Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 119


"JANGAN HARAP UNTUK KELUAR DARI SINI" ucapnya dengan menarik kasar tangan tiara.


"Aaaarrh" teriak tiara


Johan mendorong Kasar tubuh Tiara hingga membentur tembok,segera ia menghimpit tubuh Tiara dengan tubuh tegapnya


"Johan,loe mau ngapain" teriak Tiara yang mulai panik dengan Johan


Johan tanpa bicara mencium bibir Tiara dengan kasar,


"emmmpph" Tiara meronta namun Johan dengan sekuat tenaga tidak membiarkan Tiara lepas darinya.


bukan hanya mulai mencium Tiara,Johan juga meremas d*d* Tiara dengan kasar dan mulai mengangkat sweater Tiara yang kebesaran itu ke atas,namun di tahan oleh Tiara sekuat tenaga.


Johan masih sadar,tapi ia tak perduli dengan Tiara,ia kembali meneruskan aksinya yang dengan brutal membuka kemejanya tanpa melepaskan ciumannya,Tiara membuka kesempatan itu untuk menendang ************ Johan ,


"Aarah, , sialan !" geramnya.


Tiara mencoba melarikan diri lagi,namun Johan telah mengunci pintu kamar itu,Tiara berusaha membukanya namun sayang Johan telah lebih dahulu mendekatinya dan menyemprotkan nya sesuatu ke hidungnya, ,


"Eeemmhhh..apaa ini?" tanya Tiara yang sangat tidak menyukai wanginya.


Tiara mengibaskan tanganya di depan hidungnya,sedangkan Johan dengan tenang merebahkan tubuhnya ke kasur besar itu,Tiara menyeritkan keningnya heran.


Tiara berlari ke pinggiran jendela,semakin lama aroma yang di semprot tadi oleh Johan semakin membuat Tiara kehilangan penciumannya,


"kok baunya tiba tiba ilang?" fikir Tiara sambil menggedor gedor jendela .


"Uuh, , gerah" gumamnya lagi mulai kegerahan


Tiara terlihat mengibas tangannya ke lehernya,


Johan melihat Tiara yang mulai bereaksi,ia pun menghampiri dengan tenang,


"Bagaimana? gerah, , ? " tanya Johan


"eeuh, ,gerah banget " jawab Tiara mencoba menghindari Johan


"Jangan mendekat!" tolak Tiara


"Tidak apa apa sayang,aku juga gerah,sini kita tuntaskan bersama!" ajaknya mengulurkan tanganya


"Gak, , pergi , , aarh gerah" ucap Tiara lagi sambil menghindar


semakin lama,Tiara semakin merasa gerah dan mulai kehilangan keseimbangan,antara sadar dan tidak Tiara meremas kedua buah *a*a nya dengan kertas,dan mengusap bibirnya dengan buas dengan tanganya,


"Tolong!" lenguhnya merasa sekujur tubuhnya nya memanas,


ia teringat artikel yang pernh di bacanya tentang obat perangsang,


"Sial, , Johan pasti menyemprotkan obat perangsang" gumamnya dalam hati dan mencoba menghindari Johan,


ia melihat pintu kamar mandi di kamar itu,dengan cepat ia masuk dan mengurung dirinya, menguncinya agar Johan tidak masuk,


"TIARA BUKA" teriak Johan dari luar sambil membuka seluruh pakaiannya juga,


"Pergi!" teriak Tiara yang sudah mulai limbung dan semakin menekan ludahnya membayangkan aksi panas yang ingin ia lakukan saat ini,.


"Eeeuuh , , to-long , ,! ucapnya terbata sambil meremas kembali pay*d*Ranyna.


wajah Tiara semakin memerah,ia berlari ke arah shower dan segera menyalakannya agar dirinya tidak merasa gerah,tapi sayang air dingin itu tidak membuat dia merasa baikan,malah membuat nya semakin menjadi


"Buka Tiara," ucap Johan mulai mendobrak pintu itu


BUGH


percobaan pertama gagal


BUGH


percobaan ke dua juga gagal


BUGH


Percobaan ke tiga juga gagal


BRAK


dengan seluruh sisa tenaga Johan ia berhasil masuk dan langsung menghampiri Tiara yang sedang berguyur di bawah shower,


"Sayang" panggilnya


segera ia meraih tubuh Tiara dan berusaha mengendalikan Tiara ,Tiara dengan susah payah melawan,sampai Ia tak kuasa menahan diri lagi, sesaat sebelum kehilangan kesadarannya sepenuhnya ,ia melihat seseorang yang ia cintai menghampiri nya.


BUGH


DUAG


"B4jing4n,brani skali loe menyentuh milik gue" geram Erland memukul Johan dari belakang,


"Ra,jangan buka please!" ucap Diwa dan Sinta menenangkan Tiara


"Gee-raah , , uuhh" lenguhnya nya ,


Diwa melihat mata Tiara yang memerah dan tubuhnya yang bergetar hebat,


"Sial,dia kena obat perangsang land!" teriak Diwa membuat Erland memalingkan tatapannya ,


Ia menghampiri Tiara yang berusaha membuka semua pakaiannya,


"Terus bagaimana?" tanya erland panik


"Astaga Erland,bodoh apa pura pura bodoh sih,kaya loe gak pernah aja" teriak Diwa melihat kebodohan seorangpun Erland yang sangat panik.


"Oke, loe selesaikan saja demi Tiara,dan dia kita yang urus!" ucap Sinta


"Tapi dia juga, , " ucapnya terjeda karena Erland juga tahu Johan juga mengkonsumsi obat perangsang itu


"Iya tahu,gue sudah bawa penawar nya" jawabnya cepat dan membawa tubuh Johan dengan memapahnya,Johan yang juga mulai kehilangan kesadaran mengendus endus leher dan tangan Sinta serta Diwa,


"iieeeuu. , jijik gue" kesal Diwa


"Gue harus mandi kembang tujuh rupa habis ini," sahut Sinta


"Dimana dia? " tanya Sinta


"Kamar itu" balas Diwa


mereka segera membawa Johan ke kamar yang di maksud diwa,Di bukanya kamar itu dan di lemparkan nya tubuh Johan ke dalam kemudian mengunci pintu itu dari luar,


"Tuh makanan loe,di santap baik baik ya,dan nih kuncinya gue lempar dari bawah" teriak Diwa sambil melempar kunci kamar itu lewat kolong kecil di bawah pintu .


sementara di kamar mandi,Johan segera menghampiri Tiara dan memeluk nya,


"baby sadar hei" panggil Erland sambil menepuk wajah Tiara


"Pa,-nas, , tolong" lenguhnya


merasakan sentuhan tangan erland Tiara membuka matanya dan dengan buas menarik tubuh Erland dan mencium rakus b1b1rnya.


eeeumm


"Ra, , Ra " panggil Erland tapi tak juga membuat Tiara merespon,Tiara malah terlihat seperti seekor harimau yang melihat daging segar setelah tak makan seminggu ,


Erland berusaha sekuat tenaga mengimbangi Tiara dan membawanya keluar dari kamar itu,di letakkan nya pelan tubuh Tiara ,Tiara langsung membuka semua pakaiannya, sementara itu Erland berjalan ke arah pintu dan menguncinya, Erland berbalik dan betapa terkejutnya ia mendapati Tiara bagai bayi kecil yang tak mengenakan apapun meringkuk di atas kasur besar itu,


"S14Lan loe Johan ,sampai buat kekasih gue kaya gini" geramnya mengingat jika dia tidak sampai tepat waktu,entah apa yang akan di lihatnya saat ini,bisa saja ia merasa Tiara telah mengkhianati nya.


tidak bisa di pungkiri, Erland bersyukur jika dirinyalah yang mendapati Tiara seperti ini,dengan begitu ia tidak akan kehilangan Tiara dan tiarapun tidak bisa pergi darinya,


"Baiklah baby,ini semua kamu yang minta" ucap erland sebelumnya, kemudian ia juga membuat seluruh pakaiannya dan mulai menindih Tiara dan menguncinya dengan tubuh kekarnya,


(sudah tahu lah ya apa yang di lakukan mereka, tidak perlu detail nanti di komplain😂😂, kalian bayangin aja sendiri)


Jihan,Dia yang kini berada di kamar Johan,juga melakukan hal yang sama,ia geram dan sakit hati tapi ia juga tidak tega melihat Johan kesakitan menahan keinginannya untuk bersatu dalam permainan itu,Jihan menghampiri Jihan


"Sayang,bagaimana rasanya?" ucap jihan


namun belum mendapatkan jawaban Johan langsung melun*t kasar b1b1r jihan,Dan Jihan membalasnya tapi tidak terlalu berminat,ia membalas c1um4n itu dengan menggigit b1b1r bawah Jihan,


"Aawwh" jeritnya mendapatkan gigitan dari Jihan


Jihan hanya diam,sedangkan Johan dengan tidak merasa kesakitan ia mengusap bibirnya yang terluka dan berdarah kemudian menghampiri Jihan dan langsung melucuti pakaian adik kembarnya itu,Jihan tak melawan ,ia membiarkan Johan menjadi seekor anjing rakus yang kelaparan,dan ia membiarkan tubuhnya untuk di nikmati Johan.jihan sangat menahan diri agar tidak membalas ken1km4tan yang Johan kasi,meski ia juga menikmatinya,


"Silahkan nikmati makanan lezatmu kakaku tercinta" ucapnya merebahkan tubuhnya dan merentangkan tanganya,


di rumah itu bagikan sebuah rumah pengantin yang dihuni dua pasang pengantin baru yang sedang bulan madu.


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻