Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 127


"Kamu punya waktu 5 detik untuk berbicara apa yang ingin kamu bicarakan" ucap Revin


"Ape ?"


"Cepat,di mulai dari sekarang" ucap Revin


boy tak kunjung bicara membuat Revin kesal dan langsung mematikan ponselnya,kemudian melepasnya sembarang ke ranjang,


cklek


pintu kamar terbuka, memperlihatkan Zelda yang hanya menggunakan handuk putih di atas dada sampai batas pahanya ,ia belum sadar Revin ada di kamarnya Zelda langsung berjalan ke arah ruang ganti,sambil berjalan Zelda menunduk dan menggulung rambutnya dengan handuk putih di tanganya,Revin menelan ludahnya dengan susah payah melihat pemandangan yang kini di depan mata,rasanya ingin ia kunyah mentah mentah tubuh mungil milik zelda itu saat ini juga,tapi apalah daya ia tak ingin mengulang kesalahan yang sempat membuatnya merasa bersalah.


Revin berjalan mendekati Zelda,Zelda belum menyadari pergerakan di belakangnya,Zelda membuka satu persatu almari pakaiannya,saat dirinya menutup kembali almari itu,saat itulah ia melihat revin berdiri tegak dengan bersandar kan bahu pada almarinya dengan kedua tangan di lipat di atas dadanya,Revin sedang tersenyum memandang wajah polos tanpa make up Zelda, Zelda yang baru saja menutup pintu almari itu pun merasa terkejut,untung saja dirinya tidak mendapatkan kepalan tangan Zelda yang sudah melayang di depannya, tapi Revin tak menghindar sedikit pun.


"kenapa tidak di terruskan?" ucap Revin melihat kepalan mungil Zelda hampir mendarat di hidung mancung nya


Revin segera menarik tangan Zelda dengan tangan Kanannya,tangan kirinya meraih sesuatu di saku celana nya,di bukanya kepalan tangan Zelda dan memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah darah,Zelda yang tadi hanya diam kini mulai bersuara.


"Apa ini?" tanya Zelda bingung


"di pakai ya, , pasti cantik " ucap Revin membuka kotak itu


mata Zelda berbinar melihat sebuah cincin berlian yang sangat cantik,desain yang simpel dan unik tidak ada duanya,Karena Revin memesan khusus untuk Zelda dan hanya satu desain itu di dunia, desainer nya juga desainer terkenal di dunia,untuk itu cincin berlian yang di gunakan Zelda ini merupakan cincin berlian termahal dan limited edition di dunia.


"tapi kan sudah ada ini?" ucap Zelda melihat di jarinya sudah memiliki cincin tunangan yang kemarin di rayakan dadakan .


cincin tunangan itu bentuknya seperti ring biasa hanya karat berlianya dan ukiran halusnya yang membuatnya menjadi berharga dan sangat mahal,ukiran dalam cincin tunangan itu pun di pesan khusus oleh Revin buat Zelda,sebuah ukiran yang mengartikan kesetiaan dan juga nama mereka masing masing,tapi jika di lihat dari luar seperti cincin tunangan biasa yang kebanyakan di pakai orang orang,dan untuk cincin yang tadi bisa di katakan sebagai pelengkap ,bentuk ringnya yang tipis dan desain mata berlian yang mewah membuat nya sangat simpel.


Revin mengambil tangan Zelda dan langsung menggabungkan cincin berlian itu dengan cincin tunangannya itu.


cklek


seperti sebuah satu kesatuan kedua cincin itu terdengar seperti terkunci dan tak bisa di pisahkan sama skali,


"Waw, ," Zelda takjub melihat cincin yang di gunakan itu


"Cincin punya jodoh juga" ucap Zelda merasa senang melihat jarinya yang semakin cantik menggunakan cincin itu


"sepeti kita,cincin ini tidak akan bisa lepas kecuali aku Yang melepasnya,begitu juga dengan hubungan kita,hanya aku yang bisa melepasmu,honey" ujar Revin mencium sekilas jari manis Zelda.


cklek


Revin mencoba mendekat kan cincin itu dengan cincin Zelda barulah cincin itu bisa terlepas dari cincin tunangannya,


"bagaimana? sudah percaya?" ucap Revin


"Mulai hari ini ,kamu adalah milikku,tidak ku biarkan sekalipun orang mendekati bahkan melirik milikku ,jika tidak mereka akan hanya tinggal nama detik itu juga " ucap Revin membuat Zelda bergidik dengan ancaman Revin.


"Tidak usah berlebihan dan tidak perlu seperti ini juga aku tidak akan pergi kemana mana honey" ucap manja Zelda berjinjit dan mengecup singkat wajah Revin,


merasa mendapatkan signal,Revin langsung saja melepas kotak cincin itu di meja tempat semua aksesoris Zelda di sana,ia segera mendorong tubuh Zelda hingga membentur almari yang mengelilingi ruang ganti itu,Revin mengangkat satu kaki Zelda ke atas pinggangnya,sedangkan tangan nya mulai mengelus lembut di sana, menyingkirkan handuk putih yang masih melingkari nya,


tangan kiri Revin memegang tengkuk Zelda,lengan Zelda di lingkarkan ke leher Revin,Revin sedikit menunduk untuk bisa mencium Zelda,


Zelda membiarkan tangan Revin mengelus lembut atas lututnya,ia pun membalas c1uman itu dengan mengikuti irama yang di mainkan Revin,"Eeum" suara lirih nan pelan Zelda membuat Revin melebarkan matanya ,merasa seluruh tubuhnya berdiri tegak,bulu bulu halus di seluruh tubuh nya pun mulai meronta ingin di beri jatah,Revin segera mengangkat tubuh Zelda dan di dudukan di atas meja aksesoris Zelda yang terbuat dari kaca itu,Zelda melingkarkan kedua kakinya di pinggang Revin,Revin menghentikan sejenak aktivitas nya,ia menatap lekat wajah Zelda yang masih basah dengan air liurnya,Revin mengulurkan jari nya untuk mengusap lembut bibir Zelda,Zelda tersenyum dan Revin langsung saja merebahkan tubuh Zelda yang masih terbungkus oleh handuk putih itu,di rentangkannya tangan Zelda ,terlihat jelas tulang selangka Zelda dah ketiaknya yang putih mulus,segera Revin mengecup singkat seluruh wajah Zelda , kemudian turun ke leher jenjang nya dan beralih ke lengan dan tangan Zelda,tak lupa d4d4 atas Zelda juga di kecupnya singkat,Zelda memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan Revin, setelah puas Revin kembali menatap tubuh mungil itu,Zelda membuka matanya,dan kini Revin ingin membuka bungkusan putih yang membungkus tubuh Zelda ,tapi deringan ponsel miliknya membuat aktivitas nya terhenti.


"Haish menggangu" kesal Revin merogoh ponselnya itu


tertera nama orang yang sangat penting,ia pun memilih mengangkat nya dengan tangan kanannya,sedangkan tangan kirinya ia tarik tubuh Zelda dan di peluknya Zelda dengan penuh masih sayang,


mendengar Revin berbicara tentang bisnis dengan serius ,Zelda melepaskan pelukannya,dan mendorong Tubuh Revin ,tapi sepertinya Revin enggan melepas pelukan itu,tapi Zelda paham jika akan seperti ini Revin tidak akan fokus pada pekerjaan nya,di jinjitkan kakinya dan "Cup" di kecupnya singkat bibir Revin yang masih basah itu,kemudian memberikan kode agar dirinya bisa mengganti pakaiannya,Revin pun melepaskan Zelda dan berjalan ke luar ,berdiri di depan balkon kamar Zelda menerima panggilan ponsel penting itu,


"Baiklah pak,besok pagi saya berangkat" jawab Revin dan memutuskan panggilan itu,dengan mengganti dengan panggilan ke Dion.


"Siapkan berkas kerjasama ke Turki,kita berangkat besok" ucap Revin melalui panggilan telponnya.


"baik pak?" jawab Dion.


***


di negara lain,


"Besok dia sampai di Turki" ucapnya


"Bagus,siapkan sesuai rencana" balas nya