Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 118


Aku akan mencari mbak nanti,untuk menjelaskan semuanya" lanjutnya bergumam kemudian pergi dari sana dengan taksi .


usai Tiara kehilangan kesadaran nya,para lelaki itu membawa nya ke sebuah rumah mewah yang tak jauh dari sana,


"Bagaimana"


"aman bos,dia di dalam , saya permisi" pamitnya


"kerja bagus, " ucapnya kemudian membuka kamar itu


cklek


dia berjalan duduk di sisi ranjang sambil menatap penuh rindu perempuan yang kini di sampingnya.


"Ra,sorry gue lakuin ini karena ingin bicara berdua sama Lo" monolog Johan


ia sengaja menyuruh anak buahnya untuk menculik Tiara agar dia bisa punya waktu berdua dengan Tiara ,di tatap wajah Tiara yang cantik,


"sangat cantik" gumamnya menyentuh wajah Tiara sambil mengelusnya.


cup


ia tak bisa menahan diri jika melihat Tiara,ia kecup tiara di kening dan turun ke bibir Tiara,Tiara masih dalam keadaan pingsan akibat obat bius yang di hirupnya.


ia menatap tubuh Tiara dari atas sampai ke bawah,kini tatapannya terkunci pada jeans pendek Tiara yang memperlihatkan paha besarnya yang di tutupi sweater Hoodie nya.


di singkapnya sweater itu,kemudian dia menyentuh dengan lembut betis sampai ke paha Tiara,Tiara tersadar dan langsung menepis tangan Johan.


"Johan,apa yang loe lakukan?" tanya Jihan berusaha berdiri namun masih pusing.


"Tiara, , sorry" ucap Johan kembali tanpa sengaja memegang paha Jihan .


plak


satu tamparan keras mendarat di wajah Johan ,wajah Johan terlihat memerah.


"Jangan pernah macam macam Johan" sarkas Tiara


"sorry gue gak sengaja" ucap Johan mengangkat tangannya


"Di mana ini" tanya Tiara melihat sekeliling nya


"kamu di rumahku Ra?"


"APPA, , aku mau pulang, "


"AA-KU MAAU PUL-LANG" ucap Tiara langsung berdiri


tapi tangan Johan menahanyan" Ra loe nggak boleh pergi,gue butuh bicara sama loe,gue lakuin ini karena ini cuma satu satunya cara agar gue bisa ketemu dan bicara berdua sama elo" ucap Johan sambil menahan tangan Tiara .


Tiara berfikir dia tak tahu dia di mana,dia lebih memilih mengalah saat ini, " oke, oke, , kita bicara" ucap Tiara


wajah Johan terlihat bahagia,"oke oke ,kalau begitu kita makan dulu ya,sambil berbicara sebentar" ajak Johan.


"oke,Tiara mengiyakan ,toh dia juga sedang lapar saat ini,dan ia juga harus bisa mengulur waktu agar bisa meminta bantuan pada siapapun,karena hp Tiara juga entah di mana.


di meja makan sudah terhidang berbagai macam makanan enak , Johan menarik kursi untuk Tiara duduki,Tiara dengan patuh duduk di kursi yanh di sediakan Johan.


tiara sedikit melirik ke semua arah,berharap agar mendapat jawaban di mana dia berada dan bagaimana caranya agar bisa menghubungi Erland atau yang lainnya untuk menyelamatkan dirinya


"Silahkan di makan!"ucap Johan menghidangkan makanan ke piring Tiara


Tiara dengan patuh makan makanan itu,


"Apa yang ingin loe bicarakan?" tanya Tiara memulai percakapan.


"eh, , gue , , gue mau bicara, ,apa kabar?" tanya Johan terbata seperti tak tahu ia mau apa


Tiara kesal dan segera melepaskan kasar sendok dan garpu yang dia pegang " jadi,elo cuma mau tanya gue apa kabar doang,sampai elo culik gue kaya gini?"


"Basi loe" ucapnya lagi kemudian mengangkat tubuhnya


"Mau kemana?" tanya Johan meraih lengan Tiara


"Oke oke,gue minta maaf, , ,gue mau bicara serius," ucap Johan membuat Tiara menghentikan langkahnya dan kembali menarik kursi untuk ia duduki.


"setelah ini gue harap loe bisa bawa gue pulang" sahut Tiara


"Oke " jawab Johan


mereka diam sejenak,


"Ra,Balik sama gue yuk" ujar Johan sambil memegang tangan Tiara,namun di tepis olehnya


Tiara mengerutkan keningnya kemudian tersenyum kecut,


"Heh, , , " belum sempat Tiara berbicara Johan kembali berucap


"Gue janji, kalau loe mau balikan sama gue ,gue akan meninggalkan Jihan dan semuanya demi Lo,gue mau hidup tenang sama loe" johan kembali menarik tangan Tiara


,namun lagi lagi Tiara menepis kasar tangan itu tapi Johan tak juga melepaskan nya .ia malah semakin menggenggam erat tangan Tiara


"JANGAN MIMPI , ,!!! setelah apa yang loe lakuin ke gue,loe seenaknya ngomong kaya gini? di mana hati loe hah," sarkas Tiara.


"iya Ra,gue paham,gue salah gue minta maaf,itu semua bukan keinginan gue Ra, please gue mohon Ra" ujar Johan mulai menunduk bersimpuh di bawah Tiara yang duduk


Tiara kembali menepis tanganya,


"Loe gak pernah tahu kan bagaimana rasanya kesucian yang elo jaga di rebut paksa sama om om tua,juga para bodyguard nya hah,loe gak pernah tahu bagaimana menderita nya gue saat itu di siksa dan di lecehkan secara bersamaan? di mana loe saat itu,bahkan elo yang punya tempat hina itu,elo yang mengelola semuanya,jadi loe kira itu bukan salah loe, ,Hah?" tangis Tiara mengingat waktu itu pecah Tak tertahan kan


"Bagaimana gue bisa percaya sama loe, setelah apa yang loe lakuin ke gue,loe baik baik minta gue sama orang tua gue,tapi apa? pas di sini loe perlakukan gue kaya binatang,dan loe serahin gue sama om om itu dengan imbalan uang banyak?"


"IBLIS LOE" geram Tiara sambil mengangkat bokong nya untuk pergi dari sana


"Ra,Ra dengarin gue dulu Tiara!" cegah Johan berdiri dan menahan tangan Tiara


Tiara dengan kasar mendorong tubuh Johan ,namun tak membuat dia terjatuh,ia kembali berlari mencegah Tiara.


ia meraih tangan Tiara dan membalik Tubuhnya," loe gak bakalan bisa kemana mana Ra,loe adalah milik gue,dan siapapun gak boleh milikin loe salain gue" cegahnya sambil berusaha menahan Tiara yang terus saja meronta ingin di lepas.


"Lepasin"


"Gak,gue gak mau"


Tiara semakin berusaha agar terlepas dari Johan,tapi tenaga Tiara tidak ada apa apanya di banding kan Johan,apalagi setelah ia di bius membuat dirinya melemah,


"Kalian cepat" teriak Johan yang melihat Tiara semakin meronta ,Johan berusaha menahan tubuh Tiara dalam pelukannya,


anak buah Johan segera membukakan pintu kamar yang tadi Tiara tempati,Johan menarik Tiara agar bisa masuk ke kamar itu,


JOhan mendorong Kasar tubuh Tiara hingga terjatuhnya di lantai setelah nya ia menutup pintu itu dengan keras


BRAK


Tiara mendongak


PLAK


PLAK


dua kali tamparan Johan membuat Tiara hampir kehilangan kesadaran nya,kerasnya tamparan Johan membuat kedua pipinya memerah ,Tiara memegang kedua pipinya dengan air mata yang mulai terjatuh,melihat itu Johan kembali berjalan ke meja dekat ranjang dan mengambil sebuah pil kemudian ia meminum nya,


Tiara bangun dan ingin melarikan diri di saat Johan meneguk air minumnya,tapi ekor mata Johan melihat jelas Tiara ingin kabur darinya,segera ia melempar gelas itu hingga hancur di lantai,


"jangan pernah berniat pergi dari sini sayang,mari bermain" gumam Johan yang matanya mulai memerah dan terlihat sedikit gerah,sembari berjalan mengejar Tiara yang hampir kabur ia membuka kancing kemejanya bagian atas karena Johan sudah merasa mulai gerah,


"JANGAN HARAP UNTUK KELUAR DARI SINI" ucapnya dengan menarik kasar tangan tiara.


"Aaaarrh" teriak tiara


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻