Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 132


Johan dan Jihan terkejut melihat anak panah melewati dirinya dengan cepat dan menancap di dinding samping mereka,seketika membuat Jihan bergidik dengan anak panah itu,berfikir jika anak panah itu menancap di tubuhnya,entah apa yang akan terjadi padanya.


"awas" ujar Johan menahan tubuh Jihan di belakang nya dengan was was


"Hahahaha, , ,hahahaha, , ," Zelda tertawa melihat wajah ketakutan dari kedua sahabat lamanya ini.


Johan celingukan melihat sekitar,tapi tak menemukan apapun " Hei siapa itu,?" ucapnya berteriak.


Johan segera berjalan ke arah Zelda dan mengambil pisau kecil di saku belakang nya dan meletakkannya di leher Zelda.


"Jangan macam macam,atau dia mati" teriaknya.


Jihan menyusul Johan dan berdiri di belakang Johan dengan wajah ketakutan


"Juana , , Juana, , wajah loe itu lho, , hahahaha" tawa Zelda melihat wajah ketakutan Jihan


"Periksa keluar" perintah Johan pada anak buahnya yang masih di sana.


mereka semua bergegas keluar mencari siapa yang melayangkan anak panah itu,yang pasti Johan yakin itu adalah salah satu anggota TBW.


"Hahaha, , kalian gak bakalan menemukan mereka" ujar Zelda menertawakan mereka.


"Diam loe, atau gue robek leher loe" ancam Johan


"Hei,ucapkan permintaan terakhir loe,sebelum gue bunuh loe" ucap Jihan mendekat dan mencengkram dagu Zelda.


"Tau gini ,nyesel gue gak masukin loe sekalian ke kandang singa waktu di hutan dulu," ujarnya lagi


deg


Zelda kembali teringat dengan kejadian belasan tahun yang lalu saat dirinya tersesat dan menemukan sebuah gubuk yang di dalamnya orang orang jahat,


"Jadi itu semua ulah kalian?" tebak Zelda


"Iya,itu semua gue dan Jihan yang sengaja membuat elo masuk ke sana, , hahaha" tawa Johan


"Loe beruntung bisa masuk ke gubuk tua itu,jadi loe bisa selamat " ujarnya kembali.


flash back on


Johan dulu memang sengaja tidak keluar dari persembunyian mereka saat bermain dan di kejar anjing liar,di luar hutan Johan dan yang lain bertemu dengan Jihan tapi hanya Zelda yang belum kembali,untuk itu Johan memutuskan untuk mencari zelda ke dalam


"Zelda mana?" tanya temannya yang lain


"Masih di dalam, wah gawat kalau dia gak kembali" ujar salah satunya.


"Ya sudah gue balik ke hutan dan mencarinya" usul Johan


"Oke sudah...kita tunggu di sini ya" ucap teman temannya.


Johan akhirnya kembali ke hutan sendirian,saat dirinya menelusuri jalan yang tadi saat di kejar anjing,Johan mengambil jalan yang tidak di laluinya maupun di lalui temannya,


Johan mendengar teriakan Zelda,"Nah itu dia" ujarnya senang menemukan Zelda,tapi saat dirinya hendak meneriaki Zelda ia teringat akan Jihan yang selalu menangis jika sesuatu yang di inginkan nya di halangi Zelda,meskipun Zelda tidak menyadari hal itu tapi Johan tetap benci melihat kembarannya menangis.


Johan Memilih bersembunyi dan mengawasi pergerakan Zelda ,sampai Zelda masuk ke sebuah gubuk tua di balik semak semak saat itulah Johan ingin keluar,tapi di urungkan karena mendengar teriakan Zelda dan juga tawa para penjahat itu,Johan menghentikan langkahnya,dan memilih untuk kembali ke teman temannya dan beralasan dengan Zelda tidak ada di hutan,


"Joan,kok kamu sendirian? mana Zelda?" tanya temannya


"Gak ada,mungkin sudah balik duluan pas kita belum ketemu" bohong johan.


Johan hanya menceritakan yang sebenernya pada Jihan adik kembarnya,awalnya Jihan tidak setuju dengan apa yang di inginkan Johan,tapi dengan bujukan Johan meyakinkan Jihan maka Jihan sejak saat itu mulai membenci Zelda,bahkan ingin membalas dendam terhadapnya,saat dirinya memutuskan untuk mengganti nama Jihan memang ingin memulai hidup baru dan melupakan dendamnya,tapi itu hanya sejenak, dia hanya melupakan dendamnya saat belum mendapatkan kedudukan seperti sekarang,memiliki usaha sendiri dan memiliki banyak anak buah yang bisa di perintah apapun,itu membuat Jihan semakin ingin mencelakai bahkan menyingkirkan Zelda,tapi siapa sangka sejak dia tahu siapa Zelda ia mengurungkan niat awalnya ,dan beralih ke rencana lain yang sekarang di jalankan nya saat ini.


Saat Johan kembali kepada teman temannya dan melaporkan jika Zelda pulang duluan,saat itulah Revin bersama temannya masuk ke hutan untuk berburu dan berhasil menemukan Zelda ,melihat gadis kecil Revin merasa kasihan dan langsung menolongnya,entah kenapa pelukan pertama saat di gubuk itu menghipnotis Revin seakan Zelda sudah masuk ke dalam hatinya saat itu dan mengunci rapat rapat pintu hatinya,hingga dari tatapan yang begitu dekat membuat Revin tak berhenti memikirkan Zelda.


flash back off


"Brengsek" geram Zelda dalam hati


"Jadi selama ini mereka yang sengaja membuat aku merasakan semua itu" fikir Zelda


Zelda semakin geram mendengar pernyataan dari Johan saat ini,ia sudah tidak bisa menahan diri lagi,karena Johan dia melihat perlakuan tak pantas dan hampir di lecehkan oleh para penculik itu,


"Brengsek,jadi elo sengaja melakukan itu semua ,Johan?" ujar Zelda dengan nada marah.


"Hahaha , ,uuu tayang tayang, , jangan marah gitu dong, itu kan dulu" ujar Johan meledek.


" nyesel gue gak bawa elo ke kandang singa sekalian" ujar Jihan kembali mendekati Zelda


tangan Jihan terangkat ke atas dan melayang ke arah Zelda," JANGAN PERNAH SENTUH DIA MESKI SEUJUNG KUKUPUN,JIKA TIDAK MAU NYAWA KALIAN DETIK INI JUGA MELAYANG" suara bariton Revin mengagetkan Johan dan Jihan ,suara yang mengeluarkan aura seorang pemimpin mafia begitu pedas di telinga, terdengar menyakitkan meski hanya sebuah kata,


Jihan segera menarik tangannya lagi,dan berlari ke belakang Johan,Johan. melihat itu langsung saja mengambil senjatanya dan menyerang Revin.


"aaaa" teriak Johan mengangkat senjatanya


Revin dengan satu tangan menangkis tangan Johan yang menurutnya tak seberapa,di baliknya tangan Johan dengan sekali tarikan seperti memetik buah naga ,"Krek" suara patahan tangan Johan


"Aark" ringisnya


Revin kembali menarik tangan Johan dengan tangan sebelah nya,"Bugh" Johan menendang dan melemparnya ke depan Jihan,


"Kak, , ujar Jihan membantu Johan bangun.


"Kurang ajar!" geram Johan kembali berdiri dan mulai menyerang Revin lagi,


Revin tidak melawan ,ia hanya menghindari pukulan Johan,baginya Johan bukan tandingannya,tapi Johan dengan sekuat tenang melawan Revin ,menendang,menghantam,namun tak satupun serangannya mengenai Revin,


BUGH


BUGH


BRAK


Revin mundur dan melangkah langsung menghantam dan menendang Tubun Johan yang akhirnya terpental mengenai lemari kecil di sudut ruangan sana.


"Kak" teriak Jihan,


Jihan inisiatif mengambil pisau yang tadi di pakai Johan dan mengarahkan nya pada Zelda.


"Jangan bergerak,atau dia mati" ancamnya pada Revin


melihat itu Revin mengangkat tangan menandakan dirinya menyerah,


"Oke , ,gue nyerah, , " ucap Revin mengangkat kedua tangannya dan berjalan mendekat ke arah Zelda.


"Jangan mendekat, , atau gue bunuh dia" ancam Jihan melayangkan pisaunya ke arah Zelda, dan


Aaarkhhhh