
lama di posisi itu membuat Tiara memejamkan matanya, Erland pun sama,kini mereka tidur satu ranjang lagi dengan posisi Erland duduk bersandar di ranjang dengan posisi erland memeluk Tiara dan Tiara dengan nyamannya melingkarkan tangannya ke pinggang kokoh milik erland,dan menelusup kan wajahnya ke dada bidang erland,mencari kenyamanan satu sama lain dalam heningnya malam dan dalam derasnya hujan malam itu.
***
Zelda tidak pulang kerumah,melainkan pulang ke markas,beberapa hari ini dia memang jarang di markas, bagaimana pun dia masih memiliki keluarga yang sangat menyayanginya dan mengharapkan kehadirannya setiap saat,Zelda berjalan letih ,tampak markas yang biasanya rame kini mendadak sepi seperti tak berpenghuni Karena Zelda mentitahkan agar mereka istirahat pagi dan besok bangun pagi untuk mengikuti acara rutin tiap tahun yaitu periksa kesehatan bagi semua anggota mafia.terlihat markas sedikit gelap ,hanya ada beberapa lampu yang menerangi jalan agar bisa melihat kiri dan kanan,Zelda menaiki tangga menuju kamar pribadi nya di markas,
cklek
Zelda membuka pintu kamarnya,dengan sembarang ia membuang jaket ke arah kasurnya,membuka baju dan celana jeans nya,ia segera memasuki kamar mandi, tujuannya untuk berendam di bathtub seperti yang sering ia lakukan ketika lagi banyak fikiran.
Zelda menyalakan lilin aromaterapi beraroma vanila kesukaannya,ia masuk ke dalam bathtub tak lupa dirinya memutar lagu lagu yang bikin hatinya tenang saat ini.
relaxasi memang sangat cocok untuk dirinya saat ini,beberapa hari bertarung dengan tikus kelaparan membuat sedikit tenaganya terkuras,Zelda memejamkan mata kala dirinya sudah merasa sedikit relax di dalam bathtub nya,berendam busa dengan wangi aromaterapi vanila dan di temani lagu lagu penenang jiwa memang sangat mujarab bagi Zelda saat ini,Zelda tertidur di dalam bathtub nya.
30 menit berlalu,Zelda merasa sebuah tangan meraba tubuhnya dan dengan entengnya mengangkat tubuh tanpa sehelai benang itu dengan lembut,di bawanya ke luar dan di baringkan tubuhnya dengan selimut melilit sebagian tubuhnya,di elusnya wajah cantik Zelda kemudian di kecupnya bib1r ranum milik Zelda,lama ia tempelkan b1bir nya kemudian ia beralih membelai rambut Zelda,di rentangkan tangan Zelda dan ia ikut masuk ke dalam selimut milik Zelda,Zelda merasa sebuah tangan kekar melingkar di perutnya,tangan itu bergerak nakal ke perutnya dan beralih ke atas di bagian d4d4ny4.ia merasa sebuah tarikan pelan dan lembut di bagian puncak d4d4nya,
"Eeeuuhh" lenguh Zelda pelan merasakan tarikan itu seperti nyata.
ia mencoba meraba apa yang membuatnya mendes4h pelan,,rahang yang tegas dengan dagu runcing sedikit terbelah serta alis tebal dan bibir sedikit tebal di bawahnya,tanpa membuka mata Zelda bisa merasakan dan mengenal siapa pemilik wajah ini,karena wajah ini sangat ia sukai dan ia idamkan,perlahan Zelda tersenyum samar saat dirinya meraba bibir itu yang terasa sedikit tersenyum di tanganya,terlihat dari tangan Zelda yang basah saat menempelkan tangannya ke bibir tebal itu.zelda meraih tengkuk lelaki itu dan sedikit menekannya ke d4d4nya agar bisa merasakan lebih dalam tarikan lembut itu.
"Eeeuummm" Zelda menggeliat
mimpi Zelda yang satu ini sangat menyenangkan baginya,ia bisa merasakan nya seperti nyata,sepeti saat ini saat tangan keduanya menyatu dengan terlentang,dengan posisi lelaki itu di atasnya sedang menikmati hidangan lezat di bawahnya.
Zelda sangat menikmati sentuhan demi sentuhan tanpa ingin membuka mata,berharap mimpi ini nyata dia tidak ingin cepat cepat membuka matanya,
ia merasakan sesuatu yang basah sedang menempel di b1b1r nya.zelda membalasnya dengan memainkan l1d4hnya ,kemudian sesuatu yang basah itu turun ke lehernya meninggal bekas berwarna merah keunguan sebagai tanda bahwa ia pernah singgah di sana,lalu beralih ke tulang selangka Zelda yang sangat menggoda siapapun yang melihatnya.
tangan yang tadinya terlentang kini sudah berpindah posisi berkeliaran di semua area hidangan itu,tangan itu dengan. lincahnya berselancar ke sana kemari,sang pemilik hidangan merasa sekujur tubuhnya terasa memanas,gerah sangat gerah,AC yang dinginpun tak mampu membuat dirinya kedinginan,melainkan semakin merasa panas dan gerah.
"Uuuh" gerah Zelda mengibas lehernya dengan tangan mungilnya.
tangan yang tadi di kibaskan ke tubuhnya di tangkap sebuah tangan kekar dan di gantikan dengan tiupan pelan yang berhasil membuat Zelda merasa melayang di udara.
"Uuuh, nikmatnya" gumam Zelda pelan namun masih terdengar jelas di telinga lelaki itu.
lelaki itu tersenyum dan kembali memainkan sesuatu yang sudah ingin mengambil posisinya,ia gerakan pelan pelan sampai akhirnya sesuatu itu menembus pertahanan milik Zelda yang selama ini ia jaga,meski sering hampir melakukan nya tapi ia tetap bisa menjaga dirinya agar tidak sampai kebablasan.tapi kali ini di mimpi Zelda ini ia berkata dengan lantang.
"You can do it now, please honey "gumam Zelda masih setia memejamkan mata hingga akhirnya pertahanan itu tumbang bersama mimpi indah yang tak ingin Zelda akhiri,
Hingga pagi menyambut,Zelda masih setia bersama selimut tebalnya,cahaya matahari masuk melalui celah celah gorden dan menyinari langsung tubuhnya dan membuat mata yang terpejam itu perlahan terbuka,
"Sejak kapan aku tidur di rajang?" gumam Zelda sambil mengingat ingat dirinya masuk ke dalam kamar mandi dan tertidur di sana
Zelda ingin bangun namun sebuah benda yang berat berada melingkar di perutnya membuat dia semakin terkejut,kemudian ia menyingkap selimutnya
zelda menutup bibirnya agar tidak teriak kencang,kemudian ia mengingat mimpi yang semalam sangat ia nikmati dan ia inginkan bahkan ia yang meminta semuanya,
"What,apa semalam bukan mimpi?" tebak Zelda
Rasa gemetar dan dada sepeti habis lari maraton tiba tiba menghampiri Zelda, bagaimana kedua rasa ini datang begitu bersamaan membuat dia sulit percaya jika tubuhnya sangat menikmati mimpi semalam.
Zelda dengan pelan memindahkan tangan kekar itu,tak perlu ia lihat siapa pemilik tangan itu,Zelda sudah tahu betul siapa yang kini berada di belakangnya saat ini,Zelda masih sangat Malu jika langsung menatap wajah yang sudah membuat dirinya lupa diri ini, untuk itu Zelda lebih memilih bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya saat ini,belum sempat ia bangun tangan kekar itu semakin mengeratkan pelukannya dan semakin menempelkan wajahnya pada punggung telanjang Zelda.
Zelda hanya terdiam,tak berani bergerak takut si empunya tangan terbangun dan melihat dirinya yang kini layaknya udang rebus,
"Morning honey!" ucap seseorang itu dengan nada serak bangun tidur namun tak mengurangi ketampanan wajah tegasnya.zelda malah semakin merasa candu mendengar suara serak seksi milik lelaki yang kini sedang bersamanya.
"Honey" ucap Zelda mengulang perkataan itu.
"Hmmm,are u oke" ujarnya lagi
Zelda dengan cepat membalik tubuhnya dan langsung memukul Revin dengan tangan mungilnya.
yah lelaki itu adalah Revin,lelaki yang berada dalam mimpi seorang Anggel mafia bernama Zelda.
"Siapa honey hah,siapa?" kesal Zelda yang baru saja mendengar Revin memanggilnya honey.
Revin dengan santai menangkap tangan mungil zelda dan menarik nya ke dadanya,
"Bukankah semalam seseorang yang lagi di depanku ini memanggilku honey? " ucap pelan Revin di telinga Zelda
"You can do it now,honey,please" ujar Revin meniru suara Zelda saat menginginkan dirinya malam itu
sontak saja membuat Zelda menahan malu yang sangat luar biasa,andai bisa masuk ke dalam lubang semut sudah dari tadi ia bersembunyi di sana dan tak kan pernah menampakkan dirinya di depan Revin seperti saat ini
"Apa kamu ingat honey" ucap revin lagi sambil tersenyum dan sedikit menggigit telinga Zelda
lagi dan lagi Zelda merasa gigitan itu bagaikan Sengatan listrik yang membuat sekujur tubuhnya menegang.
Revin yang merasakan Zelda menegang kembali menggoda Zelda dengan ucapannya.
"Bekas gigitan siapa ini ya" ujar Revin sambil menatap dada bidangnya di sana banyak sekali bekas gigitan gigitan kecil berwarna merah keunguan
Zelda gelagapan dan mengarahkan pandangannya ke arah tubuh Revin yang saat ini sangat banyak sekali balas aktivitas Zelda.
Zelda hanya mampu menggigit bibir bawahnya menahan malu saat ini,rasanya harga dirinya sudah hilang di injak injak Revin saat ini.
"Bodoh bodoh" gerutunya sambil menepuk keningnya merutuki kebodohan dirinya yang tak bisa menahan diri sama sekali.
"Pantas saja semuanya terasa sangat nyata,ternyata memang itu nyata" monolog nya .
saat ini zelda berada di kamar mandi,setelah beberapa saat lalu drama drama kecil terjadi hingga akhirnya Revin menggendong dirinya ke kamar mandi karena sesuatu di bawah sana masih berdenyut nyeri.
tok tok tok
"Honey" panggil Revin dari luar kamar mandi
"Iish " kesal Zelda masih tak mau menatap wajah Revin langsung
Zelda tak mau menjawab,ia lebih memilih untuk meneruskan dirinya berendam agar merasa lebih baik .
"Honey,kamu tidur lagi,atau aku masuk ya" teriak Revin lagi .
"no,no ,iya aku udah selesai ini" teriak Zelda Balik
Revin di luar sana sedang senyum senyum sendiri mengingat kejadian semalam saat dirinya menunggu Zelda pulang,Revin sengaja menunggu Zelda di kamar zelda ,Revin menyandarkan dirinya di ranjang milik Zelda dengan memangku laptop nya,Revin sengaja mengerjakan beberapa pekerjaan nya di markas,agar pekerjaan lebih mudah jika sambil melihat Zelda,fikirnya.
keberuntungan memihak pada Revin,saat dirinya sedang asyik mengerjakan tugas kantornya ia di kagetkan oleh Zelda yang masuk kamar dan langsung melempar jaketnya,dan langsung berjalan ke arah kamar mandi tanpa melihat revin yang sebesar itu duduk di kasurnya, beruntung lampu di sana tak Zelda nyalakan,Zelda hanya fokus membuka baju dan celananya di depan mata kepala Revin,Revin juga tak berniat untuk menyapa ataupun menghampiri,dia sangat menikmati pemandangan di depannya ini,baginya itu sangat indah di banding tempat tempat yang terkenal indah lainnya.
Revin diam dan memperhatikan Zelda yang tak menyadari keberadaan nya dan langsung masuk ke kamar mandinya,lama Revin menunggu lebih dari 30 menit membuat dirinya khawatir jika Zelda kembali tertidur sambil berendam,Revin coba menyusul dan mengetuk pintu kamar mandi tapi tak mendapat sahutan dari dalam,Revin memutuskan untuk masuk ke kamar mandi,dan benar saja Revin mendapatkan Zelda yang tertidur pulas dengan busa di tubuhnya dengan ia rentangkan ke dua tangannya dan kepala sedikit di angkat .
melihat itu semua membuat Revin sulit menelan salivanya.
"Dasar ceroboh,kebiasaan nih anak berendam sampai tertidur" gumam Revin segera membuang pikirn kotornya,
kesehatan Zelda lebih penting dari pada naf***a saat ini.
Revin mendekat dan mengangkat tubuh Zelda yang menuntutnya Tak seberapa berat itu,,ia tidurkan tubuh polos Zelda dan ia tarik selimut untuk menutupi tubuh itu,tapi saat dirinya hendak bangun tangan Zelda tiba tiba menyentuh sesuatu di bawah sana membuat Revin enggan untuk bangkit .ia tatap wajah cantik Zelda da ia belai wajah itu kemudian tatapannya terpaku pada bibir ranum milik Zelda.
ia tak bisa Manahan nya,ia kecup singkat bibir itu,tak cukup sekali ia kambali menempelkan b2rnya itu kembali sedikit lama,saat ini tiba tiba Zelda membalasnya dengan memainkan lidahnya di dalam b1b1r Revin ,itu yang membuat Revin semakin bergerak nakal ,sampai kata kata manis Zelda terdengar di telinga Revin.
"You can do it now honey, please" kata kata yang sangat di nantikan Revin saat ini,hingga malam itu mereka lewat kan berdua dengan menyalurkan satu sama lain kenikmatan yang tak ada bandingannya.
"kenapa senyum senyum sendiri" tukas Zelda menyadarkan Revin dalam lamunan nya
"Kamu lucu" Jawab asal Revin
"Jangan mulai kak" ucap Zelda
"ia honey" jawab Revin lagi dengan langsung mendapatkan tatapan tajam dari zelda.
"Gak apa kan aku panggil honey,orang kamu duluan yang manggil honey" ujar Revin
"Terserah Kakak sudah" ucap Zelda pasrah karena memang dirinya yang lebih dulu memanggil honey.
"Kok kakak sih,honey dong" goda Revin
"Iya honey" ucap Zelda menurut
"Bagus,kamu semakin menggoda dengan memanggi honey" ucap Revin tepat di telinga Zelda dan kembali Zelda merasa tegang saat Revin berbisik di telinga Zelda,nafas hangat Revin rasanya mampu menembus ke dalam tubuh Zelda
"Kak,jangan menggodaku" lenguh Zelda
"des4h4* itu masih jelas terdengar di sini, " jelas Revin menunjuk telinganya dan berhasil membuat Zelda kambali memanas (lihat saja mukanya layaknya kepiting kecebur air panas,hahaha)
Zelda,mendekat dan melingkarkan lengannya ke leher Revin dan berjinjit kemudian berkata
"Honey,semalam kamu sangat jantan,aku suka,mmmm" bisik Zelda sambil sedikit menj1l4t.
buuuzzz
Revin termakan godaannya sendiri saat ini,dia fikir membuat Zelda malu sangat menyenangkan,tapi yang ia dapat saat ini kebalikannya, Kali Ino Revin yang kayaknya kepiting kecebur got panas,( lihat itu guys,mata Revin sampai memerah,Zelda memang top menggoda penggoda Hahaha,hajar Zelda)
"apa kau menggodaku" seringai Revin tak mau kalah
"Oh tentu honey,aku akan selalu menunggu pingg*ng itu bergoy**g kembali lho" goda Zelda lagi dengan senyuman manisnya membuat Revin yang saat ini harus segera ke kantor merasa kalah talak
"aaark " Revin mengagetkan Zelda dengan mendorong nya hingga membentur tembok,
Revin tak bisa menahan lagi godaan Zelda,ia ingin sekali melahap idup idup tubuh mungil itu.
belum sempat Revin mendaratkan b1b1rnya ke b1bir Zelda ,Zelda menolak dengan ucapan
"eits,tidak semudah itu honey,tuh lihat siapa yang sudah menunggu, 30 menit lagi rapat kan" ujar Zelda menyadarkan Revin jika saat ini mereka berada di ruang terbuka dan baru saja Bimo datang untuk menjemput tuannya.
Revin menoleh dan melototi Bimo,Bimo yang merasa tatapan itu membunuh akhirnya memilih undur diri memutuskan untuk menunggu tuanya di luar.
"honey ,awas kamu nanti" ancam Revin mendaratkan kecupan singkat pada bibir Zelda .
Zelda tersenyum penuh kemenangan pagi ini,sambil menatap punggung lebar itu menjauh dan menghilang di balik pintu besar layaknya gerbang istana itu .
(bersambung)
lanjut part selanjutnya ya guys
bab ini khusus panjang aku buat agar kalian puas membaca nya,jangan lupa kasi like,komen, & vote karya ini ya guys,agar author semakin semangat berhalu bersama kalian.
tinggalkan komentar juga
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻