Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 40


ayok ikut aku kak" ucap Zelda mengulurkan tangannya memapah wanita itu,


saat mereka sedang berhadapan,tiba tiba wanita itu berteriak


"Awaaasss" teriaknya


SREKkk


"aaaark " teriak wanita itu menutup matanya.


Zelda yang penasaran pun menoleh ke belakang,ia tersenyum kecil ke arah pria itu yang kini sudah terbujur berdarah di trotoar jalan,temanya yang melihatnya pun bergetar ketakutan,Seseorang pun membalas senyuman Zelda,yah dia adalah Revin,Revin yang tadi berada di jalan menuju kantor tanpa sengaja melihat mobil Zelda terparkir di pinggir jalan,ia pun turun dari mobilnya dan berjalan ke arah mobil Zelda,namun tak menemukan keberadaan Zelda,Revin mengedarkan pandangannya,setelah menemukan apa yang dia cari ia pun menyusul,Tepat saat ia berada dekat dengan mereka ia melihat seseorang dari belakang Zelda mengeluarkan belati kecil yang mengarah ke Zelda,dengan cepat Revin berlari dan berhasil menekuk tangan pria itu hingga ia bukannya menusuk Zelda malahan menusuk dirinya sendiri. teman dari pria itupun berlari terbirit birit ketakutan.


Zelda kembali memutar tubuhnya mengarah ke wanita itu yang masih memejamkan matanya ketakutan.


"kakak sudah aman" ucapnya.


Wanita itupun perlahan membuka matanya,


"syukurlah adek gak apa apa, terimakasih ya dek,adek sudah menyelamatkan saya " ucapnya berterima kasih


"Tidak apa kak,ayok ikut aku! ajaknya


wanita itu menoleh ke belakang,Revin masih setia menunggu pujaan hatinya


"tenang saja kak,dia ...."


"Tunangan saya " ucap Revin memotong ucapan Zelda.


Zelda yang mendengar itu pun menautkan alisnya akan alasan yang menurutnya tidak seharusnya di ucapkan,dasar bayar gede,usia aja dewasa,pikiran kaya anak kecil ( fikir Zelda)


Zelda hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum


"mari kak " lanjut Zelda sambil memapah wanita itu


"Tiara, panggil saja Tiara" sahutnya


"oh,oke kak Tiara,ayok ikut aku" ajak Zelda lagi


Mereka bertiga kini sudah berada di satu mobil,mobil Revin di bawa oleh Bimo,


"mau ke mana dulu?" tanya Revin


"Aku ada kelas kak 15 menit lagi " jawab zelda


Revin melirik ke belakang dengan ekor matanya,Zelda yang melihat itupun paham apa yang revin maksud


"biarkan saja dia ikut denganku,tidak apa bukan?" lanjut Zelda mengerti ke mana arah tatapan Revin,


"baiklah tuan putri" jawab Revin sambil mengacak acak rambut Zelda


Tiara yang melihat itu pun tersenyum,ia ikut bahagia,ia berharap akan mendapatkan orang yang akan bisa menerima dia apa adanya nanti.


tin


tin


"Nah..tu anak udah udah nongol di tunggu dari tadi" ucap Andi melihat mobil Zelda tak jauh dari mereka,karena memang Mereka masih menunggu Zelda.


"Lha kenapa ada kak Revin ? " tanya Diwa melihat Revin keluar dari mobil itu.


"udah nanti juga kita tau" jawab Erland santai


*


"makasi kak udah nganterin " ucap Zelda


"iya sama sama,kakak gak mau kesayangan kakak ini kenapa kenapa, belajar yang rajin ya " ucap Revin lalu keluar mobil dan berjalan ke arah mobilnya


"dah kakak " teriak Zelda di balas anggukan Revin .


"Dingin di luar tapi anget di dalem " tiba tiba Tiara berbicara seperti itu kepada Zelda,ia tak sungkan mengatakan hal itu,karena memang dia orangnya mudah bergaul.


"asyik juga " gumam Zelda


"eeh maaf " ucapnya melihat tatapan Zelda yang tak menyahuti ucapnya yang bergurau tadi .


tok..tok..tok..


"Woey lama banget loe di sana,molor ya,ayok buruan keluar 4nj1ng,5 menit lagi dosen botak kesayangan elo Dateng " teriak Andi sambil mengetuk pintu mobil Zelda


"Brisik Lo,,loe yang 4njing" teriak Zelda tak kalah kerasnya membuat Tiara menutup telinganya,


Tanpa di suruh tiarapun langsung keluar mobil,membuat mereka semua melongo,Zelda yang melihat itupun tersenyum sambil ikut keluar,


"Boleh juga " gumamnya dalam hati


"eeh,elo siapa? " tanya Sinta menerobos Andi dan Zelda namun tak membuat mereka tersungkur


"Gue," tunjuknya pada diri sendiri


"Ya iya lah ,masa orang gila " Cerocos Sinta


"oh,," ucapnya sambil melirik kesana kemari di sekitar kampus." gue Tiara,panggil saja Tiara" jelasnya


"Kak Tiara" tegas Zelda


"Hah,sejak kapan elo punya kakak yang namanya Tiara zel,? " tanya Diwa


Andi dan Erland hanya diam menunggu jawaban.


"Sejak tadi di jalan" jawabnya santai


"APA ! " ucap mereka bersamaan.


"sudah gak usah banyak tanya,tadi elo kan bilang kalau dosen botak kesayangan gue bentar lagi Dateng,ya udah ayok kita ke kelas Bambang" ucap Zelda sambil menarik tas milik Andi,Andi pun berjalan mundur akibat tarikan Zelda.


"eh ya lupa," ucapnya berhenti.


"Ada apa lagi sih " ucap Andi


Zelda berbalik ,Tiara masih berdiri di samping mobil milik Zelda,


Hap


Zelda melempar kunci mobil dan beberapa uang ke Tiara,Tiara pun menangkapnya dengan sempurna.


"tuh kunci mobil dan uang,pake buat makan ,kantinya di sana( sambil menunjuk ) dan kalau mau istirahat, istirahat lah di mobil,aku balik 5 jam lagi " ucap Zelda panjang lebar membuat semua temannya melongo dengan ucapan Zelda.


"oke, terimakasih adik " ucap Tiara seolah ia sudah kenal lama dengan Zelda


Zelda pun tersenyum dan berbalik kembali berjalan di ikuti sahabatnya.


"Elo gak sakit kan,gak demam " tanya Sinta sambil meletakkan telapak tanganya ke jidat Zelda.


"ich apaan sih loe,gue masih sehat,masih waras juga be**" jawab Zelda menepis tangan sinta.


"nanti gue ceritain,yang penting belajar dulu yuk" lanjutnya


mereka semua di buat penasaran akan siapa Tiara dan kenapa mereka terlihat sangat akrab,


***


Tiara merasa sangat senang bisa terlepas dari mom & dadynya yaitu duo JJ.


Yach dia bekerja di sana karena jebakan Johan,Johan sengaja mendekati nya dan menjalin hubungan dengannya sampai ia di bawa ke tempat pela****n dan di jadikan salah satu kupu" malam di sana,ia awalnya menolak,namun Johan mengancam akan keselamatan keluarganya yang Johan sangat kenal dengan mereka sebelum membawa Tiara ke tempatnya, mereka bertemu saat ada bisnis di luar kota yang bertepatan di sebuah desa,Dan mereka bertemu di sana,saat Johan dan Jihan bertanya jalan, seketika Jihan memanfaatkan kesempatan itu dan menyuruh Johan. pura pura suka sama dia dan mengajaknya berpacaran serta meminta izin untuk membawa Tiara bekerja di Jakarta,padahal itu hanya alasan saja,Johan. menyetujui nya karena sejujurnya ia memang suka sama Tiara sejak pertama kali bertemu,tapi bukan Jihan namanya jika dia tidak tau apa yang kakaknya Johan pikirkan tentang Tiara,dia tau dan paham kalau Johan suka sama Tiara,namun Jihan tidak mau bahkan tidak rela berbagi tubuh dengan siapapun,hanya dia yang boleh merasakan tubuh sang kakak,setelah mereka berhasil membawa Tiara ke kota ,ia memberikan Tiara dan Johan berbicara berdua,Johan di kasi kesempatan itupun tak ingin menyia nyiakannya,ia bicara dengan Tiara perasaan nya dan keinginan nya untuk menikahi Tiara ,Tiara awalnya sangat senang dan bahagia,dan saat Johan ingin mencium bibir Tiara seseorang masuk dan membuka kasar pintu kamar Johan.


" kenapa,? " tanya Johan yang sudah tau siapa yang masuk,Johan masih dalam posisinya ingin mencium Tiara,


Tiara yang mendengar itu sedikit memiringkan kepalanya melihat siapa yang masuk.


"eh,Han,kamu ternyata,ada apa ? " tanya Tiara sopan.


Jihan tanpa menjawab mereka berdua malah melakukan sesuatu yang membuat Tiara kaget setengah mati.


( bersambung )


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻