Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 112


"Jelaskan Vin!" pinta Erland


Tiara tidak ikut Karena dia mendapat telepon dari buk ananda untuk membantu nya membelikan perlengkapan bagus buat sekolah.


menatap wajah teman teman mereka satu persatu dengan serius,Revin hanya tersenyum,melihat itu Andi semakin muak


"Br3ngs3k loe ,4nj1ng " geram Andi mengepal tanganya mengarah ke Revin


BUGH


Andi memukul tembok dengan sangat keras,membuat tanganya memar dan sedikit berdarah,bagaimanapun marahnya dia pada Revin tentu saja tak membuat dia semena mena dengan Revin, terlebih Revin adalah atasan sekali gus sahabatnya,dalam fikiran andi dia tidak habis fikir dengan Revin yang seolah menjadikan Zelda Boneka mainannya,terlebih dirinya jauh lebih dahulu mengenal Zelda ketimbang mereka semua, Andi tidak terima jika Revin membuang Zelda begitu saja hanya Karena perjodohan dan ancaman mama Revin yang tak masuk akal itu.


"Andi,ini di kantor bukan di pasar,jaga emosi loe" tegur Diwa menghampiri Andi,


"Cowok br3ngs3k kaya gini gak bisa di diemin,loe mau liat Zelda kaya tadi,hanya mengurung diri di kamar dan tidak mau makan dan minum,hah? di mana hati nurani loe jadi sahabat nya dan juga elo Revin,kalau sampai Zelda kenapa kenapa gue habisin loe,meski nyawa gue taruhanya" geram Andi menunjuk Revin


"Gue juga" sahut Diwa


"Gue juga" lanjut Sinta


"Terlebih gue" tekan Erland.


Revin hanya diam tak merespon,dan diamnya revin membuat semua yang ada di sana semakin menggertakan giginya kesal.


"Sudah marahnya?" dua kata itu keluar sebagai ucapan pertama Revin setelah mendengan keluh kesah teman teman Zelda.


mereka semua semakin geram,dan Andi segera maju tapi sebelum dia melakukan sesuatu,Revin kembali bersuara.


"Gue butuh bantuan kalian"! ujar Revin


"maksud loe apa,? tu mulut gampang bener minta bantuan setelah elo menyakiti hati sahabat kita" jawab Andi.


"Oke gue jelaskan, , , " Revin terlihat berbisik dan membicarakan sesuatu dengan yang lain.


"Oke ,tapi awas kalau loe gak menepati janji" ucap Andi kemudian meninggalkan ruangan itu.


Revin kembali duduk dan sedikit berfikir,apa yang akan dia lakukan kedepannya nanti,dan bagaimana dia dengan Zelda setelah ini,


Drrr, , sebuah panggilan masuk dari ponselnya,," ya ma!" sahut Revin


"Mama sudah siapkan semuanya,kamu tinggal menunggu hari pernikahan mu" ucap mama revin dari seberang sana.


Revin hanya mendengus mendengar pernyataan mama nya yang sudah mengatur semuanya, pernikahan yang sebenernya akan di adakan sebulan lagi Kini di percepat menjadi seminggu lagi,di karenakan semua persiapan sudah sempura,undangan juga sudah ia sebar,


Plakk


."Apa apaan ini?" geram papa Handoko melempar surat undangan itu ke meja kerjanya


"aku harus menelpon anak itu" ujarnya lagi kemudian mengambil ponsel miliknya dan mulai menghubungi Revin.


tut. .tut. .Tut


Revin tak menjawab panggilan itu,membuat papa Handoko semakin kesal dan buru buru ia mengambil jasnya yang di taruh di badan kursi kemudian memutuskan untuk pulang kerumah.


sesampainya di rumah ,papa Handoko langsung ke kamar Zelda dan membuka kasar Pintu itu,hingga membuat sang empunya kamar terjingkrat kaget,seketika Zelda terbangun dengan mata sembabnya.


"Zelda,apa apaan ini hah" papa Handoko melempar surat undangan itu dengan kertas di wajah anaknya .


Zelda hanya diam tak bisa berkata apa apa,Karena memang dia sudah tidak tahu harus apa,


" Papa ada apa ini?" tanya mama Selena menghampiri dengan cemas masuk ke dalam kamar itu


mama selena meraih undangan yang tergeletak di depan Zelda,


"APA? ini tidak bercanda kan?" tanya mama Selena juga tidak percaya


"Kita dengar apa kata anak kesayangan mu ini " ujar papa Handoko dengan nada marah


"Kenapa kamu diam saja hah" bentak papa Handoko melihat Zelda yang hanya terdiam.


"hik, , hik, , " Zelda hanya membalas dengan air matanya.


segera mama Selena menghampiri dan memeluk anaknya sayang,


"itu semua benar?" tanya mama Selena dengan nada yang lemah lembut,membuat Zelda menatap kembali kedua orang tua nya dengan mata yang masih meneteskan air mata.


"zel. .jelaskan" pinta sang papa


Zelda membalas ucapan dan pertanyaan itu dengan mengangguk, anggukan pelan Zelda membuat papa Handoko semakin kesal,dan langsung bergegas meninggalkan rumah untuk mencari Revin.


"Laki laki b3r3ngsek!" geramnya dalam hati sambil mengendarai mobilnya.


setelah beberapa saat,papa Handoko tiba di gedung pencakar langit milik Revin itu,ia berjalan ke arah resepsionis.


"Revin ada di ruangannya?' tanya papa Handoko


"Pak Revin maksud saya,maaf ! " ucapnya mengulang perkataan yang seharusnya tidak ia dengar.


"Kurang 4j4r, " geramnya mengepal kedua tangannya .


"Ke mana dia meeting?" ucap papa Handoko


"Maaf pak saya tidak tahu,saya hanya sebagai resepsionis di sini" jawabnya gugup.


"Baiklah,sampaikan padanya,agar menemui saya di rumah" jelas papa Handoko sebelum meninggalkan gedung itu ..


sementara itu Zelda di rumah masih di temani sang mama untuk menenangkan fikirkan nya yang kalut dengan tiba tibanya Revin membuang dirinya begitu saja.


**


Seminggu berlalu sejak kejadian itu,kini Hari pernikahan Revin telat tiba,sang mempelai mulai merias wajahnya dengan anggun,ia sengaja menggunakan MUA terkenal di kota itu,agar penampilan nya saat ini menjadi pusat nomer satu di negara ini .


"Wah,cantik" puji salah satu MUA itu yang ternyata adalah assisten nya.


"Terima kasih" balas Cindy dengan sopan..


"Sayang kamu cantik banget," puji sang calon mama mertua.


"terimakasih tante" jawab Cindy malu.


"sebentar lagi kamu akan menjadi nyonya Revin,Tante sangat senang mendengarnya." ucap mama revin lagu


tok


tok


tok


seorang laki laki berusia sekitar 45 tahun ini sedang berjalan ke Arahnya saat ini,


"Papa" sapa Cindy langsung memeluk papanya


"sayang!" lirih papanya Cindy


"Bisa tinggalkan kami sebentar,saya ingin bicara 4 mata dengan anak saya" ujar papa Cindy membuat mama revin sedikit kesal dan merasa di usir,tapi ia tahan untuk tidak memberontak Karena hari ini adalah hari bahagia anaknya.semantara Cindy berbicara 4 mata dengan sang papa ,mama revin kembali menyambut para tamu undangan yang ada di sana,


Revin masih di dalam kamarnya,ia sudah memakai pakaian pengantinnya dan kini tengah sibuk dengan ponselnya.revin tersenyum dan kembali mengecek email dan pesan yang lain yang baru masuk ke ponselnya.


***


sementara itu,Zelda dan orang tuanya kini tengah siap siap untuk pergi meninggalkan semuanya,ia tak sanggup jika harus menjalani hidup jika terus bertemu dengan Revin kelak .


ia tak tega melakukan apapun yang lebih pada Revin dan Cindy bahkan keluarga nya sekalipun.karena Zelda hanya ingin melihat revin bahagia meski tak bersama nya.


"Zel ,Lo yakin mau pergi ninggalin kita?" lirih Sinta.


"hikz, , hiks , , jangan pergi" tangis Diwa,


Zelda yang tadinya ingin tersenyum kembali menangis melihat sahabatnya menangis begitu pilu,


"gue titip markas dan TBW sama kalian ya,gue yakin kalian bisa,dan kalau ada apa apa hubungi gue,sebisanya gue bantu" ucap Zelda menangis


"Gue pergi ya" pamit Zelda


"Zeeel , , huaaaaa. , , ,huaa , , , " tangis mereka bertiga saling berpelukan,


"Sayang sudah,yok!" ucap papa Handoko.


terlihat sangat berat Zelda melangkah,terlebih dirinya tak mendapat kan kata kata perpisahan dari erland dan juga Andi,,tapi Zelda lebih memilih tak ambil pusing dengan semuanya,toh juga ada ataupun tidak mereka saat ini mereka tetaplah sahabat,


Zelda hanya ingin pergi meninggalkan dunianya yang ia bangun sejak usia 10 tahun itu,agar bisa melupakan Revin dan semua kenangan yang telah mereka jalani bersama sejak pertama mereka bertemu.


Zelda perlahan melepaskan genggaman tanganya dan menatap sahabatnya dwngan tersenyum paksaan ,dan berakhir tangisan yang memilukan di dalam mobil yang kini sudah berjalan meninggalkan rumah mewah itu


"Selamat jalan " gumam Zelda dalam hati ...


(bersambung)


hmm, , , ,kok jadi gini ceritanya,,,? padahal author gak mau lho buat Zelda sesakit ini, tapi ya kalau langsung bahagia dong tamat jdinya,.tapi author janji akan buat Zelda kembali secepatnya karena author juga tidak suka Cindy sama Revin, ..


so stay on my novel.


like.


komentarnya jangan lupa


vote tentunya.


terimakasih


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻