Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 139


" I love you too honey" balas Zelda.


***


"aaaaa, , lepas , ,lepasin, , lepasin gue, gue mau pergi" teriak Jihan mendapatkan kabar bahwa anaknya tidak bisa di selamat kan.


Jihan meronta ingin melepas selang infusnya dan nekat ingin menemui makam anaknya


"Huaaaaaaa lepasin"


"Maaf Nona,nona harus tetap di rumah sakit,nona tidak boleh pergi sebelum nona pulih" ucap salah satu orang suruhan Zelda untuk menemani Jihan dan mengawasinya.


"siapa kalian ,pergi" bentak Jihan dengan menatap tajam


"mohon maaf nona,kami ditugaskan untuk menemani Nona selama masa perawatan" jelasnya masih memegang tangan Jihan .


"tidak,aku tidak mau,aku mau anakku, , lepaaas" teriaknya lagi


dokter dan beberapa suster datang bersama dengan Bimo,


"cepat dok" ucap Bimo


dokter itupun langsung menyuntikan obat penenang untuk Jihan,Jihan berangsur lemas dan tertidur .


"pasien hanya shock, , biarkan dia beristirahat dengan tenang" ucap dokter.


"Baik dok, terima kasih" ucap Bimo


**


makan malam sudah siap,Revin dan Zelda sudah mengganti pakaian mereka dengan pakaian rumah,mereka masih berada di rumah besar Handoko.


" Ra,bisa mama minta tolong panggilkan Zelda dan Revin?" ucap mama Selena.


"oke ma," sahut Tiara masih di dapur bersama Diwa.


Tiara melangkah ke taman belakang di mana Zelda dan Revin masih menikmati kebersamaan mereka,


"honey, bagai mana menurut mu jika pernikahan kita di adakan bersamaan dengan pernikahan Tiara sana Erland." ucap Zelda.


Revin sempat berfikir" apapun terserah kamu honey" jawab Revin


"tidak usah repot repot zel,kak, " sahut Tiara dari belakang mereka.


"Tiara?, sorry bukan maksud gue apa apa!" jelas Zelda merasa tidak enak.


"haha ngapain muka loe begitu?" tawa Tiara mengetahui Zelda merasa tidak enak.


"iya maksud gue bukan seperti yang loe kira " ucap Zelda lagi


"apaan sih, , ya gue juga tahu kali, , tapi beneran gak usah, ,lagian kak Erland belum ngomong apa apa je gue,dan gue mau jika pun gue menikah nanti gue mau pernikahan gue di adakan di desa tempat gue tinggal" jelas Tiara.


"Aah begitu,gue kira loe marah" ucapnya


"gak lah , ya sudah yuk kalian sudah di panggil makan" ajak Tiara


Revin Tak berbicara dia hanya diam dan masuk ke dalam menuju ruang makan di susul oleh Tiara dan Zelda.


"Kak zeeel" teriak zuita dari atas


"eeh hari hati larinya " teriak Revin melihat zuita hampir jatuh"


"UPS, , sorry " ucapnya menahan tubuhnya agar tidak tersungkur.


"zui hati hati dong sayang" ucap Zelda menghampiri


zuita langsung melompat ke pinggang Zelda,Zelda dengan sigap menahan tubuhnya agar tidak terjatuh


"Astaga zui, , turun sayang, , kasihan kakakmu" tegur mama selena membuat zui cemberut


zui menghentakkan kakinya minta di turunkan,"mama gak seru ah" rengeknya


zuita dengan wajah cemberut melangkahkan kakinya ke meja makan.


mama revin yang melihat itu mulai mendekati zui " sayang gak boleh gitu ya,lihat tu wajah kak Zel lagi sakit," ucap lembut mama revin


zuita mengamati wajah Zelda yang di perban " kak zel kenapa,?" tanya zui


"gak apa apa sayang,kakak hanya salah pake bedak " bohong nya


"iya sayang" sahut Zelda.


mereka makan malam dengan penuh canda tawa ,saling lempar candaan dan saling lempar ejekan,hingga suasana bahagia itu berubah menjadi tegang saat Sinta salah melontarkan pertanyaan.


"oh ya Ra, ngomong ngomong masalah Johan,loe mau apain dia buat hukumannya,bunuh aja sekalian , cowok kaya gitu gak pantas hidup" ucap Sinta tanpa sadar jika di dekatnya ada orang tua Revin dan juga orang tua Zelda.


seketika semua diam menatap Sinta,Diwa yang di sebelah Sinta menendang kakinya dan juga mencubit pinggangnya sambil berbisik "Elo ngomongin ini nanti aja,di sini masih ada orang tua dana zuita," bisiknya


"UPS,, Sorry" ucap Sinta melihat semua tatapan itu mengarah ke dirinya.


Revin meletakkan sendok dan garpunya,ia mengambil gas yang berisi air lalu di teguknya dalam tiga kali tegukan,


Revin menatap semuanya dan terakhir menatap Sinta,


"mampus gue" gumamnya dalam hati


"Adduh sin, , loe bego banget sih" gumam Diwa


"Gue harus apa?" gumam Tiara.


tiba tiba Revin mengeluarkan kata kata yang membuat semuanya tercengang " coba kita dengar apa kata para orang tua kita jika mengalami hal yang kita alami," ucapnya membuat semua di sana merasa lega dengan tatapan tajam darinya tadi.


"Hah" gumam Diwa mengira jika Revin akan marah kepada Sinta.


"Syukurlah kak Revin gak marah" gumam Sinta


"hufh,jantung gue hampir copot" gumam Tiara


Andi sama erland hanya diam saja tanpa berkomentar apapun,mereka terlihat malah sibuk dengan rasa penasaran akan jawaban dari orang tua Revin dan juga Zelda.


"Bagaiman?" tanya Revin ke pada orang tuanya.


"Baiklah, berhubung semua kita sudah tahu,jadi zel akan ceritakan masalahnya," ucap Zelda


dia pun mulai bercerita tentang Johan dan Jihan yang ternyata adalah teman masa kecilnya yang bernama Juana dan Joan.zelda menceritakan semuanya secara detail tanpa di kurang kurangi dan di lebihkan.


"jadi begitu ceritanya ma ,pa" ucap Zelda du akhir ceritanya.


"Tiara sayang, , mama gak tahu jika nasib kamu akan seperti ini" ucap mama Selena menghampiri Tiara dan memeluk nya sayang.


"brengsek emang itu anak,dia tidak pantas hidup" ucap papa Revin


"Papa rasa juga begitu,dia lbih baik di hukum seberat beratnya" ucap papa Handoko.


"Jahat banget dia" geram mama revin merasa iba pada Tiara.


"jadi kesimpulan nya?" ucap Revin .


"kami setuju jika dia tidak di masukan penjara , Bunuh saja dia" ucapnya.


"Aku fikir Meraka akan marah dan malah akan berceramah,ternyata mereka orang tua yang the best" gumam Andi tersenyum penuh arti.


"Bagus" ucap Erland.


"tapi kita serahkan semuanya sama Tiara,dia yang lebih menderita,jadi dialah yang harus memutuskan hukuman apa yang pantas buat Johan" ucap Revin.


"Apa keputusan loe Ra?" tanya Zelda


Tiara menatap mereka satu persatu dan menghela nafas panjang"gue belum tahu" jawabnya masih ragu.


"coba loe fikirkan Mateng Mateng," ucap Sinta.


"Iya Ra,gue aja gedek liat dia " sahut Diwa


"gue setuju sama Sinta,bunuh saja dia" kesal erland.


"aah Elo mah cemburu makanya mau dia cepat cepat mati" ejek Andi


"Haish awas loe" ucap erland melayangkan tinjuan pada Andi


"Hahaha, cemburu tanda cinta bro" sambungnya


"Sudah sudah,ayok kita lanjut makan malamnya,keburu dingin" ajak mama selena.


"Besok gue mau ketemu sama dia,dan menyelesaikan semuanya" ucap Tiara memantapkan hatinya untuk menghukum satu dari sekian banyak orang yang membuat hidupnya menderita.


"Bagus" gumam Zelda dan Revin sambil tersenyum penuh makna.