
Jihan berteriak saat pisau yang di pegangnya kini sudah berada di tangan Zelda,
"Bagaimanapun bisa" gumam Johan melihat Zelda dengan mudah terlepas dari rantai besi itu.
"Lepas" Jihan meronta ingin di lepas,
"Apa loe bilang, , lepas? ,jangan mimpi juanaku sayang" ujar Zelda berbisik.
bisikan Zelda membuat sekujur tubuh Jihan merinding,ia memandang Johan dengan penuh ketakutan,"Please bantu aku kak" pinta Jihan dalam hati dari tatapannya.
Zelda melakukan hal yang sama , menempel pisau itu ke leher Jihan,sedang tangan Jihan di belakang sudah terkunci kuat oleh Zelda.,
Johan mendongak dengan sekali tarikan ia mengambil sebuah pistol di punggungnya,dan langsung mengarahkan ke Zelda dan juga Revin
DOR
DOR
DOR
"Aaark" Johan menembak dengan memejamkan matanya
"Ukhuuk" Johan membuka matanya,dan alangkah terkejutnya dia melihat Jihan terbatuk mengeluarkan darah segar, masih di pegangi oleh Zelda,sedangkan Revin saat dirinya menembak ke arah revin Revin dengan mudah menghindar,karena memang Johan tidak bisa berkelahi ataupun memegang senjata tajam maupun senjata api,ia menggunakan senjata awalnya hanya ingin berjaga jaga jika di perlukan,tapi siapa sangka ia memberanikan diri untuk menggunakan senjata itu asal asalan ,hingga mengakibatkan adiknyalah yang terkena tembakan.
"Jihan" teriak Johan mendapati sang adik penuh dengan darah di bagian perutnya.
Zelda melepaskan Jihan dan berjalan ke arah Johan,sedang Revin memilih duduk di sebuah kursi dengan menaikan satu kakinya di atas kaki yang lain,sambil menatap lurus kedepan melihat aksi kekasihnya itu.
"Joan, ,Joan, , tega kamu menembak adik kamu sendiri"
"kakak macam apa kamu hah," ucap Zelda terdengar seperti lelucon.
"banyak bacot" geram Johan menyerang Zelda
Zelda dengan gerakan lihainya melawan Johan,meski sebagian tubuhnya lebam akibat perbuatan Jihan tapi rasa sakit di tubuhnya tidak seberapa dengan rasa sakit hatinya mendengar Johan sengaja membuat dia masuk ke gubuk tua itu dan membiarkan dirinya hampir di lecehkan oleh para penculik itu,
BUGH
tangan Johan mengarah ke wajah Zelda,dengan tangan kiri Zelda menangkisnya,dan di baliknya tangan Johan "Kreek" setalah itu ia mengangkat tangan kanannya untuk menghujani wajah Johan dengan pukulannya
BUGH
bughh
bughh
BRAK
Zelda menghujani wajah Johan dengan kepalan tanganya dan terakhir Zelda menendang perut Johan dan berhasil membuat Johan terkapar ke belakang membentur meja tempat ia mengambil senjata itu.
Johan bangkit dan kembali melawan Zelda dengan sebuah pecutan yang di pakai tadi,"Aaarh" teriaknya mulai maju dan langsung menyerang
slash ( Zelda menghindar)
slash (Zelda menunduk "
slash (Zelda dengan kuat mencengkram tangan Johan dan mengambil alih pecutan itu,)
slash
"Uuurrk" teriak Johan merasakan sakit di bahu dan dadanya akibat pecutan itu,tak sampai sana revin melempar sebuah balok kayu untuk Zelda,Zelda menangkapnya dah mengsung menghujani Johan dengan balok itu,
BUGH
BUGH
"Aaark" teriaknya saat balok itu mengenai kepalanya,ia melayang dan langsung membentur tembok ,wajahnya dan kepalanya mengeluarkan darah segar.
"Ukhuk, , ,ukhuk," Johan Terbatuk memegangi kepalnya yang sudah berlumuran darah
"Aaark, , saa-kitt" jerritnya memegang perutnya akibat tembakan itu yang tepat di rahimnya.
Zelda meliriknya kemudian menghampiri Jihan yang sudah melemah,dan tanpa ampun Revin bangun dari duduknya dan menarik rambut Johan menyeretnya ke depan Jihan.
Zelda berjongkok,tak memperdulikan Jihan kesakitan dengan tembakan dan juga mungkin keguguran (Zelda tidak tahu Jihan hamil) ,Zelda mencengkram dagu Jihan," bagaimana rasanya anak manja" ujarnya menyeringai.
"Masih berani bermain dengan ku" ujar Zelda mendekat ke wajah jihan.
"Cuih, , pergi loe, , gue -gak sudi- dekat dekat- dengan loe" ucapnya terbata meludah di depan wajah Zelda.
"Brengsek"
Plak
plak
"Aaarhk" teriaknya kesakitan mendapatkan tamparan di kedua wajahnya.
"Jihan" ujar Johan mendekat dengan ngesot ke arah Jihan,dan memegangi perutnya,",Maafin papa sayang ,tidak bisa menjaga kamu" ujar Johan pelan namun masih terdengar oleh Zelda dan juga Revin,
Revin mendengar itu langsung menunduk dan menarik rambut Johan ,kepala Johan langsung terangkat saat Revin menarik rambutnya" apa loe bilang? anak?" tanya Revin
Zelda yang tadinya mengambil pecutan itu dan ingin melakukan hal yang sama ke Jihan mendadak melepas pecutanya tidak jadi melayangkan ke tubuh Jihan,Zelda langsung mencengkram kembali wajah Jihan dan bertanya "Apa benar yang di katakan Johan?" tanya Zelda sedikit melemah tidak sekeras saat dirinya emosi
Jihan mengangguk dengan lemas dan air matanya sudah mengalir membanjiri wajahnya,
"Brengsek" geramnya dan langsung menendang Johan
"B4jing4n Loe,bangsat, , " Zelda menghajar Johan membabi buta tanpa melihat Johan yang sudah melemah,ia marah terhadap Johan yang menembak langsung mengenai perut Jihan,
"aam-puun" jeritnya tertahan
"Sssh, , , saa-kiit" ringis Jihan kembali memegang perutnya ,pandangannya semakin buram, dan Zelda menghentikan pukulannya
"KALIAN, , cepat bawa dia ke rumah sakit,dan buat dia bawa ke ruang rahasia di ruang penjara" perintah Zelda pada anak buahnya ,yang terlihat baru masuk karena baru selesai menghabisi anak buah Johan.
"Baik Anggel" teriak mereka.
"Aaaarkh" kesalnya mengingat Johan menembak Jihan yang lagi hamil
"Honey?" panggil Revin mendekat,pandangan Zelda mulai menggelap dan
Grep
Zelda terjatuh di pelukan Revin,dia pingsan hatinya di permainan hari ini,di buat seperti orang bodoh di culik tanpa ia tahu kesalahan,si siram air panas,di tampar di pecut,membuat tubuhnya merasakan kesakitan,di lanjut kan dengan hati yang sakit dan juga panas mendengar pengakuan Johan yang membuatnya menjadi seperti saat ini,saat dirinya sudah murka di saat itulah Jihan membuat Zelda melemah dengan mengatakan dirinya hamil, bagaimana pun bencinya Zelda pada Jihan,itu tidak akan membuat Zelda kejam akan membunuh Jihan dan juga janin nya, "anak itu tidak bersalah" gumam Zelda dalam hati,
antara dendam dan juga kasihan ia melampiaskan kekesalannya pada tubuh Johan,dengan menghajar Johan habis habisan dan hampir menghembuskan nafas terakhir, merasa di permainan dan hampir membunuh anak yang tak berdosa tubuh Zelda melemah dan akhirnya dia pingsan di pelukan Revin yang saat ini mendekati nya.
"Honey? hei bangun?" Ujar Revin panik.
Revin bergegas menggendong Zelda dan membawa nya keluar, bertepatan dengan baru datangnya mobil yang di tumpangi oleh Erland,
"Zelda" teriak mereka
Andi dengan cepat keluar dan langsung membuka pintu mobil,Revin masuk dengan masih memeluk Zelda dengan khawatir,
"Cepat ke rumah sakit". panik Revin
Erland dengan cepat menancap gas berbalik arah dan kerumah sakit,sedang yang lain membawa Johan ke ruang rahasia untuk mendapatkan perawatan di sana,Jihan juga dilarikan ke rumah sakit yang sama dengan Zelda untuk mendapatkan perawatan dan juga pertolongan dengan cepat,agar anak yang di dalam kandungannya bisaa terselamatkan.
"honey, , bangun" ujar Revin menepuk wajah Zelda
melihat wajah Zelda yang sedikit melepuh akibat air panas seketika membuat Revin juga geram dan ingin melakukan hal yang sama pada Jihan
"Mereka, , brengsek, , gue mau mereka mendapatkan hukuman yang setimpal" geram Revin sembari menatap lurus dengan penuh kebencian