Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 171


PoV Revin.


"Tolong, , , tolong, , , siapapun tolong" terdengar suara menjerit minta tolong ,namun aku melihat di sekitar ku tak ada siapapun, aku juga tak tahu aku berada di mana,yang ada di sekitar ku hanya pohon kelapa sangat banyak di hamparan tanah yang sangat luar,sejauh mata memandang hanya terdapat pohon kelapa yang menjulang tinggi ..


Aku berjalan sembari menatap sekitar,mencari siapa yang berteriak minta tolong.seketika suara itu hilang ,yang tersisa hanya kesunyian di sertai angin kencang menyapu daun daun pohon itu,bahkan kelapapun mulai berjatuhan dari atasnya.


seketika aku berlari sambil menatap ke atas agar aku tak terkena Kelapa yang gugur dari atas,Dengan susah payah aku mencoba bertahan dan menghindar,namun angain kencang dan hujan lebat turun dengan sambutan petir yang menggelegar,membuat jantungku seketika berdenyut kencang,saat aku kembali fokus ke atas dengan langkah jenjangku,tiba tiba aku tersandung dan terjatuh


BUGH...


aku menoleh ke bawah ,betapa terkejutnya aku melihat seorang wanita hamil terlentang sudah tak sadarkan diri,aku bangkit dan langsung menghampiri nya.


"Hei, bangun, ,bangun, , ayok kita pergi,tidak baik di sini apalagi hujan sangat kencang ,aku takut kita akan terkena runtuhan Kelapa saking kencang anginnya," Teriakku pada wanita itu namun sepertinya wanita itu tidak mendengar bahkan ia tak merespon teriakan ku.


Aku tak berhenti sampai sana,aku mendekatkan wajahku ke dadanya,aku masih bisa mendengar detak jantungnya meski sangat pelan,aku merasa lega dia masih hidup,


"Syukurlah kamu masih hidup" ucapku meski ia tak mendengar ku.


aku memutuskan untuk mengangkat tubuhnya,tapi yang aku bingung kan aku tak kuat mengangkat tubuh Mungil yang sedikit berisi itu,rasanya lututku rapuh dan terasa Kelu saat mulai mengangkat tubuhnya,entah apa yang terjadi padaku,berdiri sendiri aku bisaa bahkan berlari aku sanggup,tapi mengapa mengangkat tubuh wanita ini aku tak bisa.


"Ya Tuhan aku harus apa,aku rasanya tak tega meninggalkan nya di sini,terlebih dia hamil,aku merasa kasihan dan harus membawa mereka keluar dari tempat Yeng menyeramkan seperti ini" ucapku frustasi sambil menangis,


Aku tak tahu mengapa air mata ini mengalir deras,aku juga tak tahu kenapa pandangan ku kabur,tapi hanya pada wajah wanita itu,jika melihat sesuatu yang lain pandangan ku sangat jelas bahkan sejauh mata memandang aku masih bisa melihat dengan jelas,tapi mengapa wajah wanita ini tak bisa ku lihat dengan jelas,bahkan dia berada tepat di depan mataku,


Ctaaarrr...


kilap menyapa di sambut suara petir yang terlihat seperti menyambar, seketika aku mengangkat wajahku ke atas,tepat di atasku petir itu menyambar pohon kelapa hingga buahnya pun berjatuhan,aku segera menutupi tubuh wanita itu dengan berada di atasnya,biarlah aku yang terkena Kelapa kelapa itu,bahkan jika aku matipun aku sanggup,saat kelapa itu mulai berjatuhan menimpa ku aku mulai berteriak kesakitan.


"Aarrk" teriakku terbangun dari tidurku,aku kembali bermimpi seorang wanita yang aku yakini adalah orang yang sama setiap Kali aku bermimpi,tapi yang buat aku bingung kenapa saat ini wanita itu tengah hamil besar.


"Asstaga,Pak Revin, , " teriak seorang wanita yang melihatku dan mendengar ku. yang aku tahu namanya Tamara


"Pak Revin kenapa?" tanya seseorang laki laki yang bernama Dion,dia seperti kaki tangan dari laki laki yang sekarang berada tak jauh dariku,ia terlihat gagah dan sangat tampan,wajah tegasnya terlihat sangar,tapi yang aku dengar setelah melihat dan mengenalnya,ia begitu hangat ,aku merasa memiliki saudara.


"Gak tahu,dia tadi tidur dan bangun seolah mimpi buruk" ujar Tamara.


Erland terlihat menghampiri ku bersama seseorang yang aku tahu dia juga rekan dari Erland bernama Andi,laki laki berwajah oval dengan lesung pipi di wajahnya membuatnya sangat tampan dan juga terlihat humoris,dan sepertu yang aku lihat setelah mengenal nya,ia memang sedikit pecicilan,dan aku tahu namanya Andi.


"Ada apa? " tanya Andi panik


aku tak mampu berkata apapun saat ini,nafasku tak karuan yang aku ingat hanya wanita itu,wanita yang seperti nyata namun tak tersentuh "Wanita itu, , wanita itu , , " ucapku cemas


"Wanita mana,wanita siapa?" tanya Andi lagi


"Wanita yang sering di mimpi saya, dia kesusahan,cepat tolong dia" ucapku,melihat ekspresi mereka, mereka tampak terkejut dengan ku,tapi aku tak perduli,yang aku inginkan hanya wanita itu selamat,entah mengapa aku yakin wanita itu ada dan aku merasa sangat dekat dengannya.


"Vin loe tenang,loe hanya mimpi,bentar lagi kita sampai,oke" ucap Andi menenangkanku.


Tamara terlihat memberi minuman padaku dan Andi membantuku untuk minum,aku hanya pasrah .


Erland mendekat dan mencoba bertanya stelah beberapa saat aku mulai merasa tenang


"Vin,loe mimpi apa? tanya Erland.


aku menatap mereka,dan berkata " saya mimpi wanita yang sering di mimpi saya lagi kesusahan,dia kesakitan,tidak ada yang menemani!" ucapku tercekat dengan rasa kecemasan hingga detak jantungnya berdetak tak karuan.


"Loe tenang dulu, , tarik nafas dan buang dari mulut" ucap Andi


Aku menurut, dan kembali mengingat mimpiku." wanita itu Harus segera di tolong," ucapku lagi semakin membuat yang lain kebingungan.


Beda dengan Erland,dia Terlihat berfikir ,namun apa yang ia fikirkan aku tak tahu .


"Coba sebutkan ciri cirinya" ucap Erland


Aku kembali menatap Erland,sejenak sampai aku berkata.


"Dia sedang hamil besar" ungkapku.


seketika wajah mereka terkejut mendengar aku mengatakan wanita itu hamil, terlihat Erland mengambil ponsel di saku nya,dan ia terlihat menelpon seseorang.


Erland terdengar mengeluh,mungkin tidak ada yang mengangkat ponselnya,


"Andi,minta hubungi mang Udin penjaga villa" ucapnya


Andi langsung menelpon seseorang yang dia katakan mang Udin.


"_____"


"_____"


"coba anda masuk ke dalam, pastikan Zelda aman dan nasib sehat" ucap Andi


seketika tubuhku bergetar kembali mendengar nama Zelda kembali di sebut,kepalaku rasanya mau pecah ,bayangan wanita itu kembali menghampiri ku .


"Aaarrr" Teriakku kesakitan sangat luar biasa .


aku sampai memukul kepalaku,semua di sana berusah menghentikan ku tapi aku tak bisa goyah meski merek berempat,aku terus memukul kepalaku di jendela helikopter hingga pandangan ku kabur dan gelap...!


aku tak mengingat apapun, sampai aku membuka mata,aku sudah berada di sebuah tempat yang terlihat seperti rumah sakit,karena di tanganku terdapat selang infus menempel di punggung tanganku.


"Syukurlah loe sadar Vin" ucap Andi mendekat.


Aku menatap nya dan ketika pandangan ku sudah jelas aku langsung terheran kenapa dia di sini.


"An-di, ," panggilku


aku menoleh ke arah kanan dan kiri,hanya Andi di ruangan itu, kemana istriku??


"Erland, , " teriak Andi


Erland mendengar teriakan Andi segera masuk bersama Dion


"Ada apa,kenapa kamu teriak,di sini rumah sakit" tegurnya pada Andi


"hallo Tante,kami tunggu di rumah sakit " ucap Erland yang sedang berbicara dengan seseorang yang aku yakini adalah keluarga ku


"Land, kak Revin sadar,dia tadi nyebut nama gue" ucap Andi terlihat senang.


Erland manatapku dalam" siapa namaku?" tanyanya


"Ngaco Lo land,Lo fikir gue lupa" ucap Revin


seketika mereka semua senang dan langsung memelukku.


"Lapas, , " ucapku berusaha melepas rangkulan mereka.


"Istri gue Mana?" ucapku.


"Suster, , suster" teriak Andi


tak lama suster datang "Ada apa ya pak,ada yang bisa saya bantu?" tanya nya sopan


"Bisa saya bawa pasien ke ruang lain,saya ingin mempertemukan dia dengan istrinya yang juga di kamar lain" ucap Erland


setelah berfikir suster itupun menyetujuinya dan mereka langsung membawaku ke ruangan yang dia katakan tadi.


"Hei,mana Zelda ada apa dengan dia? cepat katakan" bentak ku tak sabaran.


"Iya bawel,sakit jangan bawel ah, , nanti kamu akan tahu" ucap Andi cengengesan.


setalah itu kita tiba di sebuah ruangan,


"Vin ,masuklah,di sana istri loe yang masih berjuang demi anak loe " ucap Erland


Aku tak mau ambil pusing dan aku mengikuti ucapan mereka,


Cklek


Aku mendekat dan benar ternyata istri ku sedang berjuang di sana ,dia butuh aku,cairan bening berhasil menembus ke wajahku,aku mendekat dan langsung meraih wajahnya dan langsung mencium keningnya.


"Sayang kamu kuat, aku di sini" ucapku langsung memeluknya dari samping.


dan aku menemani nya smpai terdengar suara bayi menangis,aku merasa sangat bahagia.


next.


tinggal beberapa bab lagi,sudah benar benar tamat.