
sementara boy menikmati kegalauan hidupnya akibat ulah papanya,Zelda lebih memilih untuk menenangkan pikirannya dengan bermain berbagai arena permainan,bersama dengan Revin apapun keadaannya dia pasti bahagia,untuk itu dia mempertahankan Revin apapun yang terjadi.
"Honey,tunggu" teriak Revin yang melihat Zelda tiba tiba berlari setelah mereka sampai di wahana itu
Tak lupa Revin menggunakan topi dan kacamata untuk melengkapi penampilan nya malam ini,
semua mata tertuju pada Revin dan Zelda yang sedang berlari layaknya anak anak,mata para emak emak tak pernah berkedip memandang wajah tampan milik CEO Revin itu,begitupun dengan Zelda,ia bagaikan seorang dewi yang sangat cantik meskipun Zelda menggunakan fashion yang sederhana,zelda sebelum keluar mobil,ia mengganti terlebih dahulu pakaiannya dengan baju santai,
beberapa orang melihat kagum dan bahkan ada yang ingin meniru gaya Zelda berpakaian,
"Wah,besok aku mau beli pakaian seperti itu" ujar salah seorang pengunjung yang melihat Zelda dan Revin.
"Iya aku juga,meski sederhana tapi terlihat elegan dan berkelas" puji yang lain.
"cowoknya itu tampan banget , gila !! kalau gue jadi dia gue di jadikan teman malam aja gue rela"
"jangankan teman malam,gue di jadikan pelampiasan atau pelarian juga mau banget"
itulah bisik bisik tetangga yang melihat revin dan Zelda di arena permainan biang Lala.
Zelda mulai bermain di biang Lala,Revin begitu lega dan senang melihat Zelda yang bisa tertawa lepas bermain layaknya anak anak.
setelah di arena biang Lala Zelda beralih ke kincir angin,melihat pemandangan yang sangat indah dari puncak kincir membuat Zelda mengulum senyuman manis,ia seolah seperti tak memiliki masalah,siapa sangka seorang pemimpin mafia terkuat di berbagai daerah memiliki masalah soal percintaa.
(hah sungguh author tidak bisa berkata kata, seharusnya kamu kasi tahu mama revin kalau kamu pemimpin dari organisasi mafia terbesar dan terkuat serta anggota dari petinggi negara yang kedudukannya sangat penting dan pemilik perusahaan yang bergerak dalam menciptakan alat alat yang berguna untuk manusia, terutama ponsel dan GPS,kan kalau gitu mana bisa mama revin gak setuju sama kamu Zelda,aduuuh pusing nih author 😀😀)
lanjut ke Zelda
"Honey,maafin aku belum bisa membuat mama percaya kalau kamu adalah separuh aku" gumam Revin menatap Zelda yang tersenyum manis menghadap langit yang bertabur bintang 🌟.
setelah turun dari Kincir angin,Zelda dan Revin lanjut ke wahana selanjutnya dan berakhir pada wahana wisma hantu.
"Honey,kamu yakin mau masuk sini?" tanya Revin di balas anggukan Zelda
"Kenapa? takut? mafia kok takut!" goda Zelda
"siapa takut , , ayok " ajak Revin masuk
setelah membeli tiket untuk mereka berdua,sebelum masuk mereka di periksa terlebih dahulu agar tidak membawa barang barang berbahaya,seperti kayu,pisau,gunting atau yang lain yang bisa membahayakan orang di dalam,Karen bagaimana pun siapa saja yang merasa takut tidak Kan saadar jika suatu waktu dapat melakukan tindakan yang tidak di inginkan,
setelah melakukan pemeriksaan,barulah mereka bisa masuk ke dalam,awalnya di dalam masih biasa biasa saja, terlihat seperti rumah sederhana di lengkapi dengan ruang tamu yang masih bersih tak berpenghuni, cahaya pun masih terang,bagi siapa saja yang masuk awal awal mereka akan senang dan merasa ( oh,hanya begini wisma hantunya,kok gak seseram yang kita bayangkan) sepeti itu pemikiran kebanyakan orang jika baru masuk wisma ini,namun siapa sangka semakin ke dalam suasana rumah semakin tak terurus Dan mulai membuat bulu kuduk merinding,secara langsung ruangan yang tadinya terang menjadi gelap gulita hanya ada beberapa pencahayaan yang membuat ruangan sebelah nya menjadi angker,mau balik pun percuma Karena lampu di wisma itu sudah di atur sedemikian rupa secara otomatis jika orang yang berada di ruangan itu berpindah tempat maka semua ruangan akan menjadi gelap,
Begitupun yang di alami Zelda dan Revin saat ini, Zelda telah tiba di ruangan yang mirip ruang tamu itu,ia melihat secara detail apa saja yang ada di ruangan itu,ia melihat beberapa CCTV yang mengarah ke mereka,
"honey,kok kaya bukan wisma hantu" ujar Zelda masih menatap selidik lampu dan beberapa CCTV itu.
"sebentar" jawab Revin kembali ke pintu awal,
cklek
cklek
(terkunci)
"kenapa?" tanya Zelda
"Terkunci" ucap Zelda mengulang ucapan Revin.
"yups, sepertinya sudah di atur sama pemiliknya" ujar Revin
hingga Zelda berpindah ke ruangan sebelah tiba tiba Ruangan jadi gelap gulita,beberapa detik kemudian lampu lampu kecil menyala mambuat ruangan itu seperti sebuah rumah kosong yang sudah tak berpenghuni bertahun-tahun lamanya,akar akar pohon menjalar di mana mana,sarang laba laba,kecowa,tikus,bahkan kucing hitam secara di sengaja di lepas mereka dalam ruangan itu,
"menjijikkan" gerutu Revin
"hhhffffttt, , , takut ya honey" ucap Zelda mengedipkan matanya
"Bukannya takut honey,hanya geli ,,i ,i, ihhh" ujar Revin bergidik.
"eeh bagaimana kalau kita pura pura takut,kan gak seru di wisma hantu gak takut sama skali, berhubungan banyak CCTV honey" usul Zelda
"seru kayaknya" jawab Revin .
"Aaaw,., aaaaa takut kak,takut " teriak Zelda berloncatan melihat beberapa tikus dan kecowa di lemparkan ke arahnya.
"Aaarkh Kakak juga takut dek" balas Revin tak kalah berteriak,
mereka berlari ke tempat yang selanjutnya,Mereka berjalan menelusuri sebuah lorong layaknya lorong rumah sakit yang ada di film film horor, lampu berkedip kedip,Zelda mengeratkan genggaman nya pada lengan Revin,
"honey, seperti nya ada suster ngesot di belakang,dan kau lihat di depan pojok kiri,ada yang duduk santai berbaju putih dan muka jelek banget" ucap Zelda
sontak membuat Revin menoleh ke arah yang Zelda ucapkan,
"pura pura takut lagi?" tanya Revin
"iya lah ,tapi kita kerjain dulu suster ngesot nya," jahil Zelda.
"Kak,apaan tu?" teriak Zelda menunjuk sesosok kuntilanak yang duduk manis sambil menggoyang goyangkan kalinya dan memiliki muka yang terlihat hancur berdarah,
"Widih,..Kunti , , " ujar Revin terkejut
mereka melangkah ke belakang tanpa menoleh,sister ngesot di belakang pun mulai mengesotkan kakinya ke arah mereka,
Tiba tiba Zelda dengan sengaja menginjak tangan suster ngesot itu.
"aww , , iissh , , uuuh sakit,sakit sakit" ringis pemeran suster ngesot itu
Zelda menoleh ke arah suara yang menjerit,
ia terkejut dan saling menolah lalu berteriak bersama dan berlari ke tempat selanjutnya,.
"Huuaaaaaa, , , ,aaaaa, , ," teriak mereka berdua kemudian berlari,
"Hahah,hahah lucu banget mukanya " Zelda tertawa terpingkal pingkal melihat reaksi suster ngesot yang tadi dengan sengaja di injak kakinya.
"honey, kamu keterlaluan" Seru Revin.
mereka melanjutkan langkah mereka,sedang Zelda sambil tertawa berjalan mundur sambil memegang tangan Revin..
DUG
"UPS"
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻