Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 164


Mr.zain menarik tangan gadis agar menjauh dari tempatnya.


"Sayang ,kemu pelanin suaranya,nanti kalau ada yang dengar gimana?" ujar mr.zain sedikit berbisik


"Daddy,siapa yang akan dengar kecuali kita,emang Daddy bawa siapa ke rumah ini hah?" tanya gadis.


"Daddy gak bawa siapa siapa,tapi kalau masalah Revin kamu harus ekstra hati-hati,kau tahu kan Revin itu siapa,Daddy yakin semua orang orangnya pasti masih mencarinya sampai sekarang " ucap mr.zaib


Gadis hanya mengangguk paham,dan ingin kembali ke dapur,Mr.zain mengikuti anaknya,takut jika bertemu dengan Tamara,dan mr.zain sendiri yakin Tamara sudah mengetahui semuanya,


"Sayang kamu mau kemana?" ucap mr.zain


"Mau minum, , ! " jawab singkat gadis


"Sial,kemana wanita itu?" gumam mr.zain tidak mendapati Tamara yang tadi sempat mengumpat di dapur.


***


"aku yakin ,pak Dion sudah tahu semuanya " gumam Tamara langsung berjalan keluar mansion itu dengan tergesa-gesa


Para satpam dan bodyguard pun tidak menghalangi nya,karena mereka tahu Hubungan Tamara dan mr.zain tidak di restui oleh gadis.


"Huh,akhirnya bisa juga keluar dari sana" ungkap Tamara melangkah mencari taksi


terlihat sebuah mobil berhenti di depan,dan itu ternyata anak buah Dion.


"Eeh kita kemana? ini bukan arah tempat tinggal ku" ucap Tamara sedikit khawatir.


"Anda juga akan segera tahu Nona" ucap nya


Tamara pun diam dan mengikuti langkah lelaki berpakaian serba hitam itu.


setelah beberapa saat mereka sampai di sebuah perumahan elit,Tamara ikut ke dalam dengan membuntuti lelaki itu


"di mana ini?" tanya Tamara dalam hati.


"Silahkan nona,tuan Dion sudah menunggu di dalam" ucapnya


"Hah,Dion ,aman berarti" ucapnya


Tamara berjalan ke arah pintu dan mengetuk beberapa kali hingga sahita dari dalam menyuruhnya masuk.


"Pak !" sapa Tamara.


" saya sudah mendengar apa yang di bicarakan oleh Mr Zain"


"Tugas kamu,cari tahu kemana wanita bernam gadis itu membawa tuan kami dan laporkan segera " ucap Dion


"Baik pak" jawab Tamara.


"pak,!" ujar Tamara ragu


"Katakan"


"Boleh saya menemui mama !" ujarnya sedikit gemetar


"Kalian bawa dia ke tempat wanita itu di rawat" ujar Dion


setelah kepergian Tanara, Erland dan Andi datang dan Dion memberikan hasil penyelidikannya hari ini.


***


Sementara itu,Revin baru saja membuka matanya sehabis mengalami sakit kepala hebat ,dia tak mendapati siapapun di sana.


"Aku pingsan lagi" ucap Revin sambil memegangi kepala.


"Aku harus keluar dari tempat ini,"


Revin dengan susah payah mengangkat tubuhnya ke kursi roda di dekat ranjangnya,setelah itu ia memutar kursi rodanya lagi sampai depan pintu.


Revin melihat tidak ada CCTV di kamar itu,dengan begitu dia bisa leluasa mencari petunjuk tentang dirinya,tapi tak ada apa apa di sana .


Revin kembali mendekat ke arah pintu ,di tempelkan telinganya dan ia tidak mendengar siapapun di luar,Revin memutuskan untuk membuka gagang pintu dan keluar,


dia mengedarkan pandangannya ke segala ruangan dengan kedua tangan masih memutar roda agar dirinya bisa berpindah tempat.


"Kok sepi" gumam Revin masih berjalan dengan pelan.


tak lama terdengar seseorang sedang berbicara, sepertinya mereka itu orang yang di tugaskan menjaga Revin di mansion itu.


"Kasihan ya tuan Revin,sudah berbulan bulan Belum sehat juga" ujar salah satunya


"Kamu gak tau ya,non gadis kan emang gak mau tuan Revin sembuh" ujar yang lain


"Hah, serius kamu,? terus buat apa tiap bulan aku selalu di suruh buat jemput dokter yang sama selama beberapa bulan ini" ujar nya lagi


"Hush,jangan omongin bos, , awas di dengar tau rasa kamu,tahu sendiri masuk di sini gak gampang,kalau sampai di tendang dari sini bakal lebih mengerikan lagi,jika kita dan keluarga kita di asingkan, paham!" ucap seseorang yang baru terdengar bergabung.


Revin begitu serius dengan percakapan yang di dengarnya,ia sedikit paham dan yakin dengan apa yang di prediksi nya saat ini.


ia kembali berjalan ke kamar,agar tidak ada yang mengetahui dirinya di sana,tapi saat di jalan ia minat sebuah kalender di belakang bingkai foto,Revin mendorong kursi rodanya ke sana dan mengambil kalender itu.


"Ooh,ini Februari 2022 , , tapi katanya mereka aku sakit dari beberapa bulan yang lalu? dan penyebab nya apa ya?" gumam Revin kembali dalam hati sambil berusaha mengingat ingat tapi hasilnya tetap sama,ia tak ingat apapun.


"Aark bodoh lah,yang penting mulai saat ini aku harus hati hati" ujar Revin.


ia melanjutkan langkahnya dengan susah payah agar posisinya seperti semula,dan benar saja selang beberapa menit gadis datang .


"Sayang,kamu sudah bangun?" ucapnya


"hm"


"Makan dulu yuk" ajaknya


gadis memanggil para bodyguard nya dan langsung memapah Revin duduk di kursi roda dan membawanya ke dapur .


Saat makan


"Ak-ku , , " ucap Revin tak tahu harus panggil apa ke gadis


"Sayang,ada apa?" tanya gadis dengan pelan


"Boleh aku minta ponsel?" tanya Revin menatap wajah gadis.


"TIDAK..!!" Ucap gadis sedikit mengeras.


Revin kaget,gadis melihat ekspresi revin seolah takut,iapun menelan kan suaranya


"Eeh,maaf sayang bukan maksud aku bentak kamu,hanya dokter bilang kamu belum boleh main ponsel" ucap gadis


"Aku suntuk di rumah,ya sudah kalau gak boleh main ponsel kita keluar lagi ya" ajak Revin


gadis menatap sendu mata Revin ,seakan Paham jika Revin tidak betah di rumah.


"sayang nanti kambuh lagi sakitnya kalau di luar" ujar gadis lagi membujuk


"main ponsel aja kalau gitu,cuma mau main game aja kaya mereka di luar" ujar Revin sengaja memberitahu gadis bahwa anak buahnya sering main game saat jaga di sana.


"Sial,awas mereka " gumam gadis


ia tak bisa mengelak dan menolak,ia juga kasihan sama Revin.


"Kalau aku gak beneran cinta sama kamu,gak bakalan aku kasi kamu pegang ponsel" ucap gadis dalam hati.


"Ya sudah ,aku belikan ponsel besok ya" ujarnya


"Boleh ikut,? aku gak mau di rumah terus Bosen" ucap Revin


"TIDAK...!!" jawab gadis lagi dengan suara meninggi


"Tuh kan aduuh ,aku jadi bentak kamu lagi,makanya jangan banyak minta,kamu di sini supaya cepat sembuh" imbuhnya lagi


"Sayang,aku bosan di sini,ajak aku keluar ya sekali aja,aku pengen hirup udara di luar" ucap Revin membujuk ya dengan memegang kedua wajahnya hingga jarak di antara mereka sunggu dekat,membuat detak jantung gadis semakin berdebar berada dekat dengan Revin,terlebih Revin menatap matanya penuh permohonan.


Gadis menghembuskan nafas berat seraya berkata" huh,baiklah hari ini kita beli ponsel ya,tapi makan dulu baru kita jalan" ujarnya.


Revin pun dengan semangat menghabiskan makanannya,gadis menatapnya dan merasa senang dengan Revin lahap makan,baru sekarang dia melihat revin selahap itu dan sesenang itu.


"Mungkin tidak ada salahnya aku ajak Revin jalan jalan,toh juga dia tidak akan ingat apapun,semua keluarganya di Indonesia,tidak mungkin dia punya kenangan apapun di sini dengan siapapun" gumam gadis dalam hati sambil tersenyum melihat revin yang lahap dengan makananya.


"Kamu lahap banget,seneng banget di ajak keluar,kaya bocah di janjiin ek krim tau gak" ucap gadis menggoda Revin


sungguh suasana seperti ini yang gadis inginkan,


"eeh, benarkah?" ucap Revin


"he'eh, ,tu lihat kamu belepotan" ucapnya lagi sambil mengulurkan tangannya menghapus sisa makanan di bibir Revin.


Revin dengan tersenyum membalas perlakuan gadis.


"Jadi seperti ini mengambil hatinya,baiklah kita mulai sekarang" gumam Revin sambil tersenyum penuh arti.


next


ketemu di bab selanjutnya


happy reading