
"Baby,aku minta maaf" lirihnya lagi,tapi tak mendapat balasan dari Zelda
sebelum Zelda menghilang di balik pintu boy langsung berkata
"Baby, kenape?" tanya boy.?
Zelda tahu apa yang boy maksud,Zelda terdiam dan berbalik lagi,
"Kenapa loe bilang? tidakkah sudah jelas semua nya?" ungkap Zelda
"Tapi,kenape baby,kenape kamu tidak bunuh saye, bunuh papa,bukankah itu akan sangat pantas untukku ? orang yang sudah sakiti kamu,hine kamu, caci maki kamu,tidak kah kamu mudah menghabisi kami kapanpun kau mau?"
"Itu karena gue masih menganggap loe sebagai teman gue boy,dan yah benar apa yang Loe katakan,gue bisa saja membunuh loe dan bokap loe kapanpun gue mau,tapi gue masih punya hati,karena loe teman gue,dan gue merasa nyokap loe masih butuh loe di saat saat seperti ini,mama loe orang baik,dan gue tidak akan menyakiti hati orang baik seperti mama loe,dan buat loe ,cobalah berfikir sebelum melakukan apapun,cari tahu kebenaran tentang apa yang loe belum ketahui sebelum elo menghakimi orang yang tak bersalah" ungkap Zelda masih menahan emosinya dengan menunjuk boy yang masih berkaca kaca.
"Baby,gue minta maaf" lirihnya mendekat dan ingin memeluk Zelda
"SEDETIK SAJA LOE MENYENTUH MILIK GUE,TANGAN LOE GUE PATAHIN SEKARANG JUGA !!!" suara bariton itu terdengar menggema di seluruh ruangan itu,boy pun di buat nya kaget setengah mati,
Revin yang dari tadi geram dengan boy dan papanya ingn sekali menghabisi mereka langsung dengan tanganya sendiri,tapi jika Zelda berkata tidak maka apapun itu akan tetap tidak terjadi,
"What, maksud Nye?" tanya boy menyeritkan alisnya
"Tidakkah ucapan ku begitu jelas BOY SANJAYA!" tukas Revin lagi menekan kata boy Sanjaya.
Revin mundur beberapa langkah,dan sungguh sangat menyesali apa yang telah ia perbuat pada zelda.
"Honey,sudah cukup,tidak ada gunanya lagi di sini yang terpenting ialah semuanya sudah jelas kan," ungkap Zelda
"Honey, tidakkah punya hukuman buat dia?" tanya Revin
"aku rasa tidak perlu,menyesal adalah hal yang paling handal buat di jadikan pelajaran bukan" ucap Zelda kembali
"Baby" lirihnya lagi
"STOP BOY, STOP !!!, gue sudah berbaik hati memberi kebebasan untuk mu,jadi mulai sekarang,JANGAN PERNAH GANGGU GUE LAGI !!! " Final Zelda
Zelda dan Revin keluar ruangan itu dengan Zelda membanting keras pintu ruang meeting itu
BRAK
"aaarrrk,papa br3ngs3k,ini semue karena kamu firman baj1ng4n,aaaaaarrrh **** , hik, , , baby maafin aku baby, , , maafin aku, , , gue mesti buat perhitungan dengan loe firman, gue tak kan buat loe hidup tenang walau di penjarapun" geram boy melempar segala sesuatu yang ada si sana,
***
"Huh" Zelda merebahkan tubuhnya pada sofa di ruang kerja milik revin
ia menatap langit langit ruangan itu dan Sejenak memejamkan matanya,mengatur nafasnya untuk menetralkan rada emosi yang hampir memuncak tadi,
"Honey,kamu suka sama boy" ucap Revin sambil menyerahkan botol minuman yang sudah ia buka tutupnya
Zelda menatap Revin sebentar " jangan ngaco kak" .
"Tu wajah kamu kenapa gitu,kaya gak rela gitu"
"Cemburu gak usah berlebihan honey" ungkap Zelda
"Honey,aku cemburu wajar lho,tapi dengan melihat kamu seperti tadi seolah olah kamu bukan diri kamu sendiri"
"Honey please,aku males membahas ini ,cukup aku capek, dan ingat aku sudah katakan bukan jika aku melakukan ini karena dia sejatinya orang baik,hanya di manfaatkan oleh papanya sendiri buat membenci aku,dan kamu tahu kan aku beberapa hari laku pernah kerumahnya dan mengobrol dengan mamanya,mamanya orang baik dan orang sebaik dan selembut mama boy,tidak pantas bersedih,sedihnya cukup melihat siapa suaminya sebenernya" jelas Zelda
"tidak salah jika kamu adalah pemimpin yang sangat di segani seluruh anggota mafianya,dan aku beruntung bisa memiliki kamu honey" gumam Revin dalam hati sambil menatap Zelda.
"Eeits tidak bisa gitu dong,kamu kan sudah janji" ucap Revin mengikuti Zelda dari belakang
"janji apa ?" Zelda membuka pintu dan Revin langsung saja masuk dengan cepat den langsung menutup pintu ,kemudian mendorong Zelda hingga punggung Zelda tertempel di badan pintu itu,tangan kekar Revin mengunci tubuh Zelda saat ini
"siapa yang melakukan kesalahan akan mendapatkan hukuman bukan?" seringai Revin
"mampus gue" gumam zelda tiba tiba mengingat dirinya sempat berkata akan menerima konsekuensi nya jika dia melakukan kesalahan,dan Revin sedang menagih akan hal itu
"kesalahan apa honey,aku merasa tidak membuat kesalahan" Zelda pura pura tidak mengingat
bukan karena Zelda tidak mau,tapi karena Zelda memang sangat capek hari ini,untuk itu dia sebisa mungkin menghindari Revin saat ini
"No, siapa yang berani membuat CEO menunggu lama di ruang meeting hah"
"Hehe,soal itu..mmmm, , , ak-ku , , ,mmmpppp , , , " belum sempat Zelda berbicara,Revin langsung saja menunduk dan menc1um lembut b1b1r Zelda dengan tiba tiba,
Botol yang di pegang Zelda tadi pun terlepas begitu saja setelah mendapat serangan dadakan dari Revin, Revin memegang kedua pipi Zelda dengan kedua tangannya,,
sentuhan lembut Revin membuat Zelda memejamkan matanya,tanpa di sadari ia meraih tengkuk Revin dan semakin memperdalam c1um4n itu,
Revin menatap wajah mungil zelda yang memejamkan mata sedang aktivitas b1b1rnya masih bergerak liar seolah mengabsen deretan gigi rapih dan bersih milik Zelda .
melihat Zelda hampir Kehabisan nafas Revin menarik b1birnya untuk menjeda akitivitas nya.
Revin tersenyum mengulurkan tanganya ke wajah Zelda dan menghapus air liurnya di bibir Zelda dengan ibu jarinya,sambil membelai lembutnya b1b1r ranum berwarna peach itu .
Zelda memegang tangan Revin yang masih menempel di bibir nya,ia genggam dan ia kecup
cup
cup
"jangan pernah berhenti berharap honey,hari ini kita kerumah ya bertemu mama papa sekali lagi,kita buktikan bahwa kita saling mencintai" ujar Revin di balas anggukan Zelda, segera saja Revin membawa Zelda ke dalam pelukannya,
"aku mencintai mu honey," ucap Revin mencium pucuk kepal Zelda
"I Love u too honey" balas Zelda menengadahkan kepalanya ke atas , nafas Zelda terasa hangat di leher Revin membuat Revin menunduk dan kembali menc1um,melvm*t b1bir Zelda,tak hanya itu Revin mengangkat enteng tubuh Zelda ,dengan sigap Zelda melingkarkan kakinya ke pinggang kokoh milik Revin tanpa melepas b1b1r meraka,
Revin membawa Zelda ke kasur miliknya,Revin duduk di pinggiran kasur dengan posisi tak berubah,
tangan Revin mulai bergerak liar,di bukanya jas milik Zelda, dan ia menelusup kan kedua tanganya ke dalam blouse yang di kenakan zelda,Revin mer4ih Sequisi kembar m1l1k Zelda dan sedikit m3r3ma5nya pelan..
"Eeuuummm" desis Zelda tertahan masih bertukar Saliva,
Revin hari ini kembali mengulang mimpi indah Zelda kala itu,bedanya sekarang Zelda sepenuhnya sadar dan itu Revin anggap sebagai hukuman bagi Zelda yang membuatnya menunggu begitu lama.
(bersambung)
konflik selanjutnya di bab selanjutnya, terimakasih masih setia menunggu up part demi part novel ini,
jangan lupa kasi like, komentar,dan vote juga,.
eeits follow akun novel author juga ya
masih berusaha mengetik bab kelanjutan nya,semoga final dan bisa up malam ini juga.
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻