangan tutup matamu bodoh, tetap buka matamu ,jangan lemah,di mana kekuatan mu,di luar kamu begitu hebat menembak,memanah,bahkan membunuh,di mana kekuatan itu,,ingat semua keluargamu menunggumu di luar menantikan mu dan anakmu lahir ,ingat Revin dia akan membunuhku jika tidak bisa membuatmu keluar dari ruangan ini dengan selamat," Bentak dokter Gina


Dokter Gina sengaja memancing emosi Zelda agar dirinya tetap terjaga tidak memejamkan matanya,


mendengarkan kata Revin,Zelda seketika menangis,ia sakit bahkan ia tak sanggup hidup tanpa Revin,entah mengapa mengingat Revin ia ingin bisa melahirkan anak itu,entah dia harus mati setelah itu ia tak apa,Revin tak akan kembali,biar dia juga ikut dengan suaminya dan anaknya akan menggantikan kesedihan keluarga mereka karena kehilangan dirinya dan Revin,


Saat akhir akhir perjuangan zelda ,pandangannya sudah kabur sedangkan dokter masih berusaha dan sudah mempersiapkan ruang operasi bagi Zelda,


detik Zelda menutup mata,ia melihat ke arah pintu terbuka,sosok orang yang sangat di cintainya menghampiri nya dengan di bantu seorang suster ,dia terlihat sangat tampan ,mata zelda tak berkedip memandangnya bahkan sampai dia berada di depan Zelda,dirinya masih tak berkedip,ia takut jika ia sedikit saja memejamkan matanya bayangan itu akan hilang.ia takut saat saat terakhir nya ia ingin melihat suaminya Yang saat ini mulai mendekatinya


tik


setitik air mata membasahi pipinya,


cup


"Sayang kamu kuat, aku di sini" ucap lelaki itu mendekat dan memeluk Zelda dan mengecup nya sayang


"Aku tau kamu akan datang" ucap Zelda melemah


ia kembali melihat atas dan mulai merasakan kesakitan yang teramat dalam,ia segera mengatur nafas dan mulai mendorong sekuat tenaga, entah dari mana bayangan Revin saja membuatnya kuat seperti ini,tenaga yang hilang tadi seketika di ganti oleh tenaga yang berkali kali lipat kuatnya.


hingga


"Huuu , , aaaaaaaaaarrrrrk"


Howekk


Howekk


Howekk


next


ketemu di part part akhir


terimakasih