Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 43


Byuuurrr


Tiara terkejut,perlahan ia membuka matanya, penglihatan nya sedikit buram dan ia sedikit pusing.


Prok,,prok,,prok,,prok


"Waah,enak enakan kamu tidur yah,bangun loe 4nj1ng,ini bukan saatnya elo buat enak enakan tidur,Bangun loe" teriak Jihan sambil menarik selimut yang menutupi tubuhnya,


terlihat beberapa bodyguard dan assisten nya Zoya serta Johan pun ada di sana dan hanya memperhatikan saja tanpa membantu ataupun berbicara.


Tiara masih lemas,ia tak bisa apa apa,selimut yang di tarik pun langsung saja memperlihatkan tubuh putihnya polos tanpa sehelai benang pun,Jihan semakin senang setelah melihat keadaan Tiara saat ini,lemah meringkuk dengan tubuh yang sudah tidak seputih dan semulus saat dirinya belum di sentuh siapapun,kini tubuh putihnya banyak terdapat cup***an dan luka lebam akibat di pukul,serta bekas cambukan terlihat jelas di seluruh tubuhnya,Johan yang melihat itu seketika menegang dan terlihat sangat geram dan marah,Tiara hanya bisa diam menutup bagian tubuh atasnya dengan memeluk dadanya dengan tangan kiri dan tangan kanannya berusaha menyembunyikan tubuh bagian bawahnya,ia tak bersuara.


"waah,hebat juga kamu ya,bisa kaya gini,berapa om om berduit yang kamu ladeni semalam " ucap Jihan girang,


Tiara hanya bisa menatap nanar satu persatu yang ada di ruangan itu,ia melihat jelas Johan ada di sana,


"Han,apa ini sifat aslimu,tega kamu berbuat ini padaku? mana janjimu ? " ucapnya dalam hati sambil menatap Johan,


Johan yang di tatap pun merasakan tatapan itu,ia hanya bisa diam dan mengalihkan tatapannya ke arah lain. Jihan tau Tiara sedang menatap johan,Jihan pun melirik ke arah Johan dengan tersenyum kecut "awas saja " pikirnya dalam hati.melihat Johan mengalihkan pandangannya jihan pun tersenyum penuh kemenangan.


"Nih minum pil mu,agar kamu tidak hamil,dan siapkan tubuh Mu buat nanti malam,sudah ada yang memesan tubuh jelekmu itu" ucapnya melempar beberapa pil agar dia tidak hamil. setelah itu ia langsung bergegas keluar tanpa menoleh kebelakang,Johan memanfaatkan kesempatan itu untuk membantu Tiara bangun dan menyelimuti tubuhnya.


"aku bantu " ia menawarkan diri langsung memegang tubuh Tiara


"Tidak perlu,gue bisa sendiri ! " Tiara menepis tangan Johan dan mengambil selimutnya untuk menyelimuti tubuhnya lagi.


Johan paham akan keadaan sekarang,ia memang kejam pada Tiara,ia tidak bisa menepati janjinya pada orang tua Tiara.Tiara membalik Tubuhnya agar posisinya membelakangi Johan. Johan kembali di kejutkan akan bercak darah di sprei putih saat Tiara membalik badan.


" Tiara,, Maaf, " hanya itu yang keluar dari mulut Johan dan ia pun keluar dari kamar Tiara


Seperginya Johan dari kamarnya,Tiara menangis sejadi jadinya


"Aaaaarrrrrkkkk, Br3ngs3k, b4jing4n,iblis kalian semua,aaaaarrhhhhhhh, hik,hik,aku sudah tidak berguna lagi di dunia ini," teriak Tiara sambil menangis tersedu sedu


"aku sudah tidak suci lagi, aaaarrkkkk br3ngs3k " marahnya pada dirinya sendiri,ia memukul dirinya sendiri.


"Tiara maafin aku,maafin aku,jika aku berlutut pun bahkan jika nyawaku pun tukarnya tidak akan bisa mengembalikan kesucian mu" gumam Johan mendengar semua keluh kesah Tiara lewat luar kamar itu,ia sengaja keluar namun tak langsung pergi,melainkan ia berdiri di depan pintu,sengaja ia ingin tahu apa yang akan di lakukan Tiara setelah ia pergi,ia takut Tiara akan bunuh diri atau melakukan hal hal yang akan melukai dirinya,yang ia dapatkan keluh kesah dan kemarahan Tiara,ia sedikit lega tetapi ia sama hancurnya melihat Tiara seperti ini.ia tidak bisa melakukan apa apa,ia merasa menjadi orang yang tidak pantat si sebut laki laki saat ini,karena ia tidak bisa melindungi orang tercintanya.


Tiara kini berada di kamar mandi,ia membersihkan tubuhnya perlahan,perih sangat perih ia rasakan pada daerah intinya,ia mengingat kembali kejadian perampasan padanya,ia menangis lagi dan meringkuk di lantai, shower kamar mandi pun masih membasahi tubuhnya,ia teringat keluarganya di kampung .


"haaaaaa, b4jing4n kalian, br3ngs3k " teriaknya sambil memukul mukul dan mencubit cubit tubuhnya yang lebam akibat bekas orang orang serakah yang merampas kehormatan nya.


"AKU BERSUMPAH,AKAN MEMBALAS DENDAM PADA ORANG ORANG YANG SUDAH MEMBUATKU SEPERTI INI ! "


sumpahnya dalam hati,ia bertekad untuk membalas orang orang yang sudah menyakitinya.


Setelah sedikit tenang,ia membersihkan tubuhnya,saat dirinya berjalan ia melirik kaca,dengan jelas ia melihat bekas cupa**** dan bekas cambukan dan leher,bokong,paha,dada banyak sekali bekas cup****n tiga bi4d4p itu.Tiara tersenyum miris melihat kondisi tubuhnya saat ini,


"kalian kejam ,suatu saat kekejaman kalian aku aku balas lebih kejam" seringainya dalam hati.


Ia kini sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ia bawa ke Jakarta, seperti biasanya ia menggunakan jeans panjang semata kaki,dengan kaos pendek nya ,namun melihat lebam lebam di tubuhnya masih terlihat jelas ,ia kembali membuka tasnya mencari sweater panjang dan syal penutup lehernya. ia berjalan ke arah kasur ,melihat bercak darah itu ia langsung mengganti sprei yang sebelumnya ia cari di lemari kamar itu,tentu saja banyak sprei dan baju mini di sana.


Setelah ia membersihkan kamarnya,ia melihat ke arah jendela,di luaran sana terlihat seperti hamparan sawah dan perkebunan,ia menatap lurus tanpa berkedip.


"Sepi " monolognya


"huh,apa yang harus aku lakukan " gumamya


ia duduk di pinggiran kasur,dan ia teringat sesuatu,dengan cepat ia mencarinya karena ia lupa sebelum ke kamar mandi ia menaruhnya di mana.


"aduh,di mana sih aku menaruhnya tadi, "


"ach ketemu " girangnya menemukan apa yang ia cari.


sebuah amplop berwarna coklat yang di berikan oleh pria botak semalam,ia dengan cepat membuka isi amplop tersebut dan alangkah terkejutnya ia mendapatkan banyak uang di dalam sana,


" 10 juta " beonya melihat nominal yang tertera di sana.kemudian ia juga menemukan sebuah kartu kredit dan selembaran surat


( ini bayaran atas kesucian mu, dan aku akan memberikan pin kartu kredit ini untukmu asal kamu mau lagi menghabiskan malam bersamaku,aku tunggu besok malam cantik , salam mas Broto ) isi dari surat itu membuat Tiara geli dan merasa jijik,namun sedetik kemudian rasa jijik itu hilang di ganti dengan senyuman manisnya.


"Baiklah om ganteng,aku ikuti permainan mu,jangan coba coba bermain denganku, " ucapnya dalam hati sambil tersenyum penuh makna


" belut licin akan kalah sama lilitan ular berbisa "


(bersambung )


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻