
"Jangan pernah mencoba berperang melawan aku ,kamu bukan tandingan ku" gumam Cindy kembali merasa dirinya telah menang talak di Banding Zelda..
Dengan begitu pelan tapi pasti ia akan membuat mama revin memaksa Revin untuk segera menikahinya,embel embel mama revin ingin segera memiliki cucu,untuk penerus keluarga Revin.
**
"What this is pa? aku tak nak! " ujar boy sambil mengembalikan berkas yang di suruh papanya untuk di pelajari.
"Boy,ini sangat penting,penting bagi perusahaan kita, perusahaan besar mau menerima proposal papa,dan pihak sana mengharuskan untuk kamu juga ikut,karena kamu satu satunya pewaris dari perusahaan papa" jelas pak firman.
" boy,papa tahu kamu berbakat,dan ini saatnya kita buktikan ke mereka kita bisa bekerja sama dengan mereka dengan baik, dan mereka menjanjikan jika kinerja kita dan kamu memuaskan maka kerja sama antara perusahaan papa sama perusahaan terbesar itu akan terjalin selamanya boy,"
"Tidakkah kamu bayangkan keuntungan yang akan kita dapatkan jika kerja sama ini terjalin?"
"Kamu dengan mudah melakukan apapun dengan siapapun"
"Termasuk menghancurkan si baby temanmu itu,tanpa melibatkan tangan mu boy,kurang apa papa membantu kamu hah" pak firman begitu mendesak boy agar mau ikut serta dalam presentasi nya.
"oke," jawab singkat boy
binar kebahagiaan terpancar dari wajah pak firman saat ini,ia begitu menanti datangnya hari esok,sejak mengajukan kerja sama dengan perusahaan milik Revin berulang ulang,baru sekarang dirinya di terima langsung.
Balik ke Tiara
gadis itu masih tetap dalam posisi nya,ia merenung sepanjang jalanya waktu ,ia berfikir kenapa hidupnya di Landa persoalan persoalan rumit nan kejam seperti yang dia jalani saat ini,ia ke kota untuk bekerja agar keluarga nya di sana tidak kekurangan apapun,tapi sayang nasip tak berpihak padanya menjalani hidup normal layaknya apa yang ia idamkan selama ini,meski uang dari Zelda sangatlah lebih dari cukup tapi membayangkan jika hidupnya bisa di katakan tidak bebas dan tidak juga terkekang ini membuat dirinya bergidik ngeri,tapi keputusan sudah ia ambil dan akan tetap mengikuti ke mana arah Zelda mengajaknya,ia putuskan akan tetap setia dengan Zelda,Zelda penyelamat nya.
"huh" Tiara mengeluh capek,ia merebahkan tubuhnya pada rerumputan di taman itu,ia menatap langit yang masih cerah,seolah matanya tertantang menatap sang matahari sore,hingga ia tak berkedip menatap sinarnya.
"Woey,ngelamun aja" sapa Andi yang baru tiba dan ikut duduk di dekat Tiara
"Ngapain loe di sini" ujar Tiara
"sombong banget,gak boleh?"
"Bodoh!"
"Kalian kenapa?" diwa menghampiri dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Tiara, sedang Andi duduk di dekat mereka.
"tau nih anak,di samperin sombong amat" adu Andi
" capek,mending diam" sahut Tiara memejamkan matanya
"Huh,payah" ujar Andi
"hmmm nikmatnya " Diwa ikut memejamkan matanya menikmati angin sore dan matahari kala itu.
"Eeh serius ,ikutan ahh" Andi pun mengikuti Diwa dan Tiara berbaring di bawah matahari sore dan ikut memejamkan mata.
Sinta terlihat menghampiri dengan membawa beberapa minuman dan makanan ringan,sedang Erland mengikuti di belakang membawa laptop nya.
"kalian pada ngapain? bangun,nih gue bawakan makanan dan minuman" ujar Sinta melepas makanan dan minuman itu di dekat teman temannya.
belum saja ucapan Sinta mendapatkan respon dari teman teman nya, erland terlebih dahulu berkata
"Ad yang mau tontonan menarik gak?" tawar Erland
"Mau mau," ucap mereka bersamaan sambil melihat apa yang akan mereka tonton nantinya .
"eeh bagaimana kalau kita live kan saja acaranya di Instagram" usul Diwa.
"Ide yang bagus,dengan begitu semua akan menyaksikan sesuatu yang akan membuat jagat raya dunia perbisnisan gempar" sahut Andi.
"Baiklah kalau gitu,Diwa atur semuanya" pinta Erland
"Eh gue juga punya tontonan yang lebih menarik!" sahut Tiara
"Apa?" tanya mereka
Tiara menatap mereka satu persatu dengan mengedipkan mata.
"Jangan macam macam Rara" tukas Erland
"Oke gue kirim ke GC ya" ucap Tiara
Ting semua ponsel milik mereka berbunyi,masing masing dari mereka membuka apa yang di kirim Tiara.
"O,M,G ini gila"
"What, iiiieeeeuuuu Hoek,jijik gue"
"Rara,dari mana video ini?" tanya erland dengan nada dingin.
"Dari orangnya langsung lah" jawab Tiara jujur
"Maksud kamu?" tanya erland penasaran
"Jihan, dia yang kirim video itu ke aku kak,dia kira aku akan cemburu atau apalah,mungkin Jihan merasa aku masih minat sama bekasnya,iih gak banget deh" geli Tiara.
"Jihan,kirim itu agar aku menjauh dari Johan,tapi apa hubungannya aku dengan dia? gak ada kan? mungkin Jihan merasa aku adalah sebuah ancaman baginya" jelas Tiara.
"cembukur loe Land? " goda Andi
"Diam loe" sahut erland.
"Cemburu aj d tutupin" ujar Andi kembali menggoda Erland.
"V ya sudahlah ..kan aku sudah tidak ada hubungan apa apa lagi dengan dia"Jelas Tiara bangun dan berjalan memasuki Markas.
"Kebiasaan nih anak " kesal erland menyusul Tiara.
**
Keesokan harinya di kantor Revin
"Silahkan pak,semua sudah berada di ruang meeting" lapor Dion
"Baiklah, meeting akan di mulai 15 menit lagi,5 menit lagi saya ke sana" ujar Revin
"Honey,are you ready?" ucap Revin menghampiri Zelda yang kini berada di kamar khusus CEO jika sedang ingin istirahat.
"Of course,silahkan bagi tuan Bos untuk datang terlebih dahulu,jika semuanya sudah siap sekretaris cantikmu ini akan muncul" seringai Zelda
"Sekretaris mana yang menyuruh bosnya datang dahulu ke ruang meeting,tapi dia malah telat,hah!" goda Revin mengangkat dagu Zelda pelan.
"Iiish,sudah sana,nanti aku susul kak" lanjut Zelda
"Hahaha,iya iya...kamu lucu juga kalau gini,, cup, , ! Revin berlalu tak lupa kecupan singkat di bibir Zelda kemudian ia keluar dengan gaya elegant nya menuju ruang meeting.
suara hiruk pikuk dari para peserta presentasi pun mulai terdengar di telinga Revin saat dirinya belum memasuki ruangan, berbeda hal dengan saat di mana dion membuka pintu dan mempersilahkan dirinya masuk ,semua senyap bagaikan kuburan tengah malam,
"silahkan tuan!" sopan Dion mempersiapkan sang bos
sapaan itu hanya di balas anggukan kecil,kemudian Revin dengan gagah nya duduk di kursi kebesarannya dengan tegap dan memandangi para kolega bisnisnya satu persatu,
Di lihatnya seseorang yang sedang duduk di sisi kiri ujung sana,di temani seseorang yang hampir mirip dengannya,bisa di pastikan itu salah pak firman dan juga boy anaknya,melihat revin memandangi nya,pak firman pun tersenyum dan sedikit menyenggol lengan anaknya agar melakukan hal yang sama,boy juga sangat patuh ia membalas tatapan Revin dengan senyuman manis di bibir nya.
"Selama datang bagi para hadirin,meeting ini akan segera di mulai,tapi berhubung kursi masih kosong,di harapkan untuk menunggu dahulu beberapa menit,sebelum pemilik kursi datang" jelas Dion
semua mata tertuju pada kursi kosong yang berada di samping kanan kiri Revin,sudah di pastikan pemilik kursi samping kanan Revin ialah Dion,dan untuk yang kiri ( kalian sudah tahu bukan?)
"Siapa yang berani sekali membuat direktur Revin menunggu seperti ini,sangat tidak pantas di tiru"
"Waah,orang ini cari mati membuat direktur menunggu dirinya"
"Bagaimana nasipnya orang ini nanti "
"Wah ku rasa udah jatuh ketimpa tangga orang ini,udah telat bakalan di pecat nanti,hancur hidup nya"
badak bisik bisik dari sana terdengar samar di telinga,tapi bagi Revin yang memiliki pendengaran tajam,tentu saja itu membuat dia bisa mendengar jelas apa yang orang orang di depannya ini sedang gumamkan.
terlihat boy juga sedikit mendengus mendengar satu orang yang masih di tunggu,hingga tiba saatnya Dion keluar ruangan dan beberapa menit setelah itu dia kembali memasuki ruangan itu di ikuti seseorang yang sejak tadi tunggu.
"Silahkan" ujar Dion mempersilahkan nya masuk
sontak saja membuat para tamu di sana menganga, Seseorang yang di tunggu tunggu ternyata seorang gadis cantik,putih bersih, mengenakan rok selutut,di padukan dengan blouse merah merona di lengkapi dengan jas yang senada,make up yang tipis terlihat natural menambah aura kecantikan dari Gadis ini,sepatu high heels dengan betis tipis terbentuk,serta rambut di ikat tinggi memperlihatkan dengan jelas leher panjang nan mulus miliknya itu, ia tersenyum manis menyapa para tamu yang sejak tadi memandangnya.
berbeda dengan boy yang hanya fokus ke jam tangan miliknya,baginya hal ini sangatlah menyita waktunya yang sebentar lagi akan melakukan balap liar lagi,tapi setelah suara khas yang sempat mengisi hatinya itu terdengar jelas di telinganya,barulah ia menengadahkan wajahnya menghadap sumber suara itu,
DEG
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻