
Terlihat di ujung sana Zelda dan teman temannya sedang berjalan di tengah tengah luasnya pusat perbelanjaan itu,
seperti biasa,Zelda menggunakan kaos biasa dan celana jeans pendek, menggunakan topi dan rambut di ikat,meski begitu penampilan sederhana itu sangatlah mendapatkan perhatian banyak orang,Aura dari Zelda tak bisa tertandingi oleh siapapun, bagaimana pun dan apapun yang ia gunakan pasti membuat semua orang memperhatikan dirinya.
"Kita samperin yuk Tante" ajak Cindy berniat mempermalukan Zelda di depan banyak orang
"Cindy kamu jangan macam macam,nanti kalau Revin tahu bagaimana?" sahut mama revin
"Tenang aja Tante,gak bakalan kok" balas Cindy sambil menarik tangan mama revin menuju ke arah Zelda dan teman temannya.
Zelda dan teman temannya terlihat sedang memasuki sebuah boutique ternama dan memilih beberapa pakaian ,sedang Zelda hanya melirik belum ada yang menarik untuk ia beli.
"Wah wah wah, , gembel masuk ke boutique mahal? punya uang buat bayar?" ujar Cindy membuat semua yang di sana menoleh ke pada Zelda dan teman temannya.
"Woey maksud loe apa?" sahut Diwa berjalan mendekati Cindy tapi di tahan oleh Zelda
"Ups,gue salah ya! " ucap Cindy sambil menutup mulutnya menggunakan tanganya.
"jaga ya omongan loe" sahut Sinta lagi
"terus kalau gue gak punya uang gimana? apa urusannya sama loe?" sahut Zelda menatap Cindy kemudian beralih menatap mama revin yang terlihat sedang tersenyum meremehkan.
"kamu kalau mau baju pilih saja,biar Tante yang bayar" sahut mama revin sedikit meninggi,
ia sengaja agar Zelda di rendahkan banyak orang
"Tante,masak calon istri pilihan anak Tante berpakaian seperi ini,sangat memalukan,pilihan seorang direktur Revin sangat di bawah standar" hina Cindy
Zelda terlihat diam saja membuat teman temannya kesal,
"Kenapa loe diem saja di hina kaya gini?" ujar sindy
"Loe mending kasi tahu siapa loe yang sebenernya" usul Diwa
"Sudahlah gak apa apa!" tolak Zelda
"tapi zel" sahut Diwa lagi
" maaf Tante,tapi saya bisa membayar sendiri, permisi" ucapnya menggandeng temannya untuk menghindari
"Miskin ya miskin aja,gak pantas kamu sama Revin ,dasar p*l4cur" teriak Cindy
Zelda mendengar itu seketika telinga nya terasa panas,ia berbalik dan,
PLAK
"jaga bicara loe " Zelda menampar Cindy dengan sangat keras
( kalau memang tidak benar,kenapa mesti marah sih tu cwek)
( kasihan dia, di permalukan di depan banyak orang)
( perebutan cowok kayaknya)
( wah ,ayok kita taruhan ,siapa yang akan di pilih oleh direktur Revin,cewek yang **** itu apa yang berpakaian sederhana itu)
( pasti cewek seksi,secara di lihat dari penampilannya lebih cocok dengan seorang direktur)
( yah kalau di lihat dari segi penampilan,tapi kalau di lihat dari cantik,ya jelas lah si penampilan sederhana,lihat saja berpakaian sederhana saja sudah cantik,apalagi di rias bakal tambah cantik)
begitulah bisik bisik tetangga yang melihat adegan itu
"Kur4ng aj4r" geram Cindy ingin membalas Zelda tapi dengan tegas Zelda meraih tangan Cindy
Plak
satu tamparan mendarat di pipi putih Zelda,mama revin menampar Zelda dengan keras,dan ia pun tak menghindari nya.
Zelda menghempaskan tangan Cindy dengan kasar dan memegang bekas tamparan mama revin sambil melirik mama revin.
"Jangan pernah sentuh sedikitpun CALON MENANTU KU!" teriak mama revin melototi Zelda
terlihat Zelda meneteskan air matanya
" zel,loe kenapa sih? kenapa loe gak melawan?" sahut Sinta marah
"Kenapa loe mau di hina kaya gini" lanjut Diwa tak kalah marahnya pada Zelda hanya diam saja di perlakukan kaya gini mereka.
"dan untuk Tante,jangan pernah menyesal atas apa yang tante lakukan sama Zelda hari ini, ingat suatu saat kejahatan akan muncul dengan sendirinya" sahut Sinta lagi.
"Zel,mending kita pergi dari sini!" ucap Diwa menarik tangan Zelda
"Pergi loe sana,dasar kampung"
"Pergi sana ,mataku sakit melihat kalian di sini" sahut mama revin mengusir Zelda
terlihat seorang pelayan berlarian mengejar Zelda dan di ikuti oleh sang manager di belakangnya.
"nona,nona,tunggu jangan pergi, maafkan kami atas kelalaian security kami yang tidak bisa menghalangi keributan ini" ujar sang pelayan memberhentikan Zelda dan temannya itu
"What,untuk apa menghentikan mereka,mereka hanya orang miskin yang gak sanggup membayar 1 barang pun di sini! " ujar Cindy
"Maaf ibuk,mbak,mereka tamu VVIP kami,mohon untuk tidak membuat keributan di sini dan silahkan anda keluar" usir sang manager.
"APA, kalian mengusir kami?" kaget mama revin
"Awas kalian ,saya aduin sama Revin anak saya agar boutique kalian ini si tutup selama nya" ancam mama revin
"Maaf ibu, kami tidak takut ancaman ibu,yang jelas anda sudah membuat keributan dengan tamu penting kami,untuk itu silahkan ana keluar" sahut sang manager lagi.
( wah di ternyata orang kaya)
( penampilan sederhana isi dompet sangat sultan)
( pasti kena mental yang berniat mempermalukan nya tadi)
( penampilan sih bisa di bilang oke,tapi duit dangkal,dasar sosialita rendahan)
bagitu banyak cacian dan makian dari para pengunjung yang melihat adegan itu .
"tidak perlu,kami akan berkunjung lain waktu, permisi" sahut Zelda sopan
mama Revin dan Cindy juga keluar dari sana,
terlihat mama revin merogoh ponselnya dan menghubungi Revin
"Mama minta kamu tutup boutique Tiara yang ada di mall jalan kemangi ucapnya melalui sambungan telepon nya
"ada apa lagi sih" gumam Revin menutup langsung sambungan itu
"Cepat kamu selidiki apa yang terjadi di boutique Tiara yang di mall jalan kemangi itu" ucap Revin mengutus orangnya.
tak lama kemudian sebuah rekaman pun berhasil di dapatkan Revin dan beberapa foto dan berkas lainya mengenai Cindy.
"Dia lagi" gerutu Revin ingin segera mengusir Cindy dari hidupnya.
Revin kembali mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk Zelda.
Ding
suara ponsel dari saku milik Zelda"Honey,kita ketemu di Bar Xx " isi pesan Revin.
"pasti kak Revin!" tebak Diwa
"Ya sudah sana! " sahut Sinta.
"Ayok anterin" manja Zelda
"Siap anggel" ujar keduanya di balas tatapan tajam Zelda
"Ia ia,sore zel" sahut mereka lagi.
Zelda menggunakan mobil keluaran terbaru tahun ini,ia menyetir sendiri meninggalkan mall besar itu.
"Palingan mobil itu hasil morotin om om dan hasil jual diri tubuh jeleknya itu" hina Cindy menatap kepergian Zelda,ada rasa iri yang membara dalam hatinya melihat Zelda menggunakan mobil keluaran terbaru yang limited edition,hanya beberapa unit saja di Dunia ini,dan Zelda salah satu pemiliknya.
Tatapan mata mama revin semakin marah dan muak Dangan Zelda,
"Wanita itu, , , " gumam mama revin yang masih stand si tempatnya dengan kedua tangan terkepal kuat saling menghantam di depan dadanya.
"Awas kau, , " gumamnya lagi menatap hina Zelda.