Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 20


Seminggu berlalu setelah kejadian itu,mamah selana kembali pulih dan sudah beraktivitas seperti biasanya,sedang papa Handoko juga memiliki lebih banyak waktu sibuk di kantornya,Zelda dkk pun kini tengah sibuk mempersiapkan ujian akhir sekolahnya, dan Revin tentunya akan selalu di sibukkan dengan berbagai macam pekerjaan yang membuatnya keluar masuk kota bahkan keluar negeri untuk kelancaran bisnis nya.


"aaaach...senangnya hati ini, beberapa hari libur berolahraga membuatku sangat mengidamkan indahnya kehidupan yang santai seperti ini" dumel Andi sambil merentangkan tanganya menggeliat


Sedang Zelda, Diwa dan Sinta sedang berkutat dengan beberapa buku dan laptop mereka,Erland lebih memilih bermain games di ponsel miliknya sambil mengunyah makanan nya.


"brisik loe 4nj1ng" Erland berucap tanpa menoleh Andi dan malah tetap melanjutkan permainannya


"apaan loe ...blajar noh,malah main" seru Andi


"terus elo ngapain ndi??" tanya Diwa sambil berjalan ke arah erland dan mengambil beberapa cemilan langsung mencomotnya.


"gue...gue juga belajar...tapi tadi di rumah,kan kita beda kelas,jadi gue belajar sendiri di rumah," alasanya padahal dia malas belajar


"alasan loe mah" jawab Sinta


di balas cengiran dari Andi.


"ke bar yuk tar malam" ajak Erland


"fokus belajar oke,,tidak ada bar selama ujian sekolah belum usai," jawab zelda


"gue mau kita lulus dengan nilai maksimal dan bisa melanjutkan ke universitas yang kita inginkan, " lanjutnya


"elu mah enak belajar kagak belajar tetap aja pinter,lha kita ...capek kali nie pala buat mikirin tu pelajaran" jawab Andi


"bener tu,,skali kali boleh lah kita refresh otak kita dengan bersenang senang di B4R... bagaima? " tanya Erland.


"terserah kalian dah" jawab zelda pasrah.


*


"kalian bagaimana sih,menemukan 1 orang saja tidak becus,kalian mau makan gaji buta haahh..." teriak seseorang di depan para bodyguard nya yang tidak kunjung menemuka seseorang yang di carinya


"maaf bos...kamu benar benar tidak tau keberadaan nona," jawab salah satu bodyguard itu dengan nada gemetar nya


"gimana ini pah...anak kita tidak ada kabar sama skali," ucap istri nya.


"mah.. tenang saja, bukanlah anak kita bilang tidak mau di ganggu untuk sementara,dia sedang bersenang senang dengan kekasihnya" jawab suaminya menenangkan sang istri.


"tapi pa..masak iya mama salah liat waktu mama ada arisan di salah satu apartemen teman mama,jika mama lihat Revin di sana tapi mama tidak melihat keberadaan anak kita " jelas istrinya yang tak lain ialah buk Diana ibu dari Adelia.


Pak haikal pun sempat berfikir,dan kembali melihat pesan masuk dari anaknya terakhir kalinya .


Pak Haikal saking senangnya mendapatkan notifikasi dari anaknya yang mengatakan jika dia sedang bersenang-senang dengan pujaan hatinya, setalah rencana malam itu,pak Haikal seakan merasa menang dan tak ingin mengganggu kesenangan anaknya itu.


namun setelah mendengar ucapan istrinya saat ini membuat nya kalang kabut mencari keberadaan anaknya yang sampai sekarang belum di ketahui keberadaannya.


bahkan orang orangnya ia perintahkan untuk mencari data anaknya seminggu lalu di bandara,rel kereta dan tempat lain yang mungkin anaknya kunjungi,namun tak menemukan hasil apapun.


lama pak Haikal berfikir,setalah itu dia beranjak


"pah mau kemana? " tanya buk Diana di sela tangisnya


"papa akan mencari pak Revin,dan kalian carilah anaku sampai ketemu dari informasi lokasi terakhir kali ia mengirim pesan" ucapnya serta printahnya kepada bawahannya itu.


"hati hati pa..bawa Anaku dengan selamat" ucap buk Diana langsung pergi ke kamarnya


Pak haikal pun pergi untuk menemui Revin dan anak buahnya mulai berpencar kembali mencari nona muda mereka.


"awas saja kamu Revin,saya tidak akan segan denganmu jika terjadi sesuatu pada anaku" geramnya saat di perjalanan menuju kantor Revin.


Selang beberapa menit,pak Haikal dengan di temani beberapa bodyguard nya pun kini telah sampai di parkiran perusahaan terbesar se-Asia tenggara itu,gedung pencakar langit yang kokoh menjulang tinggi itu kini berada di depanya,tak menunggu lama ia pun memasuki loby dan berarah ke resepsionis.


"permisi pak ada yang bisa kami bantu" sopan resepsionis itu yang tag name Elisa


"saya mau bertemu dengan pak revin" jawabnya sopan


"maaf pak...pak Revin tidak ada di tempatnya,beliau sedang ada tugas keluar negri bersama rekannya,jika ada sesuatu bapak bisa langsung menemui assisten nya,beliau sudah menunggu anda di lantai 15.." ucapnya tak lupa senyum manis tercetak di bibirnya .


"tidak perlu,saya hanya perlu dengan pak revin saja,sampaikan salam dari saya jika beliau sudah balik dari luar negri" jawab pak Haikal lalu pergi begitu saja


bug.


pintu mobil pun di tutup


"ada apa sebenarnya..." gumamnya dalam hati.


" saya juga tidak menemukan kabar dari para mafia bayaran saya,bahkan sebelum saya memperintahkan nya pekerjaan " lanjutnya dalam hati


"aku harus selidiki ke markasnya" lanjutnya.


"pak..jalan xx blok D ya.." ucapnya pada supir


"baik tuan " jawab pas supirnya


Setelah menempuh perjalanan hampir 60 menit,kini pak Haikal telah sampai di sebuah gedung yang lumayan berantakan seperti gedung kosong tidak adanya kehidupan,gedung itu dulunya bekas gedung pembuatan kertas namun sudah lama terbengkalai akibat seringnya terkena banjir,gedung yang tepatnya sekitaran 1 km dari permukiman warga,untuk itu jarang sekali orang ke tempat ini,gedung itu di manfaatkan oleh anggota Genk black dark,untuk di jadikan markas mereka,


"gedung busuk di jadikan markas, menjijikkan" monolog pak Haikal samb berjalan masuk di temani beberapa bodyguard nya yang selalu setia mengkawal dirinya kemana pun ia pergi .


tok..tok..tok...


tak ada sahutan


tok...tok..tok...


pak Haikal kembali mengetuk pintu gedung itu,namun masih tak ada jawaban dari dalam


"dobrak pintunya" printahnya pada sang bodyguard


bugh...bugh....bugh....brakkkkk


saat percobaan ke empat barulah pintu itu berhasil di dobrak.


Pak Haikal tak menemukan siapapun di dalam sana,lama mereka berpencar mencari petunjuk namun tak kunjung di temuinya.


"aaaaaaach....brengsek...kemana mereka" geramnya


sreeeeet...brrukk...prang..


semua yang ada di sana di hancurkan nya,tepat saat itu ia menemukan sesuatu yang menurutnya mencurigakan,ia ambil dan ia buka isinya,amplop kecil berwarna coklat,


pak Haikal terkejut melihat di dalam amplop itu ada sebuah foto dan bukti transfer uang dari Adelia ke rekening bank milik ketua mafia BLACK DARK itu,


"apa maksudnya ini,apa yang di lakukan Adel sama anggota genk ini? " ucapnya berfikir keras dari mana anaknya kenal sama anggota mafia seperti mereka.


Dan ia semakin yakin jika hilangnya anaknya ada hubungannya dengan anggota The Black Dark .


pak Haikal kembali mengingat kejadian di mana dia menjebak Revin,pak Haikal merogoh sakunya dan memencet salah satu nomer di ponselnya


tut..tut...tut....Tut...


tidak ada sahutan sama sekali,membuat pak haikal frustasi kemana ia harus mencari anaknya, Adelia


"aaaarh...kemana mereka semua,aku harus segera bertemu dengan pak revin " ucapnya lalu pergi meninggalkan gedung tua itu.


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻