
sekretaris dari MR.zain kini sedang berada di dalam kamar Revin,melihat revin yang hanya menggunakan piyama mandi membuat dirinya seolah terhipnotis,terlebih melihat rambut basah Revin yang semakin menambah aura keseksiannya.
sebut saja TAMARA, Tamara yang sifatnya humble, ceria,penggila pria ganteng,tapi tetap profesional dalam bekerja,namun melihat revin ia sendiri tergerak hati untuk membawakan Revin baju ganti,dengan membelinya si sebuah brand ternama di sana,ia dengan bangga membawa pakaian ganti itu ke kamar Revin,
tok
tok
tok
"Permisi,Presdir Revin" ujar Tamara dari luar mengetuk kamar Revin.
"kemana si ganteng ya?" fikirnya
tok
tok
tok
Tamara kembali mengetuk,namun tetap saja tidak da jawaban dari Revin.
"Apa dia baik baik saja?" paniknya segera membuka pintu yang ternyata tidak di kunci Revin,
Saat dirinya baru masuk, terdengar suara Revin yang lagi menerima telepon dari seseorang membuat dia sedikit tidak enak hati karena masuk tanpa izin ,mau balik dirinya sudah terlanjur melihat revin yang menggunakan piyama mandi dengan tubuh membelakanginya,
"Oh tuhan,itu manusiawi apa dewa , ganteng banget, ,bisa gila gue di sini terus melihat ketampanan nya" gumam Tamara memandang tubuh kekar Revin dari belakang.
dia sedikit tersentak mendengar kata kata manja Revin dengan Zelda,Tamara merasa iri dengan itu semua.
"So sweet, , coba saja wanita itu aku, , MMM" Tamara bergumam dalam hati sambil melamun.
masih asyik menikmati pemandangan yang luar biasa ,Revin berbalik dan langsung mengeluarkan aura dingin yang mencekam layaknya sebuah film horor .
"Siapa yang menyuruh kamu masuk ke kamar saya tanpa izin?"
Tamara merasa sekujur tubuhnya merinding ,bahkan tak mampu berbicara saat suara itu menggema di telinganya,Tamara tak mampu melangkah sedikitpun,ia bersusah payah untuk menelan ludahnya sendiri,dan mengatur nafas kemudian berkata
"Ma'af kan saya Presdir Revin,say hanya ingin mengantar kan ini saja,tadi saya sudah mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban,makanya saya langsung masuk takut terjadi apa apa dama Presdir" jawab gugup Tamara sembari meletakkan paper bag yang berisi pakaian ganti pria.
Leon tak menjawab hanya melirik paper bag itu, melihat tatapan itu Tamara langsung pamit,",Jika begitu saya permisi" ujarnya kemudian langsung melangkah keluar dari kamar itu.
"Huh, , sungguh membuat darahku berhenti mengalir sejenak" gumamnya pelan saat dirinya sudah sampai di luar.
"sedang apa di sini?" tanya Dion
suara Dion membuat Tamara terkejut untuk kedua kalinya,
"Haish, , si ganteng nyebelin" gumamnya
"bisa di ulang?" ujar Dion mendengar samar gumaman tamara
"eh, ,tidak ada, , permisi" ujarnya kemudian perrgi.
"Ngapain dia di sini,mampus gue" ujar Dion yang tiba tiba teringat bos nya yang menunggu pakaian ganti untuknya.
tok, , tok, , tok
Revin membuka pintu membiarkan Dion masuk, " ini tuan pesanan anda" ujarnya memberikan paper bag pada Revin.
Revin mengambilnya kemudian pergi mengganti pakaiannya,Dion duduk diam di sebuah sofa yang terdapat di kamar itu,"eeh apaan ini?" gumam Dion melihat sebuah paper bag yang tadi di bawa oleh Tamara.
"Ambil saja jika berkenan" ujar Revin yang baru kembali dari ruang gantinya
"eeeh, , " bingung Dion
"terimakasih tuan" ucapnya kemudian.
"zel,loe kok diem aja dari tadi!" ujar Sinta yang kini meneguk minimal beralkohol nya
"lagi gak nafsu gue" jawab Zelda
"Gak asik loe,. ujarnya kemudian menyesap kembali minumannya.
terlihat Diwa yang baru sampai,"sorry guys,gue telat tadi di jalan macet" ujar Diwa sedikit berteriak agar teman temanya mendengarkan nya.
Terlihat juga Erland di sana, Erland sendiri tanpa Tiara," land ,Tiara mana?" tanya Diwa
"lagi nemani buk ananda ,bagus lagi sakit" jawabnya singkat
Erland terlihat mengambil sebatang rokok,kemudian menghidupkannya.
Sinta dan Diwa sibuk dengan kesenangan mereka di ruangan itu,Erland dan Zelda fokus ke arah depan, menatap sekelompok orang juga yang di ruangan itu terlihat sedang bersenang dengan pasangan masing masing,
" Tobat beneran Lo land!" ledek Zelda
"Gue juga gak nyangka,Tiara bisa merubah segalanya,gue yakin jika dia di sini,dia pasti bakalan mengacaukan tempat ini" ujar Erland melihat jika di sekelompok orang itu salah satunya orang yang merusak masa depan Tiara.
"gue yakin,Tiara bisa menyelesaikan urusannya sendiri,kita hanya bisa memantau dari belakang" ujar Zelda
terlihat seseorang sedang berjalan ke arah mereka,"ini bos!" jawabnya
"Bagus, " ujar Erland membaca laporan dari anak buahnya itu
setelah membacanya, Erland memberikan laporan itu pada Zelda,isinya tentang semua identitas lelaki yang sudah menghancurkan masa depan Tiara,
"Gue bilang juga apa,gue yakin Tiara bisa membalaskan dendam nya pada orang ini" jawab Zelda
"Gue balik duluan " jawabnya meletakkan laporan itu kemudian pergi dari ruangan itu.
"Gue anterin" tawar erland
"Gue bisa sendiri" jawab Zelda
Erland membiarkan Zelda pulang duluan, sementara dirinya masih mengamati laki laki tua itu,sedang Diwa dan Sinta masih asyik dengan dunia mereka,
Di luar masih sangat ramai,Zelda menggunakan sweater hitam dengan sebuah topi melengkapi dirinya saat keluar,memasukan kedua tanganya ke saku depan sweater nya ,Zelda berjalan menunduk agar tidak ada yang mengenali dirinya,
Bugh
seseorang menabraknya Zelda," baby?" panggilnya
"boy" jawab Zelda.
"baby,bise tak kita bicara sekejap?" ujar boy memegang lengan Zelda
Zelda menepis tangan boy dengan pelan,"Bukan saatnya boy, gue harus balik sekarang" jawab Zelda meninggalkan boy
Melihat Zelda berada di sini,entah mengapa boy teringat dengan Sinta,"Boy yakin,Sinta di dalam" gumamnya mempercepat langkahnya menuju ruangan VIP,
Zelda kembali berjalan melewati ramainya pengunjung bar saat ini,
"Hai manis? " beberapa orang menghadang Zelda.
"heh," Zelda tersenyum kecut dan melangkah lagi,tapi saat dia melangkah seseorang berlari dari belakang menabrak orang yang menghadangnya,Zelda menghindar tapi sebuah tangan berhasil membekap mulutnya dengan serbet yang sudah di pastikan mengandung obat bius,dalam gelapnya malam di bar membuat semua orang di sana hanya perduli dengan urusan mereka,untuk itu tak ada yang minat maupun menolong Zelda saat ini,Zelda pingsan tak sadarkan diri,
"Cepat bawa dia" ujar salah satu dari mereka,
Orang orang Zelda juga tak melihat kejadian itu,karena sebelum keluar dari sana Zelda memperintahkan agar orang orangnya mengawasi Teman temanya yang sedang di dalam.
"Hallo bos, , target sudah bersama kami" lapornya pada orang yang menyuruhnya
"Haha,jika semudah ini menangkapnya kenapa tidak dari dulu saja" tawa mereka bersama.